7 Cara Efektif Mengatasi Anak-anak yang Sulit Dinasihati

Di saat kita menyaksikan anak-anak kita yang aktif, itu akan menjadi sebuah pemandangan yang indah bagi setiap orang tuanya. Karena orang tua mana yang tidak akan merasakan bahagia ketika melihat anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang sehat dan juga aktif. Namun, ketika dalam proses keaktifannya anak-anak terkesan menjadi nakal atau susah di tegur, maka itu akan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi kita para orang tua.

Apakah anak Anda termasuk anak yang nakal, bandel dan susah ditegur? Ketika anak Anda menjadi rewel, nakal dan susah ditegur sebaiknya jangan hadapi dia dengan keras, emosional, dan penuh amarah. Sebab cara itu tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada, justru anak akan semakin rewel dan nakal. Jika itu sudah terjadi, maka Anda pun akan semakin sulit untuk mengurusinya.

anak marahAnak-anak akan merasa lebih nyaman di dunia mereka sendiri. Mungkin karena itu, Kita tidak dapat mendisiplinkan mereka sebagai orang dewasa, karena mereka masih tidak mengerti banyak hal. Tetapi sebagai orang tua, kita harus mengakui bahwa anak itu salah.

Pertanyaannya adalah bagaimana anak-anak dapat mengatakan bahwa teguran mencapai hati mereka? Tidak hanya di telinga kanan, tapi juga telinga kirinya. Karena kerap kali anak-anak akan segera melupakan apa yang kita katakan, alias masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Kadang-kadang sebagai orang tua kita menjadi lepas kendali di buatnya, hingga membuat kita mengeluarkan kata-kata keras di depannya, bukan membuat anak menjadi mengerti tetapi malah membuatnya semakin marah dan akhirnya menangis. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kita ingat dan praktikkan untuk memberi teguran yang lebih positif dan efektif kepada anak.

1. Katakan Ya

Meskipun anak kita laki-laki, tetapi Anda harus tahu bahwa mereka juga sensitif. Mereka bahkan memahami rasa malu atau sedih ketika kita menegur mereka di depan orang lain bahkan saudara mereka sendiri. Jadi selamatkanlah wajah mereka dari rasa malu dan biarkan mereka berbicara perlahan serta cobalah mencari tempat tersembunyi untuk berbicara dengan mereka secara pribadi.

Jika Anda pernah menonton film korea lama yang berjudul “Kembalinya Superman” maka, Anda akan melihat cara inilah yang Song Il Gook lakukan ketika perkelahian kembar. Dia akan membawa anaknya ke ruangan yang terpisah dan menasihati anak itu satu per satu.

2. Tanya dan Dengar

Sebagian besar waktu ketika kita menegur anak-anak, kita terlalu marah dan ingin anak-anak kita mendengar kita. Kita malu dengan orang-orang di sekitar Kita. Kita ingin cepat mempersiapkan pekerjaan Kita. Ini semua tentang kita dan bukan anak kita. Kita lupa menanyakan pendapat mereka. Kita lupa mendengar alasan mereka. Kita lupa bahwa mereka mungkin mengatakan sesuatu kepada Kita. Dengan memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dalam dua cara, anak-anak akan merasa lebih dihargai. Secara tidak langsung, mereka akan lebih mudah dimengerti dan akan mencoba memahami pola asuh kita orang tuanya.

3. Fokus pada Kesalahan yang Ia Buat, Jangan Malah Menghabiskan Waktu untuk Mengingat Semua Kesalahannya

Orang-orang berkata, ketika wanita bertarung dengan suami mereka, semua buku sejarah keluar tentang kejadian pahit. Seolah-olah kita sedang menekan anak-anak, ada kecenderungan untuk mengingat semua kesalahan yang pernah dilakukan anak, semakin banyak kesalahan yang sama.

Dalam hal ini, kita harus mencoba mengisolasi ingatan dengan emosi sehingga apa yang kita katakan dapat memberikan solusi kepada anak. Ketika sampai pada emosi, bebelan pasti tidak pernah habis. Misalnya, jika anak memanjat di rumah orang lain, kita tidak perlu mengingatkannya bahwa dia pernah merusak pot, menuangkan air, dan sebagainya. Jika ada begitu banyak informasi pada satu waktu, mungkin anak itu keliru, sulit dimengerti, dan akhirnya malas untuk mendengar. Cukup fokus untuk menyuruhnya memanjat bisa menyebabkan luka atau kerusakan barang-barang orang lain.

4. Kontak Mata

“Dari tetes mata ke hati”, kata lelaki tua itu tidak biasa. Kita tahu bahwa setiap mata memiliki seribu makna. Itulah mengapa kontak mata penting untuk kita lakukan ketika menegur anak-anak atau berkomunikasi dengan mereka. Jangan marah dengan anak-anak sambil melihat laptop, atau sambil nonton TV. Mungkin kita merasa dengan berteriak, kita berharap bahwa anak akan mendengar dan merespon apa yang kita katakan. Tetapi bukankah kita juga akan merasa malas untuk bergerak dan menjawab jika seseorang memanggil kita dari jauh?

Tahukah Anda, menerapkan ‘kontak mata’ ini juga merupakan teknik mendidik keluarga kerajaan. Cobalah untuk melihat Pangeran William dan Kate Middleton berbicara dengan anak mereka, mereka akan selalu menekuk tubuh mereka sehingga mata mereka bertentangan dengan mata anak itu. Psikolog bahkan mengatakan, ini adalah posisi terbaik dan efektif jika anak-anak kita memperhatikan kita!

5. Opsi Penawaran

Saat menegur anak-anak, mereka mudah ‘frustrasi’ ketika kita tidak setuju dengan mereka. Dalam pikiran mereka, ada banyak pembatasan yang Kita ingin mereka ikuti. Jadi, apa yang bisa kita lakukan adalah menawarkan opsi untuk memperbaiki masalah atau kesalahan. Misalnya, jika seorang anak tidak ingin melakukan pekerjaan sekolah, beri mereka pilihan untuk memilih waktu yang tepat – misalnya antara jam 3 sore atau 5 sore. Jangan terlambat. Mulai dengan hanya 2 pilihan sekaligus dan pastikan pilihannya ‘aman’.

6. Percaya pada Keputusan Anak

Ketika kita memberi pilihan pada seorang anak, biarkan mereka tetap pada keputusan itu. Kita sebagai orang tua perlu diyakinkan dan percaya pada integritas. Meskipun mereka mungkin menghadapi beberapa masalah, beri mereka ruang. Jika diminta, maka berikan bantuan. Tapi, tetap ikuti keadaan mereka. Tindakan kecil ini dapat mendidik mereka untuk menjadi lebih mandiri.

7. Pelukan & Pujian

Akhiri setiap insiden dengan pujian dan pelukan. Ini akan memberi pesan positif terhadap setiap teguran yang Anda berikan sebelumnya. Itu juga akan lebih tulus. Pelukan akan mengingatkan mereka bahwa mereka masih dicintai meski ada kesalahan. Pujilah mereka jika mereka mencoba memperbaiki kesalahan itu. Setidaknya mereka akan dihargai dan termotivasi untuk menjadi lebih baik.

Anak-anak Harus Selalu Diingatkan

Menurut Jacob dan Paul, selama ini orang tua lebih memperhatikan sikap buruk anak ketimbang perilaku baiknya. Seorang konsultan pendidikan Glenn Latham, Ed.D menemukan dalam risetnya orang dewasa cuek pada 90% sikap baik anak-anak. Mereka justru lebih memperhatikan anak-anak saat mereka bertingkah laku tidak baik. Kita mungkin tidak menyadarinya, tetapi setiap teguran atau reaksi yang Kita miliki tentang kesalahan anak akan memiliki dampak besar pada kehidupan mereka.

Kenyataannya, itu mungkin mengharukan bagi anak-anak dalam menentukan apa yang harus mereka ambil. Jadi, jangan pernah lelah untuk mengingatkan anak setiap hari. Meskipun sedikit susah, percayalah itu akan memainkan peran penting dalam membentuk kepribadiannya sendiri nanti.

Leave a Reply