Inilah 4B – Kriteria Calon Suami yang Paling Ideal

Apa saja kriteria yang paling didambakan oleh seorang wanita yang ingin menjadikan seorang cowok sebagai imamnya? Apa pula harapan sang calon mertua? Dalam menentukan kriteria calon suami, orang tua zaman dulu telah menetapkan batasan-batasan standar dalam memilih seorang calon suami untuk putri-putrinya.

Kriteria yang telah dipenuhi oleh seorang calon suami diharapkan dapat membahagiakan istrinya nanti. Salah memilih calon suami akan membawa kesusahan bagi putri-putrinya kelak.

suami idamanOleh karena itu, biasanya mereka ikut menyeleksi dan memberikan saran nasihat untuk putrinya terhadap apa yang menjadi pilihan anaknya. Berikut adalah empat patokan standard versi tradisional dalam memilih seorang calon suami:

1. Bibit

Bibit bermakna asal-usul dari calon suami. Bibit ini menyangkut tentang latar belakang keluarga sang calon suami. Keluarga yang baik biasanya mencetak anak yang baik, demikianlah prinsipnya. Ayah dan ibu sang gadis tak ingin mendapatkan calon suami yang berasal dari keluarga yang tidak baik, seperti keluarga perampok, koruptor, ataupun dari keluarga yang kacau balau. Ada pula yang menginginkan calon suami yang berasal dari keluarga yang setara, walaupun belum tentu akan menjamin datangnya kebahagiaan.

2. Bebet

Kriteria yang kedua adalah bebet. Bebet berarti kemampuan ekonomi. Para orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat putrinya, salah satunya adalah dengan merestui calon suami yang kemampuan finansialnya terjamin. Dengan uang dan materi yang cukup, maka dapat diprediksi kehidupan si anak gadis tidak akan menemui kesulitan atau kesusahan saat mengarungi biduk rumah tangga. Si gadis tidak perlu banting tulang mencari nafkah saat melakoni sebagai seorang istri. Dengan harta yang cukup, ia bisa lebih konsentrasi mengurus anak dan suaminya.

3. Bobot

Gelar pendidikan, kecerdasan, keterampilan, kedewasaan adalah beberapa poin yang termasuk dalam kriteria bobot. Bobot mengindikasikan seberapa tinggi tingkat kualitas seorang calon suami ditinjau dari daya pikir dan kepribadiannya. Bobot yang bagus dari seorang individu diyakini akan dapat mencapai kemajuan dan kemandirian sehingga istrinya kelak dapat merasakan kebahagiaan.

4. Babat

Babat disini bukan dimaksudkan sebagai olahan masakan dari daging dan jeroan. Babat diartikan sebagai tindakan eksekusi. Dalam memilih calon suami, kriteria babat juga diperhitungkan. Calon suami yang memenuhi kriteria babat adalah seorang pria yang mampu melindungi istrinya dari segala bahaya dan masalah. Ia bisa menjadi imam bagi istri dan anak-anaknya dan membabat habis segala rintangan yang menghalangi kebahagiaan mereka.

Nah itulah empat kriteria calon suami yang berkualifikasi sesuai dengan standard versi tradisional. Semoga anda merupakan salah seorang yang telah mampu memenuhi kriteria B4 = Babat, Bibit, Bebet, dan Bobot.

Leave a Reply