5 Tanda Bayi Butuh Lebih Banyak ‘Tummy Time’ (Tengkurap)


Semua bayi yang baru lahir memiliki kemampuan terbatas dan mereka hanya dapat berbaring di tempat pertama. Namun, ini tidak berarti Anda tidak bisa melatihnya untuk mengasah kemampuan fisik lainnya. Anda bisa melakukan tummy time pada bayi Anda. Tummy time adalah waktu yang digunakan bayi untuk bertumpu pada perutnya sambil beraktivitas.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tummy time bisa dimulai sejak bayi pulang dari rumah sakit. Selama kita tahu kalau bayi kita terlahir normal, sehat, dan tidak ada masalah apapun. Namun ada baiknya jika Anda mulai mengenalkan aktivitas ini ketika tali pusat bayi telah kering, sehingga ia pun sudah cukup nyaman untuk telungkup (tengkurap).

Atau, sesuai dengan anjuran American Academy of Pediatrics, yaitu saat bayi berusia 3 – 4 bulan. Karena pada usia itu, umumnya otot leher bayi sudah cukup kuat untuk mengendalikan gerakan leher dan kepalanya. Dengan begitu ia akan lebih leluasa untuk mengangkat kepala sambil melihat apa yang ada di sekelilingnya. Selanjutnya, ketika sudah terbiasa melakukannya, ia pun akan menggunakan posisi ini untuk meningkatkan koordinasi kekuatan otot tangannya untuk berguling dan bergeser.

Para ahli sepakat bahwa” bayi yang tidak banyak” menghabiskan waktunya dalam posisi tengkurap (tummy time) sering mengalami keterlambatan perkembangan fisik dan keterampilan motorik. Sehingga dapat menghambat bayi untuk menjadi aktif. Dan efek jangka panjangnya membuat anak cenderung terlambat dalam perkembangan kognitif. Menurut riset, bayi yang sering melakukan tummy time akan merangkak, berguling, dan juga duduk lebih cepat dibandingkan bayi yang jarang melakukannya.

Tummy time ini berguna untuk menguatkan otot-otot bayi disekitar kepala, leher, dan bahu untuk persiapan kelak anak belajar duduk, merangkak, sampai berjalan. Tummy time juga menjadi cara yang cukup efektif untuk menghindarkan kepala bayi supaya tidak kempes, karena terus terusan berbaring. Melakukan tummy time secara rutin memiliki banyak keuntungan dan dapat membantu perkembangan bayi secara positif dalam banyak hal. Berikut ini adalah tanda bahwa bayi Anda membutuhkan lebih banyak waktu untuk tummy time atau waktu tengkurap.

1. Bayi Tidak Bisa Berbicara, Merangkak dan Duduk Sendiri

Khawatir melihat anak-anak masih tidak bisa berayun sendiri, merangkak atau duduk tanpa bantuan? Penyebab utamanya mungkin karena kurangnya pelatihan atau tummy time (tengkurap). Karena biasanya bayi yang cukup mendapatkan waktu tengkurap atau tummy time akan memiliki kaki yang fleksibel sehingga ia bisa duduk dalam berbagai macam posisi. Sebaliknya, bayi yang kurang melakukan tummy time dapat membuat punggung bayi berbentuk kurva ‘C’ yang menyebabkan sulit untuk belajar merangkak. Pinggul dan kaki yang kaku sehingga ia tidak bisa meluruskan lutut kakinya.

“Dengan menghabiskan waktu sambil memberi pelatihan tengkurap atau tummy time, akan membuat bayi belajar untuk bergerak dari sisi ke sisi, dan ini membantu dia untuk mencapai dan merangkak,” jelas Map Smith dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dari Pediatric Chartered Physiotherapists (APCP) melalui BBC News.

2. Kurang Tertarik Mengeksplorasi Lingkungan Mereka

‘Tummy time’ tidak hanya membantu koordinasi, keseimbangan dan kontrol postur, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri bayi untuk menjadi lebih mandiri dan mencoba untuk mengeksplorasi lingkungannya. Oleh karena itu, para ahli juga berpendapat bahwa bayi yang dilatih dengan perut dapat memutar, merangkak, berdiri, dan berjalan di depan banyak bayi yang terbaring.

3. Sulit Untuk Melihat Obyek Dengan Mata

Latihan tummy time juga dapat mempengaruhi visi bayi Anda. Seperti yang dijelaskan oleh Lisa Dana, MD melalui BabyCenter, ‘waktu perut; membantu perkembangan visual bayi dengan melatihnya untuk fokus dan melacak gerakan dengan baik. Ini karena posisi prospektif memberikan perspektif yang berbeda pada bayi daripada saat diletakkan. Dengan memutar kepala dan tubuh sambil berbaring, bayi akan semakin meningkatkan perkembangan kognitif mereka secara keseluruhan.

4. Masalah Gastrointestinal / Inflamasi

Latihan maju dapat bertindak seolah-olah itu adalah urutan untuk bayi, di mana itu sangat berguna untuk bayi yang menderita masalah pencernaan. Secara khusus, Alan Greene, MD menekankan bahwa ‘waktu perut’ dapat mengurangi perut kembung. Jika ada gerakan dan tekanan lembut pada perut, maka akumulasi gas dapat dikeluarkan dari tubuh bayi lebih efektif.

5. Bentuk Kepala

Memang, banyak orangtua merasa khawatir untuk melakukan tummy time pada bayinya. Takutnya hidung bayi akan tertutup dan tidak bisa bernapas ketika dalam keadaan tengkurap (tummy time). Kesadaran akan SIDS telah mulai meningkat sejak awal 1990-an dan telah membuat orang tua lebih nyaman meletakkan bayi dalam keadaan terpisah. Sejak itu kasus SIDS berkurang secara signifikan, tetapi pada saat yang sama ada peningkatan tinggi dalam kasus-kasus deformasi dalam bingkai kepala bayi, seperti yang dilaporkan oleh Science Daily.

Meskipun Head Head Syndrome atau Flat Head Syndrome bisa terjadi di dalam rahim, bisa juga karena tekanan terus-menerus dari posisi kepala bayi yang tetap di suatu tempat untuk waktu yang lama. Umumnya terjadi di belakang kepala bayi, itu terkait ketika bayi dibiarkan terbaring terus-menerus tanpa kepalanya ditahan atau diletakkan di kursi mobil terlalu lama. Menurut penelitian, sindrom ini dapat dihindari ketika bayi dilatih untuk tummy time atau tengkurap dalam waktu yang cukup setiap hari. Bayi yang cukup mendapat waktu tengkurap akan memiliki kepala yang bulat penuh, leher dan punggung yang membentuk kurva ‘S’.

Tahukah Anda Kapan Waktu Serta Cara Yang Tepat Untuk Melakukan Tummy Time Kepada Bayi?

  • Lakukan tummy time sesering mungkin saat bayi sedang tidak tidur. Namun pastikan bayi tidak dalam kondisi lapar atau lelah.
  • Jangan tengkurapkan bayi dalam keadaan perutnya penuh. Tunggu sekitar satu jam setelah makan untuk menghindari ‘gumoh’ atau muntah.
  • Ketika bayi mulai menangis, coba untuk membujuknya agar bertahan sedikit lebih lama dengan mengajaknya berbicara atau bermain dengannya. Parents sebaiknya juga dalam posisi tengkurap ketika melakukan hal ini.
  • Tidak ada patokan khusus berapa lama bayi melakukan tummy time. Namun American Academy of Pediatrics menyarankan 2 sampai 3 kali sehari dengan durasi selama 5 hingga 15 menit saja. Tetapi yang pasti, lakukan tummy time selama anak merasa enjoy. Tetapi kalau anak sudah mulai lelah (sudah merasa tidak nyaman) maka sudahi dengan segera membalikkan badannya lalu mengusap-usap perutnya.
  • Tingkat toleransi bayi terhadap waktu tengkurap cenderung akan meningkat secara bertahap. Dan kebanyakan bayi akan lebih nyaman ketika mereka mulai bisa mengangkat kepalanya sendiri (sekitar usia 3 minggu).

Hanya Sebagai Tips

Supaya tummy time tidak menjadi kegiatan yang membebani bayi, Anda bisa melakukannya dalam berbagai kesempatan dengan cara berikut ini.

  • Pergantian popok adalah salah satu momen yang paling sering dilakukan. Jadikan kesempatan ini untuk menengkurapkannya di meja ganti. Ajak ia bicara untuk membuatnya lebih anteng.
  • Lakukan latihan setelah ia mandi. Tengkurapkan setelah Anda mengeringkan tubuhnya bagian depan. Kemudian tengkurapkan tubuh bayi untuk mengeringkan bagian belakang (punggungnya). Lakukan hal yang sama saat Anda memakaikan bedak pada bayi.
  • Saat Anda tiduran di atas tempat tidur, tengkurapkan ia di atas perut Anda. Napas Anda yang turun naik akan memberinya sensasi yang berbeda. Apalagi jika Anda membuat menggulingkan sedikit badan ke kiri atau ke kanan. Mungkin itu akan membuatnya lebih betah untuk tengkurap.

Habiskan Waktu Menyenangkan ‘TUMMY TIME’

Bayi sebenarnya dapat diajarkan untuk melakukan latihan (tummy time) beberapa hari pertama kelahiran mereka. Tetapi orang tua mungkin takut karena bayi tampak tidak nyaman dan mungkin menangis. Namun, dengan cara yang benar dan menyenangkan, ‘waktu perut’ atau tummy time bisa menjadi waktu yang disukai bayi! Ayo,, lakukan tummy time pada bayimu di rumah secara rutin, agar bayi tumbuh secara optimal. Semoga bermanfaat..


Tinggalkan komentar