Bisakah Diabetes dan Tekanan Darah Tinggi Disembuhkan?

Penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit yang mudah ditemui di Indonesia. Diabetes atau juga dikenal sebagai diabetes mellitus (kencing manis) umumnya merupakan masalah metabolisme di mana jumlah glukosa atau gula, dalam darah lebih tinggi dari tingkat normal. Sedangkan tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah suatu kondisi ketika tekanan di pembuluh darah meningkat.

Menurut salah satu laporan, menunjukkan bahwa 15,2 persen orang dewasa menderita diabetes, sementara 32,7 persen orang dewasa memiliki tekanan darah tinggi. Penyebab penyakit ini umumnya adalah praktek gaya hidup yang tidak sehat, pola makan yang tidak proporsional dan tidak melupakan faktor keturunan atau genetik.

Apakah Diabetes dan Tekanan Darah Tinggi Bisa Sembuh?

sakit diabetDiabetes tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun, kabar baiknya bahwa Anda masih bisa menanganinya. Dengan cara pasien harus mengontrol diet, berolahraga secara teratur dan minum obat untuk mendapatkan kadar gula yang terkontrol. Jika tingkat gula dalam darah tidak dikontrol, maka itu dapat menyebabkan komplikasi yang parah seperti masalah mata, luka lambat sembuh, kerusakan saraf atau jaringan mati (gangrene) yang dapat menyebabkan pemotongan kaki.

Sedangkan untuk tekanan darah tinggi, hanya bisa dikontrol melalui perubahan gaya hidup yang sehat dan juga mengonsumsi obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter. Dengan mengontrol gaya hidup yang sehat, ini dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah, meningkatkan efektivitas obat-obatan yang diambil, dan mengurangi risiko untuk serangan jantung, stroke atau penyakit ginjal.

Hubungan Antara Tekanan Darah Tinggi dan Diabetes

Salah satu faktor umum untuk penderita diabetes dan tekanan darah tinggi adalah obesitas. Namun, tekanan darah tinggi bukan penyebab langsung diabetes, penyebab kedua penyakit ini adalah lemak dan kolesterol. Ini mempengaruhi kehidupan seorang penderita diabetes. Tekanan darah tinggi dapat terjadi ketika dinding dinding arteri mengeras akibat mencari plak dan lemak.

Juga dapat menyebabkan kerusakan dan pembengkakan pada dinding kapiler darah yang menyempit aliran darah. Akumulasi lemak dan aliran darah yang lambat mengganggu kelancaran sel-sel tubuh untuk menerima insulin. Sel-sel tubuh memiliki reseptor insulin terkait dengan insulin yang memungkinkan pengangkutan glukosa. Jika reseptor ini diblokir oleh akumulasi lemak, sel-sel tubuh tidak akan menerima insulin dan glukosa tidak dapat memasuki sel untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan.

Cara Mengobati atau Perawatan Diabetes dan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Beberapa upaya alternatif yang bisa dilakukan bagi penderita diabetes dan hipertensi. Anda bisa menerapkan beberapa tips di bawah ini. Semoga upaya yang dilakukan dapat berhasil dan meningkatkan kesehatan Anda (Penderita)

1. Perubahan Budaya Nutrisi

Buat rencana makan dengan bantuan dari tim kesehatan Anda. Pilih makanan rendah kalori, lemak jenuh, lemak trans, gula, dan garam. Makan lebih banyak makanan serat, seperti sereal, roti, biskuit, nasi, atau pasta. Pilih makanan seperti buah-buahan, sayuran, gandum, roti dan sereal, dan susu rendah lemak atau skim dan keju. Minum air putih bukanlah jus dan soda biasa. Ketika makan, isi setengah dengan buah-buahan dan sayuran, seperempat dengan protein tanpa lemak, seperti kacang, atau ayam tanpa kulit, dan seperempat dengan sereal, seperti nasi merah atau pasta gandum.

2. Selalu Aktif

Pastikan agar Anda menjadi lebih aktif sepanjang hari dalam seminggu. Mulailah perlahan dengan berjalan 10 menit, 3 kali sehari. Dua kali seminggu, bekerja untuk meningkatkan kekuatan otot Anda. Gunakan stretch strip, lakukan yoga, berkebun berat (menggali atau menanam), atau coba push-up atau dapatkan berat badan yang sehat dengan menggunakan rencana makan Anda dan bergerak lebih banyak.

3. Bawalah Persediaan Obat-obatan untuk Keadaan Darurat

Bawalah obat diabetes atau obat hipertensi Anda dan masalah kesehatan lainnya bahkan jika Anda merasa sehat. Tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda memerlukan aspirin untuk mencegah serangan jantung atau stroke. Beritahu dokter Anda jika Anda tidak mampu membayar obat Anda atau jika Anda memiliki efek samping. Periksa kaki Anda setiap hari untuk luka, lecet, bintik merah, dan bengkak. Segera hubungi tim perawatan kesehatan Anda tentang cedera yang tidak hilang.

4. Kurangi Stres

Tubuh seseorang akan merespon secara berbeda terhadap jenis stres ini. Tubuh akan melepaskan hormon stres dan akan menyebarkan kadar glukosa darah dengan mempromosikan produksi glukosa dari hati. Ini menyebabkan insulin bekerja keras dan dapat menyebabkan tubuh menjadi anti insulin. Ini berarti tubuh Anda membutuhkan lebih banyak insulin untuk mengatasi insulin yang ‘resisten’. Alasan lain mengapa glukosa naik adalah ketika seseorang mengalami stres, Anda akan makan lebih banyak dan lebih sedikit berolahraga.

5. Melakukan Diet Sehat

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, orang dengan penyakit diabetes biasanya disarankan untuk melakukan diet. Diet khusus yang sesuai dengan anjuran dokter bisa membantu Anda untuk menangani penyakit diabetes ini. Begitu pun dengan penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. Ganti gaya hidup Anda menjadi lebih sehat, misalnya dengan melakukan diet dan mengonsumsi lebih banyak sayuran dan juga buah (apel).

Penelitian dari Harvard School of Public Health menyebutkan bahwa serat dan kandungan pectin yang tinggi pada apel sangat bermanfaat untuk mengatasi diabetes, seseorang yang mengonsumsi lima butir apel dalam kurun waktu satu minggu akan mampu membuat diabates menjadi lebih rendah.

Pada dasarnya, dengan gaya hidup yang sehat akan membuat Anda terhindar dari berbagai macam penyakit, tidak hanya diabetes atau hipertensi saja. Untuk itu mari kita terapkan untuk selalu hidup sehat dengan selalu bergerak aktif, makan makanan yang seimbang, serta selalu berpikiran positif !!

**Tambahan Tips** Dengan Mengonsumsi Ginseng

Gejala penyakit gula darah tinggi juga bisa diatasi dengan mengonsumsi ginseng. Bahan alami ini dipercaya banyak manfaatnya untuk tubuh terutama untuk Anda yang sudah terkena penyakit diabetes. Cobalah untuk mengkonsumsi ginseng setiap hari secara rutin, kebiasaan baru ini bisa membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil dan kadar insulin dalam tubuh juga bisa mengalami peningkatan.

Faktor yang Memungkinkan Terjadinya Diabetes pada Seseorang

Diabetes dapat disebabkan oleh dua golongan faktor, yaitu:

1. Faktor yang Tidak Dapat Dimodifikasi

Terdapat beberapa keadaan yang membuat tubuh seseorang mendapatkan kemungkinan besar terjadinya penyakit diabetes karena faktor bawaan sejak lahir yang tidak dapat diubah. Di antaranya adalah:

  • Genetika/Keturunan pada keluarga, jika terdapat anggota keluarga yang pernah menderita diabetes dapat meningkatkan terjadinya diabetes pada seseorang.
  • Umur, faktor umur menentukan seseorang dapat menderita penyakit diabetes, penuaan pada beberapa organ mengalami penurunan fungsi pada organ tersebut. Salah satu organ yang paling berperan dalam diabetes adalah organ pankreas, karena organ tersebut dapat mengalami penurunan dalam produksi hormon insulin. Karena seiring dengan bertambahnya usia, akan sangat baik apabila Anda yang berusia di atas 45 tahun untuk rajin memeriksa kadar gula darah secara teratur.
  • Berat Badan Saat Lahir, berat badan anak pada saat lahir juga harus diperhatikan, apabila berat bayi di atas 4000 gram dapat memungkinkan si anak terkena diabetes. Begitu juga apabila bayi pada saat lahir beratnya di bawah 2500 gram juga dapat menimbulkan resiko terkena diabetes pada saat dewasa.

2. Faktor yang Dapat Dimodifikasi

Selain faktor yang tidak dapat dimodifikasi, apa juga faktor penyebab diabetes yang disebabkan oleh kebiasaan gaya hidup seseorang. Di antaranya adalah:

  • Penyakit Darah Tinggi, hipertensi atau kondisi darah tinggi seseorang juga dapat menjadi faktor penentu seseorang untuk terkena diabetes.
  • Kelebihan Berat Badan/Obesitas, berat badan yang berlebih sangat berisiko untuk terjangkit penyakit diabetes.
  • Merokok, merokok tidak hanya berbahaya bagi organ pernapasan dan jantung seseorang, tetapi juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena penyakit diabetes.
  • Kurangnya Olahraga, tubuh yang kurang bergerak, tidak aktif terutama jarang berolahraga sangat berisiko mengalami diabetes.
  • Gaya Makan yang Tidak Sehat, hindari makanan yang mengandung gula tinggi dan rendah akan kandungan serat agar dapat mengurangi kemungkinan terkena resiko penyakit diabetes.
  • Kolesterol Tinggi, kondisi kolesterol seseorang yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit diabetes. Batas rata-rata kadar kolesterol yang dapat menyebabkan diabetes adalah dengan kadar HDL (lemak baik) kurang dari 35mg/dL, dan kadar trigliserida lebih dari 250 mg/dL. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk selalu mengontrol kadar kolesterol tubuh Anda.
  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS); Hal ini dapat terjadi pada wanita yang ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhannya banyak rambut yang signifikan di daerah lengan dan kumis serta obesitas.

Gejala-gejala Penyakit Diabetes

Dalam menangani dan mencegah diabetes, hal yang harus dilakukan sebelumnya adalah untuk mewaspadai jika tubuh mengalami gejala-gejala diabetes, di antaranya adalah:

  • Sangat mudah haus (polidipsi)
  • Nafsu makan sangat banyak (poliphagi)
  • Banyak buang air kecil (poliuri)
  • Kondisi badan selalu merasa lemas disertai juga dengan berat badan yang menurun secara drastis, meskipun si penderita diabetes banyak minum dan juga makan.

Kemudian Hal Apakah Yang Menjadi Risiko Penyebab Hipertensi?

Mengetahui penyebab hipertensi penting untuk dapat melakukan tindakan pencegahan dengan tepat. Ada 2 faktor penyebab hipertensi.

1. Faktor bawaan (tidak bisa dikendalikan)

  • Usia, semakin bertambahnya usia seseorang, maka tekanan darahnya pun akan mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena pada saat usia seseorang bertambah tua, maka pembuluh darah juga akan menjadi lebih kaku, lebih tidak elastis, dan lebih tebal. Akibatnya, jantung pun harus bekerja lebih keras dalam memompa darah.
  • Jenis kelamin, Pada awal usia pertengahan, yaitu sekitar 45 tahun, penyakit darah tinggi diketahui lebih umum dialami pria. Wanita diketahui lebih berisiko menderita hipertensi di atas usia 65 tahun, dimana menopause berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi pada wanita.
  • Keturunan, Hipertensi juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan dalam keluarga. Sama seperti penyakit jantung dan stroke, hipertensi juga bisa diturunkan dari keluarga.

2. Faktor pola hidup (dapat dikendalikan)

  • Pola makan tinggi garam. Apa yang Anda makan sehari-hari juga bisa mempengaruhi tingkat tekanan darah Anda. Jika Anda ingin terhindar dari hipertensi, mulailah dari sekarang untuk mengurangi konsumsi garam atau natrium. Kadar garam yang tinggi dalam makanan yang dikonsumsi dapat memicu risiko hipertensi. Pasalnya, konsumsi garam yang berlebih dapat meningkatkan kadar natrium di darah dan menyebabkan tubuh menahan cairan sehingga meningkatkan tekanan darah. Batasi asupan garam Anda hingga maksimal 6 gram per hari atau setara dengan 1 sendok teh garam per hari untuk mengurangi faktor risiko penyebab hipertensi.
  • Obesitas atau lemak yang menumpuk dalam pembuluh darah dapat menyebabkan tekanan darah terus meningkat. Penelitian menyatakan bahwa orang-orang yang memiliki indeks massa tubuh (dihitung dari berat badan (kg) / tinggi badan (m2)) lebih dari atau sama dengan 23 kg/m2 dikategorikan mengalami kelebihan berat badan. Tentu saja kelebihan berat badan merupakan faktor risiko berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk merupakan faktor penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
  • Merokok, seperti yang sudah kita ketahui rokok mengandung zat-zat kimia yang berbahaya yang dapat merusak dinding pembuluh darah sehingga berkontribusi untuk meningkatkan risiko hipertensi. Efek ini tak hanya dialami perokok aktif, melainkan juga pada perokok pasif. Tak hanya itu saja, rokok juga dikenal sebagai salah satu faktor utama yang menyebabkan penyakit jantung, kanker paru-paru, dan stroke.
  • Kurangnya berolahraga menjadi salah satu penyebab hipertensi. Lantas, apa hubungan antara tekanan darah dan olahraga? Begini penjelasannya, mereka yang jarang berolahraga umumnya memiliki denyut jantung yang lebih tinggi. Semakin tinggi denyut jantung, semakin keras kerja jantung dan semakin tinggi beban tekanan yang dialami pembuluh darah. Kondisi inilah yang membuat tekanan darah menjadi semakin tinggi. Selain itu, kurang berolahraga juga meningkatkan risiko kegemukan yang berbahaya untuk kesehatan.
  • Kurangnya asupan kalium sehari-hari akan membuat kadar natrium dalam darah menjadi tinggi. Maka dari itu, cobalah untuk menambah asupan kalium harian Anda. Makanan yang diklaim mengandung kalium yang cukup tinggi adalah labu, ubi manis, kentang, pisang, dan jeruk.
  • Bila Anda mengalami stres, hal ini juga berpengaruh pada tekanan darah Anda. Ketika Anda mengalami stres berat, maka tekanan darah pun akan meningkat. Cobalah untuk lebih rileks dalam menghadapi berbagai masalah. Anda dapat berbagi kepada orang lain mengenai masalah Anda atau mengambil istirahat sejenak dari rutinitas yang membuat Anda stres. Hindari menghilangkan stres dengan mengemil, merokok, atau minum alkohol karena hal tersebut hanya akan memperparah kondisi kesehatan Anda.

Gejala Hipertensi

Penyakit hipertensi ini bukan hanya terjadi pada wanita saja, tapi pada laki-laki pun juga dapat mengalaminya. Berikut beberapa gejala penyakit hipertensi.

  • sering capek
  • buang air kecil terus menerus
  • kecepatan jantung ketika berdetak
  • pusing kepala
  • mimisan
  • nafas yang sulit

Semoga saja beberapa penjelasan di atas akan bermanfaat untuk Anda. Terimakasih!!

Leave a Reply