Liburan ke Desa Wisata Pilihan di Pulau Bali

Bali memiliki banyak desa adat tradisional yang memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri, seperti desa Trunyan, desa adat Kuta, dan Ubud. Selain itu, ada juga desa-desa lain yang menjadi tujuan wisata yang patut anda kunjungi. Di mana sajakah desa - desa wisata itu?


Pesona Wisata Desa Batu Bulan

Desa Batubulan, sebuah desa indah dengan penduduknya yang sebagian besar bekerja sebagai pengrajin. Desa Batubulan terletak di kecamatan Sukawati, kabupaten Gianyar, sekitar 10 kilometer dari kota Denpasar. Desa ini digunakan sebagai desa wisata karena ragam atraksinya. Dalam bahasa Bali, kata "Batu Bulan" berarti batu yang bersinar seperti bulan. Menurut cerita rakyat, di era kerajaan Bali sekitar abad ke-17, pada area ini ditemukan batu yang memancarkan cahaya. Oleh karena itu, daerah ini disebut desa Batu Bulan. Batu itu sekarang disimpan di Pura Merajan Agung Puri Batu Bulan.

batu bulan desa
Pada awalnya, Desa Batu Bulan dikenal sebagai desa pertanian. Namun kesenian yang melekat dalam masyarakat, membuat banyak orang menyebut Batu Bulan sebagai desa seni. Berbagai macam produk seni dapat ditemui di sini.Patung dan seni tari adalah jenis seni paling terkenal di desa Batu Bulan. Anda dapat menyaksikan proses pembuatan patung yang terbuat dari batu dan pasir, diukir oleh tangan-tangan terampil. Ukiran produk kerajinan sering diekspor ke luar negeri. Sebagai desa seni maka di desa Batu Bulan juga didirikan sekolah seni setara SMA, antara lain: Sekolah Menengah Kerawitan Indonesia, Sekolah Menengah Industri Kerajinan, dan Sekolah Menengah Seni Rupa. Lokasinya yang strategis membuat desa Batu Bulan sering dikunjungi para wisatawan.

Salah satu tarian yang paling menarik bagi wisatawan adalah Tari Barong. Anda dapat menonton pertunjukan Tari Barong setiap sore yang diadakan di lima tempat berbeda di desa Batubulan. Tari Barong adalah pertunjukan tari tradisional yang menceritakan kisah pertempuran antara yang baik dan jahat (ilmu hitam). Jadi, jika Anda melakukan tur ke Ubud dan Kintamani, maka desa ini harus dikunjungi. Happy traveling...!

Keindahan Desa Singapadu, Gianyar - Bali

desa singapadu
Kabupaten Gianyar memiliki banyak desa yang indah dan lebih terkenal dengan keseniannya. Salah satu desa yang harus Anda kunjungi saat berlibur ke Bali adalah Desa Singapadu. Desa ini terletak sekitar 11 kilometer dari kota Denpasar. Nama "Singapadu" dalam bahasa Bali terdiri dari kata "Singa" yang berarti singa, dan "padu" berarti perang. Menurut cerita rakyat, tempat di wilayah desa ini sebelumnya dianggap sebagai wilayah perang antara dua kerajaan yang kehebatannya seperti singa. Desa Singapadu adalah desa wisata, sebagian besar penduduk berprofesi sebagai seniman dan pengrajin.

Jika Anda berkunjung ke sini, maka di sepanjang jalan desa akan anda jumpai banyak toko-toko seni dan outlet yang menjual berbagai kerajinan tangan, mulai dari perak, patung, layang-layang, lukisan dan produk seni lainnya.

Penduduk Desa Singapadu sangat ramah. Anda akan merasakan suasana yang menyenangkan saat berlibur di desa ini. Pada kurun waktu tertentu, juga sering diadakan pertunjukan Tari Barong. Beberapa objek wisata yang harus Anda kunjungi di desa Singapadu adalah Bali Zoo Park dan Bali Bird Park.

Indahnya Sawah di Desa Jatiluwih

Apakah Anda merasa bosan berlibur di pantai? Jika ya, cobalah untuk mengunjungi wilayah dataran tinggi yang memiliki suasana sejuk dan hijau. Untuk menemukan suasana itu, Anda dapat mengunjungi beberapa desa di pulau Bali, salah satunya adalah desa Jatiluwih. Desa Jatiluwih terletak di kecamatan Penebel, Tabanan, sekitar 50 km dari kota Denpasar. Lokasi Desa Jatiluwih berada pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu, suasana di desa ini sangat sejuk dan segar. Nama "Jatiluwih" terdiri dari dua kata, seperti Jati atau Jaton yang berarti jimat, dan Luwih berarti baik. Nama itu mungkin karena zaman dulu, daerah di desa Jatiluwih ada banyak batu dan kayu yang digunakan untuk jimat atau pusaka.

Wilayah Desa Jatiluwih sebagian besarnya merupakan ladang persawahan yang sangat indah. Dikelola dengan sistem pertanian yang tradisional. Organisasi klasik masyarakat Bali yang mengatur pertanian yang disebut dengan Subak masih tetap eksist di desa ini. Oleh karena itu, pada tahun 2012 UNESCO memberi gelar desa Jatiluwih sebagai salah satu warisan dunia yang harus dilindungi dan dilestarikan. Desa Jatiluwih memiliki panorama yang sangat indah. Tingkat polusi udara dan kebisingan di desa ini masih rendah. Anda akan dapat merasakan suasana alam Bali yang sejuk, tenang, dan damai.

sawah desa bali
Banyak wisatawan yang pernah berkunjung ke desa Jatiluwih merasa sangat terkesan. Mereka melakukan trekking menyusuri ladang sawah yang mempesona, mengamati kegiatan tradisional petani yang bekerja, melihat Gelebeg (rumah penyimpanan padi), dan juga belajar tentang organisasi tradisional Bali. Jika jalur wisata Anda melewati kawasan Bali tengah, maka jangan lupa untuk berhenti sejenak di desa Jatiluwih.

Keindahan Sawah di Desa Baha

Pada tahun 1992, pemerintah daerah telah memasukkan desa Baha sebagai salah satu tujuan wisata di pulau Bali. Desa Baha terletak di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, sekitar 19 kilometer dari kota Denpasar. Sekitar 5 kilometer dari desa ini, ada beberapa objek wisata terkenal, seperti Sangeh dan Taman Ayun. Di era perjuangan kemerdekaan, wilayah desa  Baha merupakan pusat perjuangan melawan kolonialisme. Kata "Baha" dalam bahasa Bali berarti panas. Belum ada penjelasan tentang sejarah penamaan "Baha".

Apa sisi menarik dari desa Baha?
Jika Anda mengunjungi desa Baha, hal pertama yang menarik perhatian adalah bangunan "Angkul Angkul" (gerbang) di masing-masing rumah yang gaya arsitektur tradisional, seperti rumah-rumah di desa Penglipuran, Kabupaten Bangli. Selain itu, di desa ini ada kelompok tukang ukir, tukang bangunan tradisional, pengrajin anyaman, home industri "tape" (kue fermentasi), kelompok tari Cak, pertunjukan Legong, pusat rekreasi memancing, sawah yang indah dan organisasi pertanian (Subak). Setiap sore, banyak wisatawan yang mengunjungi desa Baha untuk melihat hamparan padi yang indah. Di desa Baha ada banyak fasilitas wisata, seperti hotel, restoran, toko suvenir, dan sebagainya.

Mencari Kedamaian di Desa Petang

Bila Anda ingin mengurangi ketegangan pikiran Anda saat berada di tengah-tengah keramaian kota Denpasar, maka Anda harus mencari tempat yang tenang. Sekitar 32 kilometer utara Denpasar, Anda dapat menemukan sebuah desa yang masih asri dan alami. Suasana desa yang tenang, dijamin dapat membantu mengurangi tingkat stres pikiran Anda. Desa ini bernama Petang. Desa Petang adalah sebuah desa kecil yang terletak di daerah kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Desa ini terletak pada ketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Dengan mengendarai mobil, Anda dapat mencapai sekitar 1 jam dari Bandara Ngurah Rai.

Desa Petang memiliki pemandangan alam yang indah, dan sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Sawah yang indah bertingkat membentang di setiap sudut desa. Desa Petang merupakan salah satu wilayah sumber penghasil produk pertanian bagi penduduk Denpasar, seperti padi, jagung, sayuran, buah-buahan, kakao, kopi, dan bunga. Selain pemandangan alam yang indah, wilayah desa ini juga dilalui oleh Sungai Ayung, sungai populer sebagai tempat terbaik untuk olahraga arung jeram di pulau Bali.

Trekking di sepanjang sawah dan kebun sayur di Desa Petang akan dapat memberikan kedamaian di hati Anda, dan juga mengurangi ketegangan pikiran Anda. Jika Anda mengunjungi Desa Petang, jangan lupa untuk mendaki bukit untuk melihat matahari terbit yang indah di Puncak Tedung atau merasakan segarnya air terjun Bidadari (The Angel Waterfall). Happy travelling...!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait