Cara Mengobati Kurap dengan Menghilangkan Dendam Hati

Penyakit kurap terjadi karena lingkungan yang tidak seimbang tingkat kelembaban dan penerimaan cahaya matahari. Ada juga kebiasaan yang tidak sehat sebagai akar penyebab kurap antaranya adalah: 1). Memakai pakaian yang masih belum kering; 2). Memakai pakaian basah dalam keadaan yang tidak berangin dan tidak terkena cahaya matahari dan berkelanjutan lembab dalam waktu yang lama; 3). Memakai pakaian yang baru dijemur dan masih panas; dan 4). Berada dalam ruangan yang lembab, redup dan tidak dimasuki sinar matahari.

Bakteri yang ada pada kurap menyebar dalam kondisi yang lembab tetapi hangat. Bakteri yang ada pada kurap dan sopak juga turut dapat ditemukan dalam air panas terutama air yang panas terjemur pada pancaran matahari. Sering meminum atau menggunakan air tersebut untuk mencuci pakaian atau tubuh juga adalah penyebab terjadinya kurap jika air tersebut tidak diteduhkan dalam waktu yang lama. Begitu juga halnya jika seseorang memakai pakaian yang belum kering airnya.

Penyakit Kurap

kurap
Kulit yang mudah terinfeksi kuman karena struktur asli kulit itu lemah tenaganya. Sebenarnya kulit memiliki energi dan kekuatan untuk mengontrol infeksi. Energi kulit menjadi lemah ketika diganggu oleh karakter negatif yang mempengaruhi kesehatan kulit.

Kesehatan kulit diatur oleh kondisi empedu. Empedu mengontrol karakter memendam sesuatu. Biasanya perasaan marah yang dipendam akan menyebabkan empedu mudah lemah sehingga berikutnya melemahkan kulit.

Selagi seseorang itu masih lagi menyimpan dendam atau selalu bersikap marah di dalam hati, maka selama itulah penyakit kulitnya agak sulit diobati. Penyakit kulit ini bukan sekadar kurap, bahkan mencakup hampir semua jenis penyakit kulit umumnya.

Antara sikap suka marah dalam hati atau marah yang tidak sampai kepada orang yang dimarahi adalah seperti marah pembalap lain ketika di dalam kendaraan sendiri. Ketika itu marah yang dinyatakan tidak didengarkan oleh sopir yang dimarahi. Sebaliknya penumpang lain di dalam kendaraan sendiri itu yang merasa ketakutan. Kondisi ini adalah antara penyebab gangguan karakter yang tidak disadari dan meninggalkan dampak kesehatan terhadap kulit setidaknya jerawat yang sulit sembuh.

Kurap pada tahap awal dapat diketahui dengan melalui penampilan ruam yang berbentuk bulat atau cincin. Pada tingkat yang kronis itu bisa membengkak, berkudis atau gatal bernanah.

Pengaruh Karektor
Untuk penyakit kulit yang terlalu kronik seperti wart, eksema dan psorisis, mereka biasanya memendam kisah silam yang terlalu lama beserta kesan trauma (ketakutan terhadap peristiwa tersebut). Untuk mengatasi masalah ini, coba untuk memaafkan mereka yang didendam atau maafkan semua orang setiap hari. Biasanya perkara yang didendamkan itu sudah tidak dapat diingati lagi. Upaya untuk mengimbas atau memfokuskan orang yang didendam akan memudahkan proses untuk memaafkannya.

Empedu mengontrol kesehatan kulit melalui pikiran yang ikhlas
Pengobatan masalah kulit perlu kekuatan dari organ empedu yang mengontrol energi sel-sel kulit serta upaya untuk membasmi bakteri yang menjangkiti di bagian kulit. Kulit yang sehat mampu mengontrol keberadaan parasit dan kehadiran biotik asing yang tidak diperlukan di kulit. Penyakit seperti kurap tidak mampu bertahan lama di area kulit yang memiliki frekuensi kulit yang asli.

Detoksifikasi
Kulit yang lemah mudah menjadi tempat pengumpulan beracun serta liang utama untuk proses ekskresi. Kondisi ini akan lebih memperburuk kondisi kulit yang sudah lemah serta menjadikan kulit sebagai habitat terbaik untuk perkembangan bakteri. Detoksifikasi adalah metode yang paling lazim dilakukan oleh setiap pengobatan alternatif. Tubuh yang bersih dari racun akan menyelamatkan kulit dari polusi beracun dari dalam tubuh akibat dari ekskresi melalui keringat.

Melalui metode pengobatan Attitude Therapy, menemukan penyebab dendam untuk dimaafkan atau diselesaikan sehingga karakter negatif tidak tertanam pada kulit dapat dilakukan melalui beberapa teknik proses pengobatan dan konseling.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait