6 Warna Haid Ini Petunjuk Tanda Kesehatan Anda

Setiap bulan, apa yang selalu wanita tunggu? Apa lagi selain tamu bulanan. Dalam waktu 1 bulan biasanya para perempuan akan merasakan hal ini. Hal yang satu ini cukup membuat para wanita kehilangan gairah dan merasakan sedikit nyeri. Apakah siklus haid Anda sudah benar atau tepat? Jika menstruasi tidak sampai pada titik waktu, kadang akan membuat kita merasa khawatir. Tapi, tahukah anda bahwa warna darah menstruasi kita punya maknanya sendiri? Rupanya, setiap warna berbeda menjelaskan apa yang kurang dan apa yang lebih didalam  tubuh kita. Tahukah anda apa arti dibalik warna darah menstruasi kita? Mari kita lihat 6 warna berbeda ini.

1. Jika Warnanya Berwarna Pink
Jika warna darah yang anda keluarkan berwarna pink atau merah muda, ini berarti Anda memiliki tingkat estrogen rendah. Studi menunjukkan bahwa jika Anda memiliki kadar estrogen rendah, ini berarti Anda kelebihan berat badan. Saat berolahraga, ini akan mempengaruhi siklus haid Anda. Jangan mudah karena kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan Anda mengalami osteoporosis jika tidak segera diobati. Jadi, setelah itu jika sudah cukup dekat dengan 'periode' maka ada baiknya jika Anda sedikit mengurangi latihannya!

2. Jika Warnanya Cair
haid
Warna darah menstruasi cair berarti itu menandakan bahwa Anda kekurangan gizi. Studi dari Mount Sinai School of Medicine di New York mengatakan bahwa jika darah menstruasi bersifat cairan dan cairan, maka itu berarti Anda bisa terkena anemia. Jika semakin cair menstruasi Anda dan kondisinya terus berlanjut, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

3. Jika Warna Coklat Gelap
Kurangnya buang air kecil adalah salah satu alasan mengapa darah haid berwarna coklat tua. Ini karena darah berlebih akan tersimpan lebih lama dan tidak melalui proses buang air kecil. Jangan khawatir, situasi ini normal. Siklus menstruasi dan warna untuk setiap wanita berbeda. Jika Anda menemukan darah haid coklat gelap, ketahuilah bahwa ini adalah proses normal pada periode menstruasi dan akhir siklus haid.

4. Jika Warnanya Merah Gelap 
Warna merah gelap dan tekstur selai stroberi adalah salah satu warna darah menstruasi yang akan dialami wanita. Ini berarti Anda memiliki tingkat progesteron rendah dan tingkat estrogen tinggi. Jika benjolan darah lebih besar dari biasanya, ini berarti Anda memiliki ketidakseimbangan hormon yang tinggi. Jadi, sebaiknya Anda mengurangi tingkat konsumsi produk susu, kacang-kacangan dan makanan manis untuk melihat perbedaannya. Hati-hati, jangan biarkan 'fabroids uterus' terjadi.

5. Jika Campuran Berwarna Merah Dan Abu-Abu
Berhati-hatilah, jika Anda memiliki darah menstruasi merah bercampur abu-abu, sebaiknya Anda mendapatkan perawatan dokter dengan cepat. Ini karena, kemungkinan besar Anda telah terjebak oleh apa yang disebut PMS sebagai 'infeksi menular seksual'. Ini berarti Anda bisa menginfeksi alam bawah sadar dan pasangan Anda. Jangan sampai terlambat, segera berobat dengan cepat.

6. Jika Warna Merah Menyala
Inilah warna yang didambakan oleh semua wanita! Jika darah haid Anda berwarna merah cerah dan terlihat seperti jus ceri, ini berarti Anda memiliki tingkat kesehatan dan siklus haid yang normal. Memang, setiap wanita mungkin memiliki pengalaman menstruasi yang berbeda, namun jika Anda memiliki darah menstruasi seperti ini secara konsisten, ini berarti Anda memiliki kadar hormon normal.

Setiap wanita sudah pasti mempunyai perbedaan ketika mengahadapi haid. Namun hampir setiap perempuan mengalami nyeri haid setiap kali mereka menstruasi, hanya saja kadar rasa sakit pada setiap perempuan berbeda-beda. Ada yang sangat parah hingga tidak bisa melakukan aktivitas apapun, namun ada juga yang tidak begitu terasa hingga sifatnya sama sekali tidak mengganggu aktivitas harian.

Setiap saat, perempuan mengalami kontraksi pada dinding rahim hanya saja kondisi tersebut tidak terasa. Kontraksi pada otot dinding rahim tersebut biasanya akan semakin kencang sebagai bagian dari proses peluruhan dinding rahim ketika menstruasi. Kontraksi pada dinding rahim tersebut menekan pembuluh darah yang mengelilingi rahim, akibatnya suplai darah dan juga oksigen ke area rahim terhenti. Ketika rahim tidak memperoleh suplai oksigen yang cukup, jaringan rahim akan melepaskan sejenis bahan kimia yang menyebabkan nyeri tersebut terjadi ketika haid.

Zat kimia yang dihasilkan oleh rahim tersebut disebut dengan prostaglandin. Prostaglandin tersebut memicu otot rahim untuk terus berkontraksi sehingga rasa nyeri akan semakin parah. Selain rasa nyeri, prostaglandin juga akan memicu gejala lain, seperti mual setelah mengonsumsi kopi, gejala diare, lemas, dan sering sakit kepala. Menurut penelitian, sebagian perempuan memproduksi prostaglandin dalam jumlah yang lebih banyak sehingga mereka merasakan nyeri yang lebih parah dibandingkan perempuan lainnya.

Gejala Nyeri Saat Haid

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gejala nyeri saat haid biasanya dialami oleh hampir setiap perempuan, hanya saja kadarnya berbeda pada setiap perempuan. Rasa nyeri tersebut biasanya dirasakan pada bagian perut bawah dan terkadang bisa menyebar ke bagian punggung bawah serta pada bagian paha. Pada beberapa perempuan, nyeri haid bisa sangat parah hingga penderitanya tidak dapat melakukan aktivitas harian seperti biasanya. Namun, ada beberapa perempuan merasakan nyeri haid yang sifatnya dapat diabaikan atau biasa saja, sehingga sama sekali tidak akan mengganggu aktivitas harian.

Nyeri haid yang terasa di bagian perut bawah biasanya diikuti dengan gejala-gejala lain, seperti:

  • Rasa sering mual setelah makan
  • Kepala terasa sakit dan pusing
  • Tubuh mudah lelah dan terasa ingin pingsan

Beberapa gejala tersebut biasanya akan terasa ketika masa-masa menjelang haid dan juga pada masa awal menstruasi. Rasa nyeri tersebut biasanya akan bertahan selama 2 sampai 4 hari. Namun, pada beberapa perempuan dengan kasus yang lebih parah biasanya rasa sakit akan bertahan dalam kurun waktu yang lebih lama. Namun Anda tidak perlu khawatir, biasanya rasa nyeri tersebut lambat laun akan hilang ketika Anda sudah memiliki anak.

Pada beberapa perempuan, nyeri haid biasanya akan muncul setelah beberapa kali mengalami siklus menstruasi. Kondisi semacam itu bukanlah hal yang mengkhawatirkan. Akan tetapi, jika rasa nyeri tersebut selalu Anda alami setiap kali siklus menstruasi dan terasa semakin parah ketika usia lebih dari 25 tahun maka sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan medis karena bisa jadi rasa nyeri tersebut menandakan adanya gejala penyakit tertentu.

Penyebab Nyeri Haid

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa setiap saat otot dinding rahim pada perempuan melakukan konstraksi. Hanya saja konstraksi tersebut akan semakin kuat ketika mengalami siklus menstruasi dan menyebabkan rasa nyeri pada perut bagian bawah. Saat kontaksi tersebut terjadi, rahim menekan pembuluh darah sehingga suplai darah dan juga oksigen ke area dalam dinding rahim menjadi terhambat. Kondisi tersebut akan menyebabkan rahim mengeluarkan senyawa kimia yang menyebabkan rasa nyeri pada perut bagan bawah.

Pada waktu yang bersamaan, tubuh akan menghasilkan prostaglandin. Prostaglandin tersebut mendorong rahim untuk berkontraksi lebih kuat sehingga rasa sakit yang dirasakan akan semakin parah. Makin tinggi produksi prostaglandin maka akan semakin parah rasa nyeri yang dirasakan.

Meskipun belum ada penelitian pasti yang menyatakan bahwa prostaglandin akan menyebabkan rasa nyeri lebih parah, namun pada beberapa perempuan yang menghasilkan prostaglandin lebih banyak biasanya rasa nyeri yang dirasakan juga akan semakin parah. Selain itu, beberapa kondisi tertentu juga bisa memicu rasa nyeri haid tersebut, di antaranya:

Fibroid merupakan pertumbuhan sel yang terjadi di bagian dinding rahim. Pertumbuhan sel pada dinding rahim tersebut bukanlah kanker, namun biasanya akan menjadi salah satu pemicu munculnya rasa nyeri ketika haid. Endometriosis merupakan sel-sel rahim yang tumbuh di luar area rahim. Biasanya sel-sel tersebut tumbuh di area tuba falopi dan ovarium. Rasa nyeri haid biasanya akan muncul ketika sel-sel mulai terkikis seperti sel-sel rahim pada saat terjadi siklus menstruasi. (baca juga: penyebab darah beku saat haid)

Adenomiosis merupakan kondisi di mana jaringan lapisan dinding rahim mulai tumbuh ke lapisan bagian luar atau dinding otot rahim. Kondisi tersebut menyebabkan dinding rahim terkikis dan membuat nyeri haid.

Penyakit radang panggul juga menjadi salah satu faktor yang memicu rasa nyeri ketika haid. Penyakit radang panggul terjadi ketika bakteri telah menginfeksi rahim, tuba falopi, dan juga ovarium. Akibatnya terjadi pembengkakan dan juga iritasi parah.

Alat kontrasepsi IUD atau spiral juga bisa menyebabkan rasa nyeri ketika haid, terutama pada masa awal pemasangan alat kontrasepsi tersebut. Alat kontrasepsi IUD atau spiral terbuat dari plastik dan tembaga yang dimasukkan ke bagian rahim.

Penyempitan serviks bisa dialami oleh beberapa perempuan. Kondisi ini terjadi ketika mulut rahim atau serviks tidak bisa terbuka secara lebar. Kondisi tersebut menyebabkan aliran darah menstruasi terhalang. Akibatnya terjadi tekanan pada dinding rahim dan menimbulkan rasa nyeri.

Apabila nyeri haid disebabkan oleh salah satu faktor yang ada di atas, maka biasanya rasa sakit akan dirasakan secara bertahap. Biasanya, awal siklus menstruasi tidak merasakan sakit yang begitu mengganggu, namun lambat laun rasa sakit semakin parah dan menyebabkan gangguan ketika melakukan aktivitas. Jika kondisi tersebut Anda alami maka ada baiknya Anda segera melakukan pemeriksaan secara medis.

Resiko untuk merasakan nyeri haid biasanya akan semakin tinggi pada kondisi-kondisi tertentu. Adapun beberapa perempuan yang lebih beresiko mengalami nyeri haid adalah ketika:

  • Mengalami volume haid yang lebih banyak dari pada biasanya.
  • Mengalami siklus menstruasi sebelum usia 11 tahun.
  • Memiliki berat badan berlebih (obesitas).
  • Belum pernah hamil.
  • Kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan juga merokok. 

Diagnosis Nyeri Saat Haid

Rasa nyeri pada saat haid adalah hal yang wajar terjadi. Hanya saja, ketika rasa nyeri dirasa sangat parah dan diikuti dengan pendarahan yang sangat banyak maka ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan medis. Bisa jadi kondisi tersebut menandakan adanya gejala penyakit tertentu pada diri Anda.

Ketika melakukan pemeriksaan medis, dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan dan juga melakukan beberapa tes fisik. Salah satu pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter biasanya berupa pemeriksaan area panggul. Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi yang dianggap tidak normal dari organ reproduksi Anda. Selain itu, dokter juga akan melihat tanda-tanda terjadinya infeksi.

Jika nyeri haid dirasa sangat parah dan dokter umum tidak bisa menentukan sebab pasti dari nyeri tersebut, maka akan diberikan rujukan kepada ginekolog. Biasanya ginekolog akan melakukan beberapa prosedur untuk mengetahui penyebab utama dari rasa nyeri yang Anda rasakan. Beberapa prosedur yang dimaksud adalah:

  • tes urin
  • tes darah
  • CT scan atau MRI
  • laparoskopi
  • histeroskopi
  • ultrasound

Beberapa prosedur pemeriksaan di atas biasanya mampu menunjukkan penyebab utama dari rasa nyeri yang sedang Anda rasakan ketika haid.

Cara Menangani nyeri haid

Jika rasa nyeri haid yang Anda rasakan cukup mengganggu aktivitas, maka sebaiknya Anda melakukan beberapa penanganan untuk meredakan rasa nyeri tersebut. Adapun beberapa metode yang bisa Anda lakukan untuk cara menghilangkan nyeri saat haid adalah sebagai berikut :

1. Obat Pereda Nyeri Haid
Mengkonsumsi obat pereda nyeri haid bisa menjadi pilihan untuk meredakan rasa nyeri. Adapun beberapa jenis obat-obatan yang bisa mengatasi nyeri saat haid adalah:

Obat anti inflamasi non steroid. Jenis obat ini biasanya dapat diperoleh secara bebas di toko-toko obat. Jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam obat anti inflamasi non steroid adalah aspirin dan juga ibuprofen. Untuk mengkonsumsi dalam jumlah dosis yang tepat, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau membaca aturan pemakaian obat.

Obat penghilang rasa sakit yang lain yang bisa Anda konsumsi adalah paracetamol. Paracetamol bisa Anda dapatkan secara bebas di toko-toko obat di sekitar Anda. Selain mudah diperoleh, paracetamol juga memberikan efek samping yang relatif sedikit dibandingkan jenis obat-obatan pereda nyeri lainnya. selain paracetamol, Anda juga bisa mengkonsumsi jenis obat kodein. Untuk mengkonsumsi obat jenis ini sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Kontrasepsi oral juga bisa menjadi pilihan pereda rasa nyeri haid jika nyeri haid yang Anda rasakan akibat penggunaan alat kontrasepsi IUD atau spiral. Jenis kontrasepsi oral akan menipiskan lapisan rahim dan juga mengurangi produksi senyawa prostaglandin yang diduga membuat rasa nyeri semakin parah. saat lapisan rahim menipis, kontaksi ketika menstruasi juga akan berkurang sehingga rasa nyeri yang dirasakan juga tidak terlalu parah.

2. Mengatur Asupan Makanan
Asupan makanan yang bernutrisi dipercaya dapat meredakan rasa nyeri ketika haid. Konsumsilah makanan yang kaya akan kandungan kalsium, magnesium, vitamin D, vitamin E, dan juga omega 3. Perbanyak asupan sayur dan buah sehingga kebutuhan serat dan juga nutrisi tubuh akan terpenuhi.

3. Kompres Perut
Melakukan relaksasi akan membantu memberikan rasa nyaman sekaligus menurunkan rasa nyeri di bagian perut bawah. Salah satu metode yang bisa dilakukan untuk meningkatkan relaksasi adalah dengan mengompres perut bagian bawah menggunakan handuk hangat. Bila perlu, kompreslah perut dan disertai dengan pijatan ringan. Metode kompres tersebut bertujuan untuk melancarkan peredaran darah dan juga membuat otot-otot di area perut lebih rileks sehingga rasa nyeri juga akan berkurang.

4. Berbaring
Untuk mengurangi rasa nyeri, Anda juga bisa berbaring di tempat yang anda rasa nyaman. Selain mengurangi rasa nyeri di bagian perut, berbaring juga bisa mengurangi rasa nyeri pada bagian punggung. Untuk menambah kenyamanan, Anda bisa menggunakan bantal untuk menyangga lutut Anda. Tarik napas panjang dan buang secara perlahan sehingga tubuh terasa lebih rileks.

5. Melakukan Pijatan
Untuk menambah relaksasi dan juga melancarkan aliran darah ke bagian rahim. Lakukanlah pijatan lembut di area perut, pusar, dan juga pinggang. Anda juga bisa menggunakan minyak kayu putih atau minyak aromaterapi untuk meningkatkan relaksasi.

6. Kunyit Asam
Meredakan rasa nyeri saat haid tidak selamanya harus dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan kimia. anda juga bisa mengkonsumsi ramuan tradisional, salah satunya adalah kunyit asam. Kunyit merupakan obat herbal yang bersifat anti inflamasi sehingga mampu mengurangi rasa nyeri. Untuk meredakan rasa nyeri saat haid, anda bisa mengkonsumsi kunyit asam sebelum dan juga ketika haid berlangsung. Selain cara menghilangkan nyeri saat haid, mengkonsumsi kunyit asam juga akan melancarkan aliran menstruasi saat haid.

7. Mengkonsumsi Makanan yang Kaya akan Kandungan Zat Besi
Perempuan akan sangat rentan mengalami anemia ketika mengalami siklus menstruasi. Karena itulah, mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan zat besi akan membantu menggantikan sel-sel darah merah yang keluar bersama darah menstruasi. Mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan zat besi juga akan menjaga tubuh Anda tetap bugar dan lebih bersemangat ketika melakukan aktivitas harian.

8. Istirahat Cukup
Mencukupi kebutuhan istirahat akan memberikan rasa rileks sekaligus mempercepat proses penyembuhan nyeri. Saat mengalami masa menstruasi, sebaiknya Anda tidur malam setidaknya selama 7 jam. Bila perlu, Anda bisa tidur siang selama 1 jam untuk meningkatkan kebugaran tubuh.

9. Hindari Pakaian yang Terlalu Ketat
Saat menstruasi, Anda membutuhkan ruang gerak yang lebih banyak agar tubuh terasa lebih rileks. Untuk itu, hindarilah pemakaian pakaian yang terlalu ketat. Selain mempersempit ruang gerak, pakaian yang terlalu ketat juga akan menekan area tubuh dan menghambat kelancaran aliran darah. Gunakanlah pakaian yang membuat tubuh Anda merasa nyaman dan tidak membatasi ruang gerak Anda.

10. Mandi dengan Air Hangat
Mandi dengan air hangat juga bisa Anda lakukan untuk meredakan rasa nyeri. Untuk menambahkan rasa nyaman, Anda bisa menambahkan aroma terapi ke dalam air hangat yang Anda gunakan untuk mandi. Mandi dengan air hangat akan membuat tubuh terasa lebih nyaman dan nyeri haid secara perlahan akan hilang.

11. Olah Raga Ringan
Jangan karena haid kemudian Anda tidak melakukan olah raga. Kurang olah raga bisa menjadi salah satu pemicu nyeri haid ketika menstruasi. Untuk mengurangi nyeri haid, Anda bisa melakukan olah raga ringan seperti jogging bisa meningkatkan denyut jantung dan juga melancarkan aliran darah sehingga suplai darah dan juga oksigen ke area rahim menjadi lebih lancar. Kondisi itulah yang akan memberikan rasa nyaman pada area perut.

Selain jogging, Anda juga bisa melakukan yoga. Yoga merupakan salah satu jenis olah raga yang berguna untuk mengatur pernapasan sekaligus memberikan relaksasi kepada tubuh. Jadi selain rasa rileks, Anda juga dapat meningkatkan kelancaran aliran darah.

12. Minum Air Hangat
Jangan sampai kebutuhan tubuh akan cairan ketika masa menstruasi tidak Anda penuhi. Saat menstruasi, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak cairan sehingga asupan air putih juga harus Anda tingkatkan. Untuk memberikan rasa nyaman pada tubuh dan juga perut Anda, Anda bisa mengkonsumsi air hangat. Hindari beberapa jenis minuman seperti kopi, minuman dengan kandungan gula tinggi, dan juga minuman bersoda.

Demikian beberapa metode yang bisa Anda lakukan untuk meredakan nyeri haid. Selain beberapa metode di atas, ada baiknya Anda mengetahui jenis makanan apa saja yang paling tepat untuk Anda konsumsi ketika haid sehingga rasa nyeri dapat dihindari.

Makanan Saat Haid

Memperhatikan pola asupan makanan bisa menjadi salah satu metode efektif untuk mencegah munculnya rasa nyeri ketika haid. Untuk itu, sebaiknya Anda mengetahui jenis makanan apa saja yang sebaiknya Anda konsumsi dan jenis makanan apa saja yang sebaiknya Anda hindari ketika haid.

1. Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi
Beberapa jenis makanan yang dapat Anda konsumsi saat haid sekaligus efektif untuk meredakan rasa nyeri ketika haid adalah:

Nanas mengandung zat bernama bromelain yang berguna untuk meredakan nyeri pada perut ketika haid. Kandungan bromelain dalam nanas berguna untuk mengendurkan otot-otot rahim yang kram sehingga rasa nyeri berangsur hilang.

Brokoli kaya akan kandungan serat, vitamin A, vitamin C, vitamin B6. potassium, dan juga magnesium yang efektif untuk meredakan rasa nyeri akibat haid.

Pisang dapat membantu memberikan rasa nyaman ketika menstruasi. Kandungan potassium dalam buah pisang efektif untuk menurunkan kadar hormon estrogen sehingga rasa nyeri akan segera reda. selain itu, mengkonsumsi pisang yang kaya akan kandungan melatonin sebelum tidur dapat membantu mengatur ritem alami tubuh.

Ikan salmon kaya akan kandungan omega 3 dan juga vitamin D. Keduanya bermanfaat untuk menenangkan rasa kram dan juga keluhan kembung pada perut. Bahkan menurut penelitian, kandungan omega 3 pada ikan salmon berguna sebagai anti depresan.

Teh herbal merupakan salah satu jenis minuman sehat yang akan memberikan rasa nyaman sekaligus meredakan keluhan kembung. Mengkonsumsi teh herbal akan membantu mengurangi kram ketika haid.

Coklat hitam kaya akan kandungan antioksidan. Selain itu, mengkonsumsi coklat hitam juga akan membantu peningkatan hormon serotonin sehingga bisa memperbaiki suasana hati ketika haid. Mengkonsumsi coklat hitam juga terbukti mampu mengurangi rasa tidak nyaman ketika haid.

Itulah beberapa jenis makanan yang sangat baik untuk anda konsumsi ketika haid. Selain beberapa jenis makanan di atas, masih ada beberapa jenis makanan lain yang baik untuk Anda konsumsi ketika haid, seperti bayam, gandum, ayam, susu, dan juga yogurt.

2. Makanan yang Sebaiknya Dihindari
Tidak semua jenis makanan baik dikonsumsi ketika haid. beberapa jenis makanan bahkan berpotensi meningkatkan rasa nyeri ketika haid. Adapun beberapa jenis makanan yang sebaiknya Anda hindari ketika haid adalah:

Gorengan mengandung kadar lemak yang sangat tinggi sehingga dapat meningkatkan produksi hormon estrogen yang memicu rasa nyeri semakin parah ketika haid.

Kopi dan minuman bersoda merupakan jenis minuman yang sebaiknya dihindari ketika haid. Kandungan kafein dalam kopi akan menyempitkan pembuluh darah sehingga aliran darah ke area rahim menjadi tidak lancar. Sedangkan minuman bersoda memiliki kandungan gula yang cukup tinggi dan menyebabkan rasa nyeri semakin parah.

Makanan cepat saji atau yang sering disebut dengan junk food juga memiliki kandungan lemak jahat yang tinggi sehingga produksi hormon estrogen akan meningkat.

Makanan yang dipanggang memiliki kandungan lemak trans yang sangat tinggi. kandungan lemak trans tersebut meningkatkan produksi hormon estrogen sehingga rasa nyeri juga akan meningkat.

Demikian beberapa jenis makanan yang sebaiknya Anda konsumsi dan yang sebaiknya Anda hindari ketika haid. Selain memperhatikan jenis asupan makanan, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat jika ingin menghindari nyeri haid. Rutinlah melakukan olah raga, mengkonsumsi banyak air putih, perbanyak asupan sayur dan buah, serta hindari kebiasaan minum minuman beralkohol dan juga hentikan kebiasaan merokok. Jika berbagai metode di atas sudah Anda lakukan namun nyeri haid tidak kunjung membaik atau bahkan semakin parah maka ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan medis. Bisa jadi rasa nyeri yang semakin parah tersebut merupakan gejala penyakit tertentu.

 Semoga saja semua hal diatas dapat bermanfaat untuk anda. Jangan lupa untuk memeriksakan diri jika ada sesuatu yang janggal di dalam diri Anda, karena lebih cepat akan lebih baik!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait