Bayi Aktif Menendang Perut Si Ibu, Pertanda Apa?

“Aku akan sangat aktif di perut ibu. Aku akan menendang sana sini. Karena aku mencoba memberi tau pada ibu kalau aku baik-baik saja”, (gumam sang bayi). Merasa bayi menendang di dalam rahim adalah salah satu perasaan yang paling indah dan sulit digambarkan oleh seorang wanita yang akan menjadi ibu. Rasa takjub dan bahagia pasti dirasakan ibu hamil yang baru saja “mendapat” tendangan bayi dalam rahim saat pertama kali.

Biasanya tendangan bayi dalam kandungan ini bisa mulai dirasakan oleh ibu pada usia kehamilan 24 minggu . Tetapi beberapa wanita mungkin merasakannya lebih awal, terutama wanita yang sebelumnya telah hamil. Dr Indu Taneja, konsultan senior, Obstetrics & Gynecology, di Fortis Escorts Hospital, Faridabad menjelaskan, “Tendangan pertama bayi dalam rahim menunjukkan ia sudah berusia lima bulan. Ia sedang bertumbuh menuju tahap perkembangan selanjutnya.”

hamil sehat“Tendangan pertama bayi menunjukkan usia, perkembangan dan kelangsungan hidupnya,” ujar Dr Taneja. Ini juga menunjukkan calon bayi Anda ternyata aktif. Saat bayi sedang menggeliat, mungkin Anda akan merasa perut Anda seolah bergetar. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa bayi itu menendang dan dapat bereaksi terhadap apa yang kita lakukan? Entah Anda percaya atau tidak, namun pada kenyataannya bayi di dalam perut bisa berinteraksi dengan sang ibu.

12 Hal Ini Yang Coba Bayi Katakan Kepada Sang Ibu

1. “Saya Sehat”

Ketika usia kandungan mencapai usia 24 minggu, perawat atau bidan akan memberikan tugas kepada sang ibu untuk menghitung gerakan bayi setiap hari. Ini karena merupakan patokan penting dalam menentukan kesehatan bayi. Penting bagi Anda untuk mengetahui apakah pola tendangan bayi normal setiap harinya. Umumnya bayi yang sehat adalah bayi yang aktif. Tetapi jangan khawatir jika bayi Anda kurang bergerak daripada konten orang lain. Sifat bayi itu unik dan mereka bergerak dengan caranya sendiri.

2. “Sang Ibu Akan Baik-baik Saja”

Selain kesehatan bayi, aktivitas bayi dalam konten juga bisa menjadi indikator kesehatan untuk ibunya. Jika sang ibu terlalu lelah atau stres, pola gerakan bayi di dalam tubuh dapat terganggu dan sering berkurang. Demikian pula, jika sang ibu tidak sehat, tidak makan, atau kurang rileks.

3. “Bayi Itu Bisa Mendengar …!”

Menurut HealthLine.com , bayi bisa mendengar sekitar usia 18-24 minggu. Bayi sangat sensitif terhadap bunyi-bunyi tertentu yang mungkin tidak kami sadari. Seringkali, suara dapat memicu reaksi gerakan dan bayi menendang di dalam rahim. Ada bayi yang menyukainya, atau ada juga bayi yang merasa sedikit takut dengan suara itu.

4. “Saya (Bayi) Dapat Melihat Cahaya!”

Meskipun kelopak mata bayi masih tertutup, bayi benar-benar dapat melihat cahaya yang dilucuti dari bagian luar perut ibu, seperti yang dinyatakan di BabyCenter.com. Anda dapat mencoba mengarahkan senter ke perut Anda sekitar minggu ke-22. Dalam beberapa saat, Anda mungkin akan merasakan sedikit tendangan atau gerakan halus sebagai reaksi terhadap cahaya!

5. “Makanan Pedas Yang Ibu Makan”

Ketika kita ‘makan untuk 2 orang’, apa yang dimakan sang ibu tentu saja akan mempengaruhi bayi di dalam rahim. Menurut BabyGaga.com , makanan pedas dapat membuat bayi Anda bereaksi terhadap makanan. Dan reaksi ini biasanya dalam bentuk tendangan.

6. “Saya (Bayi) Suka Mendengar Suara Ibu & Ayah”

Kebanyakan tendangan bayi membuat ibu dan ayah bersemangat ketika bayi bereaksi ketika Anda mengajak si bayi berbincang (bercakap). Dia sepertinya berbicara dengan Ibu dan Ayah, kan? Tidak diragukan lagi, jika berbicara dengan bayi di dalam kandungan sangatlah bermanfaat. Ini adalah suara yang akan membuat bayi merasa aman dan bahagia. Padahal, ketika lahir bayi justru akan mengenali suara intonasi ayah dan ibunya!

7. “Saya (Bayi) Bekerja Seperti Ibu”

Olahraga selama kehamilan sangat dianjurkan, tetapi perlu dilakukan dengan hati-hati. Tahukah Anda bahwa ketika detak jantung meningkat setelah melakukan latihan, kemungkinan bayi akan merespons aktivitas ini. Seolah-olah mengundang Mama untuk bekerja bersama, bayi juga akan menendang, memutar, meninju, dan bergerak di perut. Setelah Mama tenang dan istirahat, bayinya juga akan beristirahat.

8. “Makanan Untuk Saya (Bayi) Aktif”

Tidak heran, setelah Anda makan, terutama makanan manis atau dingin, bayi akan mulai menendang. Kadang-kadang ibu hamil ingin makan apa pun, tetapi ingat juga. Lebih baik memilih alternatif makanan ringan yang lebih sehat seperti buah-buahan dan kacang-kacangan.

9. “Sang Ibu Harus Siap Untuk Malam”

Kebanyakan bayi suka ‘pesta’ di perut Mama di malam hari. Waktu favorit mereka biasanya jam 9 sampai jam 1 malam. Ada pendapat yang menghubungkannya dengan penurunan kadar gula dalam tubuh sang ibu pada waktu itu. Namun, ada juga pendapat bahwa itu adalah persiapan bagi ibu untuk tetap terjaga ketika bayinya lahir.

10. Frekuensi Tendangan Meningkat Jika Ibu Berbaring Miring ke Kiri

Ibu hamil yang sedang berbaring miring ke kiri mungkin pernah dikejutkan dengan tendangan si kecil berulang kali. Jangan panik, Bun. Itu bukan tanda ia sedang protes karena terjepit. “Berbaring ke kiri akan meningkatkan suplai darah ke dalam rahim, sehingga pergerakan bayi meningkat. Ternyata, tendangan bayi dalam rahim juga menandakan tubuh si kecil sedang berenergi.

11. Tendangan Berkurang pada Usia 36 Minggu Itu Normal

Para ibu tidak perlu khawatir jika tendangan bayi dalam rahim berkurang pada usia 36 minggu. Pada usia ini ia tak terlalu banyak bergerak, dan tendangan mungkin hanya akan Anda alami di bagian tulang belakang. “Tendangan bayi dalam rahim pada tahap ini akan bikin ibu bahagia. Ini karena sebentar lagi bayi akan lahir. Waspadalah jika Anda tak merasakan tendangan bayi sama sekali selama berjam-jam.

12. Bayi yang Tidak Menendang sedang Stres

“Jika tendangan bayi berkurang setelah usia 28 minggu, Anda harus segera berkonsultasi ke dokter,” Berkurangnya tendangan juga bisa jadi tanda bayi sedang stres. Jika ini terjadi, catatlah berapa lama yang dibutuhkan bayi melakukan 10 kali tendangan. “Bisa juga berarti aliran oksigen ke rahim berkurang, atau ada penurunan kadar gula darah ibunya.

Jika itu yang terjadi, ibu hamil di sarankan agar meminum segelas air dan berjalan-jalan agak jauh, jika bayi tidak bergerak sama sekali. Anda harus segera berkonsultasi ke dokter dan melakukan USG, jika bayi tidak menendang 10 kali dalam dua jam.

Tanggapan Ibu Untuk Membuat Bayi Bahagia

ibu hamil sehatTendangan bayi di dalam rahim menjadi bagian dari episode kehamilan yang sangat menggairahkan bagi sang ibu. Sepertinya menghubungkan kedua orang ini secara telepati, tanpa mendengar suara dan tanpa melihat wajah. Ini memperkuat cinta Mama untuk bayi meskipun masih belum lahir ke dunia. Ketika bayi menendang, biasanya ibu akan merespon dengan berbicara padanya dan menggosok perutnya. Itulah keindahan dari hubungan tak terbatas ini!

Tak hanya melakukan tendangan sendiri, tendangan bayi di dalam kandungan ternyata juga bisa disebabkan oleh bayi yang ingin merespons rangsangan dari luar perut layaknya belaian, suara, atau bahkan cahaya. Ibu yang banyak berkomunikasi atau membelai perutnya cenderung cukup sering mengalami tendangan dari buah hatinya. Tak hanya respons dari rangsangan dari luar perut, tendangan dari bayi ternyata juga bisa disebabkan oleh respons dari adanya makanan atau sumber nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu hamil.

Menurut pakar kesehatan, bayi yang sehat ternyata bisa melakukan tendangan hingga 15 atau 20 kali dalam sehari. Pada awalnya tendangan ini hanya berupa getaran-getaran saja dan lama-kelamaan akan jauh lebih terasa.

Jika bayi yang pada awalnya rajin menendang tiba-tiba mulai jarang melakukannya, khususnya dalam waktu satu jam setelah ibu makan, dikhawatirkan bayi di dalam kandungan mengalami masalah kesehatan, baik itu berupa kekurangan nutrisi atau bahkan kekurangan oksigen. Hal ini tentu harus segera diperiksakan pada dokter kandungan. Hanya saja, saat usia kehamilan mencapai 38 minggu dimana ruang gerak bayi semakin sempit, penurunan frekuensi tendangan ini memang wajar terjadi.

Untuk para ibu yang sedang mengandung, di sarankan untuk senantiasa menjaga kesehatannya dan juga bayi yang ada dalam kandungan. Jagalah kebersihan, asupan makanan serta beristirahat dengan cukup. Selamat menantikan si buah hati yang akan lahir ke dunia ya.. Semoga saja ibu dan bayi sama-sama sehat.

Leave a Reply