Langsung ke konten utama

Beragam Keluhan Pelanggan Online dan Solusinya

Transaksi lewat media online dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal ini tidak terlepas dari semakin mudahnya akses internet dan proses pembayaran yang up to date. Oleh karena itu, banyak perusahaan baik skala internasional maupun pebisnis kecil yang turut menyediakan fasilitas online dalam jual beli atau penyediaan layanan usaha.

Satu hal yang wajib diperhatikan oleh para pelaku usaha yang juga terjun dalam penjualan secara online adalah kiat-kiat menangani keluhan para pelanggan.

Secara offline, protes atau keluhan seorang konsumen bisa diselesaikan secara langsung di tempat penjualan, dan biasanya jenis dan jumlah keluhannya lebih sedikit dari pada ketika seorang pelanggan melakukan transaksi lewat online.

Keluhan pembeli yang melakukan pembelajaan secara online cenderung bersifat lebih destruktif (merusak) dibandingkan ketika menangani keluhan jual beli secara offline.

Para konsumen yang berbelanja lewat media internet adalah orang-orang yang sudah memahami penggunaan internet dan cara transaksinya, sehingga ketika apa yang mereka harapkan tidak sesuai dengan apa yang mereka terima, maka bisa saja mereka mengeluh dan mengeluarkan kekesalannya dengan cara posting komentar di jejaring sosial atau di blog-blog lain di internet.

Para pengunjung yang membaca postingan tersebut tentu akan terpengaruh, dimana pada akhirnya akan membuat citra perusahaan tersebut menjadi negatif.

Oleh karena itu, menangani keluhan para konsumen yang bertransaksi secara online harus diselesaikan dengan secepatnya dan mampu menjawab keinginan si konsumen, meskipun harus mengeluarkan tenaga ekstra dan waktu yang tersita, bahkan terpaksa menderita kerugian.

Bila konsumen yang mengeluh tersebut merasa puas, maka tenaga, waktu, dan uang kompensasi yang dikeluarkan akan terbayar lunas dalam jangka panjang, khususnya untuk biaya promosi usaha, karena pastinya para konsumen tersebut akan turut membantu sebagai tim marketing lewat komen-komen naturalnya di internet, seperti facebook, twitter, blog, pinterest, dan sebagainya.

Seperti apa sajakah keluhan-keluhan yang biasanya dilontarkan oleh para konsumen yang bertransaksi lewat media online? Berikut sekilas uraiannya:

1. Barang tidak sesuai dengan yang terpajang di internet
Hati-hati dalam memajang gambar dan deskripsi produk. Banyak pebisnis online yang memajang gambar yang paling bagus untuk menarik konsumen. Namun sayangnya, ternyata tidak sesuai dengan barang yang tersedia sehingga konsumen merasa ditipu.

Terkadang para pelaku usaha online tidak mengupdate gambar-gambar terbarunya sehingga akan membuat pelanggan kecewa ketika menerima produk yang dipesannya.

Untuk mengatasi keluhan ini, segeralah meminta maaf dan memberi penjelasan yang masuk akal. Jika anda menyadari bahwa hal tersebut adalah kesalahan anda, maka anda bisa memberikan uang kompensasi atas kerugian tersebut. Kemudian secepatnya memperbaiki gambar dan deskripsi produk agar sesuai dengan kenyataan.

2. Kurang mengerti tentang cara menggunakan produk
Banyak orang yang membeli produk secara online tanpa mengerti secara mendetail, sehingga ketika barang telah diterima, mereka malah sering komplain karena tidak mengerti cara menggunakannya.

Dalam mengatasi masalah ini, anda harus bersabar dan memberikan penjelasan yang komunikatif sehingga si pelanggan merasa puas dan tidak sia-sia membeli produk tersebut.

3. Barang yang dibeli cepat rusak atau cacat
Terkadang dalam proses pengiriman, hal ini dapat terjadi, terutama barang-barang yang mudah pecah seperti alat elektronik, kerajinan keramik, atau produk makanan yang cepat kadaluarsa.

Agar sama-sama “enak”, ada baiknya setiap transaksi dilengkapi dengan perjanjian garansi. Fasilitasi juga dengan penukaran barang yang rusak atau cacat diterima konsumen.

4. Barang lama sampai
Komplain ini lebih disebabkan jasa ekspedisi barang yang kurang maksimal ataupun memang karena pihak konsumen yang tidak sabaran. Jika anda mengirimkan barang ke tangan konsumen lewat pihak ke tiga, maka pilihlah jasa ekspedisi yang terpercaya dan bisa memberikan informasi tentang sejauh mana keberadaan barang yang sedang dikirimkan. Sehingga ketika komplain pelanggan menghampiri anda, maka anda bisa menjelaskan secara terperinci.

5. Lebih murah di toko lain
Terkadang setelah melakukan transaksi, para pelanggan memberikan komentar bahwa barang yang dibelinya lebih mahal dari kompetitor lain. Untuk memberikan timbal balik, berikan penjelasan yang logis bahwa harga produk yang anda tawarkan paling kompetitif.

Untuk mengurangi keluhan semacam ini, maka rajin-rajinlah riset harga sebagai pembanding dengan pesaing-pesaing bisnis anda.

Demikianlah beberapa keluhan yang umumnya dilontarkan para konsumen yang melakukan pembelian produk secara online. Semoga anda dapat senantiasa dengan cepat menangani komplain-komplain tersebut, sehingga bisnis anda dicap sebagai perusahaan yang profesional. Salam kerja & usaha!!!

Komentar

Baca Juga

5 Bisnis Paling Menguntungkan Saat Piala Dunia

Di setiap lima tahun sekali perhatian masyarakat dunia akan terfokus pada pegelaran piala dunia sepak bola. Milyaran pasang mata akan setia mengikuti pertandingan demi pertandingan yang diselenggarakan sekitar 1 bulan penuh. Bagi para perusahaan global yang terjun dalam bidang bisnis siaran, ticket, akomodasi dan sejenisnya, hal tersebut merupakan lahan pemasukan yang melimpah. Sementara bagi kita yang tinggal jauh dari pusat pertandingan, ternyata juga bisa memanfaatkan moment piala dunia tersebut. Situs kerjausaha.com mencoba merangkum ragam bisnis kecil menengah yang profitable menjelang pegelaran World Cup. 1. Bisnis Kaos Replika Jersey Usaha yang cukup berpeluang besar mendatangkan keuntungan dalam event football world cup adalah bisnis produksi dan penjualan kaos jersey dari tim-tim yang lolos piala dunia, seperti kaos tim negara samba Brasil, tim tango Argentina, Portugal, Jerman, Korea Selatan dan lainnya. Para pecinta bola tentu akan membeli sebuah kaos replika jersey dari tim

5 Tips Menjadikan Perusahaan Bernilai Miliaran Rupiah

Memiliki perusahaan besar dengan aset yang berlimpah merupakan impian banyak pebisnis. Semakin prospektif sebuah perusahaan, tentu nilai jualnya akan semakin tinggi. Di Eropa, perusahaan yang bernilai US$ 1 miliar (lebih kurang Rp 14 triliun) disebut dengan ‘unicorn’. Saat ini jumlah perusahaan yang berstatus ‘unicorn’ di kawasan Eropa terus bertambah. Pada tahun ini, terdapat 40 perusahaan unicorn yang berbasis di benua Eropa. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari sebelumnya yang sebanyak 30 unit perusahaan. Terdapat 13 nama baru yang masuk ke dalam daftar 40 ‘unicorn’, dan 3 perusahaan terdepak karena nilainya semakin menyusut. Bagaimanakah caranya membuat dan membangun sebuah perusahaan dari nol hingga menjadi ‘unicorn’? Berikut disajikan 5 tips untuk mewujudkan hal tersebut, seperti yang diuraikan oleh sebuah perusahaan investasi bernama GP Bullhound. 1. Pilihlah Salah Satu Sektor Bisnis Ini Jika anda memiliki mimpi besar untuk memiliki perusahaan bernilai 1 miliar dolar, maka

Peluang Bisnis Cemilan Kacang Mete

Salah satu panganan kuliner yang banyak dijadikan sebagai oleh-oleh saat bepergian keluar kota adalah kacang mede. Kacang mede atau kacang mete atau kacang mente merupakan olahan camilan dari biji jambu monyet (Anacardium occidentale). Sebenarnya kacang mete bukanlah kacang asli, tetapi dalam ilmu Biologi adalah sebuah biji yang dikelilingi cangkang ganda yang menghasilkan getah urushiol yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Dalam dunia tata boga, sering disebut kacang karena bentuknya yang mirip dengan kacang. Rasanya yang enak dan gurih membuat panganan ini terkenal, bahkan juga wisatawan luar negeri sangat menyukai kacang mede. Kacang mede banyak mengandung karbohidrat, mineral, lemak dan juga tentunya protein nabati. Meskipun kandungan lemak dalam kacang mete mencapai 80%, namun lemak tersebut termasuk lemak tak jenuh yang tidak mengganggu kesehatan tubuh. Malah sebaliknya justru disebut sebagai lemak yang baik karena dapat membantu dalam menurunkan kadar kolesterol di dalam t

Yuk.. Usaha Bubur Kacang Ijo, Inilah Tahapannya

Untuk anda yang belum mempunyai pekerjaan namun juga tidak mempunyai modal yang berjumlah besar, usaha bubur kacang hijau bisa menjadi peluang usaha yang cukup bagus, khususnya untuk para ibu-ibu rumah tangga yang mempunyai waktu senggang atau untuk ibu-ibu yang sambil mengasuh anak juga bisa karena usaha bubur kacang hijau ini bisa dilakukan di rumah peralatannya pun bisa menggunakan yang biasa dipakai di rumah. Jadi juga bisa memperirit modal. Selain di rumah juga bisa menggunakan gerobak dorong dengan memiliki rute penjualan tertentu. Selain merupakan salah satu masakan khas nusantara, bubur kacang hijau memiliki manfaat yang lumayan penting untuk tubuh kita karena kandungan gizinya yang sangat lengkap. Kaya akan kandungan lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung. Kacang hijau juga berperan untuk mengurangi resiko penyumbatan darah yang bisa mengarah pada serangan jantung. Tak kalah pentingnya juga untuk meningkatkan kesehatan pembuluh arteri dan juga baik dikonsumsi ibu ha

Apa Definisi dan Fungsi Administrasi Perkantoran?

Definisi manajemen perkantoran menurut Quible diartikan sebagai suatu rangkaian aktivitas perkantoran yang menyangkut perencanaan, pengawasan, pengorganisasian, penyelenggaraan, pengarahan, dan hingga pengendalian secara tertib pekerjaan administrasi perkantoran, guna menunjang pencapaian tujuan organisasi. Apa sajakah fungsi administrasi perkantoran? Berdasarkan pendapat Quible (2001), ada lima jenis fungsi pendukung administrasi dalam perkantoran. 1. Fungsi Rutin Fungsi rutin adalah fungsi administrasi perkantoran dalam hal pengarsipan dan penggandaan. Dengan sistem administrasi perkantoran yang baik, maka paling tidak organisasi tersebut memiliki dokumen tersimpan dan cadangan (copy). Fungsi rutin tersebut umumnya dilaksanakan oleh staf atau pegawai administrasi yang bertanggung jawab atas kegiatan administrasi sehari-hari. 2. Fungsi Teknis Fungsi administrasi yang terkait teknis adalah yaitu fungsi yang membutuhkan opini, keputusan, dan keterampilan perkantoran yang mumpuni atau

4 Peluang Bisnis dari Olahan Eceng Gondok

Eceng Gondok merupakan tumbuhan yang banyak kita jumpai di kawasan perairan daratan, seperti di sungai, rawa, waduk, situ, dan sejenisnya. Tanaman ini memiliki nama Latin Eichhornia Crassipes. Tanaman eceng gondok dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat pada kawasan perairan yang tercemar limbah, karena tanaman ini mampu mengikat berbagai senyawa logam berat yang terkandung dalam air, misalnya seng, besi, tembaga, serta raksa. Perkembangbiakan yang pesat tersebut, dapat membuat daerah habitat eceng gondok menjadi cepat dangkal karena proses sedimentasi atau pengendapan. Jika berlebihan, hal ini tentu berpotensi mendatangkan bencana luapan banjir karena aliran air tersumbat oleh eceng gondok. Oleh karena itu, pertumbuhan eceng gondok yang padat perlu dimanfaatkan agar menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. Bagaimanakah caranya mengolah eceng gondok agar menjadi produk yang bisa dijual? Berikut sekilas uraiannya. 1. Digunakan sebagai Pakan Hewan Ternak Hasil olahan eceng gondok da

Manfaatkan Kemampuan Menggambar Anda dalam Bisnis Coloring Book

Punya talenta menggambar adalah anugerah yang patut disyukuri dan dimanfaatkan sebaik – baiknya. Ada banyak bidang pekerjaan yang bisa digeluti dengan kemampuan bakat menggambar, misalnya menjadi desainer, seniman lukis, komikus, hingga yang sederhana adalah terjun ke bisnis percetakan atau penerbitan buku gambar mewarnai (coloring book). Bila anda dibekali oleh Sang Pencipta dengan talenta tersebut, mungkin anda bisa memanfaatkannya untuk mengais rejeki sebagai pekerjaan sampingan (part time job) atau sebagai bisnis rumahan. Bagaimana caranya memulai usaha penerbitan buku gambar mewarnai tersebut? Berikut uraiannya! 1. Menentukan Perusahaan Penerbit Langkah awal yang anda lakukan adalah mencari partner untuk bekerjasama, yakni perusahaan penerbit yang berada di daerah anda. Jika tidak terdapat perusahaan penerbit di wilayah anda, atau jika proposal bisnis anda tidak diterima oleh mereka, maka jangan putus asa dulu. Cobalah menjadi self publisher (penerbit mandiri). Carilah perusahaan