Tips Keluarga Harmonis dengan Saling Berbagi Peran

Oh Mama, jangan pernah merasa bersalah untuk meminta suami membantu pekerjaan rumah tangga. “Mungkin sudah menjadi kodrat kita sebagai seorang wanita lebih tepatnya lagi sebagai seorang istri untuk melakukan semua pekerjaan rumah. Walaupun sedikit melelahkan tapi itu sudah menjadi tugas kita.

Lagi pula tidak enak rasanya untuk meminta bantuan pada suami, saya tidak ingin merepotkan suami saya. Dia sudah sibuk dengan pekerjaannya. Takutnya dia stres”. Itulah ujar dari beberapa para istri.

keluarga harmonis
Meskipun kita telah melangkah ke dunia modern, namun pekerjaan rumah masih dipandang sebagai tanggung jawab utama seorang istri – entah itu istri atau ibu rumah tangga – seperti yang dilaporkan oleh banyak penelitian.

Mungkin karena perasaan wanita merasa bersalah ketika harus meminta suaminya melakukan ini, sang istri tetap setia melakukan semua pekerjaan rumah sampai dia mengorbankan seluruh waktu dan energinya. Terkadang saat kita disuruh, tanpa berpikir panjang kita pun pasti akan melakukannya. Inilah dilema kebanyakan wanita yang harus dimiliki.

Pentingnya Kesetaraan antara Suami dan Istri Agar Rumah Tangga Tetap Harmonis

Suami dan istri harus saling memberikan yang terbaik. Karena itu akan menjadi pondasi yang sangat kokoh dalam membangun sebuah kehidupan rumah tangga. dibutuhkan kerja sama yang baik antara suami maupun istri. Kemampuan untuk saling memahami satu sama lain dan kesadaran untuk memiliki peranan setara adalah kunci keluarga harmonis.

Mengenai pembagian peran yang sebaiknya dilakukan, Psikolog anak dan keluarga, Roslina Verauli, menyatakan bahwa setiap keluarga memiliki pemahaman yang berbeda-beda. Setiap keluarga pasti memiliki nilai (value) tersendiri, profil, keadaan ekonomi, jumlah anak, kondisi sosial ekonomi dan sebagainya. Di setiap rumah tangga, aspek-aspek seperti itu tentu akan berbeda-beda dan tidak bisa disamakan.

Hal utama yang harus dilakukan oleh masing-masing pasangan adalah komunikasi. “Hendaknya aspek-aspek dalam kehidupan rumah tangga tadi mampu diperhatikan, ditelaah dan khususnya bisa dibicarakan dengan seksama,” keduanya juga harus tanggap dan bersedia untuk menggantikan peran pasangannya saat ada suatu kendala tertentu.

Misalnya, seorang suami memang identik sebagai kepala rumah tangga dan pencari nafkah. Namun, dalam kondisi tertentu jika nyatanya penghasilan dari suami saja tidak cukup untuk membiayai kebutuhan keluarga. Maka, tak masalah jika istri juga ikut bekerja. Itu merupakan bentuk kesediaan istri untuk berbagi peran dengan suami demi kelangsungan hidup rumah tangga mereka.

Sebenarnya, tidak ada yang salah jika istri juga harus bekerja. Asalkan, ia menjalaninya dengan ikhlas dan tidak menganggap itu sebagai suatu beban atau masalah tersendiri dalam keluarganya. Begitu pun sebaliknya, ketika seorang istri merasa membutuhkan bantuan dalam mengurus rumah tangga maka tidak ada salahnya juga jika suami membantu istri serta mengambil alih tugasnya.

Dengan membantu istri mengerjakan pekerjaan rumah bukan berarti bahwa “suami takut istri”. Tapi lebih tepatnya berganti peran. Sebenarnya, Anda tidak harus berdebat untuk membagi tugas dan meminta bantuan suami untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

suami cuci piring

1. Suami Mencoba Lebih Peka
Kenyataan pertama bahwa suami perlu mencerna adalah jumlah pekerjaan rumah dan dia tidak akan pernah menyelesaikannya. Karena itu akan terulang dan terulang lagi. Tidak ada istilah ‘cuti’ untuk istri, terutama ibu. Sebenarnya, jika Anda perhatikan, sebagian besar pekerjaan rumah ini tampaknya tidak terlihat – misalnya membersihkan rumah, memasak, mencuci, dan mengirim anak ke sekolah. Mungkin hal itu di anggap biasa dan tak terlihat, tapi kalau kita tidak melakukannya, maka semua orang di rumah akan merasakan perbedaannya.

2. Suami Belajar Lebih Memahami
Bila suami belajar untuk mengurus anak dan bekerja, mungkin beberapa di antaranya akan dapat lebih memahami kesulitan sang istri. Jika tidak, serta selalu berpatokan pada pemikiran kuno dan berpikir bahwa istri seharusnya melakukan semua pekerjaan rumah. Maka akan terasa sangat menyedihkan hati seorang istri. Apa lagi seorang istri yang hanya merupakan ibu rumah tangga (yang tidak punya penghasilan) Ia akan merasa jika dirinya itu tidak dihargai dan merasa ” pijakannya yang selalu goyah” karena mengharapkan penghidupan dari suaminya.

3. Memperkuat Rumah Tangga
Dalam temuan penelitian baru-baru ini, penelitian telah menemukan bahwa keterlibatan suami dalam pekerjaan rumah dan perawatan anak mampu memperkuat rumah tangga. Hal ini juga terbukti bisa membantu mengurangi kasus perceraian selain menjadi pilar stabilitas emosional kedua pasangan.

4. Suami Merupakan Contoh Bagi Anak
Seorang pemimpin keluarga yang baik pasti tidak akan memanfaatkan anggota atau anggotanya. Mereka mempercayai tanggung jawab yang paling penting dalam rumah tangga. Mereka memastikan bahwa semua anggota merasa bahagia, aman, dan aman. Mereka dengan bijak mendelegasikan tugas, menyumbang, dan tidak hanya memimpin,

Tapi ketika harus mengatur diri sendiri, sangat menyenangkan mengharapkan seorang istri, bagaimana anak tersebut ingin meniru kepemimpinan mereka? Peran seorang ayah yang baik, akan bisa menjadi contoh buat anak-anak.

5. Anak Akan Mengikuti Orang Tuanya
Perlu para pasangan ingat bahwa anak-anak tidak mengerti apa-apa, bahkan saat usia mereka sudah beranjak remaja. Percayalah, mereka akan lebih mudah mengikuti apa yang orang tuanya lakukan dalam kesehariannya dibandingkan dengan selalu menuntutnya untuk bersikap baik setiap hari.

Melihat kerja sama antara ibu dan ayah mereka, anak pasti akan tumbuh dengan toleransi, kemandirian, dan empati yang tinggi. Itu akan membuatnya sukses dalam kehidupan.

Menghargai usaha Suami

Tidak ada keraguan bahwa ada banyak suami yang mampu membuat istrinya merasa bahagia, aman, nyaman, dan juga mampu membuat istrinya merasa tenang. Keberuntungan memiliki suami yang baik serta bijaksana hanya di miliki oleh para perempuan yang baik juga kan?

Ada juga beberapa suami yang ingin membantu tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Bantu mereka untuk Pahami dan Bicarakan dengan baik. Ketika suami membantu, yang terbaik adalah mengevaluasi usaha mereka. Meski inisialnya tidak sempurna , itu juga bukti cinta mereka untukmu!

Semoga saja ini akan bermanfaat dan senantiasa mampu memotivasi keluarga Anda agar selalu harmonis dan bahagia.

Penulis: Ari Wulandari
(Ibu rumah tangga yang hobi menulis)

Leave a Reply