Gadis Bali Tempo Dulu dan Perubahan Masa Kini

Apa tujuan anda berlibur ke pulau Bali? Mungkin mau lihat wajah-wajah ayu gadis Bali ya? Keindahan eksotis pulau Bali mungkin juga terpancar dari wajah-wajah ayu perempuan Bali. Zaman dahulu, wanita Bali dikenal sebagai perempuan yang kuat dan tangguh. Jika anda pernah menonton video-video klasik yang merekam kehidupan perempuan Bali di awal tahun 1900, mungkin anda akan setuju dengan hal itu.

Kala itu, mereka mampu menjunjung (Bahasa Bali : nyuun) benda-benda berat dan tinggi di atas kepalanya. Membawa pajegan atau gebogan setinggi lebih dari meter dengan berjalan puluhan kilometer menuju ke pura merupakan hal yang biasa saat itu.

Ikut serta dalam mencari nafkah keluarga, melaksanakan kegiatan relegi,  dan mengurus masalah rumah tangga merupakan tanggung jawab yang sudah terbiasa mereka jalankan. Dan sekarang zaman telah berubah, globalisasi dan modernisasi telah beradaptasi dalam kehidupan wanita Bali.

gadis bali masa lalu

Jika anda tanya apa saja yang telah berubah, mungkin jawabannya banyak, termasuk juga masalah fashion. Namun ternyata, ada beberapa hal yang masih tetap langgeng hingga sekarang, sebagai ciri utama gadis atau perempuan Bali dalam hal khazanah busana, yaitu:

Memakai Subeng 
Subeng adalah hiasan telinga yang terbuat dari daun lontar. Subeng dapat dikatakan sebagai anting-antingnya perempuan Bali tempo dulu.  Seiring perkembangan zaman, gadis bali sekarang sudah tidak ada lagi yang memakai subeng yang terbuat dari daun lontar, tapi subeng yang terbuat dari emas, perak atau berbahan plastik. Subeng merupakan ciri unik sebagai sosok perempuan Bali. Subeng biasanya dipakai saat memakai pakaian adat dalam acara pernikahan, mapendas (potong gigi), ke pura, dan acara keagamaan lainnya.

Hiasan Bunga Kamboja / Cempaka di Rambut 
Selain digunakan sebagai sarana upacara keagamaan, bagi gadis Bali, bunga kamboja merupakan perlambang kesucian dan bunga cempaka (sandat) adalah ketulusan. Mahkota rambut gadis Bali biasanya dihiasi oleh bunga cendana atau kamboja untuk mempercantik diri. Menghias rambut dengan  bunga-bunga tersebut biasanya dilakukan saat berpakaian adat Bali menuju ke pura atau merajan.

Mengenakan Anteng 
Anteng adalah lembaran kain tradisional yang dipakai melilit untuk bagian dada perempuan Bali. Di zaman dahulu, sebelum masyarakat Bali mengenal baju modern, para perempuan Bali biasanya menggunakan kain anteng untuk menutupi bagaian dada saat menuju ke pura atau sanggah merajan, sebagai suatu bentuk norma kesopanan. Kini perempuan Bali dalam mengikuti suatu prosesi adat dan keagamaan biasanya menggunakan baju kebaya dengan berbagai motif dan modelnya. Namun, tradisi menggunakan kain anteng masih sering digunakan terutama saat seorang gadis Bali menggunakan pakaian adat agung (mewah). Pakaian adat agung ini biasanya digunakan saat resepsi pernikahan atau prosesi medeeng   (kegiatan upacara ngaben).

Itulah beberapa ciri khas gadis bali yang menyangkut fashion sebagai pembeda dari perempuan-perempuan lain di dunia.

3 Jenis Perubahan yang Terjadi pada Gadis Bali

Kemajuan zaman telah membawa banyak perubahan pada kehidupan masyarakat Bali. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga turut mengubah wajah pulau Bali. Perubahan adat tradisional, gaya hidup, budaya, dan hubungan sosial disebabkan oleh sistem budaya Bali yang terbuka. Kedatangan wisatawan asing yang membanjiri Pulau Bali dan globalisasi dunia juga memberikan kontribusi terhadap perubahan paradigma pulau Bali, keduanya memberikan efek positif dan negatif. Perubahan perkembangan yang terjadi di Bali dapat dilihat dari semua sisi, salah satunya adalah kehidupan gadis Bali itu.

cewek bali masa kini
Ketika kita melihat gambar tentang kehidupan gadis Bali masa lampau yang terekam dalam bingkai foto, lukisan kuno, video dan penuturan orang tua, maka kita dapat simpulkan tiga perubahan atau evolusi yang terjadi dalam perkembangan gadis Bali (klasik ke modern). Tiga perubahan utama yang terjadi pada anak remaja putri Bali, antara lain meliputi gaya busana, model rambut, dan cara berpacaran.

1. Gaya Busana
Jika kita melihat lukisan ataupun foto klasik yang mengungkapkan sosok gadis Bali di abad ke-18, maka jelas tercitrakan bahwa pakaian yang mereka kenakan adalah Kamben. Bagian atas perut hanya dilindungi oleh selendang. Mereka lebih memilih untuk menutupi bagian kaki karena ini dianggap kesucian wanita. Namun, jika Anda sekarang di jalan-jalan di Bali, maka gadis Bali sekarang cenderung memperlihatkan bagian paha kakinya agar disebut gadis seksi.

2. Hairdo
Gaya rambut gadis Bali modern dipengaruhi oleh budaya Eropa (Barat) dan budaya Asia Timur (Jepang, Korea, India, Cina). Berbagai gaya rambut yang menjadi tren di seluruh dunia, diikuti oleh banyak gadis Bali, misalnya dalam hal pewarnaan rambut, mengubah gaya rambut, dan memakai aksesoris tambahan. Sedangkan model rambut gadis-gadis Bali zaman dahulu harus sesuai dengan norma-norma kesusilaan, dimana panjang rambut harus mencapai di bawah pinggang dan diikat menggunakan simpul, serta tidak boleh tergerai.

3. Gaya Berpacaran 
Pacaran merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum menuju ke pernikahan. Di zaman bali klasik, hubungan cinta antara seorang gadis Bali dengan pemuda pujaannya dilakukan secara rahasia. Tidak banyak teman dan keluarga yang tahu. Pada akhir pekan, biasanya di rumah si gadis dihadiri oleh banyak pemuda yang ingin menawarkan cinta atau sekadar melancong saja. Dan biasanya tidak ada acara jalan-jalan keluar rumah karena hal tersebut dianggap tidak sopan. Mereka harus menjaga norma-norma adat dan agama. Hal menyakitkan sering terjadi tatkala si gadis harus dijodohkan dengan pemuda lain yang bukan kekasihnya.

Cara berpacaran muda-mudi di pulau Bali saat ini berbeda dengan sebelumnya. Sekarang tidak ada lagi perjodohan yang harus mereka hadapi. Orang tua biasanya memberikan mereka kebebasan untuk memilih pasangan hidup. Tidak seperti dulu, pacaran sekarang sering dilakukan di luar rumah. Seorang pemuda sering membawa pacarnya untuk jalan-jalan ke tempat-tempat hiburan malam. 

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait