Cegah Penyakit Kuning Pada Bayi, Lakukan 5 Hal Ini

Bisakah menghindari penyakit kuning pada bayi sejak dalam kandungan? Ibu mana yang tidak akan sedih ketika melihat bayi yang baru lahir didiagnosis dengan penyakit kuning. Tentu itu akan membuat kita merasa sangat sedih dan di cekam rasa khwatir. Ibu mana yang tidak menginginkan bayinya sehat, dan bisa di bawa ke rumah tanpa ada masalah. Terasa tidak tega, jika harus melihat tubuh yang kecil mungil dan juga halus ini harus menanggung penyakit tersebut.

Kenapa Bayi Mudah Terkena Penyakit Kuning?

penyakit kuning bayi
Sebenarnya, penyakit kuning bukan masalah baru di kalangan bayi yang baru lahir. Menurut statistik, lebih 60% bayi menderita demam kuning setelah dua atau tiga hari dilahirkan. Sementara, 80% dari bayi yang tidak cukup bulan menderita sakit kuning lima atau enam hari setelah dilahirkan. Ibu-ibu semua, jangan khawatir. Sakit kuning ini bukan disebabkan oleh masalah limpa seperti yang dihadapi oleh orang dewasa. Tapi, itu disebabkan karena darah bayi mengandung bilirubin yang tinggi, sejenis bahan kimia yang diproduksi oleh pecahan sel darah merah.

Hati bayi yang belum matang tidak mampu untuk menyaring atau memetabolisme kelebihan bilirubin ini. Semakin tinggi bilirubin ini, semakin banyak pula warna kuning yang menyebar dari kepala berikutnya ke perut. Bila tingkat bilirubin menjadi terlalu tinggi, maka dia dapat mengalami kerusakan otak. Oleh karena itu langkah pencegahan harus diambil sedini mungkin saat Anda mengandung.

Untuk Menghindari Penyakit Kuning, Lakukan 5 Hal Ini Saat Hamil

Ibu hamil perlu lakukan 5 hal ini untuk menghindari penyakit kuning pada bayi:

1. Lakukan Pemeriksaan Darah

Darah yang tak sepadan antara ibu dan bayi dapat menyebabkan breakdown sel darah yang menghasilkan banyak bilirubin. Wanita yang memiliki darah O + juga berisiko. Sebab itu penting untuk melakukan pemeriksaan darah.

2. Hindari Persalinan Awal

Bayi yang lahir sebelum 34 minggu berisiko tinggi untuk mendapatkan sakit kuning. Jadi pastikan Anda lakukan di bawah ini untuk menghindari persalinan awal .
  • Hindari pencemaran bahan kimia:
    Tembakau, alkohol, narkoba, obat dari bahan kimia serta polusi dapat menyebabkan persalinan awal dari waktunya. Bayi yang belum cukup bulan berisiko untuk mendapat sakit kuning.

  • Selalu tenang:
    Stres antara penyebab kelahiran prematur. Jadi, selalu tenangkan diri.

  • Pastikan tidak rentan pada penyakit menular:
    Sebaiknya pelihara diri dari terkena penyakit menular seperti herpes, syphilis yang dapat menyebabkan kelahiran prematur.

3. Tetap 'Up-to-date' Perawatan Prenatal

Perawatan prenatal yang konsisten akan memastikan Anda dan bayi selalu sehat selama hamil.

4. Konsumsi Makanan Yang bernutrisi Saat Hamil

Makanan 'super food' seperti kurma, susu kambing, madu lebah, buah delima adalah beberapa makanan yang sangat baik dimakan selama kehamilan. Makanan seperti ini memiliki nilai gizi yang sangat tinggi dan terbukti mampu menghindarkan bayi dan ibu dari penyakit saat mendekati proses bersalin.

5. Siap untuk Memberi Asi

Awal kelahiran, segerakanlah memberi ASI pada bayi karena itu akan dapat mencegah bayi terkena demam kuning. Buat persiapan sehingga Anda lebih yakin untuk memberikan ASI kepada bayi. Meskipun kedengarannya sepele, percayalah, proses menyusui secara langsung bukanlah sesuatu yang begitu mudah. Ini sebenarnya membutuhkan persiapan mental dan fisik, terutama pada saat awal-awal kelahiran.

Ada beberapa ibu yang akan menghadapi masalah pada saat awal menyusui misalnya, puting susu tersumbat, payudara bengkak, sehingga biasanya akan menyebabkan si ibu demam! Ketika tubuh bayi semakin mendapat nutrisi dan berat yang stabil, hatinya akan dapat bekerja dengan lebih baik dan mampu melawan kelebihan bilirubin.

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Dengan memiliki sedikit ilmu tentang penyakit kuning, setidaknya Anda akan menjadi lebih tau dan mampu untuk menghindarinya. Bukankah mencegah itu akan lebih baik dari pada mengobati? Ada baiknya jika Anda juga memberitahu pasangan Anda sehingga Anda berdua akan lebih siap jika suatu saat nanti Anda berdua ditakdirkan menjadi orang tua yang mempunyai anak yang terkena penyakit kuning setelah beberapa hari lahir. Ada dua hal yang bisa para ibu lakukan jika bayi anda terkena penyakit kuning.

Letakkan bayi di bawah cahaya

Ini akan membantu menurunkan tingkat bilirubin. Anda bisa mengajak bayi untuk mencari cahaya matahari pagi,pastikan agar bayi Anda terkena sinarnya. Namun bila tingkat bilirubin terlalu tinggi, biasanya bayi akan diberi terapi cahaya yang di sebut phototherapy. yaitu perawatan dengan sinar ultra violet yang akan memecahkan pigmen bilirubin pada kulit. Namun kebanyakan unit bersalin modern menggunakan biliblanket, yakni selimut yang mengeluarkan cahaya saat diselimutkan pada bayi.

Cobalah untuk Memberikan Asi Dua Jam Sekali

Begitu hati telah berpungsi sempurna, kuning akan hilang dan untuk sementara waktu bayi akan membutuhkan cairan. Cairan ini bisa didapatkan dari Asi tersebut. Dengan sering menyusui akan membantu terutama dalam 48 jam pertama karena colostrum memiliki efek laksatif alamiah dengan memindahkan meconium dalam perut yang mengandung bilirubin yang biasanya terserap kembali kedalam darah.

Penyakit kuning akan membuat bayi mengantuk dan malas menyusu, oleh karena itu Anda para ibu harus lebih intensif dalam menangani si buah hati. Menjadi seorang ibu tidaklah segampang yang kita pikirkan. Namun, walaupun tidak gampang tetapi tetap membahagiakan. Dengan beberapa penjelasan diatas, semoga saja bermanfaat untuk Anda. Setidaknya Anda tidak akan panik dan tahu apa yang harus dilakukan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait