Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Diare pada Anak

“Ketika anak sudah tiga atau empat kali pergi ke toilet, waspadalah?” Sebagai seorang ibu  tentu kita merasa khawatir? Apa mungkin anak menderita diare ! Mungkin Anda sudah tidak  merasa asing lagi dengan penyakit yang satu ini . Diare adalah salah satu penyakit saluran pencernaan yang umum ditemukan. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, parasit, maupun virus. Ada ribuan jenis organisme patogen tersebut yang dapat menginfeksi saluran pencernaan dan menjadi penyebab diare.

Dari kelompok bakteri, ada empat jenis bakteri yang umum ditemui dalam kasus-kasus diare di berbagai belahan dunia, yaitu campylobacter, salmonella, shigella, dan E. Coli. Penyakit diare adalah kondisi yang ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dibandingkan dari biasanya. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan diare:

sakit perut diare

Infeksi Virus

Seperti yang sudah di jelaskan di awal artikel ini bahwa penyebab diare salah satunya karena terjadinya Infeksi virus yang dapat menimbulkan gejala pada penderitanya seperti flu disertai diare dan karena itu disebut influenza perut. Virus khusus ini (Norovirus) merusak permukaan dinding usus sehingga sel selaput lendir tidak dapat bekerja dengan baik lagi dan menimbulkan penyakit diare. Kerapkali terjadi pula diare perjalanan (traveller’s diarrhoea) yang semula diperkirakan berkaitan dengan perubahan makanan selama berada di negara lain. Penyebab dari timbulnya penyakit diare ini adalah bakteri Coli atau virus yang memasuki tubuh melalui makanan dan minuman.

Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri lebih jarang terjadi yang dapat menyebabkan penyakit diare, yang bersifat lebih berbahaya. Infeksi ini merusak dinding usus sedemikian rupa sehingga timbul diare yang disertai demam atau lendir atau darah dalam tinja. Sebagai contoh dapat disebut disenteri amuba (Entamoeba), disenteri basiler (Shigella), tifus/paratifus (Salmonella) dan kolera (Vibrio). Kuman-kuman ini dapat menembus selaput lendir usus, dimana terbentuk zat-zat racunnya (toksin); amuba juga dapat menjalar ke organ-organ lain. Toksin inilah yang setelah diserap ke dalam aliran darah, menimbulkan gejala demam, nyeri kepala, mual dan muntah.

Akibat Alergi Makanan

Selanjutnya di kenal dengan Penyebab Diare yang diakibatkan dari alergi yang menyerang tubuh kita yang terjadi terhadap bahan makanan, misalnya kepekaan berlebihan (hipersensitif) terhadap lemak atau suatu protein gandum. Alergi susu, khususnya terhadap gula susu (laktosa) sering timbul, yang disebabkan oleh tidak adanya enzim laktase dalam tubuh yang mampu menguraikannya. Penderita harus pantang makanan yang mengandung laktosa, yakni kebanyakan produk susu kecuali yoghurt dan kwark.

Akibat Emosi

Akhirnya diketahui juga, bahwa beberapa keadaan emosional bisa menyebabkan diare, misalnya, disaat Anda sedang merasa gelisah, tegang atau disaat mempunyai perasaan takut akan sesuatu hal.

Efek Samping Dari Obat-Obatan

Penyebab diare dapat terjadi salah satunya adalah karena obat-obat tertentu yang kita konsumsi, misalnya saat kita mengkonsumsi antasida yang mengandung magnesium hidroksida yang dapat menimbulkan penyakit diare. Diare juga dapat timbul sebagai efek samping dari beberapa jenis antibiotika yang masuk ke dalam tubuh kita, seperti senyawa penisilin (ampisilin dan amoksilin), tetrasiklin dan kloramfenikol, yang semuanya memiliki khasiat luas sehingga tidak saja kuman penyebab penyakit, tetapi juga bakteri usus yang berguna turut dimusnahkan. Penyinaran dengan sinar rontgen terhadap suatu benjolan (tumor) di usus atau prostat dapat memicu terserangnya penyakit diare.

Keracunan Makanan

Dikenal banyak penyebab yang dapat menimbulkan keadaan demikian. Yang paling sering terjadi pada masyarakat adalah “salah makan”, yaitu keracunan bahan makanan yang tanpa kita ketahui sudah kita konsumsi , seperti udang, tiram, kerang atau makanan lain yang tidak segar atau di simpan dalam jangka waktu yang terlampau lama di luar lemari es, misalnya sambal yang di sediakan di banyak restoran.

Minuman Beralkohol

Dengan mengkonsumsi minuman beralkohol atau minum kopi secara berlebih, juga bisa mengakibatkan diare.

Gejalanya Berbeda

Saat mengalami diare, ada gejala yang berbeda tergantung dari jenis bakteri, virus, atau parasit. Secara umum, diare hadir pada semua kasus dan gejala lainnya termasuk demam, mual, muntah, perut kembung dan kram pada perut.

Sekarang, Anda bisa melihat bahwa diare adalah penyakit serius terutama pada anak-anak. Jangan sampai terlambat untuk menanganinya. Karena diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dalam masyarakat Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2007, diare menduduki peringkat ketigabelas sebagai penyebab kematian semua umur dengan proporsi sebesar 3,5 persen. Sedangkan berdasarkan kategori penyakit menular, diare menduduki urutan ketiga penyebab kematian setelah Pneumonia dan TBC. Dari data tersebut, golongan usia yang paling banyak mengalami diare adalah balita dengan prevalensi sebesar 16,7 persen.

Diare bisa berdampak fatal apabila penderita mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan dari tubuh. Oleh sebab itu diare tidak boleh dianggap enteng walaupun kondisi ini umum terjadi. Cobalah membaca 4 hal yang tidak Anda ketahui tentang diare yang mungkin terjadi pada anak-anak Anda atau Anda sendiri. Kami hanya merasa khawatir tentang hal ini …

1. Adanya Racun, Virus Dan Bakteri Berbahaya

Saat terinfeksi diare, racun, virus dan bakteri berbahaya akan masuk ke dalam tubuh. Bagaimana? Mungkin disebabkan oleh tangan kotor, makanan atau minuman yang terkontaminasi dan infeksi hewan peliharaan. Mungkin juga karena anak Anda memiliki inhalasi dari orang yang terinfeksi (misalnya popok kotor).

Setelah itu, anak Anda menyentuh mulutnya dengan tangan yang terinfeksi, mudah kuman menyebar ke tubuh. Jangan menunda dan mencoba obat anti-diare yang bisa menghalangi dan menonaktifkan bakteri, racun dan virus dan kemudian mengeluarkannya dari dalam tubuh melalui tinja.

2. Kerusakan Pada Dinding Usus

Bakteri, racun dan virus yang menyebar ke tubuh akan menyerang dinding usus anak Anda dan kemudian merusaknya. Dinding usus yang rusak berarti kerusakan pada villios dan crypt yang membantu penyerapan. Bila dinding usus rusak, terjadi penurunan penyerapan unsur hara.

Meskipun dinding usus yang rusak dapat pulih dalam waktu 2 minggu, obat diare seperti diosmektit dapat memberikan lapisan pelindung ke dinding usus dari peradangan sehingga memungkinkan untuk pulih lebih cepat. Fungsi mucoprotection dapat membantu mengembalikan penyerapan nutrisi seperti pada saat diare.

3. Dehidrasi Dalam Tubuh

Selain sedikit nutrisi, air dalam tubuh juga bisa turun akibat diare yang bisa menyebabkan dehidrasi kritis di tubuh. Saat dehidrasi terjadi, mereka akan merasa haus sepanjang hari dan gelisah karena kekurangan air dalam tubuh. Selain itu, mata dan mulut mereka akan kering dan buang air kecil. Ini akan menyebabkan mereka menjadi lemah, jika tidak diobati dan lebih buruk lagi, ini bisa mengancam nyawa!

Jika Anda melihat anak Anda mulai lemah, beri dia istirahat yang cukup dan minumlah banyak air untuk membantu mencegah dehidrasi dalam tubuh. Berikan anak Anda minuman air matang (air matang, disaring atau disegel secara komersial) lebih baik!

4. Sakit Di Perut

Diare kadang disertai dengan sakit perut. Hal itu terjadi karena berbagai faktor. Diantaranya adalah gangguan pencernaan, peradangan virus, bakteri, infeksi parasit, alergi makanan, intoleransi laktosa atau penyakit usus. Nyeri perut biasanya berlangsung dua sampai tiga hari. Namun, jika gejala ini berlangsung selama lebih dari seminggu ditambah mual, muntah dan demam mungkin merupakan gejala penyakit atau gangguan usus. Anda disarankan untuk segera mendapatkan perawatan dari dokter Anda.

Cara Mencegah Diare

Sebenarnya diare bukan saja berdampak kepada diri penderita, tapi juga berpotensi menyebar, terutama kepada anggota keluarga. Oleh sebab itu, diare sebaiknya dicegah mulai dari kontak pertama hingga penyebarannya. Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terkena diare akibat kontaminasi:

  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Menjauhi makanan yang kebersihannya diragukan dan tidak minum air keran.
  • Memisahkan makanan yang mentah dari yang matang.
  • Utamakan bahan makanan yang segar.
  • Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan.

Jika Anda mengalami diare, lakukan beberapa hal dibawah ini. Setidaknya ini akan dapat mencegah diare menyebar kepada orang-orang di sekitar Anda.

  • Jika tinggal satu rumah, pastikan penderita menghindari penggunaan handuk atau peralatan makan yang sama dengan anggota keluarga lainnya.
  • Membersihkan toilet dengan disinfektan tiap setelah buang air besar.
  • Tetap berada di rumah setidaknya 48 jam setelah periode diare yang terakhir.
  • Mencuci tangan setelah menggunakan toilet atau sebelum makan dan sebelum menyiapkan makanan.

Bahan Alami Yang Dipercaya Mampu Mengatasi Diare

  • Daun jambu biji
  • Buah pisang
  • Jahe
  • Daun kayu putih
  • Bubuk kulit kayu manis
  • Akar jeruk nipis
  • Akar bayam duri
  • Biji buah makasar
  • Daun sendok
  • Rimpang empu kunyit

Negara kita Indonesia memang sangatlah kaya akan flora dan fauna termasuk tanaman obat. Beberapa tanaman diatas di percaya mampu menyembuhkan diare. Jika parah, diare bisa berujung kepada dehidrasi. Dehidrasi memiliki konsekuensi yang fatal dan berpotensi merenggut nyawa penderita, terutama jika terjadi pada anak-anak. Hal ini karena ketahanan tubuh anak-anak terhadap dehidrasi jauh lebih rendah dibandingkan orang dewasa. Maka dari itu, orang tua disarankan untuk mewaspadai tanda-tanda dehidrasi pada anak. Penderita juga disarankan untuk meminum banyak cairan selama diare masih berlangsung.

Jadi, jangan pernah menyepelekan suatu penyakit. Apa lagi jika itu terjadi pada anak-anak kita. Dengan bertindak cepat serta melakukan hal diatas mungkin akan dapat mengatasinya.

Leave a Reply