4S Kriteria Calon Istri Idaman

Jika orang tua dulu memilihkan calon suami bagi putri-putrinya dengan konsep 4B, yaitu Babat, Bibit, Bebet, dan Bobot, maka untuk menentukan kriteria calon istri yang ideal harus didasarkan pada beberapa standard. Salah satu dari patokan tersebut adalah kriteria 4S yang merupakan akronim dari kata-kata klasik Nusantara. Adapun makna 4S dalam kriteria calon istri idaman antara lain:

1. Saka
Saka berasal dari bahasa Sansekerta dan berasimilasi ke dalam bahasa Nusantara yang artinya bervariasi: tonggak, tiang, asal mula, pertama, penyangga, dan sebagainya. Dalam Bahasa Kawi kata “saka” diartikan sebagai dahan. Menyimak dari kemiripan arti tersebut dapat disimpulkan bahwa saka berarti tiang penyangga.

Dalam dunia cinta, calon istri yang ideal harus berkategori saka yang bermakna bahwa ia akan mampu menjadi tiang yang menyokong sang suami dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Istri yang saka artinya istri yang utama, utama dalam membantu suami mewujudkan mimpi dan cita-cita berumah tangga. Ia dapat diandalkan dalam mengurus keluarga.

istri ideal2. Siki
Kata “siki” juga mengandung banyak makna. Dalam bahasa Sunda kata ‘Siki’ berarti biji atau benih. Siki juga dapat diartikan sebagai ‘satu’ atau juga ‘merak’. Berdasarkan makna-makna tersebut secara garis besar dapat disimpulkan bahwa bahwa istri yang siki artinya seorang wanita yang hanya punya sebiji cinta yang keindahannya laksana burung merak.

Jika anda mempunyai calon istri yang hatinya masih tertanam lebih dari satu benih cinta, maka kelak pasti membawa kepedihan dan sakit hati. Maka pilihlah calon istri yang siki, dimana fisik dan hatinya seindah burung merak.

3. Suku
Kata ‘suku’ yang saya maksud disini bukan berarti anda harus memilih calon istri yang satu suku bangsa (kelompok). Bila ditelisik, kata ‘suku’ sebenarnya mengandung arti ‘sikil’ atau ‘kaki’. Calon istri yang memenuhi kriteria suku memiliki langkah yang jelas, maksudnya darimana datangnya (asal-usul) dan kemana langkahnya (tujuan hidup). Calon istri yang ber’suku’ merupakan calon istri yang bisa menjadi pijakan sang suami dalam melangkah (tempat tukar pikiran).

4. Seke
Kata ‘seke’ diambil dari bahasa daerah Kalimantan yang artinya pelit. Apakah saya mesti pilih istri yang kikir alias pelit? Ah, tentu tidak dong! Dalam dunia cinta ini, ‘seke’ kita perhalus lagi artinya menjadi cermat dan hemat. Jadi dengan memilih calon pendamping yang bisa mengatur keuangan dengan baik alias ‘seke-nomi’, maka anda sebagai seorang kepala rumah tangga akan terbantu untuk bisa mencapai kemakmuran di bidang ekonomi.

Itulah sekilas empat kriteria calon istri yang top-markotop dan siap dilamar menjadi pendamping hidup anda. Saka-Siki-Suku-Seke.

Leave a Reply