Cara Mengejar Cinta Versi Pembalap Motor

Mendapatkan cinta memang dapat dikatakan tergantung pada nasib seseorang. Ada yang mudah, ada pula yang sulit dan harus di tempuh dengan perjuangan yang begitu keras. Dalam dunia otomotif, perjuangan meraih cinta yang didapat dengan cara yang begitu gampang dapat diumpamakan seperti menaiki sebuah motor sekutik, begitu mesin menyala langsung otomatis bisa tancap gas.

Namun kesempatan menaiki sekuter cinta sangat sulit datang dan menghampiri, apalagi motor ini sangat boros sehingga perlu modal yang besar. Sedangkan cinta yang diperoleh dengan cara yang susah payah tak jauh berbeda bagaikan mengendarai sebuah motor manual dengan 4 transmisi percepatan (gear).

balap cinta
Mendapatkan sebuah cinta memang diibaratkan seperti sebuah perlombaan balapan motor, kita akan dikejar waktu dan juga mungkin akan bersaing dengan banyak lawan. Semuanya akan saling kejar-mengejar untuk menjadi yang pertama meraih cinta. Menurut para pembalap motor untuk mendapatkan cinta kita harus mengambil langkah-langkah yang tepat, cepat dan akurat agar bisa finis di garis terdepan. Berikut adalah 4 langkah mengejar cinta versi sang rider / pembalap motor:

1. Transmisi Pertama atau 1st Gear
Gigi satu digunakan untuk awal start menjalankan motor. Pada motor biasa kecepatan pada transmisi pertama ini biasanya antara 0 sampai 20 kilometer per jam. Dalam dunia cinta transmisi pertama ini diibaratkan seperti menyiapkan diri agar bisa tampil menarik dan sesuai dengan kriteria sang idola. Ubahlah sikap agar bisa beradaptasi dengan hatinya.

2. Gigi Transmisi ke 2
Setelah transmisi percepatan pertama dilanjutkan pada gear/gigi persneling yang kedua yaitu pada kecepatan 20 hingga 40 kilometer per jam. Selain itu, saat menaiki tanjakan, para pengendara juga akan mengembalikan posisi gear pada transmisi sini. Dalam dunia asmara, langkah kedua adalah pdkt. Pendekatan bertujuan agar si dia mengetahui bahwa anda ada hati terhadapnya.

3. Transmisi ke 3
Setelah masuk pada gigi kedua, kecepatan motor di tingkatkan. Kemudian setelah berada di atas kecepatan 40 km/jam, persneling masuk pada gigi ke 3. Dalam pengejaran cinta, transmisi ketiga ini diartikan sebagai pengorbanan. Segala bentuk pengorbanan tersebut bertujuan untuk menarik simpatinya dan juga meyakinkan dia bahwa anda benar-benar mencintainya.

Ketika mengendarai sepeda motor, saat tikungan transmisi ketiga ini juga diperlukan agar laju sepeda motor menjadi stabil. Transmisi ketiga dalam cinta (yaitu pengorbanan) juga diperlukan ketika menghadapi tikungan dimana ia berusaha menikung pada cinta yang lain. Dengan pengorbanan-pengorbanan yang anda lakukan, maka ia akan berusaha berjalan lurus untuk menuju anda.

4. Transmisi Percepatan ke Empat
Setelah memasuki transmisi atau gigi yang keempat, anda bisa melaju dengan kecepatan maximal. Dalam dunia cinta, transmisi ke empat ini atau disebut juga Top Gear, berarti anda harus segera nembak cintanya. Namun jika seandainya, di depan anda melihat jalan menikung anda harus oper gigi pada posisi 3 lagi (berkorban lagi) sebelum mengungkapkan cinta anda.

Ok itulah kawan, empat langkah dalam mengejar cinta versi sepeda motor. Simpulannya adalah: Gigi 1 = memperindah penampilan diri, gigi 2 = pedekate, gigi 3 = berkorban, dan gigi 4 = nyatain cinta. Jika langkah-langkah tersebut tidak berhasil atau anda kalah balapan dengan lawan anda, maka posisi gear harus dinetralkan (N) agar tidak membuat anda menabrak pohon cinta yang semu.

Leave a Reply