12 Tanda Keguguran pada Kehamilan Dini, Tips dan Pantangan

Keguguran adalah kegelisahan yang selalu dialami ibu saat hamil. Menambah rasa sakit, stres dan bahkan ibu yang mengalami keguguran dihantui traumatis. Apa yang menyebabkan keguguran? Menurut Kementerian Kesehatan banyak faktor yang dapat menyebabkan keguguran dan sering bervariasi (multifaktorial). Diantaranya adalah sebagai berikut.

a. Masalah genetik
Keguguran 30% terjadi sebelum minggu ke 8 dan penyebab utamanya adalah masalah genetik. Embrio ini berasal dari pemupukan sperma dan sperma sang suami gagal tumbuh dan membelah diri ke janin. Masalah genetik meliputi 40-45% penyebab keguguran.

b. Masalah penyakit ibu
Seperti diabetes yang tidak terkontrol, masalah struktural di rahim (septum) atau fibroid (lihat fibroid). Keguguran terjadi saat janin keluar lebih awal sebelum bisa bertahan. Risiko keguguran mencapai 15% – 40% ibu hamil dan keguguran 60% -75% terjadi sebelum 3 bulan masa kehamilan. Namun jumlah risiko keguguran menurun pada usia 3 bulan kehamilan.

Tanda-Tanda Keguguran Yang Perlu Diketahui Oleh Para Ibu Hamil Muda

Tidak ada tanda-tanda keguguran yang pasti dan benar, namun berikut ini adalah tanda keguguran yang sering terjadi pada ibu:

1. Nyeri
Tanda pertama keguguran adalah rasa sakit dan ketidaknyamanan. Anda mungkin mengalami kejang pada panggul, sakit perut persisten atau sakit punggung. Nyeri bisa terjadi beberapa hari sebelum atau sesudah pendarahan terjadi. Kejang yang kuat bisa menjadi tanda keguguran.

2. Pendarahan
Perdarahan vagina mungkin beberapa atau beberapa tempat yang menjadi lebih sering dan sesekali. Perdarahan adalah salah satu tanda keguguran, tapi bisa juga terjadi pada kehamilan normal.

3. Kram perut
Anda juga perlu waspada jika mengalami kram pada perut, sebab ini bisa jadi merupakan tanda-tanda keguguran hamil muda. Kram perut ini sebenarnya merupakan hal yang wajar dialami oleh wanita yang sedang mengalami hamil muda. Sebab kram ini biasanya disebabkan karena otot dinding rahim yang meregang karena hadirnya janin atau karena adanya proses pergantian produksi hormon progesteron oleh plasenta yang semula diproduksi oleh corpus luteum. Kram di sini rasanya seperti pada kram yang yang terjadi menjelang menstruasi. Tetapi pada tanda keguguran pada umumnya terjadi kram yang hebat. Kram hebat ini biasanya disertai dengan gejala perdarahan.

4. Keluarnya cairan dari organ intim
Tanda-tanda keguguran hamil muda yang berikutnya yaitu keluarnya cairan dari organ intim. Cairan tersebut menyerupai keputihan, tetapi warnanya lebih gelap atau kecoklatan. Kemudian diikuti cairan yang berwarna merah dan semakin terang seperti darah. Jika Anda mengalami tanda seperti ini maka segeralah memeriksakannya ke dokter. Karena bisa saja itu merupakan tanda-tanda keguguran.

5. Hilangnya Tanda Kehamilan
Jika tubuh Anda terasa kembali normal dimana tanda-tanda kehamilan seperti hamil, kelelahan, sakit punggung sudah hilang. Kemungkinan tingkat hormon turun dimana hormon tidak lagi mempertahankan kehamilan saat semua tanda kehamilan hilang.

6. Tidak Adanya Detak Jantung Bayi
Selalu waspada dengan detak jantung bayi. Ini adalah tanda keguguran yang perlu dijaga. Denyut jantung bayi biasanya terdeteksi melalui pemindaian ultrasound. Jika detak jantung bayi tidak bisa dilacak, mungkin itu pertanda bahwa bayinya sudah mati dan tidak tumbuh.

7. Tidak Ada Gerakan Janin
Inilah beberapa tanda keguguran yang paling penting. Anda harus selalu mengamati pola gerakan bayi Anda sepanjang hari bahwa bayi Anda memiliki masa tidur, kadang-kadang berlangsung selama 4 jam. Namun, durasi ini tidak bisa melebihi 4 jam. Temui dokter Anda jika Anda tidak dapat merasakan atau kehilangan gerakan bayi. Gerakan bayi hanya bisa dirasakan antara tanggal 18 dan 24 minggu.

8. Sakit Di Sekitar Punggung
Terkadang, wanita hamil akan merasakan sakit punggung dan ketidaknyamanan. Tapi rasa sakit yang tajam dan sering terjadi adalah kontraksi dan tanda awal keguguran.

9. Tes Positif Kemudian Berubah Menjadi Negatif
Jika tes dilakukan pada dua hari berturut-turut di mana hari pertama mendapat tes positif dan kembali negatif pada hari kedua, itu bukan hanya tanda keguguran, itu juga bisa menjadi tanda kehamilan di luar ektopik.

10. Vaginal Discharge
Jika benjolan darah dan jaringan seperti daging keluar dari vagina, kemungkinan keguguran sudah terjadi.

11. Serviks Terbuka
Pada kehamilan yang sehat dan normal, serviks biasanya berlangsung beberapa minggu sebelum kelahiran bayi. Jika serviks Anda terbuka dalam beberapa minggu pertama kehamilan, risiko keguguran cukup tinggi.

12. Kadar Hormon HCG Turun
Tanda terakhir keguguran turun saat kadar hormon hCG turun. Tubuh perlu menjaga kadar hormon untuk menjaga kehamilan. Jika kadar hCG turun di awal kehamilan, risiko keguguran sangat tinggi.

Harap diingat perdarahan pada trimester awal tidak selalu terkait dengan keguguran. Banyak ibu hamil yang mengalami hal tersebut namun tetap bisa melahirkan buah hati mereka. Pada kondisi ‘ancaman keguguran’, ibu hamil sebaiknya melakukan tirah baring (bed rest) dan menghindari hubungan seksual agar keguguran tidak terjadi.

Mengetahui tanda-tanda dan penyebab keguguran juga dapat menepis pandangan keliru mengenai penyebab keguguran. Stres, olahraga, bekerja, makanan pedas, bepergian dengan pesawat dan berhubungan seks tidak terkait dengan meningkatnya risiko keguguran.

Tips-Tips supaya Masa Hamil Muda Anda Berjalan Lancar

Jadwalkan Waktu untuk Pemeriksaan Kehamilan
Sekurangnya empat kali pemeriksaan kehamilan harus Anda laksanakan selama kehamilan. Ibu hamil yang tidak melaksanakan pemeriksaan kehamilan yang memadai akan berisiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan kesehatan dan bayi lahir dengan berat badan kurang dari normal.

Para dokter ahli kandungan memberikan saran bahwa sekurangnya lakukan satu kali pemeriksaan tiap bulan selama 6 bulan kehamilan awal, dua kali per bulan pada bulan ke tujuh dan delapan, serta sekali tiap minggu pada bulan persalinan.

Hindari Aktivitas dan Olahraga Berat
Jika Anda seorang wanita dengan aktivitas yang sangat tinggi atau Anda seorang pekerja, maka mulai sadarilah bahwa kondisi kehamilan Anda sangat lebih utama untuk di prioritaskan. Pastikan Anda mendapatkan istirahat dan tidur yang cukup setiap harinya, serta hindari olahraga berat.

Beberapa olahraga yang disarankan pada saat hamil muda antara lain berjalan kaki, aerobik ringan dan berenang. Hindari juga aktivitas hubungan suami istri yang berlebih serta guncangan ketika Anda sedang mengendarai kendaraan bermotor.

Minum Air Dengan Cukup
Dehidrasi atau kurangnya jumlah cairan dalam tubuh Ibu ketika hamil amat sering dijumpai. Hal ini dapat berisiko pada jumlah cairan ketuban yang kurang, persalinan prematur bahkan bisa berujung pada kematian janin. Sangat penting bagi Ibu hamil untuk meminum sekurang nya 2–3-liter air per hari, untuk menghindari terjadinya dehidrasi.

Jaga Pola, Porsi dan Jenis Makanan yang Dapat Anda Konsumsi
Perbaiki pola makan, porsi dan jenis makanan yang Anda konsumsi tiap harinya. Kurangi dan hentikan memakan makanan junk food dan beralih ke sayuran maupun buah organik. Perhatikan porsi seimbang dan hindari memakan bahan makanan mentah maupun setengah matang untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri maupun virus kepada janin.

Ubah Pola serta Gaya Hidup
Mulailah untuk mengubah gaya hidup lama yang dirasa membawa efek negatif bagi diri Anda dan janin, seperti kebiasaan merokok, minum kopi atau teh yang berlebihan. Menjadi perokok pasif juga akan semakin membawa bahaya berlipat bagi Anda dan janin. Jika suami atau keluarga terdekat ada yang merokok, upayakan untuk tidak berada di sekitar mereka.

Hamil muda merupakan kondisi yang sangat rentan dan juga terasa melelahkan. Karena pada saat inilah tubuh Ibu masih beradaptasi dengan hadirnya janin. Untuk itu menjadi sangat penting untuk para ibu agar bisa menjaga kehamilannya dengan baik. Karena dalam masa ini tingkat keguguran mencapai 80%. Mungkin karena itu masa ini di sebut masa sulit untuk para ibu hamil. Jadi pastikanlah untuk melaksanakan gaya hidup sehat serta berhati-hati demi kesehatan Anda dan janin dalam kandungan.

Keluhan yang biasanya dialami saat “Hamil Muda”
Sejak awal kehamilan akan ada perubahan hormon dalam tubuh, itu yang menyebabkan wanita hamil mudah merasa lelah. Sehingga sangat di sarankan untuk para ibu-ibu hamil untuk tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang berlebihan. Misalnya saja, bekerja di dalam ruangan, pekerjaan rumah yang di sertai mengangkat beban berat. Contohnya, mengangkat cucian, mengangkat air pel dan lain sebagainya. Maka, saat ibu hamil jangan melakukan aktivitas yang terlalu berat, sehingga membutuhkan kerja otot yang berlebih seperti kerja lapangan.

Di awal kehamilan biasanya para ibu akan mengalami keluhan-keluhan yang sering dirasakan oleh para ibu hamil seperti:

1. Mual, muntah dan tidak nafsu makan
Emesis gravidarum (mual dan muntah pada kehamilan muda) umumnya terjadi pada ibu yang sedang hamil. Aktivitas hormon HCG yang memiliki peranan untuk membantu ibu hamil mempertahankan kehamilan hingga fungsi plasenta sempurna sehingga menimbulkan rasa mual, muntah dan tidak nafsu makan. Keluhan mual ,muntah dan tidak nafsu makan akan membaik pada saat ibu hamil memasuki usia kehamilan 16 minggu.

2. Meriang, tidak enak badan
Saat ibu hamil masuk ke trimester ke-2, dia akan seringkali merasakan meriang dan tidak enak badan. Peningkatan jumlah aliran darah di permukaan kulit ditimbulkan karena perubahan hormonal sehingga menimbulkan kondisi badan yang tidak nyaman atau meriang.

3. Panas atau gerah
Hal ini sering dirasakan pada saat masuk ke trimester-ke-3. Ibu hamil akan terus menerus merasakan kepanasan hingga berkeringat. Jadi cobalah mengatasinya dengan berpakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat. Tentunya itu akan membuat Anda menjadi lebih baik.

4. Mengidam
Tidak ada salahnya memenuhi keinginan ibu hamil yang mengidam, selama yang diidamkannya adalah makanan yang bukan saja enak, melainkan juga sehat dan bermanfaat.

5. Marah, kesal, atau sedih tiba-tiba
Perubahan mood sering dialami oleh ibu hamil slama proses kehamilannya. Perubahan ini menimbulkan perasan campur aduk dari seorang ibu hamil terhadap kehamilannya. Kadang perasaan seperti ini diekspresikan juga pada orang terdekat seperti suami atau anggota keluarga.

6. Keputihan
Meskipun sering dialami oleh para ibu hamil, namun Anda harus tetap waspada. Walaupun terbilang biasa namun semua keputihan haruslah diwaspadai, terutama mesikpun tidak disertai gatal dan bau. Terkadang keputihan mengakibatkan infeksi yang dapat menimbulkan pecahnya selaput ketuban sebelum waktunya serta persalinan prematur. Jika hal itu yang Anda alami maka segeralah untuk memeriksakannya ke dokter.

7. Keluar cairan pada kelenjar susu
Cairan susu atau asi adalah kolostrum yang sangat dibutuhkan oleh bayi. Kolostrum baru keluar saat mencapai umur kehamilan 32 minggu, namun terkadang ada yang baru keluar saat setelah persalinan. Keluhan yang dialami selama kehamilan kebanyakan diakibatkan oleh perubahan tubuh selama hamil.

8. Sering buang air kecil
Keluhan yang satu ini disebabkan karena terjadinya penekanan pada kantung kencing oleh kepala atau bokong bayi. Ini adalah hal yang normal dan biasa dirasakan pada kehamilan kurang dari 16 minggu dan pada kehamilan diatas 32 minggu. Perlu diwaspadai ketika anda buang air kecil disertai dengan rasa tidak tuntas saat berkemih, rasa perih/panas pada lubang kencing, terasa nyeri perut bawah, meriang dan nyeri pinggang. Mungkin saja ternyata ibu hamil sudah terkena infeksi saluran kencing.

9. Keram-keram atau kencang di bagian perut
Terkadang kontraksi ini akan hilang ketika ibu hamil berjalan-jalan. Harus diwaspadai apabila kontraksi ini sering terjadi dan di sertai dengan keluarnya darah atau air dari jalan lahir. Mungkin saja ini adalah tanda persalinan sudah dimulai.

10. Kembung dan susah buang air besar
Terkadang hal ini dapat memicu malasnya ibu hamil untuk makan banyak. Hal ini juga dapat menimbulkan pergerakan usus menjadi lambat. Pergerakan usus yang lambat dapat menimbulkan gangguan pengosongan lambung

Harus diwaspadai ketika perasaan kembung, bengah dan mual yang berlebihan pada trimester kedua dan ketiga, karena bisa merupakan gejala hepatitis, sakit magh dan permasalahan di empedu.

Nah, itulah beberapa keluhan yang biasanya dialami oleh para ibu hamil. Dengan mengetahui hal ini, mungkin saja akan membuat para ibu merasa lebih baik serta cepat tanggap atas apa sedang Ibu-ibu rasakan. Namun tetap dengan memeriksakan kehamilan ke dokter atau bidan Anda setiap bulannya merupakan langkah yang terbaik buat Anda dan juga bayi Anda.

Manfaat dan jenis olah raga yang tepat bagi para ibu-ibu hamil

1. Senam kegel
Senam kagel ini memiliki banyak manfaat bagi para ibu hamil. Senam ini akan mampu mempertahankan berat badan ideal ibu hamil. Tidak hanya itu, senam ini juga dapat mengurangi rasa nyeri akibat perubahan tubuh, serta melancarkan proses kelahiran bayi. Biasakan senam kegel di usia kehamilan awal, karena hal ini akan memberikan hasil yang lebih optimal.

2. Senam pilates
Sama seperti halnya senam kegel, senam ini juga mempunyai manfaat untuk menguatkan otot-otot dan mencegah rasa sakit. Tapi ingat, mintalah pelatih untuk menjadi instruktur senam. Karena senam yang satu ini membutuhkan pelatihan dasar terlebih dahulu.

3. Streching
Ibu hamil mampu menurunkan resiko komplikasi kehamilan dan menurunkan resiko iritasi pada kehamilan dengan melakukan streching. Olahraga ini juga bisa dikombinasikan dengan olahraga lain (sebagai pemanasan) sebelum melakukan olahraga. Streching sangat baik dilakukan di usia kehamilan trimester pertama.

4. Aerobik ringan
Aerobik memang cukup bermanfaat untuk para ibu hamil, karena akan dapat membantu menyehatkan jantung, mencegah ambeien dan meningkatkan kadar oksigen. Akan tetapi ada baiknya sebelum melakukan senam aerobic, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter, apakah kandungan Anda cukup kuat atau aman untuk melakukan aerobic ringan ini.

5. Yoga
Jenis olahraga ini baik dilakukan sejak hamil muda dan seiring pertambahan usia kehamilan. Teknik relaksasi pada senam yoga memiliki manfaat baik untuk mempersiapkan diri menghadapi persalinan normal. Bukan hanya menyehatkan, tapi senam yoga juga bisa memberikan ketenangan pada ibu hamil.

6. Berenang
Ini merupakan salah satu olahraga terbaik yang bisa dilakukan oleh para ibu hamil. Berenang dapat mengurangi tekanan pada punggung dan kaki ibu hamil yang mudah lelah. Selain itu, olahraga ini juga bermanfaat untuk seluruh tubuh tanpa membuat ibu hamil merasa capek. Jika Anda mulai lelah, maka mulailah dengan cara mengambang saja di air.

Nah, itulah beberapa manfaat dan jenis olahraga yang bisa dicoba oleh para ibu hamil. Setiap ibu hamil memiliki perbedaan kondisi untuk kehamilan dan kesehatan.Sehingga disarankan sebelum melakukan jenis olahraga yang dipilih oleh ibu hamil berkonsultasi dengan dokter .

Sangat disarankan bagi para ibu hamil untuk meluangkan waktunya melakukan olahraga yang sesuai, supaya kebugaran tubuhnya tetap terjaga. Dengan melakukan olahraga yang sesuai dengan kondisi kehamilan ibu, tentunya akan sangat bermanfaat untuk para ibu-ibu hamil. Selain menyehatkan ini juga akan menyenangkan. Kegiatan ini bisa para ibu lakukan sendiri di rumah atau di tempat lain seperti arena olahraga, atau di pusat pelatihan.

Pantangan Bagi Para Ibu Hamil

Percaya atau tidak tapi kenyataannya ada beberapa hal yang tidak bisa di lakukan oleh ibu hamil. Karena ini akan dapat membahayakan ibu dan juga janin. Apa sajakah itu?

1. Makanan Mentah
Makanan mentah yang berasal dari hewan dan sayuran memiliki resiko tinggi memicu gangguan kesehatan. Makanan dari ikan mentah seperti sushi, daging setengah matang dan adonan kue yang masih mentah mengandung bakteri , virus , dan parasit yang lebih banyak sehingga mengganggu perkembangan janin Anda. Apalagi jika di usia kandungan yang masih muda masih rentan terhadap keguguran. Sayuran mentah seperti kecambah mentah memiliki resiko bakteri yang lebih tinggi dibanding dengan sayuran lainnya. Ada baiknya Anda mengkonsumsi makanan tersebut dengan memasak matang untuk menghindari resiko kesehatan.

2. Ikan dengan Kandungan Merkuri
Pada umumnya ikan laut memang sangat bagus untuk kesehatan, termasuk kesehatan janin Anda. Akan tetapi Anda harus selektif karena jenis ikan yang mengandung merkuri tidak baik bagi janin Anda. Ikan yang mengandung jenis merkuri tinggi adalah ikan mackerel, ikan todak, tilefish dikhawatirkan kandungan merkuri nya akan mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf janin.

3. Makanan Pemicu Alergi
Apabila Anda, pasangan atau anak yang lainnya memiliki riwayat alergi terhadap jenis makanan tertentu, maka risiko alergi memungkinkan dialami oleh janin yang Anda kandung. Menghindari jenis makanan pemicu alergi seperti misalkan kacang atau produk olahannya, baik ketika hamil atau menyusui dapat menurunkan risiko alergi pada anak.

4. Minuman Beralkohol
Minuman beralkohol akan menghambat asupan nutrisi bagi janin Anda selain itu oksigen yang dibutuhkan janin akan tersendat. Alkohol berpengaruh pada kemampuan otak janin sehingga untuk Anda yang mengkonsumsi alkohol ketika mengandung berisiko tinggi dalam beberapa gangguan bayi saat lahir termasuk IQ dan gangguan fisik.

5. Kafein
Banyak penelitian yang menghubungkan antara kafein dengan kehamilan. Pada keadaan normal tidak mengandung kafein memang tidak baik dikonsumsi dalam jumlah yang berlebih setiap harinya begitu juga dengan kehamilan karena kandungan kafein yang terdapat di dalam secangkir kopi, minuman supleman akan mengakibatkan resiko keguguran dan bayi lahir dengan berat badan yang rendah bahkan dalam kasus yang parah akan mengakibatkan kematian saat lahir.

6. Kalori yang berlebih
Ketika Anda sedang mengandung memang sangat membutuhkan tambahan kalori akan tetapi dalam jumlah yang cukup dalam porsi yang tepat. Hal ini untuk menghindari masalah obesitas bagi Anda yang sedang hamil. Ibu hamil yang mengalami obesitas sebelum dan karena kehamilan maka akan meningkatkan resiko bayi lahir dengan berat badan tinggi atau terkena resiko diabetes. Akan tetapi bukan berarti Anda dapat menurunkan berat badan pada masa kehamilan yang menghambat nutrisi untuk janin.

7. Memakai baju ketat
Menggunakan baju hangat akan meningkatkan resiko apalagi di bagian perut yang akan mengganggu perkembangan janin. Bagi Anda yang ingin tetap terlihat modis saat hamil, Anda bisa memilih baju yang sedikit longgar terutama di bagian perut. Sekarang ini sudah ada banyak baju hamil yang dapat Anda pilih yang tentunya tidak memiliki karet dibagian perut. Hal ini dilakukan untuk kesehatan Anda dan janin.

8. Merokok
Kebiasaan merokok yang tetap dilakukan selama masa kehamilan akan menyebabkan bayi terlahir dengan keadaan berat lahir rendah. Keadaan seperti ini tidak baik untuk bayi karena dapat menyebabkan anak tidak mampu belajar di masa depan. Tidak hanya itu, anak Anda dapat kecanduan nikotin, bahkan ia akan cenderung merokok ketika usianya masih dini.

9. Susu yang Tidak Dipasteurisasi
Susu yang masih mentah atau yang belum dipasteurisasi tidak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil. Pasteurisasi yang dilakukan bertujuan untuk membasmi bakteri jahat dengan menggunakan suhu panas. Apabila Anda akan mengkonsumsi susu atau produk olahannya, Anda harus lebih teliti dan hati-hati. Perhatikan kemasannya, apakah sudah melalui proses pasteurisasi atau belum. Susu yang tidak dipasteurisasi berisiko mengandung bakteri listeria yang akan meningkatkan risiko keguguran dan penyakit serius.

10. Berendam Dalam Air Panas atau Sauna
Selama kehamilan sebaiknya ibu menghindari ruangan atau lingkungan bersuhu panas. Berdasarkan penelitian, risiko keguguran yang dialami oleh ibu akan meningkat menjadi dua kali lipat apabila ibu berendam dalam air panas atau melakukan sauna pada usia kehamilan 3 bulan pertama.

11. Mengkonsumsi Obat Tanpa Adanya Petunjuk Dari Dokter
Tahukah para ibu jika ada beberapa jenis obat yang berbahaya untuk ibu hamil. Jadi, Selama kehamilan ibu disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan tanpa adanya petunjuk dari dokter. Beberapa jenis obat yang berbahaya dapat mempengaruhi ibu hamil dan janin yang dikandung.

12. Menggunakan Sepatu Hak Tinggi
Selama masa kehamilan tidak disarankan untuk memakai sepatu hak tinggi karena itu akan menyebabkan otot-otot yang terdapat di daerah pinggang mengalami peregangan. Sehingga ibu hamil akan mengeluh pegal-pegal dan sakit pada daerah pinggangnya. Hal ini di sebabkan karena selama masa kehamilan wanita akan mengalami perubahan pada sumbu tubuh. Tidak hanya itu Sepatu hak tinggi juga dapat mengganggu keseimbangan tubuh ibu, terlebih lagi jika kehamilan semakin membesar. Bahkan penggunaan sepatu hak tinggi juga akan meningkatkan risiko ibu terjatuh.

13. Melakukan Perawatan Kecantikan
Seperti, melakukan perawatan rambut kimiawi, perawatan kulit, memakai obat jerawat, atau menikur pedikur. Karena semua perawatan kecantikan tersebut mengandung bahan kimia yang akan berdampak kurang baik untuk kesehatan Anda dan janin. Namun bukan berarti ibu hamil tidak boleh cantik, karena ada banyak pilihan bahan alami yang bisa Anda gunakan untuk perawatan kecantikan Anda. Paling tidak selama masa kehamilan berlangsung.

14. Memakai Obat Anti Nyamuk
Obat anti nyamuk dianggap paling efektif untuk mencegah nyamuk menggigit. Namun, penggunaan obat nyamuk selama masa kehamilan tidak dibenarkan. Pasalnya, di dalam obat anti nyamuk terkandung bahan kimia aktif dan termasuk dalam golongan pestisida. Zat kimia ini akan menimbulkan efek samping, salah satunya yaitu dapat memicu terjadinya kerusakan saraf.

Bahkan obat nyamuk yang disemprot mengandung minyak tanah yang akan memicu terjadinya kerusakan ginjal janin yang dikandung. Sedangkan untuk obat nyamuk dalam bentuk lotion yang dioles pada kulit mengandung korosif. Dimana korosif tersebut dapat diserap oleh kulit dan menjadi racun dalam tubuh.

Mengetahui seperti itu, penggunaan obat nyamuk selama masa kehamilan, baik itu obat nyamuk bakar, listrik, semprot, lotion sangat tidak disarankan digunakan selama masa kehamilan. Untuk menghindari gigitan nyamuk, ibu hamil dapat memanfaatkan kelambu di tempat tidur atau memasang kasa di setiap ventilasi rumah. Agar lebih aman, ibu dapat menggunakan minyak kayu putih sebagai obat anti nyamuk.

Demikianlah beberapa hal yang menjadi pantangan di saat Anda sedang mengandung. Hal ini kami sarankan demi kesehatan Anda dan juga janin. Bukankah sudah menjadi impian setiap wanita untuk memiliki seorang anak yang sehat? Jadi pastikanlah untuk menjaga kesehatan Anda dan juga janin.

KATA TERAKHIR
Namun, semuanya merupakan ketentuan Tuhan Sang Pencipta. Para Ibu hamil harus tetap berkonsultasi dengan dokter Anda jika Anda memiliki masalah atau keluhan mengenai kehamilan Anda. Diharapkan informasi tentang seputar kehamilan atau tanda-tanda keguguran ini akan bisa membantu ibu untuk menghindari keguguran. Atau lebih tepatnya lagi, Anda bisa melewati masa hamil dengan sehat. Sehingga Anda dan bayi juga sehat.

Jangan lupa untuk berdoa agar Tuhan Yang Maha Kuasa bisa mempermudah proses kelahiran dan bayinya bisa lahir dengan selamat.

Tinggalkan komentar