Upaya Masyarakat Dunia Berantas Wabah Polio

Hanya ada tiga negara di dunia dimana polio belum diberantas tuntas, yakni Nigeria, Pakistan dan Afghanistan. Mengapa sulit diberantas? Ternyata penyebab utamanya adalah konflik yang mempersulit upaya vaksinasi. Padahal pemberantasan penyakit polio di ketiga negara ini merupakan kunci eradikasi polio di dunia. "Polio harus sepenuhnya diberantas, sebab virus ini dapat terus hidup dan menjangkiti orang yang tidak mendapat imunisasi", kata seorang dokter. Di negara kawasan Afrika, yakni Nigeria, polio hampir sepenuhnya dapat diberantas. Tahun lalu hanya ditemukan 6 kasus di negara tersebut.

Pada tahun 1988 Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan sejumlah lembaga kesehatan lain meluncurkan prakarsa global memberantas polio. Menurut data WHO, selama 25 tahun terakhir jumlah kasus polio menurun lebih dari 99 persen dari 350 ribu kasus pada tahun 1988 menjadi 416 kasus yang dilaporkan tahun 2013.

Di Amerika pemberantasan polio dimulai akhir tahun 1930an setelah ribuan anak terjangkit virus ini. Dimulailah kampanye March of Dimes dimana setiap warga Amerika diminta menyumbang 1 dime atau 10 sen yang lalu digunakan untuk mendanai riset menuju vaksin polio yang ditemukan oleh dokter Jones Salk pada tahun 1955.

wabah polio
Beberapa tahun kemudian ditemukan vaksin oral. Melalui vaksin suntik dan oral, penyakit polio di negeri Paman Sam tersebut berhasil diberantas dalam waktu 25 tahun. Kini yang menjadi target dan tujuan utamanya adalah memberantas polio di seluruh dunia dalam waktu 3 tahun.

Jika berhasil sama seperti halnya penyakit cacar, maka polio akan sepenuhnya terberantas. Badan kesehatan dunia (WHO) tengah menjalankan program lima tahunan guna mengakhiri dan mencegah munculnya kembali polio paling lambat tahun 2018. Sepanjang tahun 2015 ini telah dilaporkan 21 kasus polio, yakni 20 anak di Pakistan dan 1 orang di Afghanistan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait