Begini Serunya Menonton Pertunjukan Tari Kecak di Bali

Berlibur ke pulau Bali tidak akan terasa lengkap tanpa menyaksikan pertunjukan tari Kecak. Tari kecak atau lebih dikenal dengan tarian api adalah jenis tarian yang unik dan penuh dengan suasana magis. Tidak seperti tari Bali lainnya yang menggunakan musik sebagai pengiring gamelan, tari Kecak hanya mengandalkan seni  vokal berirama, seperti "cak cak ke cak cak ke cak cak ....". Oleh karena itu, tarian ini disebut tari Kecak. Tari Kecak terinspirasi oleh jenis tari Sanghyang di wilayah Kabupaten Gianyar. Tari Sanghyang atau tari trance adalah jenis tarian yang hanya boleh dipentaskan di dalam pura ketika melaksanakan ritual keagamaan.

Menurut Wikipedia, tari Kecak diciptakan oleh Wayan Limbak di tahun 1930-an yang bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies. Dengan menambahan seni drama tentang kisah Ramayana, Wayan Limbak bersama kelompok tarinya berhasil membuat tarian Kecak menjadi populer di negara-negara Eropa sejak tahun-tahun tersebut. 

tari kecak
Kemudian masyarakat Bali pun juga menjadi tertarik dengan pesona tari Kecak, sehingga banyak berdiri kelompok tari Kecak, terutama yang dilakoni oleh kaum muda. Dalam sebuah pertunjukan Tari Kecak, dilakukan oleh sekitar 50-70 orang. Pada tahun 2006, Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar pertunjukan tari Kecak sebanyak 5 ribu orang, yang kemudian mendapat catatan rekor sebagai pementasan tari kecak terbesar.

Dalam tari Kecak, ada beberapa pembagian peran. Satu orang sebagai pemimpin akapela (disebut Peneken), satu orang sebagai dalang (prolog), beberapa sebagai penari (aktor drama), dan lainnya duduk dalam lingkaran yang bertugas mengiringi dengan suara akapelanya. Para muda-mudi Bali sangat senang mementaskan tarian Kecak karena dapat membangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang tinggi. 

Kreativitas para seniman mampu membuat tari Kecak menjadi populer dan mereka juga berhasil menciptakan beragam jenis tari Kecak, seperti Kecak Vali Sugriwa (diciptakan tahun 1976), Tari Kecak Dewa Ruci (diciptakan tahun 1982) oleh Wayan Dibia, dan lain-lain.

Di Bali ada beberapa tempat yang bagus untuk menonton pertunjukan tari Kecak, misalnya di Uluwatu dan di Garuda Wisnu Kencana. Banyak wisatawan yang suka menonton tari Kecak karena ada pertunjukan aksi magis hingga kerasukan roh yang dialami para penari. Nah, untuk menikmati pertunjukan tari Kecak di tempat-tempat tersebut, Anda harus membayar tiket sekitar US $ 8-10. Pementasan biasanya dimulai pada sore hari sekitar pukul 6 sore. Jadi, jangan sampai terlambat ke sana!!!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait