Negara Ini Akan Menjadi Pusat Produksi Otomotif Dunia

Kalau kita berbicara soal Meksiko, mungkin yang dulu dibayangkan adalah pantai - pantainya yang cantik atau drug traficking yang terjadi di sana. Namun image  tersebut tampaknya akan segera berubah karena belakangan ini banyak sekali produsen - produsen mobil dunia yang membuka pabrik barunya di Meksiko. 

pabrik mobil

Setidaknya dalam 2 tahun terakhir saja ada sekitar 8 produsen mobil yang telah membuat pabrik dan akan buat pabrik baru di meksiko. Dalam satu bulan terakhir ini (Maret 2015) telah ada sekitar 3 perusahaan mobil dunia dari tiga negara berbeda yang merupakan ikon dari masing - masing negaranya, yaitu Toyota, Hyundai, dan Ford yang akan membuka pabriknya di Meksiko. 

Perusahaan Toyota menanamkan investasi sekitar 1,4 miliar dolar amerika pada negara Tiongkok dan Meksiko. Rencana investasi tersebut merupakan langkah dan strategi baru Toyota setelah 3 tahun tidak membuka pabrik dengan alasan terkendala oleh perekonomian dunia. Target pabrik baru Toyota di Meksiko ini adalah mampu memproduksi sekitar 200 ribu mobil Toyota Corolla dengan mempekerjaan sekitar 2.000 masyarakat Meksiko.

Sementara itu, perusahaan otomotif dari Korea Selatan, yakni Hyundai, berniat menjadi Meksiko sebagai basis global untuk produksi mobilnya. Nantinya pada tahun 2018 mendatang diperkirakan jumlah produksi Hyundai di Meksiko mencapai 100.000 mobil per tahun. Produsen mobil yang juga akan mendirikan pabrik di Meksiko adalah Ford dengan jumlah investasi mencapai 2,5 miliar dolar amerika. Selama ini,  perusahaan mobil asal Amerika Serikat ini hanya berkonsentrasi untuk memproduksi mobil langsung di jantung perusahaannya, yakni di Detroith - Michigan, di mana kawasan ini dulu lebih dikenal sebagai The Motor City of America pada abad ke 20.

Mengapa Meksiko menjadi lokasi yang diidam-idamkan oleh para produsen otomotif dari berbagai negara? Inilah alasannya:

1. Upah Tenaga Kerja yang Lebih Murah
Misalnya Ford mengeluarkan biaya sebesar 28 dollar per jam untuk satu orang buruh di Amerika, sedangkan upah bekerja di Meksiko biayanya sekitar 8 dolar per jam.

2. Pajak Rendah 
Meksiko telah bekerjasama dengan 45 negara dalam sebuah perdagangan bebas (free trade), sehingga hal ini mengakibatkan biaya ekspor untuk ke berbagai negara menjadi berkurang, dan secara tidak langsung pungutan pajak juga tidak terlalu tinggi. Membuat pabrik di Meksiko tentu adalah suatu hal yang menguntungkan.

3. Letak Geografis
Alasan ketiga adalah terkait dengan geografis dimana kawasan Meksiko cukup strategis dan mudah dijangkau sehingga mampu mengurangi biaya logistik.

Demikianlah sekikas gambaran potensi Meksiko yang menjadi daerah tujuan bagi para produsen mobil. Lalu, bagaimanakah dengan Indonesia yang merupakan kawasan investasi otomatif? 

Sebenarnya Presiden Joko Widodo telah melaksanakan berbagai upaya, salah satunya ketika presiden berkunjung ke Jepang beberapa waktu lalu. Presiden telah mengikat janji dengan Jepang, dimana Toyota akan berinvestasi sekitar 20 triliun rupiah, serta Suzuki sebesar 13 triliun rupiah untuk mengekspansikan pabrik-pabriknya. Namun hal tersebut  tidak datang secara cuma cuma, karena presiden sendiri menawarkan berbagai hal, salah satunya adalah Tax Allowance yakni berupa pengurangan PPh atas dividen yang dibayarkan pada subjek pajak luar negeri yaitu sebesar 10 persen. Namun apakah hal tersebut telah menjadi daya tarik investor untuk membuka pabrik mobilnya di Indonesia? Tampaknya masih cukup sulit karena beberapa kendala yang dihadapi oleh para investor, antara lain: biaya logistik tinggi, biaya tenaga kerja dan tarif listrik yang semakin beranjak naik, belum tersedianya laboratorium uji komponen yang diakui dunia, bunga bank tinggi, proses bea masuk yang berbelit, dan maraknya komponen kendaraan bermotor yang ilegal.