10 Mitos dan Fakta Virus Corona yang Perlu Anda Ketahui

Virus Corona telah menjadi wabah yang melanda banyak negara di seantero dunia, termasuk juga di Indonesia. Di tengah kecemasan dan rasa takut yang menghantui, kerap kali tersebar beragam informasi yang kurang tepat yang membuat masyarakat menjadi tambah bingung. Padahal, salah satu pencegahan awal yang harus dilakukan dalam memerangi virus Corona ini adalah dengan memiliki informasi dan wawasan yang benar dan tepat. Ketika yang terjadi adalah sebaliknya, maka mungkin kita akan melakukan hal yang salah dalam menghindari wabah ini.

Mengutip dari berbagai situs kredibel, inilah kumpulan informasi keliru (hoax) atau pun yang masih menjadi mitos terhadap fakta-fakta virus Corona (2019-nCov).

Situs ajc.com

Dalam situs berita ini, dijelaskan lima mitos virus Corona yang telah dibantah oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Apa sajakah persepsi keliru seputar virus Corona tersebut?

Mitos #1 Dingin dapat membunuh virus Korona

Fakta menurut WHO: Tidak ada alasan untuk percaya bahwa cuaca dingin dapat membunuh virus corona atau penyakit lainnya. Suhu tubuh manusia normal tetap sekitar 36,5 – 37 derajat Celcius, terlepas dari suhu atau cuaca eksternal. Cara paling efektif untuk melindungi diri dari virus Corona adalah dengan sering membersihkan tangan dengan usapan berbasis alkohol atau membilasnya dengan air sabun.

Mitos #2 Coronavirus dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk

Fakta menurut WHO: Hingga saat ini belum ada informasi atau bukti pasti yang menunjukkan bahwa coronavirus dapat ditularkan oleh nyamuk. Ini adalah virus pernapasan yang menyebar, terutama melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, atau melalui tetesan air liur atau keluarnya dari hidung. Selain harus sering membersihkan tangan dengan air sabun ataupun sanitizer, Anda juga sebaiknya menghindari kontak dengan seseorang yang batuk dan bersin.

Mitos #3 Menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh akan membunuh coronavirus

Fakta menurut WHO: Menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh tidak akan membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh. Selain itu, alkohol dan klorin bisa berbahaya bagi selaput lendir Anda jika digunakan berlebihan, seperti mata dan mulut. Keduanya memang mampu membersihkan permukaan, tetapi harus digunakan dengan benar.

Mitos #4 Membilas hidung dengan saline akan menggagalkan virus baru

Fakta menurut WHO: Saline dapat mengencerkan dan memudahkan ingus keluar. Namun, belum ada bukti bahwa menggunakan obat semprot hidung (saline) dapat melindungi diri dari infeksi virus Corona.

Mitos #5 Mengkonsumsi bawang putih dapat membantu mencegah infeksi virus

Fakta menurut WHO: Bawang putih memang memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, sampai saat ini belum ada bukti bahwa makan bawang putih telah mampu melindungi orang dari coronavirus.

Situs cnet.com

Dalam sebuah laman situs cnet.com, dipaparkan 6 mitos tentang virus Corona, dan seperti apa fakta sebenarnya.

Mitos #6
Jika Anda dapat menahan napas selama 10 detik, itu berarti Anda tidak tertular infeksi virus corona

Gagasan di balik mitos ini adalah bahwa jika seseorang terinfeksi coronavirus, maka akan mengalami kesulitan bernapas, dimana 50% paru-parunya akan mengalami fibrosis paru, yakni penyakit paru-paru yang menyebabkan jaringan parut yang tidak dapat diubah dan pengerasan jaringan paru-paru.

Kabar yang beredar di media sosial adalah jika Anda mampu menahan nafas selama 10 detik dan tidak merasa sesak di dada, maka Anda tidak memiliki fibrosis paru-paru sehingga kemungkinan besar Anda tidak terinveksi virus Corona.

Fakta yang benar:
Meskipun virus Corona dapat menyebabkan fibrosis, menahan napas bukanlah tes yang tepat untuk menentukan apakah Anda memiliki kerusakan paru-paru atau tidak. Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, Anda perlu berbagai tes yang dilakukan oleh dokter dan tim medis. Dan, jika Anda mengalami kesulitan bernapas akibat coronavirus atau apa pun, Anda harus menghubungi penyedia layanan kesehatan Anda.

Mitos #7
Minum air akan menyiram / mendorong (flush) virus dari mulut Anda

Sebuah mitos yang beredar di dunia maya menyatakan bahwa Anda harus minum air setiap 15 menit, karena meskipun virus Corona masuk ke mulut Anda, itu akan terdorong masuk ke dalam perut sehingga menjadi mati karena terkena zat asam di dalam lambung Anda. Lebih lanjut dikatakan bahwa jika Anda tidak cukup minum air, coronavirus akan masuk ke saluran udara Anda dan kemudian ke paru-paru Anda.

Postingan yang lain menyebutkan bahwa Anda dapat menghilangkan virus dari tenggorokan dengan berkumur air hangat bercampur garam atau pun cuka.

Fakta yang benar:
Memang penting agar selalu terhidrasi dengan baik, entah Anda sakit maupun saat sehat. Namun, menurut WHO, belum ada bukti yang mengungkapkan bahwa larutan air garam hangat dapat melindungi Anda dari virus Corona.

Mitos #8
Cuaca hangat akan membunuh virus Corona

Ada sebuah persepsi menyatakan bahwa virus Corona akan mati atau tidak aktif saat cuaca panas. Hal ini juga sempat diungkapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada tanggal 9 Maret lalu.

Fakta yang benar:
Menurut WHO, virus Corona dapat ditularkan atau menyebar di semua area di dunia, termasuk negara-negara dengan iklim panas. Tidak akan hilang begitu saja di belahan bumi Utara karena cuaca menjadi lebih hangat di musim semi dan musim panas. Pihak WHO juga belum tahu apakah COVID-19 adalah virus musiman seperti halnya influenza.

Mitos #9
Menggunakan masker bedah dapat melindungi Anda dari virus Corona

Di hari-hari awal wabah virus korona, orang-orang kehabisan stok dalam mendapatkan masker bedah. Idenya adalah topeng ini dapat mencegah virus masuk ke saluran udara Anda.

Fakta yang benar:
Masker bedah tidak dapat memblokir virus di udara. Perlengkapan medis ini secara khusus dirancang untuk mencegah cairan dari batuk orang lain atau bersin masuk ke mulut dan hidung Anda, atau mencegah cairan dari batuk dan bersin Anda masuk ke saluran pernapasan orang lain.

Masker respirator N95 dapat memblokir virus di udara agar tidak masuk ke mulut Anda atau menjebak virus dari tubuh Anda untuk mencegahnya menyebar ke udara – tetapi sebaiknya Anda tidak menggunakannya kecuali Anda merasa telah terinfeksi atau menunjukkan gejala coronavirus dan ingin melindungi orang lain agar tidak tertular.

Situs nytimes.com

Situs The New York Times juga memaparkan sejumlah mitos dan fakta terkait virus Corona yang didasarkan pendapat sejumlah ahli kesehatan.

Mitos #10
Banyak konsumsi Vitamin C

Anda mungkin tergoda untuk menyetok vitamin C dalam jumlah besar atau suplemen yang ditujukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Tetapi efektivitasnya adalah kekeliruan yang sudah berlangsung lama. Bahkan dalam kasus pilek atau flu, vitamin C belum menunjukkan manfaat yang konsisten.

“Jika ada manfaat yang signifikan, maka itu akan sangat sederhana,” kata Dr. Schaffner. Tambahan vitamin C tidak akan membahayakan Anda – “kecuali Anda hanya menenggaknya banyak,” kata Dr. Frank Esper, MD, seorang spesialis penyakit menular anak di rumah sakit Cleveland Clinic Children’s. Dalam kasus-kasus itu, vitamin C yang berlebihan dapat merusak lambung dan ginjal.

Belum ada bukti bahwa suplemen seperti seng, teh hijau dan echinacea bermanfaat untuk mencegah coronavirus, kata Dr. Mark J. Mulligan, MD, direktur divisi penyakit menular dan pusat vaksin di NYU Langone Medical Center.

Nah, demikianlah sederet informasi mengenai fakta, mitos ataupun hoax tentang virus Corona. Informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat kesehatan atau medis. Selalu berkonsultasi dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan berkualifikasi lainnya mengenai pertanyaan atau keraguan yang mungkin Anda miliki tentang kondisi medis atau tujuan kesehatan.

Selain itu, seiring perkembangan dan penelitian tentang virus ini, mungkin saja ada beberapa info mitos atau pun fakta yang tercantum dalam artikel ini dapat berubah menjadi benar atau bisa menjadi salah. Jadi, pastikan Anda mencari informasi pembanding dan terbaru untuk memperoleh data dan fakta yang lebih akurat dan ter-update.

Tinggalkan komentar