Hamil Anak Ke-2? Begini Tips Biar Lebih Oke

Mungkin para ibu merasa jika kehamilan ke dua itu akan terasa lebih mudah atau lebih siap. Karena telah memiliki pengalaman di saat kehamilan pertama. Memiliki anak merupakan anugerah yang terindah bagi para orang tua khususnya bagi seorang ibu. Apalagi kalau bisa mendapatkan lebih dari satu.

Dengan memiliki dua atau tiga anak sudah pasti akan membuat suasana rumah menjadi semakin ramai, dan itu akan menjadi sebuah pemandangan yang sangat menyenangkan bagi kita para orang tua. Apa lagi mereka bisa tumbuh dengan sehat dan juga saling menyayangi antara satu sama lain.

hamil sehatTapi ketika Anda sedang menyambut kehamilan kedua, sebagian besar dugaan kita mungkin terlewatkan meskipun kita berpikir bahwa kita sudah siap. Namun pada kenyataannya di kehamilan yang ke dua para ibu akan merasakan beberapa hal yang mungkin akan menjadi tantangan tersendiri untuk para ibu. Inilah salah satu hal yang paling banyak dialami ibu saat mereka hamil dan melahirkan anak kedua.

1. Rasa Bersalah
Percaya atau tidak, tetapi hampir semua para ibu akan merasakannya. Entah kenapa seakan kita dihasut oleh perasaan ‘bersalah’ pada anak sulung kita. Perasaan ini akan muncul sejak sang ibu mulai mengandung dan merasa terbebani, lelah, dan kurang berenergi untuk memperhatikan si sulung. Pada saat bersamaan, sang ibu juga mulai khawatir tentang adopsi anak pertamanya kepada adik laki-lakinya.

Saat anak kedua lahir, ibu akan merasa parsial dan berharap setiap saat bisa dialokasikan untuk kedua anak secara adil. Namun, sang ibu tidak terlalu stres karena semuanya normal. Tidak ada istilah kasih sayang karena setiap anak berbeda dan terlalu istimewa di hati sang ibu. Setiap ibu pasti akan memahaminya kan?

2. Ini Tidak Semudah Yang Terlihat
Kebanyakan ibu mungkin menganggap kehamilan kedua lebih mudah daripada kehamilan pertama. Tapi faktanya, ada banyak hal yang ibu akan lupakan – atau apa yang dilewatkan tidak sama seperti sebelumnya.

Kami pikir kita tidak akan bodoh lagi saat memegang bayi yang baru lahir. Kita ingat kita akan lebih siap malam ini. Tapi jangan heran jika Anda akan saling melihat dengan beberapa kali saat ‘sulit’ saat mengelola anak kedua. Hanya saja, kalian berdua mungkin lebih cepat dari sebelumnya.

3. Menantang Menyusui
Tidak semua ibu yang berhasil menyusui bayinya sampai mereka berumur 2 tahun bisa mengulang kesuksesan mereka. Meskipun Anda sekarang memahami istilah ini dan memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang menyusui, namun Anda tetap akan merasakan tantangan tertentu. Bagaimanapun, jangan merasa terbebani jika ini terjadi karena ibu telah mencoba yang terbaik untuk masing-masing anak mereka.

4. Cuti Hamil Lebih Melelahkan
Ingat kapan saatnya melahirkan anak pertama, masa cuti melahirkan lebih sepi karena tidak ada orang di rumah saat suami pergi untuk bekerja. Paling tidak, Anda bisa memusatkan perhatian, menyusui, dan berbicara dengan bayi Anda.

Tapi jika Anda memiliki putra sulung, (terutama anak kecil), jangan berharap kita melakukannya lagi. Terkadang sulit dipercaya bahwa ini tak tertahankan. Selanjutnya, jika putra sulungnya ‘menggeram’ dan sangat sibuk mendukung dan mencium adik yang mengantuk, akan lebih sulit bagi ibu untuk beristirahat.

5. Ibu Butuh Bantuan Lebih Banyak
Dengan kelahiran anak kedua, Anda sekarang tidak hanya perlu membantu mengurus bayi, tapi Anda memerlukan seseorang untuk memperhatikan anak sulung dan untuk mengurus pekerjaan rumah. Juga jangan lupa, kesehatan postpartum Anda juga harus diprioritaskan!

6. Stroller & Baby Carrier Apakah ‘Rescue’ Anda
Sebelum memiliki anak ke dua, jika Anda lupa membawa kereta bayi atau baby carrier , Anda tetap bisa ‘beraksi’ di tempat umum. Tapi sekarang jika Anda memiliki 2 anak, itu tidak cukup untuk mendapatkan satu tangan – terutama jika Anda pergi sendiri dengan pasangan. Ini bisa sangat repot!
Kali ini Anda akan merasa ingin membeli stoller kembar meski yang lebih tua lebih besar.

7. Anda Tidak Memiliki Banyak Hal
Biasanya ibu-ibu, kalau kemana saja dengan bayi, harus berkemas, baik itu mau pulang ke desa atau hanya sekedar main ke suatu tempat. Saat pertama kali, semua kebutuhan item seperti – pakaian , lap, popok, mainan, botol susu, dan sebagainya. Tapi itu yang pertama. Sekarang, mungkin Anda tidak tahu atau tidak ingat lagi untuk mengambil semua barang. Jika ini darurat , Anda tahu apa yang akan Anda lakukan, bukan?

8. ‘Aturan’ Akan Semakin Berkurang
Saat anak sulung pertama, kami mencoba untuk selalu mengatur rutinitasnya (membuat ‘aturan’) . Misalnya, makanan buatan sendiri yang harus disediakan, tidak bisa melihat TV atau gadget selama lebih dari 30 menit, harus tidur lebih awal, selalu melakukan kegiatan belajar ala Montessori. Siap bergabung dengan grup dan kelas lagi.

Ironisnya, bila ada anak kedua, momentumnya bisa berkurang. Atau lebih tepatnya, Anda lebih sibuk. Anda lebih terganggu dan kurang rewel tentang apa yang telah Anda perjuangkan.

Di saat kita menjalani hamil anak kedua, para ibu hamil disarankan untuk tetap mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Jangan karena pernah menjalani masa kehamilan dan melahirkan anak pertama, kemudian merasa bahwa sudah berpengalaman. Tetaplah mempersiapkan diri dengan baik karena tiap kehamilan mungkin memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Persiapan juga sebaiknya dilakukan dengan melengkapi segala sesuatu untuk mendukung kehamilan.

Hampir semua ibu merasakan bahwa setiap kehamilan itu berbeda. Baik itu waktu kehamilannya, masa ngidamnya, dan lain sebagainya. Biasanya, disaat hamil anak ke dua para ibu akan merasakan beberapa hal berikut:

Terasa Lebih mudah lelah
Sadar atau tidak namun kenyataannya para wanita yang sedang hamil anak kedua akan lebih mudah lelah dari pada kehamilan anak pertama. Tentu saja ini bisa dimaklumi sebab saat hamil berikutnya, sudah ada anak pertama di rumah untuk diperhatikan. Ketika mengurus anak pertama ini, akan ada lebih banyak waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengurus mereka. Mirip dengan masa-masa kehamilan pertama, suami memiliki peran yang sama. Jangan mengira bahwa di kehamilan kedua ini akan terasa lebih ringan bagi istri, sebaliknya, tetap berikan bantuan di dalam kesehariannya sebisa mungkin

Terasa lebih mudah sakit

Terkait kehadiran anak pertama, hamil anak kedua berpotensi menimbulkan rasa sakit atau nyeri, salah satunya adalah nyeri punggung. Aktivitas sehari-hari ibu hamil yang sering kali diisi dengan menggendong dan mengangkat anak pertama menjadikan nyeri punggung amat mungkin terjadi. Selain itu, varises juga kemungkinan akan muncul lebih parah dibandingkan saat menjalani masa kehamilan pertama.

Merasakan gerakan bayi lebih cepat
Saat hamil pertama, seorang ibu cenderung merasakan pergerakan janin di usia kehamilan lima bulan, namun saat hamil anak kedua, hal tersebut terjadi lebih cepat. Sang ibu kemungkinan bisa merasakan tendangan Si Kecil sejak usia kehamilan menginjak bulan keempat. Kemungkinan besar, kejadian ini terkait dengan pengalaman di kehamilan pertama. Kini ibu sudah bisa membedakan yang manakah gerakan bayi dan manakah yang bukan.

Perut akan tampak hamil lebih cepat sebulan dibanding kehamilan pertama
Hal berbeda lainnya yang mungkin muncul saat seorang wanita hamil anak kedua adalah perut terlihat lebih cepat membesar dibandingkan kehamilan sebelumnya. Hal ini bisa terjadi mengingat setelah persalinan normal yang pertama, rahim seorang perempuan tidak akan kembali ke ukuran semula. Jadi jangan heran jika perkembangan perut saat hamil janin kedua ini menjadi lebih cepat jika dibandingkan kehamilan anak pertama.

Janin Akan terasa lebih ke bawah
Wanita yang hamil anak kedua juga memiliki kemungkinan merasakan janin yang dikandungnya memiliki posisi lebih ke bawah jika dibandingkan dengan janin anak pertama. Kemungkinan ini terkait dengan otot perut yang telah mengalami pelebaran akibat kehamilan sebelumnya. Ketika otot perut lebih lemah, maka janin tidak bisa ditopang selayaknya saat otot perut masih normal alias belum merasakan kehamilan.

Kehamilan lebih singkat
Bagi anda yang sedang memasuki kehamilan kedua, seringkali merasakan kehamilanya lebih cepat. Seperti yang dilansir dari pregnancy.about.com bahwa hal ini dikarenakan ibu hamil sering kali sibuk dalam merawat dan memperhatikan anak pertama sehingga keluhan di kehamilan kedua jarang dirasakan. Sehingga Anda disarankan membuat program kehamilan, anak tidak terpaut usia yang jauh dan tidak pula terpaut dekat.

Mungkin sebagian besar pasangan akan merasa lebih sulit untuk mempertimbangkan apakah akan memiliki anak kedua dibandingkan ketika memutuskan untuk memiliki anak pertama. Ini karena hadirnya anak kedua dalam rumah akan mengubah keluarga dalam banyak hal, seperti hubungan sosial, gaya hidup, pekerjaan, keuangan, dan tentu saja dengan anak pertama.

Karena itu Ayah dan Bunda tetap membutuhkan perencanaan yang baik, untuk persiapan anak kedua, seperti berapa jarak ideal antara anak pertama dan kedua serta bagaimana mempersiapkan anak pertama untuk memiliki adik, dan persiapan lainnya. Jika itu tidak di persiapkan dengan matang, takutnya sesuatu hal akan terjadi yang mungkin tidak sesuai seperti yang kita harapkan.

Sadari Akan 3 Hal Ini Saat Anda Memutuskan Untuk Memiliki Anak Ke-2

1. Kapankah waktu yang tepat untuk memiliki anak kedua?”
Menurut sejumlah penelitian, waktu tunggu yang disarankan untuk hamil anak kedua berkisar 18-23 bulan setelah melahirkan anak pertama. Jarak antara anak pertama dan kedua ini bermanfaat untuk menyiapkan tubuh Bunda serta agar calon anak kedua bisa tumbuh dan berkembang secara sehat.

Tubuh Bunda membutuhkan waktu untuk pulih dari stres pasca melahirkan. Selain itu, tubuh juga perlu mengisi ulang gizi yang hilang karena melahirkan si Sulung serta perlu mendapat asupan vitamin yang cukup sebelum melahirkan lagi. Selama waktu jeda tersebut, Bunda dapat memanfaatkannya dengan menjaga kesehatan tubuh, menerapkan pola makan seimbang, serta berkonsultasi dengan dokter untuk program hamil bila diperlukan.

Sementara itu, jika jarak antara melahirkan anak pertama dengan mengandung anak kedua kurang dari 17 bulan, maka dapat meningkatkan risiko anak kedua lahir prematur atau lahir dengan berat badan di bawah normal. Studi lainnya menemukan bahwa ibu yang hamil dalam rentang waktu satu tahun setelah melahirkan anak pertama akan memiliki kecenderungan anak kedua terdiagnosis autisme lebih tinggi. Anak kedua yang dilahirkan kurang dari setahun setelah kelahiran anak pertama, memiliki risiko autisme 50 persen lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang dilahirkan dengan jarak 2-5 tahun dari kakaknya.

Namun, jarak yang terlalu panjang juga tidak ideal. Hamil setelah melahirkan lima tahun berlalu nyatanya juga dapat meningkatkan risiko bayi prematur atau berat badan bayi di bawah rata-rata.

2. Bagaimana untuk mempersiapkan si Kakak ketika memiliki adik?
Saat si sulung mengetahui akan mempunyai dede bayi, mungkin ia akan mengalami berbagai emosi. Si Kakak bisa merasa gembira, cemburu, atau bahkan benci. Dia mungkin akan berperilaku tidak seperti biasanya yang bisa menguras tenaga Bunda, seperti menjadi rewel, susah makan, dan berperilaku nakal yang berlebihan.

Selain itu, anak pertama juga mungkin akan menunjukkan kemunduran kemampuan untuk menarik perhatian Bunda, misalnya lupa keterampilan menggunakan toilet untuk buang air kecil (potty training), berbicara dengan bahasa bayi, minum dengan dot, serta mengisap jempol. Masalah ini biasanya hanya bersifat sementara dan bisa diselesaikan dengan mempersiapkan si Sulung menjadi seorang kakak. Berikut tipsnya:

Katakan padanya bahwa ada bayi yang tumbuh di dalam perut Bunda. Ajak si Kakak mengatakan “hi” atau “halo” kepada janin. Bunda juga bisa memperlihatkan foto ketika si Kakak masih bayi, lalu ceritakan bahwa dulunya kakak adalah seorang bayi kecil dan nantinya adik bayi akan seperti si kakak waktu bayi.

Ajak si Kakak menemani Bunda melakukan pemeriksaan kehamilan.

Libatkan anak pertama dalam kehebohan mempersiapkan bayi kedua, seperti meminta pendapatnya dalam memilih barang-barang untuk di kamar adik.

Berikan si Kakak peran dan katakan padanya bahwa hal itu penting dan sangat berarti. Peranan yang bisa diambil kakak antara lain membantu Bunda mengambilkan popok bayi, memilih mainan untuk adik, dan lainnya.

Berikan kakak hadiah kejutan seperti bangku khusus untuknya duduk menemani Bunda menyusui adik bayi. Bunda juga bisa menyiapkan hadiah kecil untuk kakak dan memberikannya saat adik lahir. Katakan pula bahwa hadiah tersebut adalah pemberian dari adik bayi.

Dekatkan si Sulung dengan orang-orang yang nantinya akan membantu Bunda mengurus dia ketika mendekati masa melahirkan anak kedua, misalnya tante, nenek, kerabat, atau baby sitter.

Ketika si Sulung mengunjungi Bunda pasca melahirkan, pastikan bahwa bayi diletakkan di ranjang bayi agar Bunda bisa memeluk si Sulung. Hal ini merupakan perhatian yang berharga bagi si Sulung. Dan itu sangat penting untuk di lakukan agar si sulung tidak merasa kehilangan kasih sayang bundanya.

3. Bagaimana akan kesiapan Bunda sendiri?
Salah satu perubahan positif pada kehamilan anak kedua adalah Bunda sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan dari anak pertama sehingga meningkatkan kepercayaan diri ketika merawat anak kedua. Hal-hal yang terasa begitu berat ketika mengurus anak pertama, termasuk menyusui, mengganti popok, penanganan penyakit, tampaknya kini tidak terasa terlalu rumit lagi.

Walaupun beban anak kedua mungkin terlihat lebih ringan, namun jangan memaksakan diri bila kondisi Bunda kurang memungkinkan. Ada baiknya Bunda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan terkait program hamil anak kedua agar lebih siap secara fisik dan psikis. Pertimbangkan juga usia Bunda. Bila usia Bunda di bawah 30 tahun dan Bunda tidak memiliki masalah kesehatan, maka perencanaan program hamil bisa lebih fleksibel dilakukan bersama dokter.

Namun, jika Bunda berusia 38 tahun dan ingin dua anak lagi, Bunda mungkin tidak memiliki keleluasaan mengatur jarak kehamilan satu anak dengan lainnya selama tiga tahun atau sesuai jarak ideal. Nah itulah beberapa informasi tentang kesiapan untuk memiliki anak ke-2, semoga saja dapat bermanfaat untuk Anda.

“Bagaimana atau apapun itu seorang anak tetaplah seorang anak”
Entah itu anak pertama, kedua ataupun seterusnya memiliki keistimewaan tersendiri di mata orang tuanya. Betul tidak?

Leave a Reply