8 Trik Buat Anak Mau Mendengarkan, Tanpa Harus Berteriak

 Apakah Anda masih sering merasa bingung, karena tidak tau harus berbuat apa terhadap anak kita yang mungkin kurang menurut terhadap kita (agak bandel), atau Anda kurang tau untuk  bagaimana cara mengajar anak untuk minta maaf dan mau mengakui kesalahannya? Memang tidak gampang membuat anak menurut akan apa yang kita katakan, apa lagi anak-anak sekarang. Hampir semua orang tua mengeluhkan akan hal ini. Tidak gampang bukan berarti tidak mungkin kan?

Situasi ini biasa terjadi di rumah atau di mana saja. Sebenarnya ada teknik yang kita butuhkan untuk 'menguasai' saat berbicara dengan anak. Perlu Anda sadari, mereka itu masih kecil dan tingkat pemikirannya pun pasti berbeda dengan orang dewasa. Jadi, sebagai orang tua kita harus bisa mencari jalan agar si anak bisa memahami dan mengerti bahwa apa yang kita bicarakan atau yang kita perintahkan semata-mata demi kebaikannya.

mendengarkan anak
Berikut adalah beberapa cara agar Anda dapat  memastikan untuk berkomunikasi dengan anak Anda secara lebih efektif.

1. 'Kontak Mata'
Mungkin selama ini para Ibu dan ayah selalu mengabaikan kontak mata dengan anak-anak. Yang ada hanya jeritan dan teriakan di saat anak-anak melakukan kesalahan, itupun sambil melakukan pekerjaan dapur atau pekerjaan lainnya. Karena beberapa orang sering mengarahkan anak tersebut sementara mata mereka 'menempel' ke TV / laptop / ponsel.

Tentu, ketika seorang anak berkonflik dengan mata dan melihat wajah orang tua yang sedang berbicara, mereka akan menerima lebih banyak sinyal untuk memahami pesan lisan. Anak tidak hanya berfokus pada wajah, tapi juga peduli dengan gerakan bibir, ekspresi, dan bahasa tubuh. Ini adalah semua fitur penting dalam menyampaikan pesan yang jelas.

Jadi, disaat kita merasa anak sudah mulai melakukan sesuatu yang kurang baik, maka Anda harus menghentikan pekerjaan Anda terlebih dahulu, dan ajak ia bicara dengan memandang matanya sambil menjelaskan bahwa itu tidak baik dilakukan.

2. Berbicara Tentang 'Tingkat Mata'
Dengan menekuk tubuh Anda dan berbicara pada puncak anak Anda, Anda sepertinya tidak hanya merasa lebih mudah didekati dan kurang 'menakutkan', namun Anda juga membuat pesan lebih mudah dimengerti dan dipahami. Teknik psikologi ini biasa digunakan oleh guru prasekolah untuk menjembatani hubungan dan memudahkan komunikasi dengan anak kecil. Menariknya, praktik ini dipraktekkan oleh pasangan kerajaan Inggris, Pangeran William dan Kate Middleton melawan Pangeran dan Putri mereka.

3. Ekspresi Wajah
Gerakan tersenyum, keriput, bibir dan mata merupakan salah satu tanggapan yang dapat mempengaruhi respons anak terhadap pesan yang kita sampaikan. Dengan mempertahankan ekspresi positif dan mengendalikan kemarahan, kita bisa menunjukkan keseriusan sambil memprioritaskan pesan yang disampaikan daripada terlalu banyak tembakan.

4. Cobalah Membuat Kolaborasi
Berkolaborasi atau menunjukkan bagaimana memperbaiki kesalahan adalah salah satu cara untuk mendorong mereka memahami apa yang diajarkan dengan lebih efektif. Misalnya, jika anak menumpahkan air, ambil kain yang sesuai dan bersihkan bersama. Menurut penelitian, keterlibatan Anda dapat mendorong pemahaman dan pengetahuan mereka tentang topik secara lebih mendalam.

5. Stop Lapping
Cara kita berbicara dengan anak kita sangat penting karena bisa menjadi 'hati' mereka. Bila kita sering 'memberi label' kata-kata seperti 'lesu', 'ceroboh', atau 'bandel', mereka akan segera mulai percaya bahwa sikap itu adalah bagian dari diri mereka sendiri. Bahaya bukan?

6. Bahasa Tubuh
Tutup kepala, acungan jempol, atau tepukan di bahu, misalnya, adalah bahasa tubuh yang positif dan dapat berdampak pada komunikasi. Betapapun marahnya kita, tapi tetap pastikan untuk meyakinkan anak bahwa Anda akan tetap mencintai mereka. Ini tidak hanya menunjukkan bahwa Anda secara aktif mendengarkan apa yang mereka katakan, ini juga mendorong anak untuk berbagi isi hati mereka tanpa mengganggu kata-kata apapun.

7. Jarak Dengan Anak-Anak
Bagi anak kecil, penting bagi kita untuk berbicara sekitar 1-2 kaki jauhnya. Seiring bertambahnya anak-anak, jarak ini akan meningkat secara bertahap karena kemampuan mereka untuk memperhatikan juga meningkat.

8. Pisahkan Anak Dari Keramaian
Hindari berbicara dengan anak-anak di lingkungan yang terganggu atau bising. Suara musik, televisi, suara orang misalnya akan membuat anak Anda tetap tenang dan memperhatikan instruksi atau pesan positif yang sedang dicoba. Selain itu, cobalah untuk berhenti melakukan pekerjaan apa pun dan fokus untuk berbicara dengan anak sebagai gerakan orang tua yang tidak terbatas juga dapat mencegah penyampaian pesan dan tanggapan dari anak. Jangan lupa untuk memberikan anak pelukan agar si anak dapat merasakan kasih sayang kita.

Hal Yang Kecil  Namun Membawa Perubahan Yang  Besar
Jika diperhatikan, perhatian kita juga berperan penting agar anak lebih mau mengikuti petunjuk orang tua. Komunikasi non verbal ini dapat membantu memastikan pesan lisan lebih mudah dipahami.
Percayalah dengan sedikit usaha, Anda bisa membuat perubahan besar pada hubungan Anda dengan anak Anda. Dan lebih pentingnya lagi anak kita akan tubuh menjadi anak yang baik dan penurut.

Akan sangat baik jika anak-anak diarahkan ke hal yang lebih baik sedini mungkin, agar ke depannya ia bisa tumbuh menjadi anak yang baik. Memberinya perhatian berusaha untuk selalu dekat pada mereka akan membuatnya tau bahwa kasih sayang kita sangatlah besar untuk mereka. Sadarkah Anda jika tangan-tangan mereka akan menggenggam kita di hari tua. Semoga Bermanfaat...

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait