Tips Mendidik dan Mengarahkan Anak yang Super Aktif

Setiap kali anak-anak bermain dan melompat sana-sini, apa yang kita lakukan sebagai orang tua? Terkadang kita akan memarahi mereka, agar mereka mau duduk diam. Namun, ketika anak selalu terlihat duduk diam sepanjang hari, maka tentu juga tidak akan baik. Agak menjengkelkan memang, ketika anak-anak tidak mau duduk diam pada setiap waktu. Sebagai orang tua di sinilah tugas kita untuk membuat mereka mengerti kapan iya harus aktif, jika itu di saat bermain, maka Anda harus membiarkannya. Fit-nya otak anak-anak, itulah kalimat yang orang tua perlu gunakan sehingga Anda memahami bahwa anak-anak yang aktif ini benar-benar memiliki otak yang cerdas!

Menurut Dr. Marilyn Heins, MD, dokter anak dan penulis buku “Parent Tips” dari Amerika Serikat, perilaku aktif anak-anak 2-3 tahun yang tak mau diam ini, normal. Rentang perhatian anak usia ini pendek. Namun bila ia menjadi terlalu aktif, bisa jadi karena pola asuh orangtua yang berlebihan memberikan perhatian dan stimulasi. Di lain pihak, ibu dan ayah jarang membiarkan balita mengerjakan sesuatu dan memecahkan masalahnya sendiri. Menurut Heins, orangtua jenis ini termasuk tipe overparenting. Yang perlu orangtua lakukan adalah?

anak aktif1). Anda bisa melakukan kegiatan yang seru setiap hari bersamanya dan pikirkan kegiatan kreatif. Jangan-jangan anak tidak mau diam karena ia bosan dengan kegiatan yang itu-itu saja. Misalnya, ajak anak berlari di halaman, menari, mengikuti tingkah tokoh Tiger di televisi yang senang melompat-lompat.

2). Atau terkadang tiba-tiba saja anak mengambil sapu kita saat kita sedang menyapu halaman, ada beberapa orang tua yang memarahinya karena terkesan menghambat pekerjaan kita. Namun tahukah mama, jika itu salah? Lain kali izinkan ia membantu pekerjaan rumah tangga yang sedang mama kerjakan, jika itu dapat membuatnya tenang.

3). Perhatikan juga mainan apa yang dapat membuat anak duduk tenang dan fokus. Misalnya, ia senang memakaikan baju boneka, menyisir rambut boneka dan sebagainya. Di saat kita melihat anak tampak sangat aktif, Anda bisa mengatakan, “Sayang…, coba diam sebentar Nak.” Namun jika anak tidak mau diam juga, maka biarkan saja. Yang terpenting awasi dia agar tidak menyentuh barang-barang berbahaya, misal barang pecah belah, stop kontak dan lain sebagainya.

4). Cocokan antara aktifnya dengan kemampuan otaknya. Menurut studi oleh Chaddock et al. (2014) diterbitkan di Jurnal Frontiers of Human Neuroscience , anak-anak dengan tingkat kecerdasan fisik yang tinggi cenderung memiliki otak yang sehat & cerdas. Juga diyakini bahwa aktivitas fisik dapat meningkatkan “masalah abu-abu” di otak di mana ia dapat meningkatkan memori & kebijaksanaan. Ini adalah salah satu dari banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menghubungkan kecerdasan fisik & otak anak-anak (fit kids = fit brain).

5). Sebagai seorang ibu, saya menggunakan banyak “naluri” yang Tuhan berikan untuk mendidik anak-anak. Jadi, selama anak tidak melakukan hal-hal yang melampaui batas keaktifannya sebagai seorang anak, maka saya sebagai seorang ibu akan selalu berkata ” iya boleh”. asalkan mereka tidak melanggar hukum Tuhan & secara paralel dengan instruksi-instruksi-Nya.

6). Kenalkan anak kapan waktu Main, dan kapan waktunya Istirahat. Misalkan, ajak anak bermain ketika pagi atau sore hari. Lalu ajak ia beristirahat pada saat siang dan juga malam hari. Jenuh bermain di dalam rumah, lakukan kegiatan outdoor: bersepeda, main ayunan, perosotan dan sepak bola (Saat bermain tetap memperhatikan aturan keamanan). Serta temukan kegiatan yang anak sukai dan bisa membuatnya lelah.

Jika, anak ada termasuk anak yang suka memanjat kursi, biarkan ia naik-turun kursi tentunya dengan pengawasan Anda dan pastikan kursinya kuat dinaiki anak. Atau Anda juga dapat menyediakan waktu sesekali untuk mengajak anak berenang, ke playground atau main bola sekali seminggu.

Menyediakan sarana bermain outdoor seperti kolam renang plastik, kotak berisi pasir, mainan yang bisa ditumpuk seperti balok-balok bola dan sebagainya. Dengan begitu anak akan bisa menyalurkan energinya ke hal yang lebih bermanfaat, sambil mengasah kemampuan otaknya.

7). Pernahkah Anda mendengar para petua mengatakan bahwa seorang anak yang tidak mau duduk diam dia anak yang bijaksana? Ya, para petua kuno telah maju dalam menganalisis & berhipotesis dengan observasi. Itu tidak dicatat atau dibuat menjadi artikel saja, jika tidak, nenek moyang kita akan “qouted” dalam modul pengembangan tulisan dan pengembangan anak usia dini.

8). Kebugaran anak-anak sedang bermain, bergerak & tidak duduk diam. Menandakan bahwa mereka memiliki banyak energi, memiliki banyak energi berarti iya sehat. Jadi, walaupun mereka tidak mau duduk diam (umumnya berlabel “nakal”), namun perlu Anda sadari sebagai orang tua bahwa ada banyak energi yang terdapat pada tubuh anak Anda. Jadi, sebagai orang tua, apa peran kita? Cukup membantu mereka menyalurkan energi mereka yang sangat besar ke dalam cara yang lebih bermanfaat.

Misalnya, sediakan ruang untuk melompat, memanjat, berayun, berlari, dan sebagainya. Beruntung jika rumah memiliki halaman atau ada ruang untuk kegiatan di luar ruangan. Tapi, jika Anda memiliki rumah apartemen yang tidak memiliki halaman, akankah aktivitas fisik anak-anak menjadi terbatas? Jadi, di sini adalah peran orang tua untuk menciptakan ruang bagi anak-anak agar dapat aktif secara fisik meskipun ruang rumah yang sempit.

9). Menyediakan sebuah ruangan khusus untuk anak, agar iya bisa bergerak aktif dengan leluasa sangatlah penting manfaatnya. Jadi, jika sebelumnya seorang anak yang aktif & tidak duduk diam berlabel sebagai “buas & nakal”, apa yang kita ubah persepsi dengan memainkan peran kita sebagai orang tua. Berilah, anak-anak sebuah ruang khusus untuk bermain, di mana Anda dapat menyediakan beberapa permainan agar iya bisa menyalurkan kemampuan fisiknya (aktif).

Biasanya ketika mereka mempunyai kesempatan & ruang untuk melakukan aksinya, maka secara tidak langsung mereka akan mengerti & mengetahui batasan / batasan untuk beraktivitas. Misalnya, seorang anak akan memahami bahwa mama-nya tidak akan suka(marah) dia berkeliaran di tempat yang tidak pantas atau berbahaya (di jalan, di rumah umum, di kompleks perbelanjaan umum, dll). Dengan menyediakan anak tempat untuk mereka bergerak aktif juga akan membuat dia mengerti di mana harus memanjat & melompat karena kita telah menyiapkan tempat untuknya.

Oke, ayo pergi, ayo dorong anak-anak kita untuk aktif & bergerak sesuai dengan situasi & ruang. Dan ajarkan anak-anak adab & hormat kepada orang lain dengan tidak melempar atau melompat ke tempat yang tidak seharusnya. Apa pun yang kami coba paparkan ini bukanlah penentu kebijaksanaan & kesehatan anak-anak. Itu tidak lain hanyalah sebuah tips semata, di sini kami hanya mencoba berbagi kepada para orang tua yang mungkin merasa sedikit bingung karena memiliki anak yang aktif alias tidak mau diam. Untuk hasilnya, silahkan melakukan riset Anda sendiri.

Leave a Reply