5 Perusahaan yang Mengontrol Dunia secara Diam-diam

Tanpa disadari, kehidupan sehari-hari yang kita jalani ternyata dikendalikan oleh beberapa perusahaan besar. Pada saat Anda memilih merek dan produk yang lebih bermanfaat, mereka sebenarnya diproduksi oleh pabrikan yang sama.

Monopoli semacam itu telah memberi pasar profit dari perusahaan-perusahaan besar ini untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan tanpa perlawanan dari publik.

1. Alphabet Inc.

alphabet googleTidak ada yang mengejutkan ketika Google menduduki peringkat sebagai merek paling berharga di Bumi dalam daftar Forbes. Dengan pendapatan hampir 700 triliun rupiah pada tahun 2016 saja, Google menerima lebih dari 40.000 pencarian dalam satu waktu, dan YouTube memiliki lebih dari 1 miliar pengguna, 1 per 3 pengguna internet di dunia.

Kekuatan perusahaan sangat besar ini menjadikan mereka mampu menentukan apa yang kita lihat di online dan informasi apa yang kita dapatkan. Namun, Google itu hanya anak perusahaan dari perusahaan yang kurang dikenal, Alphabet Inc.

Didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin (Google co-founder) pada tahun 2015, perusahaan ini memulai dengan Google dan kemudian berganti nama menjadi Alphabet.

Tujuan pendirian Alphabet adalah untuk memisahkan perusahaan-perusahaan internet utama Google dari beberapa proyek lain yang memiliki masa depan yang cerah. Dengan layanan ini, layanan seperti Google, Youtube, Chrome, Android, dan Google Maps tidak menghadapi risiko karena bisnis baru oleh perusahaan. Di antara usaha-usaha baru, juga ada perusahaan riset The X Lab yang membangun mobil tanpa awak.

2. Bank Perindustrian dan Perdagangan China (ICBC)

Bank adalah entitas yang sepenuhnya bertanggung jawab dalam menstabilkan ekonomi yang mencakup semua aspek kehidupan kita. Ia memiliki kekuatan penuh dari keputusan besar pemerintah untuk harga makanan di meja Anda.

Jika Anda menggabungkan kekayaan 10 bank terbesar di dunia, menyentuh 347.500 triliun rupiah yang mana cukup untuk membiayai pemerintah Amerika Serikat lebih dari 7 tahun.

Dengan jumlah aset berlimpah, Bank Industri dan Perdagangan China (ICBC) tanpa ragu merupakan bank paling berkuasa di atas muka bumi. Asetnya hampir 42.551 triliun rupiah dan nilai pasar sebesar 206 miliar dollar yang membuatnya berada di daftar teratas perusahaan publik terbesar di dunia oleh Forbes.

Dampak ICBS tidak hanya di Cina saja dan bahkan untuk semua benua di planet ini, kecuali Antartika. Ini memiliki hampir setengah juta karyawan di seluruh dunia dan telah memperluas kekuatannya dengan membuat bank-bank besar seperti Turki Textile Bank dan Standard Bank dari Afrika Selatan sebagai anak perusahaannya.

3. Pearson

Meskipun berbasis di London dan 60% penjualannya dari Amerika Serikat, Pearson adalah salah satu penerbit materi pendidikan terbesar di dunia dan beroperasi di lebih dari 70 negara.

Pearson adalah perusahaan induk dari beberapa perusahaan penerbit raksasa seperti Penguin, Harcourt, dan Prentice Hall. Pengaruhnya sangat besar dalam sistem pendidikan AS sehingga siswa di negara itu mengambil tes berdasarkan desain Pearson dari TK sampai kelas 8.

Mereka juga cenderung mempelajari kurikulum yang dirancang Pearson, menggunakan buku-buku teks Pearson yang diterbitkan dan diajarkan oleh para guru bersertifikat Pearson.

Dengan monopoli besar di sektor pendidikan, Pearson mampu menaikkan harga semaunya tanpa ada pertentangan yang akan menghadangnya. Menurut Huffington Post, harga buku teks meningkat sebesar 812% dalam 30 tahun terakhir karena kurangnya persaingan karena monopoli perusahaan.

4. Pfizer

perusahaan obatPara ahli memperkirakan bahwa pasar obat global akan mencapai lebih dari 1 triliun dolar pada tahun 2022. Ini menjadikan sebagian besar populasi di dunia di bawah pengaruh perusahaan farmasi terbesar di dunia, seperti Pfizer.

Pfizer adalah perusahaan riset pembuat obat terbesar di dunia dengan produknya dipasarkan di lebih dari 150 negara. Secara tidak langsung, perusahaan ini mengendalikan kesehatan jutaan orang yang telah menjadi tanda tanya pada tahun 2016.

Perusahaan telah dituntut lebih dari 95 juta dolar karena menaikkan harga obat anti-epilepsi ilegal sebanyak 2.600 kali dalam semalam saja. Ini memiliki dampak langsung pada Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) yang dipaksa untuk membayar harga yang lebih tinggi dan untuk menarik obat-obatan ini dari 50.000 pasien.

Produksi obat adalah sumber utama pendapatan Pfizer, tetapi regulasi oleh perusahaan tidak berhenti di situ. Mereka juga produsen produk-produk terkemuka di dunia seperti Listerine dan Sudafed dan memiliki pengaruh besar pada industri kesehatan hewan.

5. Quanta Computer Inc.

Masyarakat umum tahu bahwa persaingan antara PC dan Mac adalah yang terbesar di era teknologi saat ini. Dalam masalah membeli laptop, banyak orang yang setia pada merek yang akrab dengan mereka, dan tren ini tidak akan pernah terlewatkan.

Tapi, haruskah sampai tingkat itu? Apa yang banyak orang tak tahu adalah laptop-laptop bermerek seperti Apple, Alienware, Lenovo, Acer, Fujitsu, NEC, Mac, Dell, HP, Sony, Toshiba dan banyak lagi diproduksi oleh produsen yang sama, yaitu Quanta Computer Inc.

Perusahaan ini memiliki lebih dari 70.000 karyawan di seluruh dunia dan menghasilkan pendapatan sebesar 26,4 miliar dolar pada tahun 2014. Sekarang ini ternyata lebih dari sekedar produsen laptop dan menghasilkan berbagai alat teknologi seperti ponsel, sistem GPS, perangkat bluetooth dan banyak lagi.

Bahkan, Quanta telah bermitra dengan Facebook pada tahun 2011 sebagai bagian dari Proyek Komputasi Terbuka yang bertujuan menghasilkan server, ruang penyimpanan, dan desain perangkat keras untuk pusat data.

Leave a Reply