Teknologi Mutakhir Untuk Merekonstruksi TKP Secara Maya

Para ilmuwan di Institut Kedokteran Forensik di Zurich - Swiss, mengembangkan teknologi yang bisa membantu para polisi, hakim, dan pengacara untuk memvisualisasikan tempat kejadian perkara secara lebih baik, dan bahkan melakukan otopsi secara maya. Headset xbox yang biasa digunakan untuk permainan video digabungkan dengan piranti lunak khusus yang disebut forensic call back untuk menciptakan kembali TKP dengan memakai pemindai genggam tiga dimensi (3D). Penyidik menggunakan gambar tiga dimensi untuk merekonstruksi TKP berdasarkan keterangan saksi dan rekaman dari kamera pengintai atau CCTV.

Dalam sebuah kasus baru-baru ini, teknologi tersebut ternyata telah membantu jaksa penuntut membuktikan kejahatan yang dilakukan oleh seorang pria bersenjata. Ahli radiologi, Steven Cross menjelaskan cara kerja alat ini.

"Kami memindai TKP dan bisa juga memindai jenazah bila ada korban tewas, kemudian semua data disatukan dalam komputer untuk membuat TKP virtual. Ini adalah model 3 dimensi dari TKP".

Piranti lunak juga bisa merekonstruksi lintasan peluru yang tampak pada layar sebagai garis merah dan kuning. Teknologi baru lain yang juga dikembangkan oleh lembaga ini adalah sebuah robot bernama Vertobot yang bisa dipakai para ilmuwan forensik untuk melakukan otopsi secara virtual dengan rinci.

Menurut ilmuwan Robert Rickbak, sistem ini bisa membuat model 3 dimensi dari tubuh manusia luar maupun dalam. "Kami bisa memindai kulit dan pola cederanya secara berwarna dalam skala yang benar dan menyimpannya. Ini bisa digabung dengan data 3 dimensi yang dipindai polisi bersama kami. Data ini menjadi dasar untuk membuat rekonstruksi 3 dimensi kasus pembunuhan atau kecelakaan lalu lintas".

Kedua sistem yang menggunakan teknologi tiga dimensi ini sudah digunakan oleh beberapa negara di seluruh dunia.  Meskipun teknologi realitas maya masih terus berkembang, tapi piranti lunak untuk merekonstruksi TKP secara digital sudah mulai banyak tersedia di pasaran, serta mulai banyak digunakan oleh dinas kepolisian di beberapa negara.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait