5 Negara yang Rakyatnya Paling Banyak Depresi di Dunia

Penyakit mental adalah salah satu penyakit paling misterius. Yang lebih menakutkan, mayoritas individu yang menderita penyakit seperti depresi atau murung, bahkan tidak menyadarinya.

Stres dalam hidup, tuntutan pekerjaan, serta stres dalam mengurus keluarga seringkali menjadi alasan utama mengapa banyak dari kita menderita depresi. Selain faktor personal, suasana dan budaya kehidupan juga sangat menentukan tingkat kesehatan mental seseorang. Yang menakutkan, penelitian di seluruh dunia menemukan peningkatan lebih dari 18% penderita depresi selama 10 tahun terakhir.

Pertanyaannya adalah, di negara manakah rasio populasi terbanyak terhadap depresi ditemukan? Berikut adalah lima negara teratas dengan tingkat depresi dan penyakit mental tertinggi di antara penduduknya.

1. India

Menghadapi ketidakseimbangan ekonomi, kesenjangan pendapatan yang besar, masalah sarana dan prasarana serta masalah politik yang sering dikaitkan dengan korupsi, India menempati urutan pertama di antara jumlah individu yang menderita penyakit mental dibandingkan dengan semua negara lain di dunia.

Dengan total 56,7 juta orang atau 4,5% menderita depresi dan 38,5 juta orang atau 3,0% mengalami kecemasan ekstrim, statistik serupa ditemukan terlepas dari perkotaan atau pedesaan. Negara ini juga menghadapi kekurangan spesialis, hanya memiliki 1 ahli medis per 100.000 penduduk yang menyebabkan banyak warganya memilih untuk tidak mencari bantuan dokter.

Yang lebih menakutkan, dengan perkiraan 322 juta orang jumlah pasien dengan masalah kesehatan mental di seluruh dunia – setengah dari mereka berada di Asia, dengan India dan China menjadi kontributor utama.

2. Cina

Kebudayaan Tiongkok yang cenderung dibentuk untuk lebih mementingkan kepentingan ekonomi tanpa memperhatikan derajat kesehatan jiwa masyarakatnya, harus lebih diperhatikan oleh pemerintah negara tersebut.

Dengan total 55 juta orang menderita depresi dan 40 juta orang menderita kecemasan ekstrim, China adalah negara terpadat kedua dengan masalah kesehatan mental. Pemerintah China untuk pertama kalinya melaporkan hasil survei pada tingkat mental masyarakat mereka, menemukan bahwa telah terjadi peningkatan yang signifikan pada tingkat pasien dalam 30 tahun.

3. Amerika Serikat

Amerika Serikat menempati urutan ketiga, terhitung lebih dari 17,5 juta orang yang mengalami depresi dan 18,7 juta orang dengan gangguan kecemasan. Statistik ini mewakili 5,9% dan 6,3% dari total populasi negara.

Meskipun berpredikat sebagai negara maju, namun itu tidak cukup membantu, karena dilaporkan hanya 37% dari total jumlah pasien yang berhasil diobati. Amerika Serikat juga mengalami kekurangan tenaga spesialis yang sangat ekstrim – terutama di daerah pedesaan dengan banyak rumah sakit yang akhirnya terpaksa berhenti beroperasi, karena kekurangan dokter.

4. Brasil

Negara yang terkenal dengan sepak bola dan juga kehidupannya yang santai ini menyembunyikan realitas nyata dari tingkat kesehatan mental masyarakatnya. Diperkirakan lebih dari 11 juta orang Brazil atau 5,8% menderita depresi, sementara 19 juta lainnya menderita kecemasan yang ekstrim.

Peneliti berpendapat bahwa faktor sosial dan ekonomi yang tidak seimbang menjadi penyebab terjadinya situasi ini. Kasus kekerasan dan kemiskinan adalah alasan utama mengapa begitu banyak orang Brazil menderita masalah mental setiap hari.

5. Indonesia

Dengan jumlah penduduk lebih dari 260 juta jiwa, saat ini diperkirakan 3,7% dari total penduduk Indonesia atau 9 juta jiwa, mengalami depresi. Sedangkan 3,3% penduduk negara kita ini memiliki masalah kecemasan yang ekstrim atau 8,1 juta orang.

Satu hal yang menjadi masalah bagi pemerintah Indonesia adalah sedikitnya tenaga medis yang menangani depresi dan kecemasan. Dengan hanya 773 psikiater dan 451 psikolog, sangat sulit untuk menangani bagi lebih dari 16 juta orang agar mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sumber:
https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/254610/WHO-MSD-MER-2017.2-eng.pdf?sequence=1

Tinggalkan komentar