10 Alasan Pacar Anda Belum Mau Menikah

Pernikahan muda mungkin menjadi tren akhir-akhir ini, dan fenomena ini juga menjadi cukup populer di Indonesia sendiri. Langkah ini juga telah banyak diikuti oleh berbagai pasangan.

pengantin baru

Lihat saja di media sosial atau pun di televisi, ada banyak sekali pasangan muda yang telah mengambil keputusan untuk menikah. Baik dari kalangan artis atau pun masyarakat biasa, dan mereka mempunyai berbagai macam alasan mengapa memutuskan menikah merupakan jalan yang terbaik bagi mereka.

Ada banyak pasangan muda yang memutuskan untuk segera mengakhiri masa mudanya, tapi ada banyak pula pasangan yang tidak mau atau tidak merasa siap untuk pernikahan, walaupun umur mereka sudah terbilang pantas. Memang setiap individu itu berbeda serta memiliki pandangan masing-masing. Begitu pun dengan arti sebuah “pernikahan” untuk mereka. Memutuskan untuk menikah muda tidak sepenuhnya salah, namun tidak menikah pada usia yang sudah pantas juga tidak benar. Bukankah begitu kata Bang Haji Roma Irama dalam salah satu lagunya “bujangan”?

Pada dasarnya pernikahan itu memang membutuhkan banyak persiapan. Tidak hanya dalam hal materi, persiapan mental juga sangat penting. Mungkin banyak pertimbangan membuat sebagian orang memilih untuk menunda pernikahan sehingga mereka benar-benar siap. Misalnya, jika cowok Anda selalu menghindari ketika ditanya tentang pernikahan, itu tidak berarti jika dia itu tidak serius tentang Anda. Namun, mungkin karena ia memang masih memiliki alasan kuat, kenapa ia belum mau menikah?

Berikut ini ada beberapa alasan mengapa kekasih Anda belum berani mengajak Anda menikah.

1. Belum mau menerima tanggung jawab besar

Menikah memang bukanlah keputusan yang mudah. Ada beban dan tanggung jawab yang besar akan menanti ketika para pasangan memutuskan untuk menikah. Mungkin ini menjadi salah satu alasan mengapa pacar Anda berpikir dua kali tentang masalah pernikahan.

Ketika dia berpikir tidak bisa atau belum siap menerima tanggung jawab sebagai suami atau istri, maka dia pasti tidak berani meminta Anda untuk menikah dengannya. Atau mungkin juga karena ia belum memiliki pekerjaan yang stabil, sehingga ia khawatir ia tidak mampu untuk memberi nafkah Anda secara material nantinya.

2. Merasa takut akan komitmen

Tidak seperti cinta, pernikahan adalah hubungan yang lebih rumit. Tentu saja Anda tidak bisa bermain di mana saja dan kapan saja ketika Anda sudah menikah. Hubungan yang terikat secara resmi juga membuat Anda tidak lagi bebas seperti usia lajang. Setelah menikah, rumah akan menjadi tujuan pertama Anda setelah selesai bekerja, tidak seperti masih lajang, dimana Anda bisa berjalan-jalan dulu bersama teman-teman sebelum pulang ke rumah.

Jika pacar Anda sering menghindari topik pernikahan, ia mungkin masih merasa takut untuk berkomitmen. Hal ini juga terkadang membuatnya takut untuk menjalani sebuah pernikahan atau berkomitmen penuh untuk menjadikan pasangan hidupnya.

3. Belum siap untuk mewujudkan mimpi

Bukan hanya soal mentalitas, tapi aset, uang dan properti juga merupakan salah satu alasan pasangan tidak berani membawa Anda ke langkah selanjutnya dalam hubungan. Jadilah realistis, pernikahan tidak akan lengkap jika hanya memanfaatkan atau mengandalkan cinta saja.

Anda tidak hanya harus membiayai diri sendiri, namun Anda dan pasangan juga harus memiliki perencanaan yang cukup untuk mendukung perkembangan anak-anak Anda nantinya. Jika pacar Anda tidak mengundang Anda ke gerbang pernikahan, ia mungkin masih bekerja untuk memenuhi kriteria ini. Dan ini juga akan menjadi alasan yang cukup kuat mengapa pria belum berani untuk menjalani sebuah pernikahan.

4. Tetap menjadikan karir sebagai prioritas

Masih ingin mengejar karir atau pendidikan impiannya, juga mampu menjadi salah satu alasan mengapa pasangan Anda tidak mau berkomitmen untuk menikah. Bisa dipahami dari lelaki/wanita yang merupakan workaholic maupun mereka yang haus akan ilmu. Mereka masih belum puas dengan apa yang mereka miliki sekarang, dan khawatir apabila status menikah akan menghambat mereka untuk bisa sukses, baik di bidang pekerjaan maupun pendidikannya.

Karier di era sekarang adalah tujuan penting, tidak hanya untuk pria tetapi juga wanita. Banyak yang berpikir bahwa pernikahan dapat menghambat karier. Asumsi ini membuat pekerjaan menjadi prioritas bagi sebagian orang. Akhirnya, banyak yang bersedia menunda pernikahan karena mereka ingin melanjutkan apa yang mereka inginkan.

5. Rasa yang tidak pasti jika pasangan Anda adalah satu-satunya teman hidup semati baginya

Bisa jadi ia belum mau menikah karena masih merasa belum yakin dengan pasangannya saat ini. Ia bukannya tidak mencintai pasangannya, tapi ia hanya masih butuh waktu lebih lama lagi untuk meyakinkan diri bahwa pasangannya itu adalah satu-satunya cewek yang tepat dan cocok baginya.

Meskipun sudah lama cinta, bukan berarti pasangan Anda dapat percaya bahwa Anda adalah yang terbaik baginya. Banyak yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pasangan hidup. Anda juga harus benar-benar yakin bahwa dia dapat menjadi teman yang baik, tidak hanya untuk saat ini tetapi juga untuk di masa depan.

Jika seorang pacar masih belum membicarakan tentang pernikahan, mungkin dia masih menganggap jika Anda belum bisa meyakinkan hatinya dengan sepenuhnya alias masih ada sedikit keraguan di dalam hati.

6. Merasa trauma atas kegagalan pernikahan orang tuanya

Apabila pasangan Anda tumbuh dalam keluarga dengan latar belakang broken home, maka ini bisa jadi alasan yang kuat dari alasan pria tidak siap menikah menurutnya.

Ia trauma sebab kedua orang tuanya tidak memberikan contoh sebuah pernikahan yang sehat, sebab itulah ia tidak ingin merasakan pahitnya pengalaman yang sama. Kalau begini, maka Anda harus jadi sosok yang dapat mengerti permasalahannya dan mampu mengubah sudut pandang tersebut ke arah yang benar.

Jika itu yang terjadi, maka yang harus Anda lakukan adalah dengan melakukan pendekatan secara pelan-pelan dan tekankan bahwa masa depan siapa yang tahu, manusia hanya bisa berkehendak sementara Tuhan yang menentukan sisanya.

7. Masih ingin membahagiakan kedua orang tuanya (keluarganya)

Menyambung dari alasan pria/wanita tidak siap menikah yang telah kami paparkan sebelumnya, bisa jadi jawaban dari mengapa ia masih tergila-gila dengan pekerjaannya adalah karena ia masih memprioritaskan kebahagiaan kedua orang tuanya atau pun keluarganya yang lain (adik atau kakak). Menurutnya, selama masih ada waktu, maka ia akan melakukan segala cara untuk membahagiakan kedua orang tuanya.

Tugas Anda adalah menyadarkan dan membuatnya peka, setidaknya bahwa dengan membawa gadis sebagai calon pendamping hidupnya juga akan mampu membuat orang tuanya bahagia. Bukankah setiap orang tua menginginkan bisa bermain dengan cucu-cucunya di masa tuanya? Salah satu cara membuat pria/wanita peka adalah dengan rutin membicarakan apa yang mengganggu Anda secara jujur kepadanya.

8. Lebih mencintai kebebasan

Mencintai kebebasan berarti dia lebih suka melakukan apa yang ia suka sendiri atau tanpa Anda. Dari masa pacaran pun sebaiknya bisa segera Anda lihat dari gelagat dan alasan pria/wanita cuek kepada pasangannya. Seringkali ia lebih menyukai melakukan segalanya sendiri daripada mengajak Anda. Secara tidak langsung pria/wanita yang seperti ini biasanya tidak akan gampang melepas masa lajangnya.

Bagi sebagian orang, terutama kaum pria, menjadi bebas itu merupakan suatu anugerah terbesar yang bisa mereka miliki, dan pernikahan bagaikan petaka yang dapat merenggut kemerdekaan mereka. Itulah sudut pandang mereka akan pernikahan, dan pada akhirnya hanya akan membuat munculnya ketakutan akan pernikahan.

9. Belum merasa dewasa (Merasa terlalu muda)

Jika ketidaksiapannya untuk menikah adalah disebabkan karena ia belum cukup umur secara hukum untuk melakukannya, maka Anda memang diwajibkan untuk menunggu. Namun, apabila ia merasa muda secara mental atau memang pemikirannya yang belum dewasa, maka itu menjadi salah satu yang perlu ditanyakan?

10. Tidak siap menjadi orang tua

Ketika menikah, sudah pasti akan hadir seorang anak. Tapi apakah sudah siap menjadi seorang ayah/ibu? Itulah yang menjadi pertanyaan sekaligus ketakutan akan sebuah pernikahan. Menjadi ayah/ibu berarti harus siap buat budget lebih serta waktu ekstra untuk merawat si kecil. Otomatis waktu untuk dirinya sendiri akan berkurang. Hal itulah yang biasanya menghantui para pria/wanita, sehingga mereka merasa enggan atau berpikir seratus kali untuk menikah.

Alasan Lain: Tidak ada dukungan orangtua

Ada kalanya para pria/wanita yang masih belum mau menikah karena ternyata tidak ada dukungan dari orang tuanya. Mungkin kedua orang tua masih belum merasa cocok dengan calon menantunya sehingga masih perlu diyakinkan lagi. Mungkin itu akan menjadi kebingungan sendiri untuknya. Makanya, selain dekat dengan pacar, Anda juga harus dekat dengan keluarganya. Karena itu sangatlah penting.

Kata penutup
Demikianlah beberapa faktor dan alasan yang terbukti membuat beberapa pria/wanita merasa takut untuk menjalani sebuah pernikahan. Namun tahukah Anda jika hidup ini memang penuh dengan tantangan? Akan lebih baik jika Anda memberanikan diri dan bersiap untuk menghadapinya, dari pada Anda terus menerus menghindarinya. Mengulur-ulur waktu hingga pada akhirnya hanya akan membuat Anda berada dalam kesendirian di hari tua. Jika memang selayaknya sudah merasa pantas kenapa tidak dilakukan?

Percayalah jika Tuhan pasti akan memberikan jalan yang terbaik, jika Anda memang melakukan sesuatu dengan niat yang baik dan juga tulus untuk menjalaninya. Memang ada banyak pasangan yang gagal dan menangis karena pernikahan, Namun ada lebih banyak orang atau pasangan yang mampu merasakan kebahagiaan yang tidak terbatas karena pernikahan.

Leave a Reply