7 Alasan Mengapa Anda Perlu Babymoon (Liburan sebelum Melahirkan)

Jika Anda berbicara tentang ‘bulan madu’, mungkin semua orang akan langsung tahu. Bahkan, hampir semua pasangan yang baru menikah akan pergi berlibur dan membuat ‘bulan madu’ sebagai salah satu acara wajib – tidak masalah apakah tujuannya dekat atau jauh, liburan ke tempat yang mewah atau ke tempat yang biasa saja. Itu tergantung dari ekonomi masing-masing pasangan.

Ini karena masa liburan atau bulan madu merupakan saat yang penting bagi pasangan untuk lebih bisa saling memahami, sekaligus memanfaatkan waktu berdua dan juga menghilangkan stres yang dialami sebelum hari pernikahan.

babymoon liburan sebelum melahirkan

Tapi tahukah Anda bahwa tidak hanya bulan madu namun ‘babymoon’ juga telah menjadi tren dan semakin mendapat perhatian. Jika ‘bulan madu’ dilakukan setelah menikah, sedangkan ‘babymoon’ dilakukan sebelum Anda melahirkan bayi.

Bhagavan Behera, dalam riset yang ia publikasikan di Journal of Humanities and Social Science menyatakan bahwa istilah babymoon tersebut merupakan peleburan dua kata, yaitu baby atau bayi dan honeymoon atau bulan madu. Jadi, makna dari babymoon itu sendiri berarti liburan terakhir bagi pasangan suami istri untuk menyambut kelahiran anak pertamanya.

Istilah babymoon pertama dikenalkan oleh Sheila Kitzinger, seorang antropolog sosial melalui bukunya The Year After Childbirth: Surviving and Enjoying the First Year of Motherhood di tahun 1994. Istilah tersebut mulanya merujuk pada waktu pasca kelahiran yang dihabiskan antara orangtua dan bayi untuk ‘bulan madu’ setelah melahirkan. Hingga kini, istilah tersebut berevolusi dan lebih merujuk pada masa-masa liburan yang dijalani pasangan untuk menyambut kelahiran anak pertama.

Kapan Saat Yang Tepat Berangkat Untuk Babymoon?
Saat kehamilan – sekitar trimester kedua. Periode ini dikatakan sangat penting bagi pasangan untuk berlibur (babymoon). American College of Obstetrics and Gynecology juga menyatakan, waktu yang paling aman untuk melakukan liburan saat hamil adalah pada usia kehamilan 18-24 minggu.

Karena pada saat ini, Anda mungkin akan merasa lebih nyaman untuk melakukan perjalanan jauh. Kondisi kehamilan dan kesehatan Anda mungkin lebih baik dan stabil dibandingkan pada trimester pertama.

Mengapa Babymoon Perlu Dilakukan?

Inilah beberapa alasan dan juga manfaatnya.

1. Meluangkan Waktu Yang Bermutu Bersama Pasangan
Orang selalu membicarakan bayi pertama yang lahir nanti, mereka tidak cukup tidur, sedang sibuk mengurus anak-anak mereka, dan waktunya sangat terbatas. Ini benar karena kelahiran bayi akan mengubah jadwal ‘tunggal’ 360 derajat. Bahkan untuk beberapa pasangan, hal itu bisa menimbulkan perkelahian dan kesalahpahaman.

Tidak menjadi menakutkan, tapi kenyataan bahwa hidup setelah memiliki anak tentu lebih menantang dan berbeda. Jadi, saatnya bagi Anda untuk menghabiskan waktu bersama sebelum mengambil peran sebagai orang tua.

2. Butuh Suasana Baru
Terkadang kita merasa bosan dan juga sedikit jenuh dengan kehidupan sehari-hari, terutama saat hamil. Kelelahan yang ekstrem, kesehatan yang tidak pasti dan perencanaan sibuk untuk persiapan bayi semuanya dapat melelahkan secara fisik atau emosional. Liburan bersama pasangan bisa memberi Anda waktu untuk bersantai dan menghilangkan stres. Ini juga memberi Anda waktu untuk menyatukan kembali semua ketidaknyamanan yang muncul sehingga Anda dipersilahkan untuk menyambut bayi tersebut.

3. Memperkuat Hubungan Keluarga
Bagi yang sudah memiliki anak, tidak salah jika Anda ingin mendesain babymoon untuk seluruh keluarga. Mungkin inilah kesempatan Anda untuk berinteraksi lebih dekat dengan anak-anak sulung sebelum jadwal Anda menjadi penuh sesak dengan penanganan bayi. Anda dapat menciptakan momen indah bersama dan membayangkan kembali kenangan bersama keluarga Anda sebelum Anda bahagia dengan orang baru!

ibu hamil liburan

4. Merancang & Mempersiapkan
Jika Anda terlalu sibuk dengan pekerjaan Anda sebelumnya, Anda berdua mungkin tidak punya waktu untuk berbicara satu sama lain dan serius mendiskusikan tentang segala hal untuk menyambut kelahiran bayi Anda. Liburan bersama ini bisa memberi Anda kesempatan untuk berbicara (dan mengutarakan keinginan Anda) untuk bayi Anda. Entah memikirkan nama bayi, persiapan bayi , memilih pengasuh, persiapan berpantang, dan sebagainya. Kali ini bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk Anda siapkan tanpa ada gangguan kerja atau tugas lainnya. Setidaknya Anda dan pasangan menjadi lebih fokus.

5. Jadikan Istri Merasa Selalu Dicintai
Bagi beberapa wanita, durasi kehamilan adalah proses yang sangat sulit. Perubahan hormonal yang menempel pada tubuh menyebabkan mereka merasakan 1001 rasa yang belum pernah dialami sebelumnya.

Selalu ada muntah, sering sakit, tidak nafsu makan, kelelahan dan kurang tidur. Dari segi emosi, ada yang kurang percaya diri, khawatir masa depan, belum siap, dan banyak lainnya bermain di kepala. Karena itu, dukungan suami sangat penting bagi istri dalam membantunya mengatasi semua ini. Dengan merancang ‘babymoon’, itu juga pertanda kepedulian Anda terhadap istri.

6. ‘Isi Ulang’
Setelah kembali berlibur, Anda dan istri Anda pasti akan merasa lebih berenergi dan bersemangat. Sama halnya seperti bulan madu baru .

Semua memori indah yang tersimpan akan menjadi kekuatan dan memicu senyuman untuk kalian berdua. Jika Anda kembali merasa kurang bersemangat, Anda bisa membuka album foto atau di dalam Hp dan melihat gambar Anda saat bersamaan ketika melakukan perjalanan babymoon. Disaat Anda melihat gambar tersebut pasti akan membuat Anda teringat akan kenangan indah itu, dan yang pasti itu akan mampu membuat Anda tersenyum dan bersemangat kembali.

7. Istirahat
Saat Anda melakukan babymoon otomatis Anda akan terbebas dari tugas rumah walaupun tidak dalam waktu lama. Namun yang pasti itu akan membuat Anda lebih fokus untuk beristirahat. Baik itu secara fisik maupun mental.

Anda akan merasa lebih santai sama seperti kehidupan anak kecil yang seakan tanpa beban. Itu akan mampu memberi energi baru buat Anda.

Tips Untuk Melakukan Babymoon Yang Aman

cuti hamil
a). Dapatkan izin dokter terlebih dahulu
Ini merupakan hal yang sangat penting untuk Anda lakukan. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kehamilan Anda, apakah memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh atau tidak. Dengan begitu, Anda bisa menikmati waktu liburan Anda dengan baik, bukan malah merepotkan diri Anda atau pasangan Anda nantinya.

b). Pilih tempat yang aman dan nyaman untuk berlibur
Rencanakanlah liburan Anda dengan baik bersama pasangan. Mulai dari pemilihan tempat. Karena kondisi Anda sedang hamil, ada baiknya memilih tempat yang dekat saja (tempat wisata dalam negeri mungkin sudah cukup). Lagipula, akan tidak nyaman jika Anda berada di pesawat, kereta, atau mobil dalam waktu yang lama.

Hindari mengunjungi tempat yang berbahaya bagi ibu hamil, seperti tempat dengan wabah virus Zika, misalnya. Jika Anda ingin melakukan perjalanan ke luar negeri, cobalah konsultasikan ke dokter apakah Anda butuh melakukan vaksinasi sebelum pergi atau tidak

c). Pastikan dokter atau rumah sakit di tempat liburan Anda mudah dijangkau
Setelah menentukan tempat yang ingin dikunjungi, coba cari rumah sakit atau dokter kandungan yang terdekat di sana. Catat nama rumah sakit, alamat, dan nomor telepon rumah sakit.

Akan lebih bagus lagi kalau misalnya dokter kandungan kita ada referensi spog atau RS didaerah yang dituju. Jadi, jika ada suatu hal yang tidak diinginkan terjadi saat Anda berlibur, Anda sudah tahu akan memeriksakan diri Anda ke mana.

d). Rencanakan semua hal dengan baik sebelum pergi berlibur
Mulai dari tiket pesawat, hotel tempat menginap, dan tempat-tempat yang ingin dikunjungi (termasuk tempat makan), sebaiknya sudah direncanakan sebelum Anda pergi. Kunjungilah tempat-tempat yang mudah Anda jangkau dan memberi Anda kenyamanan saat berkunjung.

Walaupun Anda sedang berlibur, tapi tetaplah perhatikan makanan yang Anda makan. Pilih tempat makan yang terjamin kebersihannya. Hindari konsumsi makanan mentah, seperti shushi, telur setengah matang, kerang mentah, dan lainnya. Pastikan juga Anda mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang saat liburan. Serta, jangan lupa untuk banyak minum air.

e). Sedia perlengkapan medis sendiri
Ini mulai dari surat keterangan untuk naik pesawat bila diperlukan, vitamin yang diminum selama hamil, obat mual obat kontraksi (bila diperlukan), minyak kayu putih atau aroma terapi, buku kehamilan ibu, vaksinasi untuk bepergian keluar negeri bila diperlukan, dll.

Ini penting sebagai upaya untuk berjaga-jaga bila mana terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Tidak ada salahnya jika kita melakukan persiapan agar kita menjadi lebih siap tentunya. Ingat, bawa kamera, hp, modem, charger dan powerbank biar tetep bisa eksis, itu juga bisa membuat ibu hamil lebih tenang.

f). Tetap menjaga kondisi badan
Walau lagi babymoon, ibu hamil juga jangan terlalu capek. Jangan jalan jauh-jauh kalau tidak mau bengkak atau kram kaki. Ingat sirkulasi darah pada tri semester dua sangat banyak, jadi resiko kecape’an karena jalan terlalu lama dan jauh bisa memberatkan ibu hamil.

Selama babymoon, boleh saja kulineran mencoba makanan ditempat liburan. Tapi ingat jangan sampai lupa akan kondisi Anda yang tengah hamil . Ingat BMI tubuh selama hamil maksimal berapa, biar ibu dan janin tetap sehat. Jadi ibu hamil tetap harus makan makanan bergizi untuk memenuhi asupan nutrisi anak. Ingat, 1000 hari pertama kehidupan anak biar kuat iman konsumsi makanan yang sehat.

g). Sesuaikan dengan budget dan kondisi keuangan
Lakukan perjalanan babymoon ini dengan senang hati jangan karena terpaksa, apa lagi hanya sekedar untuk pamer. Sebenarnya babymoon bukan hanya untuk orang-orang yang punya banyak uang (orang kaya) namun kita juga tetap bisa babymoon dengan budget terbatas (hanya menggunakan sedikit uang). Tidak perlu jauh-jauh keluar negeri atau keluar pulau, demi gengsi babymoon.

Untuk budget yang terbatas, cukup dengan menyewa villa atau menginap di hotel dengan fasilitas yang cukup nyaman juga buat kita. Karena kebahagiaan itu datangnya dari hati, Jika hati sudah merasakan bahagia, dimanapun itu pasti akan terlihat indah. Tinggal melakukan makan malam romantis, foto-foto untuk kenangan dan menikmati indahnya kebersamaan.

Kalau memang Anda masih kepikiran akan biaya yang akan di butuhkan nantinya, baik itu untuk cek ke dokter kandungan setiap bulannya, beli vitamin, apa lagi untuk persalinan, persiapan bayi dan lain sebagainya. Dan Anda merasa sayang untuk mengeluarkan uang karena ingin menabungnya, tidak apa-apa.

Babymoon juga bisa kita lakukan tanpa mengeluarkan uang (hanya sedikit mungkin) Anda bisa jalan-jalan sama suami, nonton sewa dvd atau makan malam dengan sedikit suasana yang berbeda juga oke. Tetap berkesan dan berkualitas kan?

Salah satu cara biar hemat biaya babymoon ya beli tiket dan pesan hotel bisa jauh-jauh hari. Kan alokasi dananya juga bisa dialihin kelainnya kalau biayanya lebih terjangkau, kan? Kalau saya sih belinya di traveloka dulu, babymoon kemudian, Pasti Lebih hemat.

Tidak Perlu Jauh-Jauh

Tidak ada salahnya jika Anda berdua melakukan perjalanan untuk bersantai dan menyegarkan pikiran Anda. Namun penting juga untuk mempersiapkan tanggung jawab lebih besar sebagai orang tua di kemudian hari. Tidak perlu pergi jauh, di dekat rumah juga bisa. Yang penting adalah penyediaan waktu bersama yang berkualitas.

Penulis: Ari Wulandari
(Ibu rumah tangga yang hobi menulis)

Leave a Reply