10 Tips Jika Anak Terserang Demam Hingga Menyebabkan Sawan

Kejang demam adalah salah satu situasi paling umum yang di alami oleh semua orang khususnya anak-anak. Dan itu cukup membuat para orang tua cemas, khawatir bahkan mengalami trauma. Namun sering kali demam menjadi salah satu cara tubuh menolak infeksi.

Pada sinyal pertama serangan demam, sistem pertahanan tubuh melepaskan zat kimia untuk melawan infeksi kedalam darah. Zat-zat kimia ini juga mempengaruhi thermostat tubuh, yang terletak dalam otak dan disebut hypothalamus.

anak demam tinggi
Seperti laporan yang ditulis di Harvard Health Publication, demam menandakan tubuh kita sedang bekerja melawan infeksi. Namun bukan berarti kita bisa mengabaikannya. Demam memang merupakan penyakit yang umum dan dialami banyak orang. Baik itu bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa bahkan orang tua. Penyebabnya pun berbeda-beda. Misalnya, terjadi infeksi, seperti flu, pneumonia, keracunan makanan, dan infeksi saluran pencernaan.

Demam juga bisa disebabkan kondisi lainnya dari penyakit yang menyebabkan peradangan, misalnya rheumatoid arthritis, reaksi obat atau vaksin, dan bahkan jenis kanker tertentu. Suhu tubuh orang normal adalah 36-37 derajat Celcius. Tetapi disaat terserang demam, suhu tubuh akan meningkat pada suhu 38 derajat Celcius bahkan lebih tinggi lagi.

Dr. Miriam Stoppard, anggota Royal College of Physicians, London dalam websitenya MiriamStoppard.com, mengatakan, meski demam adalah sebuah tanda yang baik untuk mengetahui kondisi kesehatan tertentu, jangan sampai suhunya meningkat terlalu tinggi. Apalagi bagi anak-anak, suhu yang tinggi akan menyebabkan ketidaknyamanan, iritasi atau bahkan sampai berakibat kejang (sawan). Itulah kenapa penting untuk menjaga suhu tubuh agar tetap normal.

Apa itu demam sawan?

Seperti yang sudah diterangkan oleh dokter, demam sawan bukanlah sejenis penyakit dan ia berbeda daripada epilepsi. Jadi, ia tidak menyebabkan kerusakan pada otak maupun menggugat tahap intelektual anak-anak. Biasanya, demam sawan ini dialami oleh anak-anak yang berumur 3 bulan hingga 6 tahun. Demam sawan atau ‘febrile seizure’ merupakan sebuah kondisi di mana anak-anak tersebut mengalami kekejangan akibat suhu badan yang terlalu tinggi yaitu melebihi 40°C.

Di saat anak terkena demam sawan maka ia akan terbaring tidak sedarkan diri, diserang kekejangan badan dan kaki, mata hitam memandang ke atas, air liur meleleh, atau perubahan warna pada kebiru-biruan pada kulit dan bibir. Dalam beberapa situasi, ada juga anak yang terkencing atau terbuang air besar.

Sungguh tak kuasa rasanya jika kita dihadapkan oleh situasi seperti itu. Melihat anak terserang demam biasa saja sudah membuat kita cukup panik apa lagi demam sawan? Namun apa daya, kadang kita harus bisa mempersiapkan diri untuk itu. Karena suatu penyakit itu datang dengan sendirinya dan kita tidak bisa berbuat apa-apa selain menerimanya. Serta selalu berusaha untuk menanganinya dengan sebaik mungkin. Bagi Anda yang memiliki anak yang terserang demam sawan maka, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan sebagai pertolongan pertama.

Beberapa Hal Yang Harus Anda Lakukan Ketika Anak Mengalami Demam Sawan

1. Santai! Jangan panik. Catat waktu anak Anda dengan kejang dan durasi. Karena informasi ini sangat penting bagi dokter keperawatan.

2. Demam disebabkan oleh suhu tubuh yang terlalu tinggi (diatas 38’C). Karena itu, cepat keluarkan pakaian anak Anda untuk mengurangi suhu tubuhnya. Pastikan anak Anda memakai lengan pendek dan celana pendek. Jika suhunya terlalu panas, Anda bisa meninggalkan anak Anda dalam keadaan “pampers”.

3. Tempatkan anak Anda pada kain bersih (left lateral decubitus). Atau Anda bisa membaringkan anak dengan aman di atas lantai dengan posisi telungkup atau miring, agar lidahnya menjulur ke depan dan lendir bisa mengalir keluar, sehingga tidak menghalangi masuknya oksigen ke dalam tubuh.

4. Keluarkan benda / makanan yang ada di mulut anak Anda untuk menghindari tersedak. Jangan sekali-kali menekan sendok untuk mencegah rongga mulut anak Anda.

5. Lap dengan menggunakan air hangat, walaupun anak sedang demam, namun anak harus tetap mandi atau hanya di lap. Mandi air hangat (29,4-32,2° C) dianggap dapat membantu mengatasi demam anak. Air hangat yang mengenai kulit anak ketika mandi akan membantu mendinginkan tubuh dan membuat suhu tubuh anak sedikit menurun (1-2° C selama 30-45 menit).

Ingat jangan pernah menggunakan air dingin untuk memandikan atau mengelap anak saat anak terserang demam. Karena ini akan dapat membuat anak menggigil dan membuat suhu tubuh anak naik untuk mentolerir kedinginan yang dirasakan anak. Sebenarnya, jika Anda terlalu cepat menurunkan suhu, anak Anda mungkin menjadi biru dan menggigil (hipotermia)!

6. Ingat keadaan apapun yang sedang terjadi, lihat gerakan mata dan tangannya apakah anak Anda mengalami kejang saat kejang.

7. Demam akan menurun dengan sendirinya setelah 15 menit. Namun, jangan menunggu di rumah sendirian. Setelah 5 menit pertama, pergilah ke klinik terdekat. Jika anak Anda mengalami demam diare pertama, bawalah anak Anda ke rumah sakit terdekat.

8. Jika demam lebih dari 15 menit, berarti itu menandakan tidak normal dan harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit untuk mengidentifikasi penyakit lain seperti meningitis

9. Pasien demam stroke tidak harus menjadi penderita epilepsi. Namun, risiko demam berikutnya tinggi sekitar 30%. Karena itu, bersiaplah untuk membeli obat termometer dan demam seperti Sirup Parasetamol / Sirup Ibuprofen setiap kali anak Anda demam. Hanya dua kali lipat sama, jangan tanya dokter mana yang lebih kuat.

10. Bila bibir anak berubah menjadi biru atau sesak napas, berikan napas buatan dari mulut ke mulut setelah saluran udaranya dibersihkan.

Jika anak mengalami demam sawan beri pertolongan pertama dengan melakukan beberapa hal di atas. Biasanya, setelah anak mengalami demam sawan ia akan kembali tenang dan dapat tidur dengan nyenyak. Jika sawan terjadi akibat demam yang tinggi, maka perhatikan temperaturnya dengan seksama agar sawan tidak terulang kembali dan berilah obat penurun demam. Jagalah agar demam anak tetap terkendali dan segera ke rumah sakit jika demam tidak turun setelah beberapa jam.

Ada banyak tanda-tanda (ciri) anak dianggap mengalami sawan, antara lain:

  • Anak-anak yang mulanya periang, menjadi rewel (sering menangis tidak wajar) tidak tau apa yang dimintanya, bahkan bisa menagis sepanjang malam.
  • Anak-anak menjadi lebih sensintif dari biasanya (mudah marah, ngambekan dan mudah menangis).
  • Anak-anak menjadi kagetan (mudah kaget).
  • Saat malam hari anak-anak tidak bisa tidur nyenyak seperti biasanya, anak sering terjaga saat tidur (sebentar-sebentar bangun), dan seakan merasa ketakutan.
  • Anak –anak menjadi lebih manja (tidak bisa lepas dari ibunya), dan ingin selalu di gendong baik itu siang maupun malam.
  • Suhu badan anak yang Kena Sawan biasanya meningkat (Panas Demam), akan tetapi suhu pada bagian telinga dan telapak kaki terasa dingin.
  • Pada kasus tertentu, anak-anak mendadak diam dengan mata melotot, dan juga bisa disertai kejang-kejang (step).
  • Anak tiba-tiba tidak mau makan atau menyusu.
  • Tubuh anak menjadi kurus dan lesu padahal asupan makanan normal.
  • Meskipun sudah berobat ke Dokter, sakitnya seperti belum juga menunjukan kearah kesembuhan.

Kenali ciri-cirinya agar Anda bisa menanganinya dengan secepat mungkin. Jika anak Anda mengalami perubahan dan juga demam tinggi segeralah untuk memeriksakannya ke dokter terdekat. Semoga bermanfaat…

Leave a Reply