Inilah 8 Hal yang Sering Buat Kita Bertengkar dengan Saudara

Memiliki keluarga merupakan sebuah anugerah terindah dalam hidup. Dengan orang tua yang selalu mencintai kita dan saudara kandung yang tumbuh bersama kita, masa kanak-kanak akan terasa begitu menyenangkan. Mungkin ada saat ketika mereka menyebalkan, dengan kelakuan 'aneh' mereka namun itulah yang mendekatkan kita. Jika Anda tidak tersandung dan bercanda, bukan saudara kandung namanya. Mereka adalah orang  yang membuat kita merasakan, sukacita, tawa dan kerinduan.

Ada beberapa hal yang akan membuat saudara kandung bertengkar. Namun tetap saja selalu ada tawa ditengah-tengah mereka, pertengkaran-pertengkaran tersebut tidak akan dapat memungkiri bahwa mereka adalah saudara kandung yang sudah pasti mempunyai ikatan satu sama lain. Pertengkaran-pertengkaran kecil itu mampu menjadi warna tersendiri didalam persaudaraan, dan itu dianggap wajar, semua itu hanya akan menjadi kenangan indah yang mampu membuat kita tertawa disaat dewasa nanti. Hal manakah yang pernah kamu lakukan?

bertengkar
Masih Ingatkah Kamu'' Ada 8 Perilaku Yang Akan Membuat Saudara Kandung Bertengkar

1. Fight TV Remote
'Perang' ini termasuk yang paling populer di kalangan saudara kandung. Jika di akhir pekan, biasanya pagi-pagi anak-anak sudah berada didepan TV. Karena tidak bersekolah mereka jadi punya waktu untuk melihat acara favorit mereka. Walaupun mereka saudara kandung tapi tetap saja mereka mempunyai selera yang berbeda. Disitulah menjadi awal perang bagi mereka. Salah satu dari mereka tidak ada yang mau mengalah, mereka akan saling mempertahankan apa yang mereka mau. Si kakak tidak mau mengalah apa lagi adiknya, dan perang akan menjadi semakin sengit. Pernahkah kamu menyadari dan bertanya kepada nurani 'kenapa kita tidak mau mengalah"?

2. Kelakuan-kelakuan Aneh (Iseng)
Tidak seperti orang lain, saat bersaudara, masing-masing tidak pernah malu untuk melakukan sesuatu hal yang di anggap jorok sekalipun, salah satunya melepaskan angin (kentut). Bahkan, ada pula yang sengaja memasuki ruangan saudaranya hanya untuk melepaskan angin dan menyebabkan polusi. Yang melepaskan angin akan tertawa terbahak-bahak, yang menerima akan menunjukkan wajah kesalnya. Sambil bergumam'' dasar orang kurang kerjaan''

3. Bagaimana Berbicara
Orang dengan saudara kandung adalah yang paling andal dalam bab-bab ini. Dari mana lagi kita belajar lelucon atau belajar intropeksi diri jika bukan dari saudara kita sendiri. Terkadang kita berbicara serius, tetapi saudara kita menanggapinya dengan gurauan (sambil meledek dan tertawa). Selanjutnya dia akan mengajukan permohonan untuk kembali mengulangi kata-kata yang tadi, sambil menunjukkan ekspresi wajah yang menyinggung perasaan. Disitulah akan menjadi awal kemarahannya. Kemarahan si ada, tapi rasa humor ada di sana.

4. Kenangan Gambar (Foto) Lama
Didalam suatu keluarga sudah pasti kita akan memiliki sebuah album foto yang akan dapat menjadi kenangan nantinya. Disitu akan terdapat banyak gambar dari kita masih bayi, kanak-kanak, dan seterusnya. Tentunya disana akan terdapat beberapa gambar yang mungkin akan membuat kita merasa malu, dan ini akan bisa menjadi 'senjata' untuk menertawakan kita. Disitu kita akan mulai saling mencela dan juga saling ejek atau saling menertawakan antara satu sama lain. Yang satu berkata''dulu kau tak punya gigi'' yang satunya lagi''dulu kau juga tak punya rambut ada benjolannya lagi'' Pada ujungnya itu yang akan membuat kita bertengkar.   Begitulah rasanya bersaudara.

5. Berjuang Untuk Ke Toilet
Pagi hari sudah terjadi kekacauan, karena masing-masing ingin bangun terlambat. Masing-masing menyuruh orang lain untuk pergi ke kamar mandi duluan. Pada akhirnya mereka akan kesiangan. Jika si ibu atau ayah mulai unjuk gigi, barulah akan saling menyalahkan antara satu sama lain. Sehingga pertengkaran akan mewarnai pagi mereka.

6. Berjuang Untuk Makanan Favorit
Stres benar ketika ada makanan kesukaan namun dengan saudara kandung lainnya. Meski sang ayah atau ibu sudah cukup menyiapkan diri-cukup, pasti akan ada ketidakpuasan. Ukuran kata besar, kecil, dan bervariasi. Itulah yang akan menjadi perdebatan.

7. "Siapa Yang Terakhir ..."
Yang 'terakhir' makan, merapikan sisa makanan. Yang 'terakhir' terbangun, menabrak tempat tidur. Siapa yang 'terakhir', apa yang harus dilakukan? Kita tidak tahu mengapa kita berlomba dengan hal-hal aneh semacam itu. Namun tetap saja itu yang kita lakukan. Jika kita selalu yang pertama, itu menyenangkan. Tapi kalau menjadi yang terakhir, bukankah itu yang akan menjadi pertengkaran ?

8. 'Tunjukan Taring' JikaTidak Ada Ayah Atau Ibu 
Biasanya saat ibu dan ayah ada acara di luar, tanggung jawab untuk merawat adik-adiknya akan berada di saudara yang paling tua (kakak tertua). Secara tidak langsung itu akan membuat si kakak mulai meletakkan kondisinya agar di patuhi oleh adik-adiknya. Anak yang lebih muda (kecil) harus berperilaku baik dan menuruti apa kata-kata si kakak. Jika tidak, maka si kakak akan melaporkannya ke ibu atau ayah. Disaat adik melakukan kenakalan atau kesalahan maka si kakak akan memarahinya, dan berlagak seperti seorang ibu atau ayah.

Menariknya, adik-adik muda biasanya licik dan pasti ada cara untuk merespons tindakan mereka saat ada kesempatan nanti. Ketika ibu dan ayah datang maka si adik kecil akan mulai mengadu, dan membuat ayah dan ibu memarahi si kakak. Karena pada dasarnya yang kecil pasti akan lebih di mengerti, karena mereka masih kecil. Disitulah si kakak mulai marah dan kesal pada adik-adiknya. Sehingga pertengkaranpun tidak dapat dielakkan lagi. Si kakak akan bergumam ''kenapa saya yang selalu disalahkan" Tanpa kita sadari bahwa kita adalah seorang kakak yang tentunya akan lebih mengerti dari pada adik kecil yang belum mengerti apa-apa. Namun seperti itulah kakak beradik.

Meski Sering Bertengkar, Namun Tetap Saja Mereka Saling Sayang
Kita yang tumbuh bersama mereka yang tahu bagaimana sebenarnya kita. Mereka juga tahu apa fobia kita melalui pengalaman dan kelemahan kita, saling mencela, berbeda pendapat. Namun, tetap saja tidak ada kekurangan cinta untuk saudara. Meskipun sama seperti kita berjuang satu sama lain, tetapi merekalah yang paling kita percayai. Saudara adalah orang yang paling sulit untuk menerima disaat kita akan terpisah dalam waktu yang lama. Mereka yang paling kita cintai. Mereka menyimpan rahasia kita dan percaya pada kekuatan sejati kita.

Meskipun ruang keluarga dan tanggung jawab semakin terpisah dari waktu, menghargai momen spesial bersama saudara adalah yang terindah. Walaupun kita sering bertengkar, tapi tetap saja selalu ada cinta yang tersimpan. Kita akan bahagia disaat ia meraih apa yang di inginkan, kita pasti akan merasakan sakitnya jika ia mengalami kesusahan. Disaat bersama pasti akan selalu ada yang membuat kita bertengkar, namun disaat berjauhan akan ada sejuta kerinduan di dalam hati. Bukankah itu aneh? Namun itulah saudara!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait