7 Pelajaran Bisnis dari Richard Branson

Richard Charles Nicholas Branson adalah seorang pebisnis sukses kelahiran Inggris yang kini memiliki lebih dari 360 perusahaan di bawah bendera Virgin Group. Pria yang berusia 67 tahun ini telah belajar merintis bisnis sejak usia 16 tahun melalui perusahaan publikasi majalah bernama Student. Selanjutnya, dia mulai merambah bisnis rekaman dan toko kaset di bawah brand Virgin Megastores yang kemudian berkembang ke bisnis penerbangan dengan merek Virgin Atlantic Airways.

Ayah dari dua putra ini saat ini merupakan salah satu orang yang masuk dalam daftar orang kaya dunia versi majalah Forbes. Dengan aset kekayaan lebih dari 4 miliar dollar tentu merupakan prestasi tersendiri. Lalu, apa saja yang membuat Richard Branson menjadi orang sukses? Inilah tujuh hal yang bisa kita pelajari suami Joan Templeman ini.

1. Dorong Semangat Tim yang Menyenangkan

pelajaran bisnis richard branson
Sebagai pendiri perusahaan, mungkin Anda bangga dengan produk Anda dan ingin tunjukan ke seluruh dunia. Anda harus ingat dibalik kehebatan produk Anda, pasti ada orang lain yang berkontribusi kepadanya, mitra, karyawan. Tanpa mereka, anda tidak akan sampai ke tahap ini. Tim kerja yang gembira dan dapat bekerjasama dengan baik akan mencapai banyak perkara yang bagus. Di Virgin, Branson selalu menggalakkan karyawannya untuk bergembira saat bekerja. Mereka merayakan Olimpiade bersama dengan mengadakan acara lari yang menyenangkan. Kegiatan seperti ini akan membantu tim mengenal satu sama lain dan menjadi lebih erat. Dengan ini, semua orang dapat bekerja dengan baik sambil bergembira.

2. Tahu Bila Perlu Meminta Pertolongan

Berapa pun usia anda saat ini, jangan malu untuk meminta pertolongan bila perlu. Jangan pikir bila Anda sudah lama dalam dunia bisnis, berarti Anda sudah tidak perlu bantuan siapapun. Setiap manusia ada kelemahan dan keterbatasan diri masing-masing. Untuk tetap dalam bidang menantang ini, meminta bantuan dengan orang yang tepat akan bantu memfasilitasi urusan bisnis Anda. Pada usia 19 tahun, Branson telah memulai bisnis pengiriman catatan lagu melalui email akan tetapi dia tidak pernah meminta nasihat dari orang lain bagaimana untuk menjalankan bisnis tersebut. Malang tidak berbau, dia kemudian dihukum dengan kesalahan menyelundupkan karena tidak membayar pajak. Ibu Branson terpaksa mengamankan dia keluar dari penjara. Kemudian, Branson belajar dari ibunya bagaimana untuk menjalankan operasi bisnisnya secara sah. Ibunya adalah salah satu mentor bisnisnya.

3. Bersikap Terbuka Dengan Perubahan

Dalam era milenia ini, semua hal berubah dengan sekejap dan ini tidak terbatas dengan teknologi semata-mata. Suka atau tidak, itu pasti akan terjadi. Branson bersikap sangat terbuka dalam hal ini. Dia bertindak tepat dengan menukarkan kaset kepada CD secara online. Dia tukar toko kecil ke gedung besar dan juga mengubah model bisnis beberapa kali sebelum menjual perusahaan tersebut kepada EMI pada tahun 1992.

4. Bina ‘Network’ Yang Mantap

Mungkin ide bisnis Anda hebat akan tetapi tidak ada gunanya jika tidak ada yang tahu. Setiap pengusaha membutuhkan orang lain yang berhasil untuk membantunya berhasil. Dengan 'networking', bisnis akan selalu berkembang. Ketika Branson memulai Virgin Music pada tahun 1970, dia membuat 'networking' dengan serius. Dia bertemu dengan agen, ahli musik, distributor dan banyak lagi orang kuat dalam industri. Anda bisa mulai dengan menjalani dewan dalam industri, asosiasi bisnis dan aktif di media sosial seperti Facebook dan LinkedIn.

5. Jangan Biarkan Hambatan Pribadi Menghentikan Impian Anda

Mungkin ada masih belum tahu bahwa Branson mengidap disleksia sejak kecil. Karena dia tidak dapat mengikuti kurikulum sekolah, Branson berhenti sekolah pada usia 16 tahun. Namun, dia tidak berhenti untuk sukses dalam hidup dan mengganti semua kelemahannya menjadi kekuatannya untuk berhasil dalam bisnis. Meskipun pada awalnya dia sulit untuk membaca, teman sekantornya membacakan teknik pemasaran dan periklanan Virgin dengan kuat agar dia dapat mendengar dan memahaminya dengan baik. Keterbatasannya dalam keterampilan literasi tidak membuatnya menjadi macet untuk selalu mengikuti arus pasar yang terbaru. Kata Branson, apabila anda mendapati diri anda dalam situasi negatif, cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan menukarkannya menjadi positif.

6. Jangan Takut Untuk Melepaskan

Ada beberapa bisnis yang lebih bagus untuk dijual dan dilepaskan terutama ketika mendapat tawaran yang menarik. Mungkin Anda merasa ragu dan bersalah karena perusahaan tersebut telah berhasil setelah anda bersusah payah merintisnya. Jangan biarkan emosi dan nostalgia mencegah Anda mencoba hal baru yang lebih bagus. Branson juga pernah merasa bersalah saat terpaksa menjual Virgin Records ke EMI untuk membuka perusahaan penerbangan Virgin Atlantic. Meskipun merasa sangat sedih, namun dia tahu ini adalah keputusan yang terbaik untuk bisnis dan juga karyawannya.

7. Selalu Tabah dan Ikuti Kata Hati

Bertahan dalam bidang bisnis bukanlah hal yang mudah. Menjadi pengusaha adalah beberapa pekerjaan yang berisiko. Anda dapat kehilangan uang, harta, reputasi, dan perhubungan. Namun, orang yang berbakat menjadi kewirausahaan punya kelebihan dan bakat tersendiri di mana mereka pandai mencari peluang dan membuat keputusan antara 'YA' atau 'TIDAK' pada sesuatu hal. Ketika Branson meluncurkan Virgin Atlantic airlines pada tahun 1984 dan Virgin Australia pada untuk 2000, rekan bisnisnya rata-rata bersikap skeptis dengan keputusannya. Tanpa mempedulikan kata-kata mereka, Branson bersikeras bahwa ini adalah satu kesempatan yang baik untuk bisnis. Kini, Virgin Atlantic kini memiliki lebih dari 5 juta penumpang dan Virgin Australia telah menjadi penerbangan kedua terbaik di negara tersebut.

Nah, demikianlah sederet pelajaran bisnis yang bisa kita pelajari dari sosok Richard Branson. Dengan segala tantangan dan hambatan yang dihadapi, Branson tetap tegar dan bekerja keras untuk mencapai kesuksesan sebagai entrepreneur.