7 Cara Melatih Anak Terbiasa Ke Toilet

Mempraktikkan perilaku yang baik di antara anak-anak sangatlah penting untuk di lakukan. Tak peduli walau di mana pun mereka berada. Baik itu di tempat-tempat umum atau pun di tempat pribadi seperti “toilet”. Namun, mungkin ada beberapa orang tua yang mengabaikan anak-anaknya untuk bersikap baik ketika mereka berada di kamar mandi (toilet) . Karena menganggap bahwa itu hal yang sepele atau tidak terlalu penting. Tetapi pernahkah Anda menyadari jika sesuatu yang sepele itu akan berdampak pada kepribadiannya kelak?

Di toilet juga diajarkan untuk bersikap baik? Itu benar! Tidak hanya akan mampu membangun kepribadian yang baik di antara anak-anak, tetapi teknik ini juga dapat melatih mereka tentang pentingnya kebersihan toilet. Ayo kita coba praktikkan terhadap anak-anak kita!

toilet anakSejak anak telah berusia dua atau tiga tahun, merupakan waktu yang cukup tepat untuk melatih anak untuk bersikap baik di toilet. Urutan terlatih dari Toilet Manners, dari membuang popok, meletakkan pakaian kotor di keranjang, memakai sandal toilet sebelum pergi ke toilet, mandi memakai sabun, pakai sampho lalu gosok gigi dan lain sebagainya. Serta beri tau mereka dimana tempat buang air besar maupun buang air kecil agar ia mengerti. Jika itu yang Anda ajarkan di setiap harinya, tentunya pasti akan membuat ia terbiasa. Namun perlu Anda sadari jika itu bukanlah perkara yang mudah untuk di lakukan.” Terlepas dari kenyataan bahwa seorang anak lebih suka bermain air daripada dirinya”, tetapi bukan suatu yang mustahil juga, jika Anda membantu mengingatnya setiap hari.

Tentunya itu akan membutuhkan proses, namun yang pasti Anda akan mendapati adanya perubahan dari hari ke hari, ia akan belajar dari apa yang Anda tunjukkan. jadi entah ibu, ayah atau siapa pun yang sedang berada di rumah, dorong serta selalu ingatkan ia tentang itu.

Terbiasa akan membuatnya lebih mudah untuk melakukannya. Jadi dengan sendirinya ia akan terbentuk menjadi pribadi yang yang bersih di kemudian hari. Bukankah bersih itu pangkal dari sehat? Perlu Anda ingat, ketika anak-anak kita sudah mulai besar, ada kalanya ia akan hidup terpisah dengan kita orang tuanya, entah itu sekolah, kuliah atau pun bekerja. Di saat seperti itu, kita sebagai orang tua harus sudah benar-benar memastikan jika anak kita sudah siap untuk hidup sendiri dan mandiri. Termasuk untuk menjaga kebersihannya.

Mengajarkan Anak untuk Bersikap Baik Di Toilet dari Sejak Dini

Mengenalkan hal yang baik kepada anak dari sejak dini memanglah baik, tetapi untuk hal yang satu ini mungkin Anda perlu berpikir dengan baik pula. Jangan sampai Anda terkesan memaksanya, memang tidak ada batasan yang pasti kapan anak harus dikenalkan dengan toilet. Tapi perlu di ingat, jangan terlalu dini untuk memperkenalkan anak pada toilet karena itu akan dapat membahayakan dirinya. Sebagai pengetahuan saja bahwa anak yang berusia kurang dari 3 tahun belum bisa memutuskan kapan dia harus pergi ke toilet. Menurut Hodges bahwa anak dengan usia kurang dari 3 tahun yang menahan buang air akan menimbulkan sejumlah masalah, seperti memperkecil kapasitas kandung kemih dan mengompol.

Sebagai orang tua kita perlu mengajari mereka akan banyak hal, termasuk mengenalkan mereka akan toilet serta mengajarkan mereka bersikap baik di dalam toilet. Karena,tidak selamanya kita sebagai orang tua akan terus menerus mendampingi anak di toilet. Jika dirasa sudah cukup umur, anak pun perlu diajarkan tentang bagaimana cara untuk menggunakan toilet yang tepat. Hal itu agar suatu saat nanti dia bisa pergi ke toilet sendiri tanpa kendala. Namun untuk mengajarkan anak pada toilet tranning tidaklah mudah. perlu ada cara khusus agar anak dapat memahaminya dengan baik.

Ciri-ciri Anak yang Siap untuk Dikenalkan pada Toilet

Namun jika anak Anda sudah memiliki ciri-ciri seperti yang sudah tertera di bawah ini maka itu berarti, Anda dapat mulai mengenalkan toilet mulai dari sekarang. Seperti:

  • dia sudah memiliki kemampuan motorik yang baik sehingga aman
  • mampu mengungkapkan keinginannya untuk buang air kecil
  • dan mengerti istilah buang air.

Ketika buah hati Anda sudah memperlihatkan semua tanda-tanda kesiapan untuk belajar buang air besar dan kecil di toilet. Tetapi, Anda masih merasa bingung harus mulainya darimana? Untuk mengajarkan toilet training ke pada anak Anda, Berikut berbagai tips toilet training pada anak yang efektif dan positif yang bisa Anda praktikkan.

Tips untuk Mengajarkan Anak Bersikap Baik Di Toilet (Toilet Training) yang Efektif

kamar mandi anak1. Sebelum Anda memulai mengajari anak bagaimana cara untuk bersikap baik di dalam toilet ( toilet training), anak perlu terbiasa dengan gagasan duduk di pispot atau kloset anak. Terangkan ke anak bahwa toilet atau pispot merupakan tempat khusus di mana ia bisa buang air besar dan kecil seperti halnya anak yang lebih besar. Ceritakan secara sederhana cara pipis dan bab serta proses memakai pispot atau toilet, dan juga jelaskan pada mereka tentang alat kelamin dan fungsinya, agar lebih memudahkan anak untuk melakukannya.

Belikan pispot atau toilet anak yang menarik yang anak sukai atau biarkan ia memilih sendiri. Biarkan ia tahu bahwa pispot atau toilet anak adalah miliknya, Anda bisa menulis namanya di atasnya atau biarkan anak Anda menempelkan stiker atau dekorasi untuk menandai barang kepunyaannya. Jika memungkinkan, taruh pispot di setiap ruangan, dari ruang tamu hingga dapur. Sebagian orangtua tidak membolehkan anaknya menggunakan pispot, sebaliknya anak belajar langsung menggunakan kloset anak atau toilet biasa dari awal dan trik ini berhasil untuk mereka.

2. Belikan ia celana dalam seperti layaknya anak sudah besar. Jelaskan bahwa ia akan memakai celana dalam dan bukan popok lagi. Hindari pakaian dengan banyak pernak-pernik seperti kancing atau resleting, pakaian ketat atau susah dibuka yang akan menjadi penghalang bagi anak Anda selama proses toilet training pada anak.

Tentukan apakah Anda akan menggunakan celana dalam pull up, celana training atau celana dalam biasa dan usahakan untuk tetap konsisten dengan pilihan Anda supaya tidak membingungkan anak. Selain itu, celana dalam tersebut akan terasa lebih berarti jika ia memilihnya sendiri. Bawa buah hati Anda berbelanja, lakukan dengan cara seheboh mungkin dan biarkan ia memilih pakaian dalamnya sendiri.

3. Amati siklus pipis dan buang air besarnya untuk memudahkan Anda mengatur jadwal anak ke toilet, misalnya beberapa waktu setelah bangun tidur atau di waktu lain yang sesuai dan menjadikannya sebagai rutinitas setiap hari. Ajak anak Anda untuk menyalurkan dorongan bak dan bab pada waktunya. Biarkan ia melakukan rutinitasnya, bahkan jika ia belum perlu buang air besar.

4. Menggunakan boneka untuk mendemonstrasikan kegiatan di kamar kecil dan membacakan cerita yang berkaitan dengan kebersihan di kamar kecil merupakan cara lain untuk membantu anak belajar dari mencontoh. Anda juga bisa mempergunakan video-video edukasi yang menarik dari karakter favoritnya yang sedang belajar ke kamar kecil.
Mulailah toilet training pada anak di musim kemarau dan segala sesuatu akan berjalan dengan lebih mudah.

5. Anak belajar dari meniru, karenanya mengamati orang dewasa melakukan kegiatan di kamar kecil merupakan salah satu cara toilet training pada balita yang efektif. Anda juga bisa menjadi model bagi anak Anda dan mencontohkan kegiatan di kamar kecil terlebih dahulu. Biarkan anak mengobservasi, jelaskan apa yang sedang Anda lakukan dan kenapa Anda melakukannya. Ajari juga cara kerja toilet dan biarkan anak Anda menyiramnya sendiri.

Pelan-pelan, anak akan mengerti dan meniru apa yang Anda lakukan. Jangan kuatir, biarkan anak beradaptasi perlahan-lahan dan menjadikannya sebagai kebiasaan secara bertahap. Setelah beberapa lama, anak akan terbiasa dengan toilet atau pispot dan bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan Anda lagi.

6. Buat suasana ke toilet seperti bermain atau pakai cara seru untuk mengajak anak melakukan toilet training, misalnya menggunakan obat khusus yang tidak berbahaya untuk membuat warna air di kloset menjadi biru, menempel stiker tanda berhasil memakai pispot/toilet dengan benar, menempatkan boneka favorit sebagai teman ketika pipis atau pup, atau melengkapi toilet dengan benda-benda favorit si kecil berupa mainan atau buku cerita kesukaannya dan cara lainnya. Suasana yang menyenangkan buat si kecil mempermudah anak menyukai latihan toilet yang diajarkan orang tua.

7. Rayakan dan puji anak Anda setiap kali ia berhasil ke kamar kecil, sebisa mungkin hindari menggunakan permen atau hadiah lainnya sebagai penyemangat. Besarkan hatinya pada saat ia gagal dan usahakan untuk tetap tenang dan sabar ketika itu terjadi. Jika anak pernah ngompol atau BAB di celana, tidak perlu menghukum dan mengungkitnya terus menerus. Biarkan ia tahu bahwa akan butuh waktu untuk terbiasa ke kamar kecil, dan semangati serta hargai setiap usaha yang ia lakukan.

Ingat, perlakukan anak Anda sebagai individu bebas, jangan memaksakan kehendak Anda. Kunci keberhasilan toilet training adalah bersikap sabar dan santai, bagaimanapun, anak tidak akan memakai popok selamanya, begitu anak siap, proses toilet training akan berjalan secara alami.

Sebagai Pesan Penutup
Ketika anak-anak sudah terbiasa untuk bersikap baik di toilet, berarti tidak ada salahnya jika Anda mulai mengajarkannya Wudu’ (bagi yang beragama Islam). Pada usia ini, anak-anak mungkin mampu untuk membaca doa yang sederhana, bukan? Jadi, anak-anak tidak saja bersih secara fisik namun juga secara batin. Bukankah itu akan baik untuknya nanti. Semoga Bermanfaat ya…

Leave a Reply