Panduan Lengkap Cara Memberi Buah kepada Bayi

ASI merupakan sumber gizi terbaik untuk bayi. Namun setelah ia berumur enam bulan, Anda secara perlahan harus sudah mulai memperkenalkan makanan padat sebagai makanan pendamping ASI untuk si kecil. Itu sebabnya makanan yang diberikan pun harus bergizi agar bayi memiliki pertumbuhan sehat nantinya.

Tapi masalahnya, Anda tidak bisa sembarangan memberikan makanan si kecil. Pasalnya, mereka masih sulit untuk menelan dan mencerna makanan yang sifatnya keras. Untuk itu Anda harus berhati-hati dan mengetahui teknik yang benar.

buah untuk bayiMengenalkan atau memberi anak-anak makan buah adalah suatu yang sangat penting dan di anjurkan. Namun, itu bisa menjadi sesuatu yang berbahaya jika orang tua tidak mengetahui bagaimana cara yang benar untuk memberi makan buah kepada bayi (khususnya pada anak di bawah 5 tahun).

Tahukah Anda jika buah dalam bentuk utuh dapat menyentuh saluran pernapasan. Jika seorang anak tersedak salah satu buah yang berukuran agak besar seperti, buah ceri atau anggur maka akan dapat menyentuh saluran pernapasan dan dapat berakibat fatal buat anak.

Ketika Anda memutuskan untuk memberi anak Anda buah sebagai camilan karena mengingat akan manfaat yang terkandung di dalamnya, kami sarankan jika para orang tua memperhatikan hal-hal berikut ini:

a. Pilih Buah Sesuai dengan Umur Anak

Pilihlah buah yang sesuai dengan usia anak Anda. Bermula dari memilih buah yang lembut dan tidak berserat.

b. Hilangkan Biji

Jika Anda memilih buah yang memiliki biji yang cukup keras, maka Anda harus membuang bijinya terlebih dahulu. Misalnya buah leci, anggur, jeruk dan lain sebagainya.

c. Dibelah Menjadi Ukuran Kecil

buah lucuBagilah buah menjadi ukuran kecil agar memudahkan anak untuk mengunyahnya. Dan itu dapat menghindarkan mereka dari tersedak.

d. Dampingi Anak Saat Memberi Buah

Pastikan anak selalu di bawah pengawasan ketika Anda memberinya buah (ini khususnya bagi anak yang sudah bisa menggenggam sendiri dan memasukkannya ke mulut).

*Beberapa Jenis Buah Yang Baik untuk Anak*

Mungkin Anda masih belum tau banyak (khususnya bagi ibu formula) buah apa saja yang baik untuk di berikan kepada anak (bayi). Disini kami juga akan memberikan sedikit informasi tentang beberapa macam buah yang baik untuk anak (bayi). Buah apa sajakah itu? Yuk kita simak:

1. Apel

Apel memiliki banyak kandungan gizi seperti kalium, fosfor, kalsium, magnesium, vitamin A, dan vitamin C dan mineral lainnya yang sangat baik bagi pertumbuhan anak. Apel selain mudah dicerna, juga tidak menyebabkan alergi untuk si kecil. Anda dapat memberikan apel pada si kecil di bulan ke enam. Caranya:

  • Siapkan satu buah apel yang sudah dikupas kulitnya
  • Potong buah apel kecil-kecil dan letakkan pada wadah yang tahan panas
  • Kukus potongan apel ke dalam panci sekitar 3 menit
  • Setelah dikukus, haluskan buah apel dengan garpu atau blender
  • Anda juga bisa menambahkannya dengan kayu manis

2. Pisang

Anda sebenarnya bisa memperkenalkan pisang mulai dari usia si kecil empat bulan, namun idealnya usia yang direkomendasikan untuk memulai makanan padat adalah enam bulan. Pisang merupakan buah untuk bayi yang sering dijadikan makanan pendamping ASI terbaik. Pasalnya, buah ini memiliki tekstur yang lembut dan halus, jadi tidak menyulitkan si kecil untuk melumat ataupun mencerna. Selain itu, buah pisang gampang didapatkan dengan harga yang relatif murah.

Anda bisa memilih pisang ambon, pisang emas, ataupun pisang susu. Yang terpenting, pilihlah pisang yang sudah matang jika akan diberikan pada bayi. Caranya:

  • Kupas dan potong pisang menjadi potongan-potongan kecil
  • Tambahkan ASI atau susu formula
  • Lalu hancurkan menggunakan garpu, atau haluskan dalam blender
  • Bubur pisang siap disajikan
  • Anda bisa memberikan secara langsung untuk si kecil dengan cara dikeruk menggunakan sendok

3. Alpukat

Buah untuk bayi lainnya adalah alpukat atau avocado. Alpukat adalah sumber lemak tak jenuh dan vitamin E. Selain itu, alpukat memiliki tekstur yang lembut dan memiliki rasa yang enak sehingga pas untuk dijadikan sebagai makanan pendamping ASI. Caranya:

  • Siapkan setengah buah alpukat matang
  • Kupas kulitnya dan ambil daging buahnya
  • Hancurkan daging menggunakan garpu atau blender
  • Anda juga dapat menambahkan pisang, susu, atau buah lainnya yang bisa memberikan sedikit rasa

4. Kiwi

Buah kiwi kaya akan serat dan vitamin A dan C. Namun, sifat asam kadang bisa menyebabkan ruam popok atau ruam mulut pada bayi. Oleh karena itu, berhati-hati untuk melihat adanya tanda-tanda alergi ketika Anda memberikannya kepada bayi untuk pertama kalinya. Caranya:

  • Kupas buah kiwi dan potong-potong kecil
  • Haluskan potongan dengan garpu, blender, atau food processor
  • Bubur buah kiwi siap disajikan

5. Pepaya

Pepaya selain manis dan lezat juga kaya akan folat, serat, dan vitamin A, C dan E. Kandungan serat dan enzim papin yang terdapat di dalam pepaya sangat bagus untuk pencernaan bayi. Oleh karena itu, banyak orang yang menjadikan pepaya sebagai obat alami untuk mengatasi masalah sembelit. Caranya:

  • Siapkan pepaya matang yang berwarna kuning dan oranye gelap, dan pastikan bebas dari noda
  • Cuci pepaya dengan campuran air dan cuka untuk menghilangkan bakteri
  • Bilas di bawah air dan keringkan
  • Kupas kulit dan iris pepaya menjadi dua, jangan lupa buang bijinya
  • Cuci lagi pepaya untuk menghapus sisa-sisa bijinya
  • Potong pepaya menjadi potongan-potongan kecil, dan haluskan
  • Bubur pepaya siap dihidangkan

6. Jambu biji

Jambu biji kaya akan vitamin C dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Serat makanan dalam buah ini juga bisa meningkatkan kesehatan pencernaan. Caranya:

  • Potong jambu biji menjadi dua bagian
  • Buang bijinya menggunakan sendok
  • Potong jambu menjadi potongan-potongan kecil dan kukus menggunakan selama beberapa menit
  • Haluskan dalam blender
  • Tambahkan air untuk mendapatkan tekstur yang diinginkan

*Pemilihan Jenis Buah Menurut Usia*

buah pilihan anakNah apakah Anda masih merasa bingung untuk menentukan buah yang tepat atau yang sesuai dengan umur si anak?? Berikut ini akan kami berikan penjelasannya :

Buah untuk Bayi Usia 6 Bulan

Buah Jeruk
Buah yang disarankan adalah buah jeruk atau lebih tepatnya air jeruk. Air jeruk, sangat baik diberikan karena banyak mengandung vitamin C yang berfungsi memperbaiki lapisan-lapisan dalam pembuluh darah, termasuk lapisan mulut. Juga untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan tubuh, penyembuhan luka, pertumbuhan tulang dan gigi bayi.

Buah Pisang
Pisang, sangat baik karena banyak mengandung kalori untuk pertumbuhan, vitamin C, mineral yang tinggi, kalium, dan kalsium. Pisang juga memiliki kadar tepung tinggi, dibanding buah semangka yang lebih banyak air dibanding tepungnya.

Buah Tomat dan Pepaya
Sari buah tomat dan pepaya. Saat memberikan sari buah tomat pada bayi, kulit ari dan biji tomat harus dipisahkan terlebih dahulu karena keduanya tidak dapat dicerna oleh pencernaan bayi. Tomat dan pepaya sangat baik untuk bayi karena mengandung banyak vitamin A. Vitamin ini berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh, juga untuk kesehatan matanya.

Ingat Anda harus pastikan lebih dulu saat pertama kali mencobanya. Karena setiap anak (bayi) itu berbeda-beda, jadi jangan berupaya untuk menyamakan dengan yang lain. Berikan dengan perlahan dan dengan jumlah yang secukupnya (jangan terlalu banyak).

Buah yang harus dihindari:

  • Buah yang banyak mengandung serat, seperti sirsak. Sirsak dan buah lain yang seratnya panjang-panjang, susah dicerna oleh bayi.
  • Buah yang memiliki rasa yang terlalu asam, karena dapat menyebabkan bayi sakit perut.
  • Buah-buahan yang mengandung alkohol, seperti durian dan nangka cempedak.

Buah untuk Bayi Usia 6-9 Bulan

Buah Mangga atau Semangka
Umumnya bayi telah mulai tumbuh gigi, jadi ia sudah bisa diberi buah yang banyak mengandung serat, seperti mangga atau semangka. Penyajiannya buah untuk usia ini pun dapat lebih kental dari sebelumnya, dengan cara dijus, dikerok, atau dilumatkan.

Bayi juga sudah boleh diberi buah yang dipotong kecil-kecil untuk melatih gigi-giginya. Karena umumnya di usia ini bayi mulai belajar mengunyah.

Buah yang sebaiknya dihindari di usia 6-9 bulan, sama dengan anak (bayi) yang umur 6 bulan, yaitu yang terlalu asam dan yang mengandung alkohol.

Buah untuk Bayi Usia 8-12 Bulan

Menginjak usia 8 bulan, biasanya gigi-giginya sudah semakin kuat, sehingga sudah memungkinkan untuk diberikan buah yang dipotong-potong, seperti semangka, mangga, pisang, pepaya dan lain sebagainya (yang sudah dipotong kecil-kecil).

Buah untuk Bayi Usia 11-12 Bulan

Pada usia 11-12 bulan, Anda sudah bisa memberinya beragam jenis buah. Tapi ingat harus di potong kecil, di kupas, di hilangkan bijinya dan tentunya sudah di cuci dengan bersih. Biasanya pada umur 11-12 tahun gigi- giginya sudah semakin kuat dan juga lengkap, maka dianjurkan untuk memberi buah yang dapat dimakan utuh, seperti pisang.

*Cara Memberi Makan Bayi yang Patut Anda Hindari*

anak makan buahMemberi makan anak (bayi) emang terasa gampang-gampang susah. Gampang saat di lihat namun akan sulit ketika mempraktikkannya langsung. Jadi, penting buat Anda untuk mengetahui apa saja yang perlu di hindari saat Anda memberi anak makanan pendamping Asi seperti buah-buahan. Saat Anda akan memberikan anak makanan pendamping Asi Anda harus menghindari beberapa hal berikut ini :

a. Berlebihan

Terkadang agar makanan cepat habis, ibu selalu memasukkan makanan dalam jumlah yang cukup banyak ke dalam mulut bayi. Namun, tahukah anda jika cara ini merupakan cara memberi makan bayi yang salah !. Memberi makan bayi terlalu berlebihan yang menyebabkan mulut bayi menjadi penuh akan membuat bayi dengan refleks memuntahkan makanan tersebut.

b. Cara lama atau cara konvensional

Memberi makan dengan cara konvensional yang dimaksud yaitu memberi makan bayi dengan menggunakan sendok ke mulut bayi dengan tegak lurus atau secara vertikal dari depan. Dengan menggunakan cara ini, secara refleks bayi akan mengeluarkan makanannya dari dalam mulut.

c. Memberi makan bayi yang dapat menyebabkan alergi

Tidak sedikit ibu yang tidak mengetahui jenis makanan yang dapat menyebabkan alergi pada bayi, atau bahkan justru memberikan dengan sengaja makanan penyebab alergi tersebut pada buah hatinya. Perlu Anda ketahui, ada beberapa jenis makanan yang dapat menjadi penyebab alergi pada anak (bayi) di antaranya adalah madu, kacang-kacangan, kerang, susu sapi, dan juga jeruk lemon. Jadi Anda harus berhati-hati dalam memilih makanan untuk si buah hati.

d. Menyimpan sisa makanan bayi

Akan lebih baik jika Anda dapat menakarkan atau mengira-ngira jumlah makanan yang akan di berikan kepada anak (bayi) dengan tepat (tidak kebanyakan). Ketika Anda terlalu banyak membuat dan menyiapkan makanan bayi, biasanya agar tidak mubazir makanan tersebut disimpan untuk waktu makan selanjutnya. Akan tetapi, menyimpan sisa makanan bayi justru akan menyebabkan enzim serta bakteri dari mulut si kecil bereaksi, serta akan mengubahnya menjadi berair dan akan membuat makanan menjadi mudah busuk.

*Cara Memberi Makan Bayi yang Baik dan Benar*

Sudah kami jelaskan diatas tentang cara yang salah atau yang harus di hindari ketika hendak memberi makanan pendamping Asi kepada anak (bayi). Tidak hanya itu, disini juga akan kami berikan bagaimana cara yang tepat untuk memberi makanan pendamping Asi kepada anak (bayi). Setidaknya akan membuat Anda menjadi lebih mudah tentunya.

1. Ketika memberi makan bayi, Anda bisa memposisikan bayi Anda atau mendudukannya pada kursi makan khusus bayi. Kemudian Anda dapat duduk di depannya pada saat hendak menyuapi. Pandang mata si kecil, ajak ia berbicara, kemudian yakinkan bahwa si kecil siap untuk diberi dan menerima makanan.

2. Biarkan si kecil konsentrasi ketika makan. Hindari atau jangan membiasakan untuk menyimpan makanan atau mengajak si kecil makan di depan televisi. Pasalnya, keadaan tersebut hanya akan mengganggu konsentrasi bayi dalam tahapan belajar mengunyah dan menelan makanan dengan baik dan benar. Selain itu, Anda juga harus konsentrasi ketika menyuapi bayi Anda.

3. Ketika mulai memberikan makanan, Anda dapat memulainya sedikit saja. Anda bisa memberinya makanan tersebut hanya sebanyak ujung sendok terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan pada bayi untuk mencicipi makanan tersebut.

4. Agar si kecil merasa senang, Anda dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dengan mengajak si kecil berkomunikasi atau bermain.

5. Ketika menyuapi si kecil, pastikan Anda melakukannya dengan benar. Anda harus memposisikan makanan di mulut bayi Anda dengan tepat. Ambil sedikit makanan di ujung sendok makan si kecil. Kemudian, masukan makanan tersebut hingga kira kira menyentuh langit-langit mulut bayi bagian tengah. Bayi biasanya akan mengatupkan mulutnya kemudian mulai menelan makanan tersebut.

6. Hindari memaksa bayi untuk menghabiskan makanannya pada saat ia sudah mulai merasa kenyang. Terlebih lagi jika Anda memberikan makanan dengan paksa dengan menjejalkan makanan pada mulutnya atau dengan membuka mulutnya dengan paksa. Hal seperti ini justru hanya akan membuat bayi sulit makan karena ia mengalami trauma.

7. Ketika bayi Anda sudah mampu duduk sendiri, Anda dapat mengajarkan si kecil untuk makan dengan membiarkannya memegang sendok sendiri, mengambil makanan dan memasukannya sendiri ke dalam mulut. Meskipun mungkin makanan akan membuat bajunya dan wajahnya kotor, tetapi Anda tetap harus mendukungnya.

Itulah beberapa cara dan juga tips yang dapat kami bagikan kepada Anda, semoga saja dapat bermanfaat untuk Anda. Seorang anak merupakan anugerah yang terindah dari Tuhan, jadi sudah sepatutnya kita jaga dan memberikan yang terbaik. Terimakasih!

Leave a Reply