4 Jenis Pengguna Facebook Menurut Hasil Penelitian

Keberhasilan Facebook bukan hanya dapat diukur dengan jumlah penggunanya, akan tetapi, perusahaan Facebook telah memiliki jaringan besar data populasi penduduk dari seluruh dunia. Media sosial Facebook juga dilihat sebagai media terbaik bagi pengusaha untuk menyimpan data tentang pelanggan mereka, alat untuk menghubungkan perusahaan dan pelanggan dan tempat terbaik untuk tujuan promosi dan periklanan perusahaan dengan biaya yang murah.

Menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh sekelompok peneliti, Facebook memiliki Rashomon effect kepada penggunanya dan mereka akan mengalaminya dengan cara yang berbeda. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pengguna Facebook ini dapat dibagi menjadi 4 kelompok pengguna. Nah, ketahuilah 4 jenis kelompok pengguna untuk lebih bisa mengeenali pelanggan, kenalan dan diri anda sendiri.

Apa yang mengejutkan, hasil penelitian menemukan, perilaku seseorang di internet dapat mempengaruhi perilaku dan kepribadian seseorang. Silakan kenali 4 kelompok ini dengan lebih lanjut.

#1 Golongan ‘Relationship Builders’

facebook
Kelompok ini menggunakan Facebook sama seperti cara mereka menggunakan telepon dan email dan menggunakannya untuk tujuan bersilaturrahim dengan teman dan anggota keluarga. Menurut seorang Profesor dalam bidang periklanan di suatu universitas, kelompok ini membutuhkan FB sebagai konektor untuk kehidupan sosial mereka yang tidak aktif.

Kelompok ini merasakan Facebook adalah tempat dimana mereka bisa mengekpresikan perasaan mereka terhadap keluarga, sahabat dan sebaliknya. Mereka ini tidak menjadikan FB sebagai tempat mereka bersosialisasi secara terbuka akan tetapi menggunakan Facebook untuk menceritakan hal-hal atau kisah-kisah yang cocok untuk teman dan keluarga.

Seorang yang terlibat dalam kajian ini mengatakan bahwa mereka yang termasuk kelompok ini tidak menghubungi keluarganya dengan menggunakan telepon, jadi FB adalah satu-satunya media untuk berinteraksi dengan ahli keluarga. Kelompok ini juga cenderung untuk selalu browsing Facebook, menonton video, menanggapi status, gambar dan hal lain yang dibagikan oleh orang lain.

#2 Golongan ‘Window Shoppers’

Golongan kelompok ini memiliki akun Facebook adalah hanya untuk ikutan tren masa kini. Facebook dipandang sebagai gaya hidup modern masa kini dan itu jadi satu kebutuhan untuk mereka karena hal itu adalah apa yang diterima dan dibuat oleh banyak orang.

Golongan ini jarang mengungkapkan informasi pribadi mereka, berbagi foto atau update status. Mereka juga jarang untuk memberi respon seperti like atau komentar di Facebook. Menurut peneliti, mereka yang berada dalam kelompok ini diberi label sebagai pengamat yang paling sering sekali atau 'stalker'. Mereka selalu cenderung untuk melihat profil Facebook seseorang dan mencari tahu mengenai seseorang dengan lebih mendalam dengan ‘stalk’ FB mereka secara diam-diam.

Ini adalah cara untuk mereka berhubungan dengan orang lain. Mereka tidaklah bersosialisasi secara masif, tetapi mereka menggunakan Facebook untuk mendapatkan informasi agar bisa memungkinkan bersosialisasi dengan lebih baik secara offline.

Salah seorang peneliti menginformasikan bahwa mereka lebih suka bersosialisasi dan menjalani hidup dalam dunia nyata, bukan dunia maya. Baginya, Facebook bukan tempat untuk berbagi perihal pribadi karena orang yang memang ingin tahu mereka tidak akan hanya melihatnya melalui FB saja, tetapi akan mencoba menghampiri mereka di kehidupan maya.

#3 Golongan ‘Town Criers’

Golongan ini adalah golongan pekerja profesional yang melihat Facebook sebagai media untuk mempromosikan diri mereka atau membangun merek diri mereka sendiri. Facebook adalah media yang dapat memperkuat kredibilitas mereka, pekerjaan atau bisnis.

Mereka bukan seperti kelompok relationship builders, karena dunia maya mereka atau apa saja kemitraan mereka tidak menggambarkan kehidupan nyata mereka. Status mereka mungkin hanya sekedar untuk berbagi, tetapi mereka tidak fokus untuk respon dan sebagainya.

Mereka juga tidak peduli jika audien mereka tidak aktif memberikan respon karena tujuan mereka di Facebook hanyalah untuk memberi tahu tentang diri mereka atau memberikan informasi, bukan untuk bersosialisasi. Facebook adalah media wajib untuk para politisi di US dalam upaya menyebarkan informasi dan mempengaruhi orang untuk memilih.

Kelompok ini memang terkenal sebagai sumber informasi banyak orang. Mereka sangat menjaga privasi dan hanya mengungkapkan sedikit saja informasi pribadi di Facebook. Namun, ini bukanlah berarti mereka tidak tertarik untuk bergaul atau mengambil tahu tentang orang lain akan tetapi mereka lebih suka bersosialisasi dan berinteraksi dengan cara konvensional seperti panggilan telepon, pesan, atau chatting seperti biasa karena bagi mereka, teman dan keluarga sangat bernilai dan cara mereka bersosialisasi harus lebih dari sekedar interaksi di Facebook.

# 4 Golongan 'Selfie'

Kelompok yang satu ini memang selalu dikenal oleh teman-teman sosial mereka. Mereka sangat aktif di Facebook dan sering berbagi hampir apa saja yang terjadi dalam dunia luar dan dunia mereka sendiri. Sama seperti kelompok relationship builders, mereka juga suka posting gambar, video, memperbarui status dengan tujuan menarik perhatian dan respon orang banyak.

Mereka ini suka mendapatkan validasi dari publik. Bagi mereka, semakin banyak like yang didapat, maka semakin mereka merasa disukai oleh orang lain dan semakin bagus yang mereka rasa terhadap diri mereka sendiri. Kebanyakan mereka merasakan yang jika mereka upload foto di FB, mereka telah melakukan hal yang bermanfaat atau berarti untuk hari tersebut.

Namun, dengan adanya Facebook, siapa saja dapat mengubah kepribadian atau identitas mereka di FB dengan cara yang mereka inginkan.

Nah, demikianlah empat jenis pengguna Facebook. Cobalah pikirkan, Anda termasuk dalam kelompok manakah? Apapun itu, Anda sendiri yang mengontrol kehidupan sosial Anda, maka janganlah sampai melampaui batas dan merusak diri sendiri.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait