Makan Masakan Pedas Saat Menyusui? Boleh Nggak Sih?

“Apa benar jika sedang menyusui, tidak bisa makan makanan pedas?” Inilah salah satu dilema yang dialami ibu baik saat hamil atau saat menyusui. Banyak tips mengatakan bahwa ibu yang sedang menyusui sebaiknya menghindari makan makanan yang intens agar tidak mempengaruhi nafsu makan bayi.

Tidak hanya itu, mitos juga berkembang di masyarakat bahwa mengkonsumsi makanan pedas selama kehamilan dan menyusui akan mengakibatkan beberapa gangguan pada janin, begitu juga pada bayi yang mendapatkan asi eksklusif.


Makanan pedas diduga akan mempengaruhi kualitas asi sehingga akan membuat bayi mengalami gangguan pencernaan terutama diare. Apakah itu benar adanya? Ahli laktasi menyarankan pada ibu yang sedang menyusui untuk tidak khawatir, dikarenakan cita rasa asi tidak sama 100% dengan makanan yang Anda konsumsi sehingga rasanya akan terasa samar atau hambar dan hanya bertahan selama 8 jam.

Seorang studi ahli, Dr. Jennifer Wider, adalah penasihat medis untuk Society for Women’s Health Research juga berpendapat, bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mengatakan kalau ibu menyusui akan memiliki efek buruk pada bayi ketika memakan makanan pedas. Meskipun para ahli menyatakan jika makanan pedas tidak berpengaruh pada ibu menyusui, tapi tetap saja Anda harus membatasi untuk mengkonsumsinya. Karena memang benar adanya, jika beberapa makanan pedas biasanya akan mengakibatkan ibu yang sedang menyusui merasa mulas, sehingga sebaiknya dihindari.

Makanan pedas yang mengganggu kesehatan ibu menyusui apabila membuat ibu mengalami sakit perut hingga mengalami diare. Nah, ketika ibu mengalami diare maka akan mengakibatkan kualitas asi menjadi menurun, hal ini terkait dengan gangguan kesehatan ibu hamil bukan dikarenakan makanan pedas tersebut. Pada dasarnya hal yang harus Anda jaga untuk kualitas asi adalah dengan memilih variasi jenis makanan sehingga kualitas asi akan tetap terjaga.

Sebenarnya kandungan rasa pedas yang timbul diakibatkan senyawa yang terkandung yaitu capsaicin pada cabai yang akan mengakibatkan orang yang mengkonsumsinya memiliki rasa panas, terbakar di bagian lidah. Akan tetapi capsaicin di dalam asi tidak akan membuat lidah bayi merasakan panas tersebut. Jadi sangat kecil kemungkinan akan mempengaruh pada bayi.

Dengan mempraktikkan makanan pedas dan segala jenis makanan selama menyusui dapat membantu merangsang indra bayi. Inilah yang membuat anak-anak tumbuh dengan karakter yang tidak biasa dalam pemilihan makanan. Tapi ingat mengkonsumsinya jangan terlalu berlebihan.

Dr. Jennifer juga mengatakan bahwa jangan khawatir makan makanan pedas saat menyusui, karena produksi susu bukan dari sistem pencernaan tapi ASI diproduksi melalui darah ibunya sendiri. Artinya, jika ibu sedang makan sayuran semilir, nutrisi dari sayuran akan diserap ke dalam susu namun bagian berangin tidak akan mempengaruhi si kecil. Jadi, situasi ini tidak akan mempengaruhi bayi menyusui.

Menurut para ahli, jika sang ibu sudah makan aneka makanan sejak sebelum menyusui, potensi si anak tidak akan rewel dalam pemilihan makanan karena sudah familiar dengan rasa atau cita rasanya.

Tapi ada juga diantara para ibu yang menghindari makan makanan yang intens karena mengkhawatirkan anak akan terlibat masalah kulit seperti ruam dan iritasi. Jangan khawatir, jika Anda bukan penggemar makanan pedas, pastikan Anda mempraktikkan berbagai macam nutrisi dan keseimbangan sehingga si kecil tetap bisa menstimulasi selera mereka dari masa kanak-kanak.

Pada intinya, saat hamil, saat menyusui ataupun tidak makanan pedas tetap saja akan berdampak jika Anda mengkonsumsinya secara berlebihan. Tidak hanya cabe (pedas) makanan yang sehat sekalipun jika mengkonsumsinya berlebihan tetap saja tidak akan baik.

Mengapa Makanan Pedas Menyebabkan Diare?


Mengkonsumsi masakan bercita rasa pedas selalu identik dengan perut mulas atau diare. Itu karena tubuh manusia tidak langsung menguraikan komponen ini selama pencernaan berlangsung, dan hal ini dapat menyebabkan iritasi pada dinding perut dan usus. Saat teriritasi, tubuh akan mengirim lebih banyak air ke usus untuk meredakan gejala. Air selanjutnya akan bercampur dengan kotoran dan membuat tinja menjadi encer atau berair.

Makanan biasanya dapat bergerak secara lebih cepat melalui saluran pencernaan, menyebabkan terjadinya feses yang encer atau diare. Karena sensasi panas yang dibawa oleh kandungan dalam cabai yang belum terurai, rasa panas tersebut berpotensi pula mengiritasi anus saat dikeluarkan sehingga terkadang muncul rasa terbakar saat buang air besar setelah Anda mengonsumsi makanan yang pedas.

Pada sebagian orang mungkin akan biasa saja saat makan makanan pedas (tidak ada masalah), sementara yang lain mungkin akan mengalami diare setiap kali makan makanan pedas. Hal ini karena setiap orang memiliki kepekaan usus yang berbeda serta tergantung pula pada makanan lain yang dimakan bersamaan dengan makanan pedas.

Demikianlah informasi yang dapat kami berikan, semoga saja dapat bermanfaat untuk Anda. Terimakasih untuk yang sudah membacanya.

Tinggalkan komentar