Tri Hita Karana, 3 Penyebab Kebahagiaan Manusia


Menurut Anda, apa yang menyebabkan terciptanya kebahagiaan dalam diri manusia? Mungkin jawabannya adalah uang, kesehatan, kesuksesan, kedamaian, atau sebab lainnya. Setiap orang akan memiliki pandangan yang berbeda tentang makna dan penyebab kebahagiaan. Menurut pandangan masyarakat Bali yang didasarkan pada filosofi Hindu, penyebab umum dari kebahagiaan manusia dirangkum dalam konsep Tri Hita Karana. Pada dasarnya, esensi dari Tri Hita Karana dalam agama Hindu adalah untuk menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupannya.

Tri Hita Karana berasal dari bahasa Sansekerta. Terdiri dari 3 kata, yaitu “Tri” berarti tiga, “Hita” berarti kebahagiaan dan “Karana” berarti penyebabnya. Jadi Tri Hita Karana berarti tiga penyebab kebahagiaan. Apakah saja tiga penyebab kebahagiaan tersebut?

1. Parahyangan
Parahyangan adalah hubungan manusia dengan Tuhan. Dalam agama Hindu, orang tidak akan pernah merasakan kebahagiaan yang sempurna ketika melupakan Sang Pencipta. Walaupun manusia memiliki banyak harta dan mampu mewujudkan banyak keinginan, tetapi jika ia  tidak dekat dengan Tuhan, maka di kedalaman hati dan jiwanya akan merasakan kehampaan.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan kebahagiaan sejati, manusia harus dekat dengan Tuhan. Rajin berdoa dan mengikuti perintah-Nya adalah cara terbaik untuk membangun hubungan dengan Tuhan.

2. Pawongan
Pawongan adalah hubungan manusia dengan manusia. Kebahagiaan manusia akan sulit terwujud bila ia tidak mampu menjalin hubungan baik dengan sesama manusia. Saling menghormati, kerjasama, rasa cinta, keluarga yang penuh kasih dan persahabatan adalah beberapa cara dalam mewujudkan Pawongan.

Banyak orang merasa lebih bahagia jika memiliki banyak teman ketimbang memiliki banyak uang. Jika harmonisasi hubungan manusia tidak terjadi, maka kebencian, konflik, dan perang akan menjadi kenyataan.

3. Palemahan
Palemahan adalah hubungan manusia dengan alam. Ini termasuk tanah, udara, air, batu, gunung, tumbuhan, hewan, dan benda-benda lain yang ada di bumi dan semesta raya. Manusia harus menjalin hubungan baik dengan alam untuk mencapai kebahagiaan.

Jika kita merusak alam (misalnya, pembakaran hutan, mencemari air danau) maka alam akan membayar kita dengan bencana, menyebabkan penderitaan. Untuk itu, kita harus memelihara alam dan memanfaatkan sumber dayanya dengan seimbang (tidak serakah).

Sebagai simbol perwujudan Tri Hita Karana, masyarakat Bali dalam membangun rumah menerapkan tiga konsep ini. Setiap pekarangan rumah, dibagi menjadi tiga wilayah. Halaman depan digunakan untuk membangun pura keluarga (simbol Parahyangan). Wilayah tengah adalah rumah tinggal (simbol Pawongan), dan halaman belakang adalah simbol Palemahan.


Tinggalkan komentar