Menyusuri Museum Museum di Pulau Bali

Liburan di pulau dewata Bali tak hanya identik tentang pantai dan atraksi budayanya saja. Ada sejumlah museum yang bisa anda kunjungi saat berwisata di Bali. Apa sajakah museum yang patut untuk dikunjungi? Berikut ini disajikan sederet museum yang populer di pulau Dewata Bali.


Bali Museum, Museum Tertua di Pulau Dewata

museum bali
Jika Anda ingin melakukan perjalanan wisata ke Bali sembari untuk mengetahui sejarah budaya penduduk pulau Bali, Anda dapat mengunjungi Museum Bali. Museum Bali terletak di kota Denpasar, sekitar 13 km dari bandara Ngurah Rai. Museum Bali adalah museum tertua di pulau Bali yang didirikan pada tahun 1910. Museum ini termasuk museum etnografi. Perencanaan awal dari pendirian Museum Bali ini diprakarsai oleh pejabat pemerintah Belanda, bernama WFJ Kroon, dibantu oleh beberapa arsitek dari Eropa dan raja-raja pulau Bali, antara lain, I Gusti Bagus Jelantik (Kerajaan Karangasem), I Gusti Ketut Djelantik (kerajaan Buleleng), Raja Tabanan dan Raja Badung.

Gaya bangunan Museum Bali merupakan perpaduan antara arsitektur kuil dan istana. Museum Bali dibangun di atas konsep Tri Mandala. Pada Utama Mandala (bagian utama), ada tiga bangunan, yaitu: Bangunan Gedung Tabanan (bangunan yang bergaya arsitektur Bali selatan), Gedung Buleleng (bangunan bergaya Bali utara), dan Gedung Karangasem (bangunan bergaya Bali timur).

Jika Anda mengunjungi Museum Bali, Anda akan melihat banyak koleksi benda-benda kuno, antara lain: naskah kuno, patung, uang kuno, benda arkeologi, barang-barang rumah tangga, alat-alat pertanian tradisional, wayang, keramik kuno, perlengkapan ritual, dan lainnya. Beberapa orang Eropa juga berkontribusi dalam memberikan koleksi benda-benda bersejarah bagi museum ini, seperti: GM Hendrikss, DR.R. Goris, DR.WF Stutterheim, GI Graider, dan artis Walter Spies. Museum Bali terletak di jalan Mayor Wisnu. Museum ini buka setiap hari Minggu sampai Kamis pukul 08:00-03:00. Jumat buka sampai 12.30. Sementara pada hari Sabtu dan hari libur nasional, museum ditutup. Harga tiket masuk sekitar 20.000 rupiah per orang.

Mengintip Romansa Museum Le Mayeur

Museum Le Mayeur adalah sebuah museum lukisan yang berlokasi di kawasan Sanur, sekitar 6 km dari kota Denpasar. Pendiri museum ini adalah seorang pelukis berbakat, bernama Adrien Jean Le Mayeur de Merpres. Siapa itu Mr. Le Mayeur? Adrien Jean Le Mayeur de Merpres adalah seorang bangsawan asal Belgia. Ia lahir pada tahun 1880 di kota Brussels. Pendidikan terakhirnya adalah insinyur konstruksi di Universitas Libre.

Le Mayeur adalah seorang seniman yang suka berkelana melintasi dunia. Sebelum tinggal di pulau Bali, Le Mayeur telah mengunjungi beberapa tempat menarik di Italia, Perancis, Afrika, dan India. Pada tahun 1932, Le Mayeur tiba di Bali dengan tujuan mencari inspirasi. Tinggal di pulau Bali akhirnya Le Mayeur jatuh cinta dengan seorang gadis Bali bernama Ni Nyoman Pollok.

Ni Pollok adalah seorang penari Legong dari desa Kelandis. Setelah dua tahun berperan sebagai model lukisan Le Mayeur, mereka akhirnya menikah. Mereka tinggal di pantai Sanur. Pada tahun 1958, Le Mayeur terpaksa kembali ke Belgia untuk mendapatkan perawatan medis karena penyakit kanker yang dideritanya. Pada 31 Maret 1958, Le Mayeur meninggal di Belgia. Ni Pollok kemudian mengelola museum warisa suaminya. Le Mayeur dan Ni Pollok tidak mempunyai anak. Setelah Ni Pollok meninggal, lukisan museum diserahkan kepada pemerintah Bali untuk dikelola.

Le Mayeur adalah seorang pelukis besar. Selama hidupnya, ia telah membuat banyak lukisan yang indah. Gaya seni lukisannya adalah impresionis. Beberapa judul lukisannya adalah Pollok; Around The Pollok's House; Canal of Gindecca; Jaipur, India, and Picking Flowers. Media lukis yang digunakan oleh Le Mayeur meliputi: kanvas, hardboard, kayu lapis, kertas, bagor, dan goni. Jika Anda tertarik untuk melihat lukisan karya Le Mayeur, Anda dapat mengunjungi Museum Le Mayeur yang terletak di kawasan Pantai Sanur, Denpasar. Museum Le Mayeur dibuka untuk pengunjung setiap hari pukul 8 pagi hingga 3 sore, kecuali pada hari Jumat pukul 12.30 tutup lebih awal.

Mengintip Museum Manusia Purba Gilimanuk

Wilayah barat Bali memiliki beberapa tempat wisata menarik, salah satunya adalah Museum Manusia Purba Gilimanuk (Museum of Ancient Man). Museum Manusia Purba Gilimanuk ini terletak di Desa Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, sekitar 130 km dari kota Denpasar, atau kurang lebih 3,5 jam perjalanan. Museum Manusia Purba Gilimanuk didirikan pada tahun 1993 dan diresmikan oleh Gubernur Bali, Prof. Ida Bagus Oka. Pembangunan museum ini didorong oleh penemuan ratusan tulang kerangka manusia yang terkubur di suatu daerah di teluk Gilimanuk.

Berdasarkan penelitian, tulang-tulang kerangka manusia prasejarah tersebut adalah ras Mongoloid, diduga hidup pada tahun 195-425 SM. Koleksi yang terdapat pada Museum Manusia Purba Gilimanuk ada sekitar 210 item, yang terdiri dari tulang kerangka dan benda-benda kuno seperti gelang kayu, gelang kerang, panci kecil, payet, manik-manik, guci, mangkuk tanah, kendi, hook, dan sarkofagus.

Museum Manusia Purba Gilimanuk dibagi menjadi tiga lantai. Lantai pertama adalah tempat di mana tulang-tulang kerangka manusia dan sebuah sarkofagus yang berusia berabad-abad. Lantai kedua adalah tempat untuk menyimpan peralatan pertanian dan berburu, misalnya kapak perunggu dan cangkul. Lantai ketiga digunakan untuk menyimpan berbagai peralatan dapur, seperti piring, tembikar, kerang, dan sebagainya.

Akses menuju ke Museum Manusia Purba Gilimanuk cukup mudah. Anda dapat mengunjungi museum ini pada hari Senin sampai Jumat pukul 8 pagi hingga 4 sore. Setelah mengunjungi museum, Anda dapat melanjutkan perjalanan Anda menuju tempat-tempat wisata lainnya, termasuk Taman Nasional Bali Barat atau ke Bendungan Palasari yang terletak tidak jauh dari museum.

Belajar tentang Kerang di Bali Shell Museum

Ketika berlibur ke pulau Bali, jangan lupa untuk mengunjungi museum. Bali memiliki beberapa meseum unik yang wajib anda kunjungi, salah satu diantaranya bernama Bali Shell Museum. Museum Kerang Bali terletak di Sunset Road, Kuta, hanya sekitar 10 km dari kota Denpasar, Jika berjalan kaki, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit. Bali Shell Museum adalah satu-satunya museum kerang di Indonesia. Disini terdapat koleksi kerang yang telah berusia ratusan tahun dan juga banyak fosil kerang yang indah dari berbagai jenis.

Bali Shell Museum adalah sebuah bangunan besar dalam bentuk yang unik. Museum ini dibagi menjadi tiga lantai. Ketika Anda memasuki ruang museum, Anda akan melihat galeri indah yang berisi berbagai aksesoris yang terbuat dari kerang, lampu cantik, hiasan dinding, kerajinan dan pernak-pernik kerang yang ditata rapi.

Jika Anda telah sampai di lantai dua, Anda akan melihat koleksi kerang berbagai ukuran dan usia. Kerang, yang berada di Shell Museum Bali tidak hanya dari Indonesia, tetapi dari berbagai belahan dunia. Ada kerang datar berbentuk panjang diperkirakan 395 juta tahun yang disebut fosil Orthoceras tua, ada dua fosil kerang Amon berukuran raksasa dan fosil yang terbesar di Asia disebut Crinions. Fosil ini memiliki berat 1, 7 kg dan berdiameter 1,4 meter. Ketika Anda menuju ke lantai tiga, Anda akan memasuki sebuah ruang museum kelautan. Di lantai ini Anda akan melihat Cypraea moneta yang mengkilap.

Menurut catatan sejarah, kerang jenis pada zaman dahulu digunakan sebagai salah satu alat pembayaran. Lantai ini juga menampilkan berbagai fosil, seperti fosil landak laut, hiu, bintang laut, dan banyak lainnya. Stephen, sang pemilik museum ini rela menghabiskan lebih dari 600 ribu dolar, untuk membangun museum ini dengan luas 1.500 m2. Bali Shell Museum adalah salah satu dari kerja keras Stephen. Sejak kecil dia tertarik pada kulit kerang. Jadi, jika Anda datang ke Bali, silakan kunjungi Bali Shell Museum untuk melihat kekayaan laut Indonesia dan memperluas pengetahuan Anda. (update: museum ini katanya telah ditutup sejak April 2014)

Berwisata ke Museum Subak Bali

Kabupaten Tabanan dikenal sebagai daerah lumbung beras bagi pulau Bali. Sebagian besar penduduk di Tabanan adalah petani. Mereka bekerja dengan giat untuk menghasilkan padi kualitas terbaik. Di daerah Tabanan, terdapat desa Jatiluwih, sebuah kawasan yang dijadikan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Sebagai pusat pertanian pulau Bali, Tabanan juga telah membangun sebuah museum pertanian, yang disebut Museum Subak.

Dalam pemerintahan tradisional Bali, Subak adalah organisasi kemasyarakatan yang berfungsi untuk mengelola dan mengatur masalah-masalah pertanian, termasuk irigasi. Keunikan dari organisasi tradisional ini, telah menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menyaksikan sistem pertanian Bali. Latar belakang inilah yang akhirnya membuat berdirinya Museum Subak.

Museum Subak terletak di jalan Gatot Subroto, Desa Sanggulan, Kecamatan Kediri, Tabanan. Dibutuhkan sekitar 1 jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai. Museum Subak terdiri dari sebuah bangunan tertutup dan gedung terbuka.

Bangunan tertutup terdiri dari Gedung Pameran, dimana merupakan tempat memamerkan benda-benda yang berhubungan dengan pekerjaan petani, gedung audio - visual yang merupakan tempat menyaksikan rekaman kegiatan Subak dalam kaitannya dengan pengolahan air, gedung Perpustakaan dan Gedung Kantor. Sementara bangunan terbuka adalah tempat dimana terdapat visualisasi Subak dalam miniatur. Di sini Anda juga dapat melihat konsep rumah petani tradisional Bali. Museum ini diresmikan oleh mantan Gubernur Bali, Prof Dr Ida Bagus Mantra pada tanggal 13 Oktober tahun 1981.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait