Langkah Sederhana agar Anak Menjadi Penyayang

Telah tersebar luas dalam liputan media bahwa ada semakin banyak orang yang menunjukkan kekerasannya terhadap perempuan dengan beragam permasalahan. Sebenarnya kasus semacam itu juga akan berdampak buruk pada anak kecil yang melihatnya (menonton). Ini karena, anak-anak yang sedang tumbuh rentan terhadap apa yang disebut ‘ mirroring ‘. Ini berarti bahwa anak kecil mudah mengikuti tindakan yang ditunjukkan oleh orang tua atau orang di sekitar mereka.

Demikian juga dengan cara suami (seorang ayah) tampil di depan anak-anak. Jika itu adalah perlakuan kekerasan, maka secara tidak langsung anak-anak akan meniru apa yang Anda lakukan. Jika perlakuan yang keras sudah menjadi hal yang biasa didalam kehidupan sehari-hari Anda, maka jangan salah jika besar nanti anak Anda akan menjadi sosok yang keras.

keluarga anak penyayang

Tentu itu tidak akan baik untuk masa depannya nanti. Bukankah Anda tidak mau itu terjadi kepada anak anda? Bagaimanapun juga seorang anak akan menjadi tumpuan kita di hari tua. Orang tua mana yang tak akan bahagia jika melihat anaknya tumbuh dengan akhlak yang baik, karena itu akan menjadi bekal seumur hidupnya, di mana pun ia berada.

Di sini saya akan mengajak para orang tua untuk selalu bersikap baik tanpa berbicara atau berprilaku keras dalam kehidupan sehari-hari serta lebih meningkatkan rasa kasih sayang terhadap semua anggota keluarga. Dengan begitu anak-anak akan menjadi terbiasa untuk selalu bersikap lembut serta lebih peka terhadap orang lain.

Ada beberapa hal yang mungkin dianggap sepele, yang harus kita lakukan sebagai orang tua didalam kehidupan sehari-hari. Walaupun termasuk hal yang sepele namun itu akan bisa membentuk atau menjadikan anak-anak kita menjadi pribadi yang penyayang. Mari kita bekali anak-anak kita dengan budi pekerti.

Jika semua orang tua bisa bersikap seperti ini, bukankah sama artinya kita ikut memerangi kekerasan? Coba saja anda bayangkan alangkah indahnya kehidupan jika dipenuhi dengan orang-orang yang penuh dengan cinta kasih. Mari kita terapkan hal berikut ini dalam kehidupan sehari-hari kita.

Mencium atau Memeluk Istri Di Depan Anak-anak

Saya membiasakan diri untuk mencium kening istri sepulang kerja maupun disaat berangkat kerja didepan anak-anak. Itu karena? Dengan begitu anak-anak akan tau jika ciuman kening itu adalah salah satu bentuk dari kasih sayang. Begitu pun dengan pelukan. Buat mereka mengerti, bahwa begitulah bentuk kasih sayang yang harus di lakukan terhadap orang-orang yang kita sayang (keluarga).

Nyuapin Istri Di Depan Anak

Saya sengaja menyuap istri saya di depan anak-anak. Mengapa? Karena anak-anak kita akan belajar atau meniru apa yang kita lakukan. Dengan meniru atau terbiasa menyaksikan peristiwa yang selalu menunjukan kasih sayang, senantiasa itu akan dapat membentuk pribadinya. Karena apa yang selalu dia lihat adalah yang akan selalu dia lakukan saat dia dewasa.

Saya sengaja menyuap istri saya karena saya ingin mengajari anak perempuan saya bahwa pria ganas tersebut tidak fit untuk dijadikan suami. Sekaligus membuatnya tau dan bisa membedakan mana laki-laki yang baik untuk menjadi pasangan hidupnya suatu hari nanti.

Saya sengaja menyuap istri saya karena saya ingin mengajar anak saya, cara terbaik untuk merawat pasangan adalah bersikap lembut dan penuh kebijaksanaan.

Membantu Istri Saat Mengangkat Beban Berat

Membantu istri didepan anak akan membuat anak menjadi pribadi yang lebih peka. Benarkah? Saya selalu membiasakan diri untuk selalu membantu istri setiap kali iya membutuhkannya. Dan itu yang selalu saya tanamkan dan ajarkan kepada anak-anak saya. Agar mereka mengerti begitulah caranya memperlakukan orang yang kita sayang. Misalnya disaat istri mengangkat galon air, mengganti tabung gas atau memindahkan perabotan rumah seperti kursi dan meja.

Saya selalu membiasakan diri untuk selalu membantu istri, itu saya tanamkan kepada anak laki-laki saya agar ia menjadi pribadi yang lebih peka terhadap pasangannya nanti atau orang-orang sekitar.

Saya selalu membiasakan diri untuk selalu membantu istri dan mengajak anak-anak bekerja sama, dengan begitu anak-anak akan terbiasa dengan hal-hal tersebut. Dengan sendirinya ia akan menjadi seseorang yang selalu bisa diandalkan untuk keluarga dan terutama untuk pasangannya nanti.

Memberikan Perhatian Saat Istri Sakit

Saya selalu menunjukkan perhatian disaat istri sedang sakit. Kenapa begitu? Saya selalu memberi perhatian disaat istri sedang sakit karena, saya tau si anak pasti bisa melihat itu dan juga akan melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan. Secara tidak langsung itu akan membuat anak tumbuh dengan memiliki kepribadian yang lebih tulus dan juga lebih peka.

Cara Berbicara dengan Istri

Saya selalu membiasakan diri saya untuk selalu menjaga cara bicara saya dengan istri, Apakah itu perlu? Tentu itu perlu, karena anak akan menirukan apa yang sering kita ucapkan. Misalnya, disaat kita memanggil istri dengan sebutan namanya saja, lambat laun si anak juga akan melakukannya. Bila ia menyapa ibunya dengan nama panggilannya, mungkin masih terdengar lucu.

Tetapi bagaimana bila ia mengucapkan kata-kata kasar yang biasanya keluar dari mulut kita? Makanya saya selalu berusaha untuk menyembunyikan masalah saya dengan istri, apa lagi bertengkar atau mengucapkan kata-kata kasar di depan mereka. Anak-anak mungkin tidak terlalu memperhatikan kita, tetapi telinganya aktif mendengarkan apapun yang kita ucapkan. Makanya berhati-hatilah bicara di depan anak.

Saya selalu memberikan contoh berperilaku yang manis saat di meja makan, berkunjung ke rumah teman, atau dimana pun, agar si anak mengerti dan memahami hal-hal yang baik tersebut. Saya selalu berusaha untuk menjelaskan kata-kata yang seharusnya digunakan, seperti “tolong” dan “terima kasih”, atau meminta maaf ketika membuat kesalahan.

Tidak Egois dan Selalu Berbagi

Saya selalu membiasakan diri saya untuk berbagi dan tidak egois, Apakah itu penting? Sangatlah penting karena, dengan berbagi serta tidak egois akan membuatnya tumbuh menjadi anak yang mempunyai toleransi terhadap orang lain. Bukankah itu akan memudahkannya untuk berinteraksi dengan orang banyak? Tentu akan lebih mudah untuknya nanti hidup berdampingan dengan orang-orang sekitarnya. Dan yang paling penting ia akan di sukai banyak orang.

Anak-anak selalu dianalogikan sebagai spons basah yang mudah menyerap apa saja, tidak ada cara lain kecuali membiasakan diri untuk selalu berperilaku baik di hadapannya. Cara terbaik untuk mengajarkannya menunjukkan rasa sayang serta membentuk kepribadiannya adalah dengan memberikannya contoh dari sejak ia kecil. Tunjukkan bahwa Anda peduli dengan keluarga, guru, orang-orang tak mampu, bahkan binatang piaraan Anda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak berkembang dengan perhatian yang penuh kasih, baik secara kognitif maupun fisik.

Saya percaya bahwa apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari akan membuat anak-anak saya belajar serta meniru tindakan saya saat ia besar nanti. Makanya, sangatlah penting prilaku kita didalam kehidupan sehari-hari. Karena itu akan ditiru oleh anak-anak kita.

Untuk itu marilah para orang tua kita berprilaku baik dalam keseharian kita, karena itu akan dapat membuat anak kita tumbuh menjadi anak yang baik dan berbudi. Sekaligus menjadikan mereka generasi penerus yang anti akan kekerasan terhadap perempuan (pasangan). Yuk kita perangi kekerasan dengan mengajari dan membekali anak-anak kita dengan budi pekerti.

Leave a Reply