Ini Hal yang Akan Diingat Anak Saat Telah Dewasa

Apakah Anda masih mengingat masa kecil dulu? Mungkin terkadang akan membuat kita menangis atau tertawa sendiri ketika mengingatnya kembali. Bahkan terkadang kita juga merasa malu sendiri disaat mengingat kesalahan atau hal-hal aneh yang telah kita lakukan dulu.

Begitu pun pada anak-anak kita, hal yang sama pasti akan terjadi. Anak-anak kita juga pasti akan mengingat masa kecilnya. Jadi tentunya sebagai orang tua, kita harus melakukan yang terbaik. Tahukah anda jika daya ingat atau memori penting untuk menghubungkan kita dengan kenangan masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.

memori anak bermain

Namun seberapa kuatkah daya ingat seorang anak?
Apakah mereka akan ingat semua memori itu?

Menurut psikolog Jerome Brumer, salah satu cara memperbaiki ingatan anak-anak adalah dengan menceritakan kembali dan menyusun ulang peristiwa di masa lalu. Meskipun tidak mampu mengingat semua peristiwa, namun anak-anak terbukti tidak melupakan beberapa hal, malahan mereka bisa meningkatkan daya ingat mereka!

Mengingat masa lalu sangat berperan penting dalam pembentukan karakternya saat ia besar nanti. Jadi sudah saatnya para keluarga atau orang tua melakukan perubahan atau bahkan memperbaiki perlakuan kita terhadap anak-anak atau lebih tepatnya memperlakukan mereka dengan baik. Itu dapat dimulai dari berbicara atau berbincang-bincang tentang kisah dan nostalgia selama masa kanak-kanak.

Tapi, sebagai orang tua kita tidak perlu memaksakan agar mereka mengingat peristiwa demi peristiwa, karena pada kenyataannya mereka tidak akan mampu mengingat semuanya. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa ada banyak hal yang bisa kita ingat dengan jelas, begitu pun dengan anak-anak kita terhadap masa kecilnya hingga ia tumbuh dewasa.

Jika dipikirkan kembali, bagaimana otak kita akan selektif dalam mengingat ingatan tertentu? Bahkan, ada beberapa hal yang akan ‘melekat’ dalam ingatan anak saat mereka tumbuh dewasa. Apa saja itu?

1. Pelukan demi Pelukan

Pelukan tidak hanya memberikan kelegaan bagi anak yang emosional, itu juga peduli pada hati seorang ibu yang stres. Pelukan adalah cara termudah bagi kita untuk berkomunikasi, dan itu membawa banyak kesan ke dalam memori anak. Karena itu, jangan pernah berhenti memeluk anak – anak walaupun mereka sudah remaja dan dewasa!

Selain memeluk, kata-kata antusias seperti, “Ibu bangga padamu,” atau “Terima kasih karena selalu menyemangati Papa,” adalah ungkapan positif yang mampu membentuk identitas anak sejak kecil.

2. Membacakan Cerita atau Dongeng

Kita seharusnya tidak melihat kegiatan membaca sebagai kegiatan akademik yang serius atau membosankan. Sebaliknya, harus disertai dengan berbagai suara aneh atau gaya akting, sehingga dapat memicu berbagai pertanyaan dan tawa anak-anak. Melalui proses ini memori anak akan terbentuk dan terukir di otak mereka begitu lama.

3. Sikap Kita dalam Melewati Kesulitan

Membesarkan anak bukannya melibatkan memori yang indah saja. Sedikit banyak, tentu ada ketika kita akan berhadapan dengan situasi cemas, getir, susah, stres, dan sedih. Anak-anak kecil meniru tindakan orang tua dalam segala hal termasuk yang ini. Ketika mereka besar, mereka akan ingat bagaimana Anda berbicara dengan mereka, bagaimana Anda melindungi mereka, dan reaksi Anda ketika berhadapan dengan mereka. Itu juga bisa menjadi kekuatan mereka untuk lebih siap melalui dunia nyata.

4. Sikap terhadap Pasangan

Ibu dan ayah adalah orang terdekat dengan anak-anak ketika mereka kecil. Jadi, tidak mengherankan bahwa hubungan antara kedua orang ini dapat menjadi dampak terbesar dalam kehidupan anak. Meskipun seorang anak masih belum bisa memahami masalah rumah tangga, mereka tentu bisa menebak emosi yang terjadi antara Anda dan pasangan. Padahal, jika kita bertengkar dengan hal sepele di depan mereka, si kecil bisa menjadi jauh dan tertekan. Bahkan, hal itu dapat memengaruhi tindakan mereka saat mereka bertambah dewasa.

5. Tradisi Keluarga yang Unik

Setiap keluarga punya kebiasaan dan tradisi tersendiri. Mungkin ada keluarga yang selalu memiliki kebiasaan 1 hari tanpa gadget dalam seminggu. Beberapa keluarga yang suka memasak mungkin memiliki 1 resep yang akan mereka masak setiap minggu dengan anak-anak. Beberapa juga suka bereksperimen dengan sains, kerajinan tangan, dan banyak lagi yang lainnya.

Nah, jika kedengarannya lucu, inilah tradisi yang terjebak dalam ingatan anak. Jadi, jika Anda belum membuat sesuatu seperti ini, masih belum terlambat bagi Anda untuk memikirkannya sekarang!

6. Liburan Keluarga

Apa yang akan diingat oleh seorang anak selama liburan keluarga adalah waktu bersama. Liburan keluarga lebih berharga daripada mainan atau sebuah hadiah. Pengalamannya jauh lebih mahal. Ketika liburan akan tercipta berbagai hal lucu, menyenangkan dan penuh dengan kegembiraan. Tidak hanya itu saja, ketika kita bepergian bersama, kita akan merasa lebih saling membutuhkan.

Tingkatkan Daya Ingat Anak dengan Mengulang Cerita

Dengan menceritakan kembali hal-hal yang tidak dilupakan anak justru akan semakin meningkatkan daya ingat anak. Seperti sebuah studi yang dilakukan oleh Pusat Pendidikan Anak Usia Dini di Universitas Vermont menemukan bahwa memori masa kecil terbentuk karena ingatan akan beberapa hal. Bahkan hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa anak-anak tidak pernah melupakan beberapa hal berikut ini, karena muncul dalam bentuk visual di ingatan anak. Berikut adalah hal-hal yang tidak akan pernah dilupakan oleh anak-anak:

a. Saat mengantarnya ke sekolah

Kenangan ini akan sangat berkesan bagi anak, karena mereka seakan memiliki ritual saat diantar ke sekolah. Dalam otaknya ia akan mengingat bahwa anda akan memeluk dan mengatakan, “Selamat menikmati harimu di sekolah. Ayah atau ibu sayang kamu!” Anak-anak akan dan ingin menyimpan kenangan bagaimana Bunda dan Ayah mengucapkan selamat belajar secara khusus padanya setiap kali mengantarnya ke sekolah.

b. Orang yang disukai atau yang baik terhadapnya

Persahabatan adalah hal yang tidak akan pernah mereka lupakan. Anak-anak akan mengingat siapa orang yang mau menemaninya bermain, atau yang menyapanya dengan ramah.

Ia juga mengingat siapa orang yang ia percayai maupun siapa yang baik dan mau melayani pertanyaannya dengan hangat. Anda tidak usah merasa terkejut jika ternyata anak anda masih mengingat jika “Bunda dari sahabatnya itu yang sering memberinya es cream”.

c. Apa yang ada di sekitar mereka

Anak-anak tidak akan pernah melupakan lingkungannya. Mereka senang bercerita tentang hewan peliharaan, suasana di kelas, taman dekat rumah, saat pergi berbelanja, dan sebagainya.

Bahkan mereka juga mampu mengingat saat harus berteduh ketika turun hujan. Anak-anak secara dramatis bisa menceritakan perubahan cuaca dari cerah ke mendung serta bagaimana perasaan mereka saat mendengar suara petir bergemuruh hingga harus berlari mencari tempat berteduh.

d. Mahir dalam melakukan sesuatu

Anak-anak biasanya mudah mengingat apa yang menjadi hobi mereka. Misalnya mereka terampil dalam menjahit, membuat pesawat kertas, melukis, menggambar, bermain bola, dan sebagainya.

Semua memori ini hadir dalam bentuk visual di ingatan anak. Jika anda sebagai orang tua selalu mengingatkan anak betapa ia mahir dalam melakukan sesuatu, maka daya ingat anak dapat meningkat.

e. Kebebasannya dalam hal bermain

Anak-anak biasanya akan fokus pada bagaimana mereka bebas bermain, berlari, melompat, memanjat, atau main bola. Mereka juga ingat bagaimana mereka bermain dengan teman atau bermain dalam kelompok. Itulah sebabnya saat bertemu dengan teman, anak akan mengajaknya bermain dulu.

f. Bayi atau anak yang lebih kecil darinya

Anak-anak memiliki kenangan dengan mereka yang berusia lebih kecil darinya. Mereka ingat saat makan bersama, melihat bayi tersebut tumbuh, dan dapat memahami apa yang bayi sukai.

g. Hubungan dengan orang lain

Anak-anak tidak pernah melupakan bagaimana mereka membangun hubungan dengan orang lain. Contoh hubungan dengan guru atau teman yang membagi bekalnya di sekolah. Semua ini adalah bentuk hubungan yang bisa meningkatkan daya ingat anak.

h. Tempat atau bangunan

Sebagai orang tua anda tidak perlu merasa heran ketika mengetahui bahwa anak mengingat dengan jelas tempat atau bangunan yang memiliki makna khusus untuk mereka. Misalnya perosotan pertama di taman bermain yang berani ia naiki atau gedung restoran yang menyajikan makanan favoritnya.

Memori Anak Itu Tidak Terbatas

PsychCentral menemukan bahwa anak-anak akan mengalami ‘amnesia masa kanak – kanak’ pada sekitar usia 7 tahun, dimana sebagian kecil ingatannya akan mulai memudar dan diganti dengan ingatan baru. Mungkin masih ada ingatan memori pada usia dini, tetapi mungkin tidak mengandung informasi dan detail yang akurat.

Berbicara dengan anak, terutama mengenai apa yang di pikirkan maupun rasakan terhadap suatu benda atau peristiwa, akan membantu daya ingat anak semakin berkembang. Melalui cerita Anda, mereka akan belajar pentingnya merawat kenangan atas setiap kejadian dan bagaimana perasaan mereka terhadap kejadian tersebut.

Terlepas dari upaya kita sebagai orang tua, rayakan momen indah untuk membangun ingatan setiap anak. Terkadang, kita hanya harus berhenti dan mundur beberapa langkah.

Untuk itu mari kita berhenti dan meninggalkan ponsel di kamar. Lihatlah anak-anak kita dan berkumpul di ruang keluarga, karena mereka akan tumbuh dalam sekejap mata dan masa kecil itu tidak akan pernah kembali dan tidak akan pernah terulang lagi.

Leave a Reply