5 Alasan Kenapa Suami Istri Tidak Boleh Tidur Terpisah

Mungkin para pasangan sudah tidak merasa asing lagi dengan problem yang satu ini.” Tidur terpisah dengan pasangan”, tapi faktanya, semakin banyak pasangan mulai tidur secara terpisah, meski tidak dalam pertengkaran. Sebenarnya, laporan The Telegraph mengungkapkan bahwa pasangan tersebut mulai tidur secara terpisah setelah menikah selama 3 dan setengah tahun.

Beberapa orang merasa tidak nyaman di dalam ruangan, semenjak lahirnya dede bayi, lebih suka melihat-lihat TV di luar, atau merasa tidak tahan ketika pasangan mendengkur. Mungkin Anda berasumsi bahwa itu adalah masalah kecil dan tidak perlu diperbesar. Namun, inilah salah satu alasan mengapa Anda harus mempertimbangkannya kembali.

tidur bersama

1. Anda Akan Kehilangan Waktu Yang Paling Berharga Bersama
Menurut Psychology Today waktu sebelum tidur adalah waktu kritis dan mungkin saat paling berharga bagi kebanyakan pasangan. Ini karena, di sinilah pasangan akan mulai rileks. Selama periode ini, percakapan sehat akan berlangsung, kehangatan akan terbentuk, dan masalah bisa didiskusikan bersama. ‘Bantal bicara’ ini bahkan dianggap santai, tapi sebenarnya menumbuhkan keintiman, kepercayaan, dan menjaga cinta di rumah.

2. Mempengaruhi Mood Harian Keesokan Harinya
Bila masing-masing melakukannya sendiri, mereka cenderung tertidur telat karena terlalu malas. Saat Anda bangun keesokan harinya, kebanyakan pasangan akan merasa ada sesuatu yang salah. Penelitian juga membuktikan bahwa mood sehari-hari dapat terpengaruh dan emosi juga bisa terganggu oleh emosi yang tidak menyenangkan, terutama di kalangan wanita.

3. Cenderung Disalahpahami
Ketika sampai pada kebiasaan tidur yang terpisah ini, pasangan biasanya kurang dikomunikasikan. Bayangkan, setiap hari sibuk kerja. Saat kembali ke rumah, sibuk mengurus anak. Jadi, malam sebelum tidur saja sudah waktunya pasangan.

Jika kali ini sering dikorbankan, tidak ada waktu yang berkualitas bagi Anda berdua. Hari demi hari, kurang pengertian akan dia. Akibatnya, tingkat stres dalam hubungan menjadi semakin kecil meski bisa berujung pada pertarungan hebat.

4. Contoh Buruk untuk Anak
Rutinitas tidur yang baik tidak hanya penting bagi Anda berdua, tapi juga untuk anak-anak. Jika anak-anak terbangun di malam hari dan melihat ayah mereka tidur terpisah, apa yang mereka katakan? Mereka mungkin juga terganggu oleh kebisingan atau pencahayaan dari berkas TV di ruang tamu.

Bahkan, mereka juga bisa sejalan dengan temperamen kita. Sementara kita tahu bahwa tidur nyenyak sangat penting bagi mereka. Semua ini akan mempengaruhi perkembangan dan emosi anak saat mereka lebih besar.

5. Home Start Taste
Barton Goldsmith Ph.D, juga meyakini bahwa manfaat tidur dengan pasangan bukan hanya s3ks. Dalam sebuah penelitian, pasangan yang paling bersemangat dengan hubungan mereka tersebut adalah mereka yang tidur pada jarak 1 inci atau kurang, dibandingkan mereka yang tidur pada jarak 30 inci satu sama lain. Artinya, semakin dekat Anda ‘meremas’, semakin bahagia hubungan Anda!

Sebaliknya, ketika masing-masing merasa sendirian, tak mengherankan jika hubungan tersebut akan menjadi hambar dan dingin. Sebenarnya, bukan tidak mungkin Anda akan mulai berkhayal dan mengembangkan perasaan terhadap orang lain.

Tempat Tidur Bersama Menjadi Kamar Paling Nyaman
Terbukti, sains dan psikologi juga menyarankan agar semua pasangan menjaga kebiasaan tidur meski sudah lewat hubungan. Tapi kalau memang agak asyik, jangan sampai bersenang-senang dengan gadget mereka yang datang larut malam.

Lihatlah wajah pasangan itu, tanyakan tentang hari mereka, dibelai, dipeluk. Biarkan tempat tidur bersama menjadi tempat kita berbagi untuk mengisi ulang dan merasa lebih bahagia – bukan sebaliknya!

Bagi Anda yang mempunyai kebiasaan tidur terpisah, mungkin mulai sekarang Anda mulai mengubahnya. Berubah untuk hal yang lebih baik tidak salah kan?

Leave a Reply