10 Langkah Meningkatkan Imunitas Tubuh Anak Secara Efektif

Membahagiakan rasanya ketika kita dianugrahi seorang anak. Karena senyum cerianya dan juga tingkahnya yang lucu akan mampu membuat kita tertawa bahagia. Namun ketika melihat ia sakit, rasanya sungguh membuat kita sangat sedih, panik, tegang, pokoknya tidak karuan. Sungguh kasihan jika si anak harus bolak-balik terus ke dokter karena sakit. Entah  apa yang menjadi penyebabnya, sistem antibodi yang lemah atau memiliki faktor lain? Tentu rasa khawatir akan kita rasakan.

Perlu Anda ketahui, bahwa sistem kekebalan tubuh masih belum matang saat ia dilahirkan, kekebalan tubuh akan tumbuh bersamaan dengan pertumbuhan anak itu sendiri. Jadi, suatu hal yang umum jika anak kecil menderita demam, pilek, batuk, dan sebagainya. Namun, seberapa sering itu dihitung secara normal? Menurut Dr Intan Juliana Abd Hamid via DoctorAnak.com , kita tidak perlu panik jika anak tersebut mengalami demam atau penyakit musiman, 5-6 kali setahun masih dianggap normal. Asalkan anak masih terlihat aktif dan tidak memiliki masalah serius seperti kesulitan bernapas, kehilangan kesadaran, kejang, dan ketidakmampuan untuk makan atau minum.

Anda dapat mencoba melakukan upaya untuk meningkatkan kekebalan anak agar bekerja dengan optimal. Ada 10 langkah yang bisa Anda terapkan untuk memperbaiki imunitas tubuh anak secara efektif:

imunitas anak

1. Lanjutkan Menyusui

Bagi bayi yang masih menyusui, menyusui merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan imunitas di tubuh mereka. Ini karena susu tubuh mengandung antibodi dan sel darah putih - 2 bahan utama yang mendorong sistem pertahanan tubuh dan melawan infeksi apapun. Jadi, pastikan agar si anak mendapatkan  ASI agar ia tumbuh menjadi anak yang sehat. Jika Anda mengalami masalah pada payudara misalnya, bengkak, atau puting lecet maka cobalah untuk memompa dan memberikan ekstrak susu sebagai alternatif untuk sementara waktu. Selain itu, menyusui juga dapat meningkatkan asupan makanan bergizi, sehingga bisa juga  digunakan oleh bayi melalui ASI.

2. Diversifikasi Sumber Daya Sayuran & Buah

Pastikan agar anak mendapatkan sumber sayuran dan buah dari berbagai macam, karena masing-masing mengandung nutrisi yang berbeda. Jika anak tidak suka makan sayur dan buah, sebaiknya kita tidak menyerah untuk menghadirkan menu baru dalam makanan sehari-hari. Bila perlu buatlah menu makanan yang menarik agar si anak tertarik untuk makan buah dan sayur. Sebagai seorang ibu, disinilah  kita dituntut untuk menjadi lebih kreatif lagi. Selain dimakan buah dan sayur juga dapat dihidangkan dalam bentuk  lain seperti jus, es krim, smoothies , dan sebagainya. Dengan begitu si anak pasti akan menyukainya. Namun, hindari kecanduan gula yang berlebih!

3. Tambahkan Bawang Putih Ke Dalam Porsi Makanan Si Anak

Salah satu cara untuk meningkatkan kekebalan anak adalah dengan menambahkan bawang putih pada makanan mereka. Karena bawang putih mengandung zat anti virus dan anti bakteri, sehingga mampu membantu merangsang sel pertahanan, dan meningkatkan produksi antibodi. Tidak hanya itu, bawang putih juga memiliki senyawa sulfur anti-oksidan. Untuk itu cobalah menambahkan bawang putih ke dalam makanannya sehari-hari. Seperti, bubur nasi, sup ayam, spaghetti, atau roti bawang putih. Menurut sumber dari KidSpot, bawang putih tidak akan berkurang manfaatnya walaupun dimasak.

4. Mematuhi Waktu Tidur Yang  Baik

Waktu tidur berperan penting dalam kesehatan seseorang, termasuk anak. Mengacu pada National Sleep Foundation , tidur 11-14 jam diperlukan untuk anak yang berusia 1-2 tahun, tidur 11-13 jam untuk anak usia 3-5 tahun, sedangkan tidur 9-11 jam yang dibutuhkan oleh anak-anak yang berusia 6-13 tahun. Berkurang pada setiap tahunnya. Jika anak mengalami masalah tidur siang, pastikan mereka tidur lebih awal setiap malam. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengurangi produksi sel penghancur alami, yaitu senjata pertahanan tubuh yang bekerja melawan mikroba dan sel kanker. Ini akan membuat anak (dan orang dewasa) lebih rentan terhadap infeksi.

5. Mendorong Kegiatan Kenyamanan & Luar Ruangan

Anak - anak kecil zaman sekarang mungkin lebih senang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam rumah daripada di luar rumah . Makanya, mereka cenderung menjadi kurang aktif karena kurang aktivitas fisik. Oleh karena itu, cobalah berolahraga dan dorong anak untuk berolahraga di luar rumah secara teratur. Aktivitas seperti itu tidak hanya sehat, tapi juga meningkatkan jumlah sel penghancur alami, sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh.

6. Hidarkan Anak Dari Perokok & Asap

Merokok tidak hanya mempengaruhi kesehatan perokok, tapi juga merugikan orang di sekitar mereka. Jika Anda ingin anak Anda sehat dan cerdas, pilihan terbaik adalah berhenti merokok atau menjauhkan anak dari asap rokok. Ini karena asap rokok bisa membunuh dan merusak sel vital dalam tubuh - terutama anak kecil. Walaupun Anda merokok di luar, tetapi sisa-sisa asap rokok tetap saja beracun dan akan menempel ke tubuh selama berjam-jam!

7. Hindari Berdesakan Di Tempat Umum

Resiko terkena penyakit akan meningkat dengan gejala 'kepadatan penduduk' dimana terlalu banyak orang di satu tempat. Ada ribuan kuman di udara yang padat penduduknya dengan manusia, dan kuman ini mampu menyelinap masuk ke tubuh anak lebih mudah karena sistem kekebalan tubuh mereka. Jadi Anda harus lebih itensif untuk memilih tempat-tempat yang akan dikunjungi. pastikan agar Anda tidak terlalu sering mengajak anak ketempat umum (terlalu ramai). Jika makan di luar, pilihlah tempat yang bersih dan makanan yang terpelihara dengan baik.

8. Katakan Tidak Pada Junk Food & Fast Food

Burger, nugget, pizza, keripik, coklat, kue, permen, dan air squash. Memanglah sangat enak. Senang rasanya ketika bisa memakan itu semua. Walaupun dapat dimasak dengan cepat. Tapi semua makanan ini kurang memiliki nilai gizi, bahkan ia mengandung kadar garam, gula, pengawet, bumbu, dan juga pewarna. Tentu itu kurang baik untuk kesehatan. Tapi bukan berarti AndaTidak boleh memakannya, Anda dapat mengkonsumsinya sesekali, tapi jangan sampai menjadi kebiasaan. Mau atau tidak, kita sebagai orang tua perlu berperan untuk membantu mereka menghentikan kebiasaan ini dan mencoba untuk mengenalkan sumber makanan segar, buatan sendiri, yang tentunya lebih bergizi. Dengan memberikan anak makanan bergizi yang bernutrisi tinggi , maka  akan membuat sistem kekebalan tubuh bisa bekerja lebih efisien.

9. Prioritaskan Kebersihan

Ajarkan anak untuk menutup mulutnya saat bersin, batuk, dan mengeluarkan ingus pada tissu khusus atau saputangan. Kebiasaan ini tidak hanya membantu menampilkan identitas bersih, tapi juga melindungi anak dari penyebaran kuman ke mana-mana. Untuk anak kecil, biasanya mereka lebih sering jika mereka tertatih-tatih dan suka minum air liur. Untuk itu pastikan agar wajah mereka selalu terlihat bersih, dari air liur maupun ingus. hapuslah dengan tissu atau saputangan yang berbahan lembut agar tidak iritasi. Serta biasakan anak untuk mencuci tangan sebelum memakan sesuatu, dan potong kuku anak jangan sampai panjang. Dengan menjaga kebersihannya dan juga mengajarinya hidup bersih maka, sudah pasti akan membuat anak tumbuh dengan sehat. Kebersihan gigi yang baik juga penting meski bayi hanya minum susu. Bilas dengan handuk basah setiap hari.

10. Bila Perlu Beri Anak Vitamin & Suplemen

Dengan memberi anak tambahan berupa vitamin atau suplemen tentunya akan membuat anak menjadi semakin sehat. Tapi ingat, jangan sampai melebihi dosis yang ditentukan. Meskipun beberapa vitamin dan suplemen dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh, namun asupan vitamin C yang berlebihan, misalnya, bisa merusak sistem hati. Ingatlah, apapun yang berlebihan pasti hasilnya tidak akan baik. Sekalipun itu adalah hal yang baik.

Demam pada anak-anak sebenarnya merupakan respon tubuh terhadap infeksi, hal itu menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh mereka bekerja untuk memastikan kesehatan tubuh anak. Karena itu, kita tidak perlu khawatir asalkan tidak menunjukkan tanda-tanda tambahan. 

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait