3 Tempat Terbaik Minum Kopi di Bali

Sangat menyenangkan tentunya berwisata mengelilingi pulau Bali. Ada banyak hal yang bisa anda saksikan di pulau ini. Untuk memanjakan liburan anda, banyak spot wisata yang menarik yang bisa anda kunjungi. Namun dalam perjalanan, entah itu menggunakan roda dua atau mobil, kita sering merasa lelah dan butuh rehat sejenak. Apa yang biasanya anda lakukan?

Berteduh di bawah pohon atau mungkin mengunjungi sebuah rumah makan untuk mengisi perut atau sekedar mencicipi minuman segar. Tapi, jika tempat perhentian Anda berada di daerah berudara dingin, tentu yang paling pas adalah merasakan minuman hangat, salah satunya adalah minum kopi lokal, yaitu kopi Bali.

Di pulau Bali ada banyak cafe yang menawarkan sajian menu kopi asli Bali, namun rasanya lebih enak jika langsung datang ke pusat (daerah) penghasil kopi. Selain bisa menikmati kopi Bali, kita juga bisa langsung menghirup aroma kopi dari perkebunan kopi milik masyarakat setempat. Ada tiga daerah tempat produksi kopi Bali yang bisa kita kunjungi sambil menikmati pemandangan alam Bali, yaitu:

kopi bali
1. Kawasan Pupuan
Pupuan merupakan sebuah kecamatan yang berada di kabupaten Tabanan. Di kawasan ini ada beberapa desa yang menghasilkan biji kopi yang baik, misalnya desa Munduk Temu dan desa Pupuan. Beberapa home industry penghasil kopi di kawasan ini melakukan pengolahan kopi secara sederhana, yaitu dengan kayu bakar. Pemasarannya pun masih untuk lokal saja. Untuk di daerah – daerah ini bisa dilihat langsung mulai pemetikan, penjemuran dan pengolahannya. Kopi yang dihasilkan masih Robusta saja, karena di Bali agak sulit dicari kopi Arabica karena ketinggian yang kurang.

2. Kawasan Desa Banyuatis
Desa Banyuwatis dan beberapa desa di sekitarnya dikenal masyarakat sebagai salah sentra produsen kopi Bali yang nikmat. Letak desa ini berada di kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng sekitar 30 km dari Lovina. Kawasan desa ini memiliki pemandangan bagus, terutama kebun kopi dan cengkehnya serta udaranya yang sejuk. Banyak cafe dan kedai yang menawarkan menu kopi asli Bali yang diolah secara tradisional.

Jenis kopi yang bisa anda nikmati umumnya kopi robusta. Di desa ini juga ada produsen kopi yang pengolahannya mix tradisional dan modern. Anda dapat berkunjung ke desa ini untuk melihat secara langsung pengolahan kopi banyuatis.

3. Kawasan Kintamani
Kawasan Kintamani, selain terkenal dengan pemadangan alamnya yang luar biasa, juga mempunyai banyak tempat agro wisata. Anda bisa menikmati rasa lain dari kopi Bali. Kintamani merupakan salah satu sentra produksi kopi selain Plaga, Kabupaten Badung dan Banyuatis, Kabupaten Buleleng. Kopi yang dihasilkan ini terutama arabica, yang sering dianggap lebih bermutu dibanding kopi robusta.

Beberapa petani di kawasan ini menggunakan sistem tumpang sari (menanam dua jenis tanaman atau lebih dalam satu areal yang sama) pada perkebunannya, misalnya sayuran, kakao, dan terutama jeruk. Karena menggunakan sistem tumpang sari, rasa kopi di kawasan ini agak sedikit masam seperti berbau jeruk. Rasa dan aroma jeruk yang bisa anda rasakan ketika minum kopi ini, menjadikan sensansi tersendiri. Kopi Kintamani telah didaftarkan dan memiliki sertifikasi HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), jadi nama Kopi Kintamani tidak boleh digunakan sebagai merek oleh sebuah perusahaan untuk produknya.

Demikian tiga daerah yang bisa anda kunjungi untuk singgah sejenak menikmati kopi khas bali. Saat perjalanan Buleleng – Denpasar, ada baiknya anda istirahat sejenak di pinggir jalan untuk menikmati pemandangan indah danau kembar Bali (Buyan dan Tamblingan) sambil menghangatkan tubuh dari udara dingin dengan secangkir kopi Bali.

Leave a Reply