7 Alasan Positif Mengapa Anda Harus Memeluk Anak Setiap Hari

Memiliki seorang anak memanglah sebuah anugerah terindah dari Tuhan. Namun dalam prosesnya untuk tumbuh besar Anda akan melewati banyak hal. Dalam melewati itu semua akan ada banyak rasa yang akan Anda rasakan, baik itu bahagia karena melihat tingkah lucunya, kadang gelisah atau takut karena ia mulai aktif (takut jatuh), sedikit letih dan merasa marah ketika ia mulai menunjukkan aksinya (ngambekan).

Ketika seorang anak sedang merasa tidak mood (rewel), hanya para orang tualah yang mengetahui betapa sulit untuk menanganinya (membuatnya tenang). Khususnya bagi para ibu, karena biasanya sang ibulah yang mempunyai banyak waktu untuk menemani anak-anak, ketika sang ayah harus bekerja. Kadang perasaan marah, malu, kecewa, dan lebih bisa membuat kita pusing – apalagi saat berada di tengah keramaian. Plus, di saat kita sedang sibuk akan suatu hal, maka semuanya bisa menjadi berantakan. Apa yang telah dirancang seakan semua ‘ke laut’.

memeluk anakLogikanya, ketika seorang anak melakukan kesalahan – respons yang kita anggap efektif dalam menghentikannya adalah dengan membangkitkan suara, menghukum, atau ‘mengabaikan’. Di saat kita merasa ‘panas hati’ (benar-benar marah) ketika melihat temperamennya, maka tidak sedikit pun terlintas dalam benak kita untuk memberinya sebuah pelukan. Karena kita biasanya beranggapan memberinya kasih sayang ketika ia sedang rewel akan membuatnya semakin manja atau mungkin akan membuatnya terbiasa seperti itu.

Namun tahukah Anda jika sebuah pelukan dari orang tua terhadap anak dapat menimbulkan ikatan batin dan kasih sayang yang kuat antara anak dan orang tua. Meskipun sang anak sedang melakukan kesalahan yang membuat kita sedikit kecewa. Karena pada dasarnya mereka memang belum mengerti sepenuhnya apa yang sedang mereka lakukan. Jadi sangatlah wajar untuk anak-anak melakukan kenakalan-kenakalan kecil dalam proses belajarnya.

Mendapat pelukan berarti mendapat dukungan, dan bagi yang memeluknya berarti akan menimbulkan rasa percaya diri. Kehadiran hormon endomorfin yang muncul saat berpelukan dapat mengurangi ketegangan saraf dan serta tekanan darah. Bahkan penelitian di university of Itali menunjukkan data, bahwa anak yang sering mendapat pelukan dari orang tuanya akan lebih efektif sembuh dari depresi, dan akan timbul rasa percaya dirinya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Bahkan pelukan saat inisiasi dini, sesaat bayi terlahir ke dunia, akan mentransfer sejenis mikroorganisme yang membuat daya tahan tubuh bayi akan semakin kuat.

Dan ketika pelukan dengan rasa sayang ini di teruskan hingga masa kanak-kanak dapat menjadikan pribadi anak yang tidak gampang stress (Penelitian Journal of Epidemiology and Community Health). Jangan percaya pada mitos yang mengatakan bahwa anak yang sering mendapat pelukan akan menjadi cengeng, bahkan sebaliknya, secara psikologi, anak yang sering mendapat belaian, sentuhan dan pelukan kasih sayang dari orang tuanya akan tumbuh menjadi anak yang penyayang, pertumbuhannya sehat, akan merasa nyaman dan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.

Meskipun ketegasan itu perlu di lakukan untuk membuatnya mengerti akan kesalahannya , tapi sebenarnya ada psikolog yang menganjurkan agar dalam situasi seperti itu merupakan saat terbaik untuk menawarkannya sebuah pelukan hangat. Karena itu akan mampu membuatnya merasa lebih baik. Berikut ini ada 7 alasan mengapa Anda harus memberi anak pelukan setiap saat, bahkan di saat anak sedang rewel atau melakukan kesalahan. Berikut alasannya:

1. Pelukan Meredakan Stres

Dalam situasi tegang, Anda dan anak Anda mungkin berada dalam keadaan stres. Bayangkan, dengan hanya satu merangkul stres bisa diatasi. Sementara itu, kalian berdua juga akan menemukan ruang dan waktu untuk merasa lebih tenang.

2. Pelukan Membantu Mereka Mendengar

Memeluk anak yang sedang dalam keadaan bad mood tidak dimaksudkan untuk merusak sikap mereka. Sebagai gantinya, Anda membantu mereka tenang sehingga mereka bisa mendengar kata-kata Anda dengan lebih baik.
Jadi, tidak mengherankan bila mereka sulit mengikuti petunjuk dan mendengarkan apa yang kita katakan saat mereka sedang marah. Hal ini karena pikiran mereka tidak teratur dan tidak dapat mengekspresikan perasaan mereka secara positif saat mereka stres.

3. Pelukan Menyediakan Pesan Positif

Hanya dengan pelukan, si kecil akan mendapat pesan positif tanpa banyak bicara. Terdapat sejuta makna dalam sebuah pelukan,” sambil berkata” di antaranya:

“ibu dan ayah selalu mencintaimu.”
“Kamu penting untuk ibu dan ayah”
“ibu dan ayah tahu kamu sedang belajar dan kami ingin membantumu setiap saat.”
“Kamu tidak sendiri.”
“Kami tahu kamu sulit menghadapi ini.”
“Kamu membuat kesalahan secara tidak sengaja dan tidak apa-apa.”

Penting bagi mereka untuk merasa bahwa mereka tidak ‘nakal’ atau ‘keras kepala’ saat melakukan kesalahan. Ketika kita mengubah situasi negatif ini menjadi positif, sebenarnya sama artinya dengan memberinya ruang untuk belajar banyak hal. Tanpa sidik jari dan menyalahkan, lingkungan positif ini juga berperan dalam membantu mereka lebih termotivasi untuk memperbaiki kesalahan yang telah dibuat.

4. Pelukan Akan Membuat Anak Anda Menirukan Apa Yang Anda Lakukan

Cara kita mengendalikan suatu situasi sebenarnya akan menjadi cerminan dan tindak lanjut bagi anak-anak. Dengan pelukan, anak kecil itu akan mendengarnya. Akibatnya, mereka juga akan belajar menghargai perasaan kita. Mereka ingin bangga pada kita dan ingin menjadi anak yang baik. Jika kita terbiasa untuk marah dan terlihat menyeramkan saat ia melakukan kesalahan, mereka juga akan cenderung ‘melawan’ kita. Saat kita mencari kesalahan mereka, bukan tidak mungkin mereka melakukan hal yang sama.

5. Pelukan Membuat Anak Tambah Pintar

pelukan sayang anakManfaat memeluk anak bukan hanya sekadar menunjukkan kasih sayang. Nyatanya dengan memeluk, hal tersebut bisa berdampak pada perkembangan otak mereka. Penelitian mengungkapkan, kalau orang tua yang menunjukkan rasa cintanya lewat pelukan dapat memberikan kesan lingkungan yang aman dan kasih sayang juga untuk anak. Selain itu, otak mereka akan lebih berkembang jika dibandingkan dengan anak yang jarang dipeluk. Meskipun hal ini bukan berarti bisa meningkatkan IQ mereka, pelukan orang tua bisa memaksimalkan cara kerja dan perilaku mereka. Memeluk anak secara rutin, akan berdampak baik untuk masa depan, lingkungan dan perilaku mereka dewasa nanti.

6. Pelukan Dapat Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh Anak

Seperti diketahui, kondisi stres dapat memicu produksi hormon kortisol pada tubuh. Dan sayangnya, sistem saraf otonom pada anak belum cukup berkembang untuk mengatur emosi-emosi pada skala besar. Kalau dibiarkan terlalu lama, hal tersebut akan membunuh sel-sel otak tertentu, yaitu area hippocampus. Maka dari itu, berpelukan punya kegunaan sendiri untuk kesehatan anak, yang bermanfaat membawa sistem saraf mereka ke keadaan seimbang. Lalu dengan terjadinya pelukan, hormon oksitosin yang dilepaskan ke dalam aliran darah juga akan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh buah hati tercinta.

7. Pelukan Membantu Otak Mereka Tumbuh

Terakhir, tidak mungkin menyamakan seorang anak dengan orang dewasa karena orang dewasa mampu membedakan antara hal-hal yang baik dan buruk. Untuk anak kecil, lobus prefrontalnya berkembang. Bagian otak ini bekerja untuk merencanakan dan membuat keputusan. Studi juga menunjukkan bahwa otak bayi tumbuh lebih cepat saat mereka sering dipeluk setiap hari. Jika anak dimarahi atau didorong, mereka akan berada dalam keadaan stres atau emosional. Ini akan membuat otak mereka bekerja secara rasional. Tanpa memberi anak kesempatan untuk tenang, kita mungkin menjadi penyebab anak menjadi lebih ‘rewel”‘ dan terus marah tanpa alasan apapun.

Pelukan Bukan Untuk Memanjakan Anak

Nah, mungkin Anda sudah menyadari bahwa ada banyak alasan mengapa Anda harus memberi pelukan terhadap anak-anak Anda, meski di saat mereka mengamuk atau membuat kesalahan. Mungkin ini menjadi formula ajaib bagi anak Anda untuk membuat mereka merasa lebih tenang tanpa harus mengeluarkan kata-kata yang keras!

Tahukah Anda jika pelukan seorang ayah itu mempunyai manfaat yang berbeda dengan pelukan sang ibu. Seperti yang dituliskan oleh psikolog Melly Puspita Sari dalam bukunya “The Miracle of Hug”, di situ ia menjelaskan bahwa pelukan seorang Ayah dapat menjadi media untuk mentransfer kemandirian dan keberanian. Anak yang sering mendapat pelukan ayah cenderung menjadi anak mandiri, tidak penakut, dan lebih kuat dalam berinteraksi dalam kehidupan sosialnya.

Tak heran jika banyak anak perempuan yang dekat dengan Ayahnya akan tumbuh sebagai pribadi yang tangguh. Jadi tidak heran pula jika banyak para gadis kemudian berusaha mencari dan menikahi laki-laki pujaannya kelak yang memiliki sifat dan sikap seperti ayahnya.

Sedangkan pelukan dari ibu akan mentransfer sifat penuh kasih atau empati pada anak. Ibu itu figur afeksi, yang ketika anak sakit, ia akan memeluk anak maupun mengambilkan obat untuk anak. Anak yang sering mendapat pelukan ibu akan menjadi pribadi yang mudah memberikan kasih sayang atau rasa simpati kepada orang lain.

Pelukan dari ke-dua orang tua sangatlah penting adanya bagi anak-anak. Jadi sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang tua untuk memberinya kasih sayang serta pelukan hangat untuk setiap langkahnya. Bahkan menurut Edward R.Christopherson.Ph.D, psikolog klinis dari Children’s Mercy Hospital and Clinics di Kansas City, AS, menyatakan pelukan itu lebih efektif dari pujian atau ucapan sayang karena membuat anak merasa dicintai dan dihargai, bukan karena mereka telah melakukan sesuatu tapi karena dirinya apa adanya.

Sebagai Catatan:
Untuk para orang tua luangkanlah sedikit waktumu untuk memeluk anak-anakmu walau sesibuk apapun Anda. Hanya satu detik waktu yang Anda butuhkan untuk memeluk, namun manfaatnya akan dirasakannya seumur hidupnya. Semoga Bermanfaat…

Leave a Reply