Panduan Lengkap Membangun Keluarga yang Bahagia

“Aduh, sakit kepala ini rasanya ketika menghadapi anak-anak yang sedang “beraksi” alias membuat kebisingan, kegaduhan, berantakan semua komplit menjadi satu. Di saat seperti itu sebagai seorang ibu kita hanya bisa menghela napas panjang sambil merapikan rumah lagi … ” Adalah hal yang biasa bagi seorang ibu untuk menyaksikan atau menghadapi situasi seperti itu. Di mana anak-anak membuat kebisingan, memberantakan rumah dan bermain tanpa henti. Walaupun bahagia namun tetap saja terkadang rasa capek, letih membuat kita merasa sedikit jengkel dan tidak dapat di pungkiri jika seorang ibu juga perlu waktu untuk istirahat!

Ada satu hari, di mana tidak tahu mengapa otak tiba-tiba terasa jenuh. Ketika anak-anak berteriak dalam pertengkaran & kemudian setiap menangis membuatnya begitu bising sampai menusuk kepala & telinga. Saya mencoba untuk tenang dengan istighfar & mengatur pernafasan, tetapi akhirnya merasa lebih buruk. Ya ampun.. rasanya seperti ingin berlari jauh. Ketika sudah tiba rasa seperti itu maka Anda harus bisa mencari jalan atau solusi untuk menyelesaikannya. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah meminta izin sebentar kepada suami untuk keluar mencari udara segar, bertemu dengan teman, atau membeli makanan yang Anda sukai. Mintalah ” waktu libur sendiri ” kepada suami.

keluarga bahagiaMungkin pada awalnya para suami akan merasa sedikit keliru akan permintaan istrinya, apa lagi sang suami merasa sudah sering mengajaknya jalan-jalan bersama anak-anak. Sudah ditawarkan untuk berbelanja, jalan-jalan untuk menghibur hati sang istri. Namun, perlu para suami ingat kembali bahwa itu semua tidak melepaskannya dari rasa tanggung jawab kepada anak-anak dan juga suami bukan? Karena walaupun jalan-jalan tetapi tetap saja ia harus menjaga anak-anaknya dan memastikan jika anak-anak baik-baik saja. Jadi, dengan kata lain sang istri tetap saja merasa di penjara.

“Sebagai suami yang baik hati, ada baiknya Anda memberikan sedikit waktu untuk istri, agar ia merasa lebih tenang kembali. Dengan berkata “pergilah biar anak-anak saya yang jaga” Sebagai seorang suami Anda bisa mengambil alih segalanya. Sehingga sang istri merasa lebih tenang untuk pergi.

Setelah pergi ke tempat yang Anda suka, tanpa adanya suara jeritan anak-anak menangis. Rasanya seperti melepaskan beban berat dari atas kepala. Namun bukan berarti kita tidak dapat menerima kenyataan bahwa kita sekarang seorang ibu & istri yang akan menyerahkan semua waktu, energi & hidup untuk anak-anak & suami. Tetapi kadang-kadang, kita benar-benar harus menjadi ‘pelarian’ dari hal-hal rutin, seperti pekerjaan rumah, jeritan dan tangisan anak-anak, anak-anak yang rewel dan juga mengamuk.

Apakah Anda tau apa yang saya rasakan setelah pergi sebentar untuk menuruti keinginan hati, saya pulang dengan perasaan lebih stabil. Buka pintu dan dengarkan suara anak-anak yang meminta perhatian ayahnya di dapur, benar-benar membuat emosi saya berubah 360 derajat dibandingkan sebelum keluar. Saya pergi ke dapur sambil tersenyum. Suami saya juga tersenyum ketika melihat tampilan saya yang ceria. Saya memeluk suami saya dan berterima kasih atas pengertiannya. Anda tau suami saya berkata apa?

Tidak apa-apa? Bahagia tidak? “Tanya suami dengan prihatin

Syukurlah, waktu 60 menit itu sangat berharga buat saya. Nah bagi Ibu-ibu rumah tangga lainnya, jika kita sudah merasa tidak tertahankan akan keadaan, ada baiknya jika Anda berbicara pada suami dengan baik, minta waktu sejenak dari suami. Percayalah, jika itu akan membuat kita merasa lebih baik. Jagalah kedamaian batin kita. Jika kita mulai marah kepada anak akan tingkahnya, maka Anda tidak akan bisa tersenyum. Itulah yang membuat timbulnya rasa untuk memukul serta berteriak kepada anak-anak ketika ia sedang rewel dan berbuat ulah.

Sebenarnya anak-anak membutuhkan sosok seorang ibu yang periang & juga ceria agar bisa membangun kebahagiaan keluarga beserta anak-anaknya. Jadi jangan pernah merasa minder jika Anda meminta waktu istirahat dari suami, jangan membandingkan diri dengan orang-orang yang terkadang mengatakan mereka tidak membutuhkan waktu untuk saya, mereka tidak ingin berpisah dengan anak-anak. Jangan … kita tidak menentang siapa supermom & siapa yang tidak. Bagaimanapun juga, kita hanyalah manusia biasa. Jika kita tidak tahan, maka kita harus beristirahat. Jujurlah pada diri sendiri, untuk menjaga stabilitas dan kebahagiaan dari kedamaian batin kita.

Untuk para suami juga, bersabarlah dengan istrimu. Kasihan istrimu. Mereka tidak banyak meminta. Kadang-kadang hanya minta 5 menit untuk mereka mandi & makan tanpa interupsi si kecil yang tidak mau di tinggalkan sepanjang hari (selalu digendong). Kemudian ketika Anda mendengkur dengan baik istri Anda tidak tertidur karena terbangun untuk menyusui anak-anaknya satu jam interval, selama bertahun-tahun.

Jangan mengatakan bahwa sang istri sedang terburu-buru. Jangan dipermalukan seolah-olah seorang istri yang hanya bisa duduk diam di rumah tanpa melakukan apa-apa. Atau jangan pernah punya pikiran jika seorang istri tidak punya apa-apa untuk disumbangkan. Istri hanya meminta bantuan atau dukungan ‘untuk menopang’ di dalam dirinya untuk dihibur. Bantu mereka, jika Anda memang pria yang lembut dan bijaksana!

Kenyataannya, di balik istri yang menikah dengan bahagia, stabil secara emosional dan mental, ada seorang suami yang penuh perhatian dan juga berhati lembut dan tidak pernah mendapat masalah kurang dari itu. Mempunyai sebuah keluarga yang bahagia tidak terjadi begitu saja dan bukan hanya keberuntungan atau kebetulan semata. Banyak hal yang perlu dilakukan untuk membangun sebuah keluarga yang bahagia, agar tetap awet dan langgeng. Adanya kepercayaan, kemampuan untuk berkompromi atau bekerja sama dengan pasangan, berkomunikasi dengan baik, menjadi pemberi semangat antara satu sama lain, belajar untuk memberi ruang terhadap pasangan serta menangani masalah dengan cepat akan membuat keluarga yang Anda bangun tetap langgeng selamanya.

Jika sebagai pasangan Anda sudah berhasil menciptakan keluarga yang bahagia sudah pasti anak-anak Anda akan tubuh menjadi anak yang baik nantinya. Mungkin sudah menjadi hal yang wajar jika seorang ibu merasakan sedikit sulit untuk mengasuh anak-anak di masa kecil (ketika mereka bayi). Namun jika kita melakukannya bersama-sama (dengan pasangan) pastilah akan lebih mudah. Bukankah begitu??

Tips Memiliki Keluarga Bahagia

cinta lokasiWahai Para Suami Berikanlah Istrimu Sedikit Waktu, Agar Ia Menjadi Ibu Yang Baik . Adanya kerja sama merupakan inti dari kebahagiaan di dalam keluarga, pasalnya apabila hidup memiliki tujuan & saling menjaga hubungan, maka diharapkan rumah tangga akan terasa aman & nyaman. Oleh karena itu diharuskan suami istri perlu saling memiliki rasa ikhlas untuk saling membahagiakan antara satu sama lain. Memiliki keluarga bahagia & rumah tangga yang harmonis. Berikut tipsnya:

Ucapkan I Love U Setiap Saat

Jangan lupa saat Anda akan meninggalkan pasangan untuk pergi bekerja atau ketika akan tidur jangan lupa untuk mengucapkan akan tiga kata sakti ini ‘I Love You’ atau ungkapan cinta lainnya. Lakukanlah dengan sepenuh hati supaya pasangan merasa bahagia. Jangan hanya saat pacaran setelah menikah dan punya anak pun harus tetap di ingat dan di lakukan.

Biasakan untuk Menanyakan Kegiatan Masing-masing

Biasakan untuk bertanya setiap kali pasangan sudah santai setelah pulang dari kerja. Begitu pun sebaliknya, Tanyakanlah bagaimana perasaannya saat ditempat kerja & hal apa saja yang membuatnya terasa lelah, dan pekerjaan apa saja yang sangat memberatkannya. Dengan demikian momen tersebut akan menjadi luapan pasangan & menceritakan apa saja keluh kesahnya dengan Anda. Cara seperti ini dapat mengeratkan hubungan antara Anda dan pasangan.

Cerita Sebelum Tidur

Luangkanlah waktu untuk bercerita mengenai rumah tangga dan juga cerita lainnya ketika sebelum tidur. Itu bertujuan agar komunikasi Anda dengan pasangan tetap terjaga.

Belajar Memaafkan

Jangan biarkan pertengkaran antara Anda dengan pasangan terus berlarut-larut. Berikanlah kata maaf pada pasangan Anda saat dia melakukan kesalahan. Karena memang pada dasarnya kita hanyalah manusia biasa yang tidak pernah luput dari kesalahan. Yang terpenting adalah kita itu belajar dari kesalahan agar tidak mengulanginya di masa depan. Dengan demikian hubungan akan menjadi semakin erat & harmonis.

Temani Pasangan

Temani pasangan walau sedang berada di rumah. Misalnya ketika dia menonton acara TV kesukaannya mungkin, karena pasangan Anda sangat memerlukan kebersamaan.

Tidur Bersama

Jangan sekali kali Anda memilih untuk tidur secara terpisah dari pasangan. Meskipun Anda harus menidurkan anak Anda dulu, Anda harus tetap kembali ke tempat tidur pasangan sesudah anak tidur lelap. Karena ini adalah hal penting yang akan membuat suami istri selalu merasa nyaman.

Selalu Memasak di Rumah

Biasakan untuk selalu menyiapkan makanan atau memasak untuk suami agar suami Anda merasa bahwa Anda merupakan istri terbaik. Dan biasakanlah untuk sesekali saling suap makanan agar hubungan Anda tetap erat serta tidak merasa berjarak.

Berikan Kejutan

Sekali-kali berikanlah kejutan pada pasangan, misalnya memberikan kado atau merencanakan sesuatu yang tidak terduga pada hari tertentu saat Anda bersama pasangan. Cobalah untuk memakai pakaian atau busana yang menurut pasangan Anda cocok untuk memakainya. Karena, sekali-kali Anda perlu terlihat istimewa di mata pasangan.

Bercanda

Iya bercanda, hal ini dapat Anda lakukan saat didalam rumah. Ceritakan sesuatu yang akan membuat Anda & pasangan tertawa bahagia ataupun mungkin bisa juga memberi teka teki yang perlu dijawab oleh pasangan. Dengan begitu suasananya pasti akan mencair, seperti jaman kita pacaran dulu. Dijamin hubungan antara Anda dan pasangan akan semakin erat serta bahagia.

Mengenang Pengorbanan Masing-masing

Senantiasa luangkan waktu untuk mengenang pengorbanan masing-masing yang sudah Anda Dan pasangan lakukan dulu. Itu sangatlah perlu untuk dilakukan, misalnya seperti sulitnya istri saat melahirkan & betapa susahnya suami dalam bekerja keras mencari nafkah untuk dapat menghidupi keluarga. Dengan adanya kenangan seperti itu akan mampu menyadarkan Anda & pasangan tentang betapa sulitnya Anda dalam menghadapi biduk rumah tangga ini dari awal agar selalu harmonis sampai saat ini.

Merubah Penampilan

Usahakan untuk bisa mengubah penampilan sesekali didepan pasangan agar dia tidak merasa jenuh melihat Anda, lakukanlah hal positif lainnya pada penampilan agar membuat Anda & pasangan merasa nyaman.

Jangan Lari dari Masalah

Di saat masalah datang, janganlah berusaha untuk lari dari masalah. Namun berterus teranglah serta cari cara untuk dapat menyelesaikannya bersama-sama. Jadi tidak akan ada yang merasa tersakiti antara satu sama lain. Ingatlah akan satu hal, disaat ada masalah di dalam keluarga berusahalah untuk mencari jalan atau cara untuk menyelesaikannya. Bukan malah saling menyalahkan antara satu sama lain. Karena itu hanya akan memperkeruh masalah yang ada. Selalu yakinkan hati untuk percaya bahwa, setiap masalah pasti akan ada jalan keluarnya.

Makan Berdua

Ada kalanya Anda dan pasangan meluangkan waktu untuk dapat makan bersama, namun pastikan Anda mengambil waktu yang pas & tepat agar bisa menikmati makan siang atau makan malam dengan aman & bahagia.

Luangkan Waktu

Selalu luangkan waktu Anda untuk menelpon atau pun mengirim pesan pada pasangan walaupun sesibuk apapun. Setidaknya tanyakan pada dia sedang apa dan apakah sudah makan atau belum. Hal tersebut mampu mempererat hubungan Anda dengan pasangan karena dia senantiasa mendapatkan perhatian dari Anda.

Untuk Anda yang ingin memiliki kehidupan rumah tangga yang harmonis dan juga memiliki hubungan yang erat, coba praktikkan beberapa hal sederhana di atas. Mempunyai keluarga yang bahagia itu lebih baik dari pada Anda sendiri, walaupun Anda memiliki banyak harta sekalipun. Jadi jagalah keluarga Anda dengan sebaik mungkin, agar Anda dapat merasakan kebahagiaan yang sejati di dalam hidup. Semoga Bermanfaat…

Leave a Reply