Jenis Penyakit Kulit dan Cara Mengobatinya, seperti Eksim dan Psoriasis

Penyakit kulit ada berbagai jenis. Ada disebabkan infeksi kuman seperti bakteiria, virus dan jamur seperti kudis buta, luka bakar, kurap, panau dan campak. Penyakit kulit yang kronis seperti Eksim dan Psoriasis merupakan salah satu penyakit kulit yang sering dihadapi oleh masyarakat di Indonesia. Pada artikel ini akan disajikan sederet jenis penyakit kulit dan cara mengatasinya.

Penyakit Kulit Psoriasis

Ada yang disebabkan oleh modifikasi sistem imun seperti alergi, reaksi hipersensitif, sinus, eksim, psoriasis yang juga disebut 'penyakit autoimun'. Penyakit autoimun ini ada kaitan dengan masalah dalam darah. Pengobatannya komplimentari yang bisa diterapkan adalah dengan menggabungkan metode diet dan herbal. Sebagian penyakit asma adalah akibat dari perawatan suppressive penyakit eksim (krim, drugs, steroids, anti-histamin, suntikan). Sekitar 70% pasien eksim mengalami asma setelah beberapa waktu menggunakan perawatan suppressive ini.

Gejala eksim dapat diatasi dengan cepat dengan cara menekan penyakit eksim ke dalam yakni organ-organ internal. Kebanyakan menyerang sistem pernapasan lalu menghasilkan penyakit baru asma. Ada juga yang menyerang sistem gastro-usus yang mengakibatkan penyakit terkait dengan pencernaan, seperti pencernaan terganggu, gastritis, stomach hyperacidity, banyak angin dalam perut (Flatulence), sensitif terhadap kebanyakan makanan (lactose intolerence, resisten terhadap gluten atau serat makanan).

Penyakit SLE (systemic lupus erythematous) juga merupakan sejenis penyakit autoimun yang menyerang organ-organ internal seperti sendi, tulang, ginjal, jantung, paru-paru, dn otot. Penyikit ini lebih kronis dan parah daripada penyakit autoimun yang menyerang kulit saja. Ini bisa mematikan jika tidak diobati dengan benar.

Formulasi herbal yaitu daun bidara dan herbal lainnya efektif untuk mengobati kedua jenis penyakit kulit di atas yang disebabkan infeksi kuman (kudis buta, luka bakar, campak) atau penyakit autoimun (eksim, psoriasis, alergi, sinusitis). Daun bidara berisi berbagai bahan aktif yang efektif sebagai anti-alergi, anti-bakteri, anti-virus, anti-ulcer, anti-inflamasi, blood purifier, anti-tumor, anti-kanker, anti-poison, astringent (bahan aktif penyembuh luka, bisul dan nanah). Dalam waktu yang sama, daun herbal tersebut bisa merawat dan menetralkan racun dalam darah serta mengandung anti oksidan yang tinggi. Sifatnya yang anti inflamasi, anti ulcer dengan dosis yang tepat membantu pengobatan penyakit kulit dengan efisien. Regimen pengobatan terdiri dari produk makan seperti madu sauda, teh bidara, diakol, Proimmunz capsule, minyak kelapa dara, nutrishifax dan jus nutrikolagen. Produk berupa bedak ialah bedak dingin bidara, gel organic serbaguna, nutriskeen toner, nutriskeen kolagen toner 7 in 1.

Eksim atau Eczema (Dermatitis)


jenis penyakit kulit
Sejenis penyakit autoimun dengan berupa gejala peradangan kulit seperti gatal-gatal, kulit kering, kulit bersisik, kemerahan, ruam, keluar cairan yang bersifat acrid (gatal, panas dan menyakitkan). Penyakit eksim melalui beberapa tahap jika perawatan supressive digunakan dalam waktu yang lama:

1. Kulit kemerahan berbintik-bintik seperti ruam 
Tahap awal eksim ini lebih mudah diobati dan lebih cepat sembuh meskipun area kulit yang terkena eksim agak besar. Krisis pemulihan jika terjadi pun, sedikit, ringan dan cepat reda. Lebih-lebih lagi jika itu belum pernah menggunakan obat kimia yang kuat dan bersifat suppressive (krim, suntikan, steroids).

2. Kulit semakin menebal, keras dan kering
Warna berubah semakin gelap. Karena menggunakan krim dan obat suppressive lain yang sering yang menekan gejala eksim. Pasien sering menganggap eksim sudah sembuh karena tidak ada lagi kemerahan pada kulit dan gatal berkurang. Tapi eksim muncul di daerah baru juga biasanya semakin naik ke atas bagian tubuh. Jika diberi pengobatan non-suppressive, eksim akan timbul balik pada bagian yang berparut hitam tadi. Ini disebut krisis pemulihan dimana efek toksik dari obat suppressive dan eksim yang ditekan mencoba didorong keluar oleh tubuh melalui permukaan luar. Ini adalah mekanisme alami tubuh dalam mengobati penyakit eksim dan penyakit autoimun lainnya.

Setelah habis efek suppression obat eksim, gejala mulai mereda, pemulihan jaringan kulit terjadi sehingga menghilangkan kesan parut eksim tersebut. Jaringan kulit dan warnanya menjadi normal setelah beberapa waktu.

3. Kulit berkenaan menjadi kehitaman 
Ini akibat suppression yang berkelanjutan dari obat kimia (oles dan obat telan), krim, suntikan, steroids, anti-histamin. Ini sangat gatal sehingga dapat menyebabkan luka akibat digaruk dengan kuat. Tidur selalu terganggu. Eksim terasa panas dan sangat gatal terutama waktu malam saat tidur. Cairan bisa (akrid) yang gatal, panas dan menyakitkan dapat keluar dari kulit bersangkutan. Pengobatan non-suppressive akan menyebabkan krisis pemulihan yang agak parah dan melalui periode yang lebih lama.

Sebab itu kontrol dosis dan frekuensi perawatan non-suppressive yang minimum harus dilakukan. Pasien dinasihati selalu minum air alkali dan mengkonsumsi makanan Wholefoods yang kurang asam untuk mempercepat krisis pemulihan. Buat masker keatas eksim menggunakan kolagen rumput laut yang telah dimasak dengan air dapat memulihkan dengan lebih cepat.

Bagi wanita yang menggunakan produk kosmetik dan personal care dalam waktu yang lama (bertahun-tahun) juga bisa menimbulkan penyakit eksim yang parah pada bagian wajah dan anggota yang menggunakan produk kosmetik tersebut. Jika dirawat dengan perawatan non-suppressive, krisis pemulihan yang parah bisa terjadi pada bagian tersebut. Muka bisa jadi kemerahan dan bengkak, sakit berdenyut, panas, gatal, rasa ketat / cekang.

Penyebab internal adalah dalam darah pasien eksim dan psoriasis yang menyebabkan perubahan sistem imun. Bahan Allergen akan merangsang sistem imun untuk bereaksi dan menyerang sel sendiri yang menyebabkan radang. Sistem imun terlalu sensitif dan bereaksi secara berlebihan sehingga ia tak mengenal sel dirinya sendiri. Ini menyebabkan eksim yang dialami semakin parah setelah terkena bahan Allergen. Darah kotor dan kimia menyebabkan reseptor pada sel berubah sehingga menyebabkan sistem imun mengenal itu sebagai benda asing. Lalu ia menyerang sel dan jaringan dirinya sendiri. Kita harus benarkan fungsi darah, sistem kekebalan tubuh dan detoksifikasi tubuhnya. Bila sehat, kita bisa hadapi faktor eksternal tanpa mempengaruhi kesehatan tubuh kita insyaallah.

Aetiology (Penyebab) Eczema / Eksim:

1.Vaksin yang diterima sewaktu bayi, anak, remaja.
Vaksin mengandung suspensi antigen (biasanya protein) pathogen seperti virus, bakteri yang telah dilemahkan (nonaktif), tapi dapat merangsang sistem kekebalan tubuh bereaksi. Vaksin adalah penyebab utama penyakit autoimmune yaitu eksim, hypersensitive reaction, alergi untuk kebanyakan pasien. Rangsangan vaksin terhadap sistem imun yang berlebihan {over-react}, sehingga sistem imun menyerang jaringan dan sel sendiri yang menyebabkan radang kulit, kemerahan dan gatal.

Gejala eksim ini bisa terjadi dengan segera setelah disuntik vaksin dalam beberapa hari saja. Ada juga pasien mendapat eczema atau alergi setelah beberapa tahun vaksin disuntikkan. Apakah vaksin dapat mengubah genetik sel-sel sehat? Banyak teori, pandangan telah dikemukakan berdasarkan banyak penyakit baru yang timbul yang sebelum ini jarang terlihat. Banyak hal yang terjadi setelah beberapa tahun suntikan vaksin diterima seperti eksim, alergi, reaksi hypersensitive, asma, kelemahan sistem imun, psoriasis, infeksi kuman, berbagai penyakit jantung, kegagalan fungsi ginjal, irama jantung yang tak stabil (arrythmia), berbagai sindrom, kelainan tingkah-laku, hyperaktif, depresi bahkan diabetes dan darah tinggi. 

Meskipun tidak ada bukti klinis, statistik yang meningkat setiap tahun cukup membuktikannya. Jadi hubungan vaksinasi dengan perubahan genetik sel (mutasi DNA) sangat tinggi. Bila terkena dengan faktor risiko yang minimum yakni bahan Allergen, gejala penyakit eksim pun timbul, yang sulit diobati. Para dokter selalu mengaitkan eksim, psoriasis, asthma, sinusitis, reaksi hypersensitif dengan faktor keturunan.

2. Obat suppressive megadose (anti-biotik, Hypoglycemic agent, chemical synthetic drugs).
3. Produk kosmetik, toiletries dan perawatan pribadi seperti krim, lotion, sampo, gel mandi, sabun, UV cream, deodorant, intimate wash, lotion / gel pembersih wajah dan make up, anti-perspirant, hand lotion, parfum, sabun anti septik, mouth-wash, anti-acne, krim pemutih, krim pelembab, firming toner dan sebagainya. Mengandung berbagai bahan kimia sintetis yang dapat menyerap ke dalam jaringan kulit dan aliran darah, serta menumpuk dalam organ-organ. Diantaranya adalah SLS, SLES, paraben, PG, PEG, ethoxylated chemicals, TEA, DEA, MEA, formaldehyde, Polysorbate, AHA, berbagai surfaktan, bahan pewangi sintetis, pengawet kosmetik, bahan aktif kosmetik (sintetis) dan beratus bahan kimia lainnya.

4. Aditif kimia sintetis dalam makanan seperti pewarna, pengawet, perasa, emulsifier, kondisioner, stabilizer, anti-caking, pH adjustor.
5. Genetically modified organism (GMO): hasil pertanian, ternak.
6. Caramel dalam makanan dalam biskuit, coklat, konfeksioneri, dan bakeri
7. Racun pestisida dalam hasil pertanian, besar atau semprotan anti-jamur dalam buah impor
8. Ternak komersial yang mengandung vaksin, hormon, anti-biotik, transgenik, steroids seperti ayam daging, daging sapi, telur komersial, ikan ternak komersial (lele, nila, patin).
9. Makanan protein berperam yang diproses secara tak hyangenic seperti budu, belacan, cencaluk, ikan acar asam, ikan rebus masam yang dijeruk.

Cara pengobatan seperti berikut:

Pertama, faktor nutrisi paling penting. Konsumsi makanan Wholefoods yang asli yang bebas kimia sedaya upaya. Kalau tak bisa, buat asupan yang termampu, setidaknya dapat mengurangi gejala penyakit. Hindari hydrogenated vegetable oil (HVO) seperti majerin, non-diary creamer, shortening, creamer, susu kental manis dan makanan yang mengandung zat tersebut seperti roti canai, ayam goreng cepat, dan sejenisnya.

Ganti dengan Butter susu asli 100% seperti Anchor, SCS atau minyak sapi asli 100% atau minyak masak sayuran asli yang cair sepenuhnya (bukan semi solid oleh proses hidrogenasi asam lemak seperti majerin, lepa susu, buttercup, susu kental manis, krimer dsb). Santan segar yang diperah sangat bagus untuk membantu pengobatan. Bisa buat cendol. Minyak kelapa dara asli cold process sangat bagus mengobati psoriasis. Makan dan sapu minyak kelapa dara (VCO) pada psoriasis dan eksim. HVO dapat menyebabkan infeksi, nanah dan perubahan sistem imun dan sebagainya.

Hindari daging ayam yang ada vaksin, hormon dan lainnya. Juga penting jangan makan daging sapi sebab itu menyebabkan darah kotor dan berbagai penyakit termasuk kulit, kanker, kuman. Makanlah daging kambing, sebaiknya lamb yang masih baru warna merah lagi. Jangan beli yang lama sehingga warna berubah gelap kehitaman. Makan ayam kampung dan organik. Telor kampung bisa makan 2 butir seminggu. Jangan makan benda yang berperam seperti belacan, ikan pekasam, ikan asin jeruk, ikan yang tidak dibuang perut, budu, cencaluk, kecap. Jangan makan ikan gatal seperti kembung, cencaru, ikan lele bela, tilapia, tongkol, kerang. ikan lama yang sudah tidak segar pun elok elak.

Rawat dengan daun bidara, merunggai, garam bukit pink Himalaya, daun mengkudu. Buat pemandian atau pasta atau campur dengan tepung beras dan jagung untuk ditempel pada psoriasis. Daun bidara dapat memperbaiki sistem imun darah dan menyedot zat beracun dari bagian kulit tersebut. Herbal dan akar kayu yang kuat serta bersifat panas adalah suppressive. Gejala eksim cepat hilang atau lega, tetapi gejala akan keluar kembali. Ini dapat menyebabkan parut, kulit tebal, kering dan efek hitam pada kulit. Jadi herbal panas kurang sesuai untuk mengobati eksim.

Herbal yang sesuai mengobati eksim adalah herbal yang bersifat sederhana serta dapat detoksifikasi jaringan kulit, darah, dan organ-organ yakni tidak 'menekan' eksim dan bukan bahan beracun ke dalam kulit. Obat ini harus memiliki nilai anti-oksidan yang tinggi. Contoh herbal yang efektif yang dapat mengobati eksim secara non-suppressive adalah bidara, halba, jintan hitam, seaweeds, garam bukit / laut, kunyit, air kelapa, santan kelapa, minyak kelapa, minyak zaitun extra virgin, remunggai, beras dan sebagainya.

Makan daun bidara 3 helai 2 kali seminggu. Juga makan buah bidara atau kurmachina untuk mengobati darah dan internal tubuh pasien. Halba dan jintan hitam juga bagus dimasukkan dalam perawatan. Gunakan setiap hari, setengah sendok teh campuran keduanya.

Kemungkinan reaksi pemulihan terjadi

Oleh sebab penyakit eczema dan psoriasis bersumber di dalam darah dan mungkin menyebar ke dalam sistem cairan limfatik, yakni beracun dan agen penyakit telah menyebar secara sistemik, maka perawatan menyeluruh harus dilakukan. Eksim dan penyakit autoimun lainnya adalah satu penyakit yang sering menghasilkan krisis pemulihan yang buruk bagi pasien. Lebih-lebih lagi, jika pasien sering menggunakan produk kosmetik dan personal care pada permukaan kulit dan wajah selama beberapa tahun. Pasien yang telah menggunakan pengobatan suppressive begitu lama seperti krim dan obat anti-alergi, gatal juga menyebabkan krisis pemulihan yang parah.

Krisis pemulihan yang dialami oleh pasien eksim agak parah dan lama untuk reda, antara 3-6 bulan. Ini menyebabkan muka menjadi bengkak kemerahan, sakit berdenyut sehingga mengganggu tidur malam, rasa ketat dan tegang, panas dan gatal yang berlebihan.

Krisis pemulihan yang terjadi adalah disebabkan oleh:

1. Detoksifikasi usus
2. Detoksifikasi organ hati
3. Detoksifikasi organ ginjal
4. Detoksifikasi organ paru-paru dan saluran pernafasan
5. Detoksifikasi jaringan kulit
6. Detoksifikasi jaringan darah, sistem limfatik

Kemungkinan gejala bertambah parah dapat terjadi terutama pada bagian kulit dan usus untuk periode tertentu selama pengobatan metode non-suppressive. Periode ini dapat terjadi dari beberapa hari sampai beberapa minggu dan bulan tergantung kepada:

1. Lamanya atau kekronikan penyakit tersebut.

2. Jumlah serta lamanya agen suppressive yang telah digunakan sebagai pengobatan seperti krim, anti-histamin, suntikan, steroids, obat obat lain yang kuat, herbal yang panas dan kuat, penggunaan kosmetik dan personal care yang lama. Makin lama penggunaan bahan kimia suppressive ini, makin lama dan buruk krisis pemulihan yang mungkin terjadi.

Diantara efek samping pemulihan yang biasa terjadi pada pasien eksim adalah seperti berikut:

1. Timbul ruam-ruam halus pada wajah atau bagian lain tubuh.
2. Timbul jerawat
3. Demam - penyeimbangan darah yang kotor, asam, pekat, reaksi pembukaan rongga / saluran yang tertutup.
4. Batuk atau sakit tenggorokan - tndkbls penyeimbangan dan detoksifikasi saluran pernafasan dan paru-paru.
5. Badan rasa lemah - darah asam dan kurang oksigen, kurang nutrisi.
6. Mata merah dan bengkak - detoksifikasi organ hati sedang terjadi
7. Rasa bertambah gatal pada bagian tersebut atau bagian lain
8. Rasa panas pada bagian kulit tersebut.
9. Timbul bengkak kemerahan pada wajah atau bagian tubuh tubuh lain.
10. Lebih sering buang air besar atau kecil - detoksifikasi usus besar dan ginjal
11. Sembelit - detoksifikasi terjadi pd bagian usus kecil. Banyaklah minum air mineral alkali, buah pepaya, semangka.

12. Rasa sakit berdenyut pada bagian tersebut.

13. Puncaknya keluar cairan dari bagian kulit tersebut. Cairan ini bersifat acrid yakni radang terhadap kulit. Cairan inilah yang menyebabkan kulit terasa panas, sakit berdenyut, radang, gatal. Ini perlu dicuci atau dilap dengan kapas bersih yang dilembapkan dengan air bersih yang direndam garam sedikit. Setelah cairan ini habis keluar, barulah gejala penyakit kulit mereda dan berangsur pulih, eczema semakin menyusut dan kering. Parut dan efek hitam juga akan hilang dengan sendiri. Inilah puncak proses detoksifikasi bagian kulit.

Jadi perlu buat perawatan secara bertahap dengan kontrol dosis yang sesuai. Mulailah dengan dosis kecil dan frekuensi yang kurang.

Rekomendasi pengobatan Eksim:

1. Bedak Dingin Bidara - dicampur dengan Gel atau Toner di bawah sebagai masker pada kulit berkenaan

2. Multipurpose Organic Gel Bidara 100% water-based - oles pada kulit

3. Toner Nutriskin Kolagen 7 in 1 - oles pada kulit

4. Madu Bidara / Habbatus Sauda - Pengobatan awal

5. Jus Nutri Kolagen - Pengobatan awal

6. Teh Bidara Klasik - pengobatannya, diambil setelah reaksi reda seminggu sekali. Mulai dengan dosis rendah seperti 1 sdm air Teh Bidara yang sudah diseduh.

7. Minyak kelapa - ambil harian 1-2 sendok besar.

8. Nutrifud atau Nutrishifax - ambil selang sehari untuk energi, nutrisi balancing.

Perlu selalu mengkonsumsi air mineral alkali atau air sulingan yang kaya mineral. Hindari air asam seperti air R.O, air keran tak dimurnikan, air kotak atau kaleng yang manis putih dan mengandung aditif kimia. Hindari konsumsi ayam daging, telur komersial, daging sapi, burger, nugget, sosis, ikan gatal, ikan yang dikemas secara komersial seperti lele, nila, patin.

Pengobatan Afiliasi Non-suppressive dan suppressive

Pengobatan kombinasi ini mungkin diperlukan oleh sebagian pasien yang mengalami krisis pemulihan yang agak parah sehingga pasien tak bisa tahan sakit, gatal yang terjadi. Sebagian pasien tak bisa tidur malam. Ini sangat mengganggu pasien.

Jadi selama perawatan non-suppressive, intervention perawatan suppressive seperti obat tahan gatal (oral), suntikan menahan sakit. Ini dapat dilakukan secara minimum yakni sesekali diperlukan, bila pasien sudah tak tahan dengan krisis yang terjadi. Intervention obat suppressive dapat mengeringkan eksim sehingga meninggalkan bekas hitam dalam waktu beberapa hari saja, meskipun intervention hanya dibuat sekali saja (khususnya suntikan). Aplikasi eksternal obat non-suppressive (water-based herbal extract aqua / gel) dapat dilakukan untuk mengobati eksim.

Namun, intervention dengan perawatan suppressive dapat menimbulkan efek adverse yakni badan terasa panas seperti demam, emotionally irritating, denyut nadi meningkat, sakit berdenyut dan rasa panas pada eksim bertambah, tak bisa tidur malam. Ini terjadi beberapa hari akibat eksim ditekan kembali ke dalam tubuh. Bisa kurangi efek adverse ini dengan gunakan air daun bidara, merunggai, semambu pada kulit bersangkutan. Buat pemandian dengan air daun tadi dapat mengurangi panas badan dan eksim.

Dalam waktu seminggu sampai dua minggu, pasien tak diberi pengobatan non-suppressive oral untuk melihat kemungkinan krisis berulang. Hanya minum air mineral alkali, ambil makanan Wholefoods, buah yang kaya air seperti semangka, air kelapa, pepaya. Susu sapi atau kambing wholemilk, ikan selar, ikan air tawar, tenggiri, butter susu asli 100% Anchor, beras rebus, santan segar, minyak kelapa, atau minyak zaitu extra virgin dapat diberi kepada pasien. Regimen diet / makanan ini untuk memberi nutrisi seimbang dan energi kepada pasien dan mempercepat penyembuhan.

Psoriasis

Gejala penyakit psoriasis atau badang kulit adalah kulit yang kering, gatal, lapisan kulit yang selalu berganti (keratinosis) tampaknya bersisik sehingga menjadi radang dan kudis, bengkak sampai mempengaruhi bentuk tulang jika psoriasis dialami begitu lama yang dirawat dengan agen suppressive.

Ada juga penyakit psoriasis yang menyebabkan kulit berair kemerahan yang sangat radang atau sakit. Ini hanya melibatkan jaringan permukaan kulit saja. Ini biasanya disebabkan oleh pengobatan penyakit lain menggunakan obat kimia sintetis yang kuat atau vaksin. Ia mengubah sistem imun tubuh. Efek samping dari perawatan suppressive ini menimbulkan penyakit psoriasis biasanya pada anak-anak. Penyakit ini lebih mudah diobati tanpa tindakbalas pemulihan yang parah.

Psoriasis biasanya lebih parah dari eczema karena sudah sampai ke jaringan lebih dalam dari permukaan kulit. Psoriasis dapat mengenai jaringan sendi dan tulang jika ia telah lama dialami pasien. Psoriasis terjadi akibat penyakit kulit seperti eczema, gatal, yang dirawat menggunakan agen suppressive seperti steroids, krim, suntikan obat untuk penyakit kulit dan herbal panas yang kuat dalam waktu yang lama. Penyakit pada permukaan kulit ditekan kedalam oleh obat atau agen suppressive. Semakin lama penggunaan obat suppressive, semakin jauh ke dalam penyakit psoriasis dan himpunan bahan beracun terjadi. Maka semakin kronis penyakit psoriasis dan semakin sulit dan semakin lama pengobatan harus dilakukan.

Ini karena reaksi pemulihan yang lebih parah dan lebih lama dialami selama proses perawatan. Bagi penyakit psoriasis yang baru dan hanya mengenai bagian jaringan kulit saja, krisis pemulihan saat menjalani perawatan non-suppressive tak berapa parah yakni seperti eczema dan penyakit kulit jenis alergi lain dan sinus. Tapi krisis pemulihan penyakit psoriasis yang kronis yang telah mempengaruhi jaringan sendi dan tulang, lebih parah daripada eczema:

Sakit pada bagian sendi, organ dan beberapa bagian tubuh yang mengalami psoriasis. Pasien biasanya tak tahan dengan proses pemulihan ini. Jadi perlu gunakan dosis yang minimal sekali yakni 1-3 titik atau suku sendok kecil untuk sediaan Aqueous (cairan) atau jus atau konsentrat atau madu pada frekuensi seminggu sekali misalnya.

Tingkatkan dosis secara bertahap-tahap ketika krisis mulai mereda. Begitulah seterusnya dosis ditingkatkan sampai mencapai dosis yang diusulkan untuk mengeluarkan semua racun dan penyakit dari dalam tubuh. Proses ini mungkin memakan waktu berbulan-bulan hingga setahun. Untuk mempercepat proses pemulihan psoriasis yang kronis, harus selalu konsumsi minuman alkali (air mineral pH> 7,0; Bleu 7.4, Ghau-Ghau 8.0, air zam-zam 10.0 -12.0) dan makanan asli Wholefoods yang kurang asam atau lebih basa (drp makanan yang diproses / refined foods). Rekomendasi pengobatan psoriasis juga seperti eczema, tetapi ada modifikasi terhadap dosis dan frekuensi konsumsi.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait