Batu Akik untuk Investasi

Saat ini batu akik menjadi mode perhiasan yang cukup populer di Indonesia. Tak jarang orang rela menggunakan perhiasan batu akik di semua jemari tangannya. Kepopuleran batu akik juga merambah ke berbagai kalangan, mulai dari artis, tokoh masyarakat, hingga para politikus. Harga sebuah batu akik cukup bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga ada yang dibandrol ratusan juta rupiah. Namun di tempat Pegadaian, batu akik ternyata belum bisa diterima sebagai alat atau jaminan gadai.

Seperti dilansir dari Antara News, PT Pegadaian (Persero) menyatakan belum bisa menerima batu akik sebagai barang yang layak untuk dijadikan jaminan dalam transaksi gadai, meskipun harga batu akik saat ini melonjak tinggi. Dalam menyikapi fenomena penjualan batu akik yang harganya menyamai bahkan melebihi harga emas, maka menurut penjelasan yang diungkapkan oleh Sri Yuli Astutik, yang merupakan Kepala PT Pegadaian (Perseto) Cabang Ngawi, "Pegadaian belum bisa menerima batu akik sebagai jaminan. Hal itu karena perhiasan yang terbuat dari batu akik belum memiliki nilai standar".

Kendala lain yang menyebabkan batu akik masih belum bisa digunakan untuk jaminan di Pegadaian adalah belum adanya peralatan dan tenaga ahli yang mumpuni untuk memperkirakan atau menaksir harga dan jenis dari batu akik yang ada di pasaran. Hal ini tentu berbeda dengan berlian dan emas yang sudah mempunyai standar harga di pasar internasional. Melihat semakin fenomenalnya jual beli batu akik dan penggemarnya yang kian banyak, membuat PT Pegadaian (Persero) saat ini sedang melakukan kajian dan pertimbangan terhadap batu hias tersebut, apakah layak atau tidak untuk dijadikan barang investasi yang dapat digunakan sebagai jaminan.

Sementara itu, salah seorang pecinta batu akik di Ngawi (Jawa Timur) yang bernama M Rizal, memiliki penilaian bahwa batu mulia akik sudah layak untuk dijadikan sebagai perhiasan investasi. Ini artinya, batu akik bisa digadaikan layaknya logam mulia.

"Hal itu karena batu akik memiliki faktor pendorong untuk setara dengan emas atau berlian yang layak dijadikan jaminan," ungkap Rizal.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadi pendukung hal tersebut diantaranya, telah mulai adanya penggolongan kelas batu akik layaknya emas, serta saat ini sudah mulai dilakukan sertifikasi batu akik untuk jenis tertentu. Hal ini membuat mutu sebuah batu akik bisa dinilai dan dijamin kualitas dan kualifikasinya.

Lebih lanjut Rizal menyatakan bahwa fenomena batu akik kini telah memiliki dampak yang cukup luar biasa bagi masyarakat dan negara. Beberapa pihak berpendapat bahwa akik telah menjadi ikon yang turut meningkatkan perekonomian negara. Jika kita lihat prosesnya, dalam pembuatan sebuah perhiasan batu akik, terjadi kegiatan yang kompleks dan melibatkan banyak pihak, mulai dari penambangnya, perajin akiknya, penjualnya, hingga penggemarnya.

Kedepannya, bisnis batu akik memiliki prospek yang cerah. Oleh karena itu, ia berharap agar Pemerintah bisa turun tangan mengeluarkan standar tertentu terhadap akik agar batu mulia tersebut memiliki pasar dan harganya stabil, seperti emas, sehingga bisa dijadikan jaminan di Pegadaian.