10 Manfaat Memberi Asi untuk Bayi Saat Malam Hari, Latihan Ya!


Tidak diragukan lagi, minggu-minggu pertama kelahiran bayi memang terasa sedikit melelahkan. Salah satu dugaan terbesar adalah mengatasi defisit tidur malam. Mengingat tidur merupakan suatu kebutuhan untuk tubuh kita. Namun ketika kita memiliki sang buah hati kurang tidur akan menjadi salah satu keluhan yang umum dialami oleh para orangtua untuk merawat bayinya yang baru lahir.

Mengganti popok, menyusui, sudah pasti akan membuat Anda sulit untuk memejamkan mata seperti dulu (sebelum bayi lahir) apa lagi jika si kecil akan terbangun lebih dari empat sampai lima kali untuk menyusu. Tentu Anda akan mulai merasakan lelah.


Menyusui di malam hari memanglah melelahkan. Namun perlu para ibu ingat bahwa menyusui pada malam hari sangatlah penting serta sangat bermanfaat bagi perkembangannya, dan juga memiliki dampak kesehatan jangka panjang untuk Anda maupun bayi.

Memahami pentingnya menyusui di malam hari untuk bayi dan persediaan ASI Anda akan membantu Anda lebih baik dalam menghadapi masalah kurang tidur ini. Berikut adalah beberapa manfaat pentingnya memberi Asi di malam hari.

1. Perut Bayi Tidak Mengandung Kuantitas Susu Besar
Karena perut bayi kecil, dengan kapasitas sekitar 20ml , mereka tidak mampu untuk minum banyak susu pada satu waktu. Selanjutnya ASI segera dicerna, sekitar 1 jam setelah menyusui. Karena itu, bayi perlu diberi makan secara teratur untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

2. Membantu Tubuh Menghasilkan Susu Secara Konsisten
Menyusui sering di hari-hari awal ini membantu ibu merangsang produksi susu sesuai dengan kebutuhan bayi. Jika payudara terlalu kenyang dan bayi tidak terdorong sepanjang malam, maka akan membuat si ibu berisiko membengkak pada susu.

3. Ini mencakup 20% dari jumlah susu yang dikonsumsi dalam waktu 24 jam
Pemberian makan malam menyumbang hampir 20% dari jumlah susu yang dikonsumsi oleh bayi dalam sehari. Banyak juga, kan? Makanya memberi makan pada malam hari sangat penting dalam memberikan nutrisi sekaligus memastikan pertumbuhan bayi yang optimal.

4. Dia Membantu Mengajar Bayi untuk Mengetahui Siang dan Malam
Menurut penelitian, setelah usia 2 bulan bayi akan mulai menerima efek hormonal dari ibu. Susu ibu secara alami mengandung tryptophan, sejenis asam amino yang menghasilkan melatonin. Melatonin ini membantu bayi tertidur dan juga mampu mengelola waktu tidur mereka setiap hari.

Kandungan Tryptophan pada ASI dipengaruhi oleh siklus tidur si ibu. Dengan mengoptimalkan menyusui saat di malam hari, secara tidak langsung, bayi dapat belajar mengatur waktu tidur mereka dan mengenal siang dan malam hari.

5. Kaya akan Tryptophan
Seperti yang sudah disebutkan di atas jika ASI di malam hari lebih banyak mengandung asam amino esensial yang bernama tryptophan. Dan ini sangatlah dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan si buah hati. Tryptophan juga bertugas untuk membantu produksi hormon serotonin yang mampu memberikan rasa nyaman, stabilitas emosi, dan kualitas tidur yang baik. Anak yang cukup triptofan akan terhindar dari bad mood, depresi, dan dapat tumbuh lebih optimal.

6. Membantu Mencegah Kehamilan Lebih Efektif
Seperti yang kita ketahui, menyusui adalah salah satu cara alami untuk tubuh kita bereaksi untuk mencegah kehamilan. Pada sebagian besar penelitian berpendapat kalau kadar prolaktin dan menyusui di malam hari menjadi dua faktor yang dapat menekan kembalinya menstruasi pada ibu menyusui.

Jika bayi Anda di bawah 6 bulan, menstruasi Anda belum kembali, dan bayi Anda masih belum mengonsumsi apa pun selain ASI, Anda dapat menggunakan metode KB alami sebagai kontrol kelahiran. Namun, jika Anda dikategorikan dalam kategori berisiko atau mudah hamil, maka pastikanlah untuk menggunakan alat kontrasepsi yang tersedia di klinik!

7. Mengimbangi Lonjakan Pertumbuhan
Lonjakan pertumbuhan terjadi pada bayi berusia 2 minggu, 2, 4 dan 6 bulan. Pada fase ini, bayi cenderung merasa selalu lapar, sehingga ia akan minta disusui lebih sering, yaitu setiap 30-60 menit dengan durasi yang lebih lama. Untuk menunjang kebutuhan lonjakan pertumbuhan ini, ibu harus siap sedia memberikan ASI, termasuk di saat malam hari.


8. Menidurkan bayi
Menyusui merupakan cara alami untuk membuat si kecil tertidur. Faktanya, bayi biasanya akan tertidur pulas setelah kenyang menyusu. Sebaliknya, jika bayi kurang mendapatkan ASI di malam hari, maka bayi akan menjadi gelisah dan cranky. Jadi, dengan mencukupi si kecil asi saat malam hari akan membuatnya lebih anteng.

9. Melancarkan produksi ASI
Menyusui di malam hari akan membuat hormon prolaktin lebih aktif. Hormon ini berfungsi untuk merangsang produksi ASI. Kebanyakan ibu menyusui gagal dalam memberikan ASI eksklusif karena produksi ASI menurun. Dengan menyusui pada malam hari, ibu tidak perlu khawatir akan kekurangan stok ASI

10. Mengurangi Resiko SIDS
Yang terakhir namun tidak kalah pentingnya, dan mungkin yang paling penting adalah, jika Anda memberi asi yang cukup saat malam hari maka akan dapat mengurangi risiko kematian mendadak yang dikenal sebagai Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS). Salah satu alasan penting menyusui di malam hari, adalah untuk mengurangi risiko terkena sindrom kematian mendadak. Analisis dari 18 penelitian menunjukkan, risiko kematian bayi mendadak dapat berkurang secara signifikan bagi ibu yang menyusui secara eksklusif dan dengan durasi lama.

Pemberian asi yang optimal saat malam diyakini bisa merangsang mekanisme biologis bayi, dimana bayi yang sedang menyusui lebih sering terbangun untuk menyusui. Data National Health and Medical Research Council Australia menunjukkan bahwa tidak ada yang menyusui pada malam hari dapat meningkatkan risiko SIDS pada bayi sebesar 56%.

Nah, sudahkah para ibu menyadari akan manfaat menyusui pada saat malam hari? Mungkin dengan mengetahui manfaat penting tentang memberi asi saat malam hari akan membuat rasa lelah Anda terbayarkan. Bagaimana tidak, dengan mengoptimalkan untuk memberikan asi pada saat malam hari akan membuat buah hati kita tumbuh dengan sehat. Bukankah itu yang menjadi impian untuk para ibu?

Menyusui disaat malam hari memang menjadi tantangan tersendiri untuk para ibu. Karena akan sedikit melelahkan dan itu tidak mudah untuk di lakukan. Meski kebanyakan ibu ingin menyusui, namun ada juga beberapa ibu yang ingin bebas dari tanggung jawab ini dengan membiarkan orang lain memberikan botol susu ke bayi di malam hari karena merasa perlu tidur lebih banyak. Itu memang tidaklah salah, tapi para ibu juga perlu mengetahui beberapa alasan kenapa tidak di sarankan memberikan botol susu untuk bayi di malam hari? Berikut alasannya:

Susu formula sulit dicerna bayi
Tidak karena susu formula mengandung lebih sedikit nutrisi dibanding ASI, tapi juga butuh waktu dua kali lebih lama untuk dicerna. Ini sepertinya bagus untuk bayi yang akan tidur lebih lama ketika minum susu formula. Tapi sebenarnya, tubuh bayi harus bekerja lebih keras untuk mencerna unsur asing. Ini yang jadi alasan kenapa bayi kurang sering menyusu ketika diberikan susu formula.

Persediaan ASI bisa menurun
Menyusui di malam hari membantu mendukung dan menjaga persediaan ASI ibu. Tanpa menyusui di malam hari, beberapa ibu tidak bisa memproduksi ASI yang cukup untuk terus menyusui secara eksklusif. Setelah makanan tambahan diperkenalkan, persediaan ASI ibu terus menurun.

Memberikan susu formula ke bayi lebih sulit dibanding menyusui
Banyak hal yang perlu dihindari saat membuat susu formula. Susu formula di dalam botol harus tercampur dengan baik, dan botol harus dibersihkan dan disterilkan setelah digunakan. Susu formula yang tidak habis diminum juga harus dibuang. Akan lebih mudah bila Anda berbaring dan bayi menyusu langsung di payudara. Anda bisa tidur dan bayi bisa menyusu. Bukankah akan terasa lebih mudah ketika memberi Asi?

Ibu yang eksklusif menyusui mendapat tidur lebih banyak
Ibu menyusui bisa membantu bayi melakukan pelekatan sambil berbaring, lalu menikmati semburan oksitosin untuk membantu ibu dan bayi rileks dan tertidur. Sebaliknya, ibu yang tidak menyusui masih harus terbangun dan kadang merasa cemas dengan bayinya.

Pada sebuah penelitian, ibu yang eksklusif menyusui mendapat rata-rata 20 menit tidur lebih lama setiap malamnya. Ibu yang tidak menyusui tidak hanya mengalami tidur yang terganggu tapi juga tingkat depresi yang lebih tinggi. Pemberian botol susu di malam hari tidak berarti tidur yang lebih baik. Sebaliknya, menyusui tidak hanya berarti tidur lebih lama tapi juga kualitas tidur yang lebih baik.

Pemberian botol susu membuat bayi terlalu kenyang
Bayi jadi mudah sekali kekenyangan ketika menggunakan botol susu karena menghisap dot kurang membutuhkan tenaga dibanding dengan menghisap payudara. Dengan hanya memiringkan posisi botol dan susu akan mengalir. Ini bisa memicu obesitas serta penurunan persediaan ASI ibu.

Itulah beberapa alasan agar Anda tidak memberikan botol susu pada bayi di malam hari. Tapi bukan berarti susu botol (susu formula) itu tidak baik untuk bayi, Namun alangkah baiknya jika para ibu dapat memberikan Asi eksklusif karena itu adalah yang terbaik.

Agar terasa lebih mudah untuk di lakukan akan kami berikan beberapa tips tentang menyusui bayi di malam hari dan Bunda tetap bisa tidur. Para ibu bisa beristirahat sekaligus memenuhi kebutuhan bayinya. Seperti kata pepatah “Menyelam Sambil Minum Air”

Tips menyusui bayi di malam hari agar Bunda tetap bisa tidur

Mau tau, yuk kita simak:

Minta bantuan untuk mengganti popok
Anda adalah seorang ibu yang tugasnya menyusui si kecil. Tapi suami bisa bertanggung jawab mengganti popok, menyiapkan kebutuhan Anda seperti mengambil segelas minum, atau mengangkat bayi dari tempat tidurnya dan membawanya ke sisi Anda. Dengan bekerja sama serta mendapat bantuan dari sang suami akan membuat Anda bisa beristirahat dengan cukup dan merasa nyaman di tempat tidur sepanjang malam tanpa harus terbangun.

Lakukan co-sleeping
Di seluruh dunia di sepanjang sejarah, ibu dan bayi selalu tidur bersama. Mungkin Hanya di dunia modern saat ini ibu menyusui dan bayi yang tidur berdampingan menimbulkan masalah. Hingga ¾ ibu menyusui tidur bersama bayi di malam hari. Pencegahan bahaya dari berbagi tempat tidur memang diperlukan. Tapi ketika praktik tidur bersama bayi dilakukan dengan aman, ini membuat ibu mendapat lebih banyak tidur dan bayi jadi menyusu lebih sering.

Bayi berada di kamar yang sama dan Anda menyusui sambil berbaring
Cobalah untuk tidur bersama. co-sleeping dengan bayi berada di kamar yang sama akan membuat Anda lebih mudah mengetahui kalau ia terbangun. Anda hanya cukup menyiapkan area aman di tempat tidur untuk menyusui, permukaan yang keras, dan tidak ada hewan peliharaan atau anak yang lebih besar. Ini akan membuat Anda bisa beristirahat sambil menyusui sebelum mengembalikan bayi ke tempat tidurnya.

Lebih mudah bersih-bersih
Apakah ASI merembes atau bayi gumoh? Handuk di bawah tempat tidur atau di dekat Anda bisa membantu Anda tetap kering dan nyaman. Lipat beberapa handuk di dekat tempat tidur agar Anda bisa mudah mengambilnya ketika dibutuhkan.

Kenakan pakaian dengan bukaan depan
Baju dengan bukaan depan akan memudahkan Anda untuk menyusui. Dan juga memudahkan bayi untuk mengakses payudara dibanding bila Anda harus menarik atau menurunkan baju, sekaligus tetap membuat Anda hangat di cuaca dingin. Beberapa ibu suka mengenakan bra menyusui di malam hari, tapi hati-hati, ini bisa meningkatkan risiko kelenjar ASI tersumbat atau mastitis. Jadi akan lebih baik jika Anda hanya mengenakan baju.

Matikan lampu atau pilih lampu yang lebih redup
Ketika bayi terbangun untuk menyusu, jaga ruangan agar tetap gelap (bercahaya redup) dan tenang, untuk membuatnya kembali tidur. Bila Anda perlu melihat apakah sudah melakukan pelekatan dengan benar, senter bisa jadi pilihan lebih baik dibanding menyalakan lampu ruangan.

Tidak perlu melihat jam
Agar Anda tidak melihatnya coba balik posisi jam menghadap dinding agar Anda tidak bisa melihat waktu. Kadang Anda merasa depresi ketika mengetahui hanya tidur dua jam sejak terakhir bayi terbangun.

Tidur ketika bayi tidur di siang hari
Ketika memungkinkan, coba tidur di siang hari ketika bayi tidur. Ini memang terasa sulit bila ada anak yang lebih besar. Tapi ketika rumah dalam kondisi tenang dan bayi tidur, coba istirahat, daripada berinternet atau chat dengan teman.

Cari posisi yang nyaman

  • Pelajari cara menyusui sambil berbaring. Bila tidak bisa tidur, setidaknya Anda bisa beristirahat di posisi tubuh horizontal.
  • Coba berbaring miring dengan satu atau dua bantal menopang kepala.
  • Letakkan satu bantal di antara lutut untuk membantu Anda merasa nyaman. Posisikan bayi berbaring miring agar hidungnya sejajar puting Anda. Anda mungkin membutuhkan bantal di bawah bayi agar sejajar dengan puting.
  • Dengan satu tangan, bawa bayi mendekat ke Anda dan dagunya menyentuh payudara dan kepala bayi sedikit ke belakang. Anda bisa sentuh bibir atas bayi dengan puting bila ia tidak melakukan pelekatan dengan benar.
  • Untuk berganti posisi, Anda bisa memegang bayi di dada dan berguling atau Anda bisa biarkan bayi di posisinya dan atur posisi Anda agar tubuh sedikit berguling ke bayi dan ia bisa menyusu dengan payudara di atas.
  • Anda bisa juga coba posisi menyusui laid back dimana tubuh Anda di posisi sedikit miring di tempat tidur, ditopang oleh beberapa bantal, perut bayi berada di dada dan perut Anda. Bayi akan mencari puting dan melakukan pelekatan atau Anda bisa membantunya melakukan pelekatan.

Jika Anda telah mencoba semua tips di atas, namun tetap masih merasa kurang tidur, Anda hanya cukup mengingat saja,” kalau bayi Anda akan tumbuh besar dengan cepat”. Suatu hari nanti Anda akan mengingat-ingat masa-masa ini dan berharap bisa menimang bayi Anda lagi di malam hari.

Kapan Para Ibu Akan Tidur Normal Setelah Ini?

Sebagian besar bayi akan belajar tidur sendiri seiring bertambahnya usia mereka, terutama jika Anda melatih mereka untuk melakukannya. Dalam sebuah studi oleh University of Canterbury New Zealand, menyatakan:

  • Setelah 3 bulan, lebih dari 50% bayi bisa tidur 5 jam tanpa terjaga di malam hari.
  • Setelah usia 5 bulan, lebih dari 60% bayi bisa tidur 8 jam tanpa terbangun di malam hari.
  • Setelah usia 12 bulan, lebih dari 70% bayi bisa tidur 8 jam tanpa terbangun di malam hari.

Mungkin masih ada pertanyaan, “Kenapa bayi saya selalu terjaga dan tidak tidur seperti bayi lain?” Jawabannya adalah setiap bayi itu unik. Memang, banyak wanita mengaku tidak pernah bisa tidur 8 jam sehari setelah kehadiran si buah hati. Perlu Anda ketahui ada banyak hal yang dapat mempengaruhi waktu tidur bayi seperti faktor kesehatan, tempat tidur, rutinitas sehari-hari, atau lingkungan.

Selama bayi Anda memiliki berat badan yang sehat, Anda tidak perlu khawatir. Berikan bayi Asi di malam hari agar sesuai dengan kebutuhan mereka. Walaupun melelahkan, tapi akan ada banyak manfaat bagi si bayi. Sebenarnya, suatu hari nanti Anda pasti akan melewatkan saat-saat indah ini! Semoga bermanfaat…


Tinggalkan komentar