Jenis dan Fungsi Uang Kepeng Kuno Bali

Di masa lalu, masyarakat Bali telah mengenal uang sebagai alat transaksi pembayaran. Uang tradisionalnya disebut Pis Bolong. Dalam bahasa Bali, Pis berarti uang, dan Bolong berarti lubang. Jadi, Pis Bolong adalah koin yang memiliki lubang di tengahnya. Pis Bolong terbuat dari campuran beberapa logam (tembaga, besi, perak, emas atau timah). Jenis-jenis Pis Bolong didasarkan pada fungsi, bukan nilai nominal. Pis Bolong atau uang kepeng yang digunakan sebagai alat pembayaran memiliki ciri khas tersendiri. Ada karakter Cina di satu sisi.

Oleh karena itu, banyak sejarawan berpendapat bahwa Pis Bolong (uang tradisional Bali) diperkenalkan oleh Cina melalui hubungan perdagangan di masa lalu. Masyarakat Bali mengenal berbagai jenis Pis Bolong. Jenis-jenis uang tradisional yang didasarkan pada fungsinya, bukan nilai nominalnya.

Pis Bolong Wayang adalah uang tradisional yang di satu sisi ada siluet / gambar Mahabaratha atau tokoh Ramayana, seperti: Arjuna, Krishna, Tualen, Sangut, Yudistira, Dewa Ciwa, dan sebagainya. Pis Bolong ini sangat langka dan dianggap memiliki kekuatan sihir. Di zaman modern, mata uang yang berlaku di Pulau Bali adalah Rupiah (IDR). Namun, keberadaan Pis Bolong (uang tradisional Bali) masih dipertahankan kelestariannya, meskipun tidak lagi digunakan sebagai alat transaksi pembayaran. Pis Bolong memiliki beberapa peran penting bagi kehidupan masyarakat Bali, yaitu:

uang kuno bali

1. Digunakan untuk kerajinan seni
Di kabupaten Gianyar dan Klungkung, warga yang bekerja sebagai seniman menggunakan koin Pis Bolong sebagai bahan kerajinan yang indah, seperti: patung, meja display, hiasan dinding, dan hiasan candi. Desa Kemasan di Kabupaten Bangli merupakan salah satu pusat produksi uang tradisional Bali.

2. Digunakan untuk upacara / ritual
Dalam ajaran Hindu, ada istilah yang disebut Panca Datu, yaitu lima unsur logam sebagai simbol Panca Sradha (lima keyakinan). Dalam Pis bahan Bolong, ada unsur-unsur logam, sehingga sering digunakan untuk sarana upacara. Ketika upacara kremasi (ngaben), membangun upacara di pura, upacara Macaru, dan beberapa upacara tradisional lainnya harus menggunakan Pis Bolong.

3. Digunakan untuk sarana sihir
Beberapa jenis Pis Bolong diyakini memiliki kekuatan magis. Pis Bolong Arjuna diyakini memiliki kekuatan untuk menarik wanita. Arjuna adalah karakter tampan dalam kisah Mahabharata (India). Pis Bolong Bhima diyakini memberikan kekuatan (energi) kepada pemilik yang tidak mudah lelah dan kuat seperti Bhima. Pis Bolong Jaran adalah koin tradisional yang di satu sisi ada gambar kuda. Orang yang memiliki koin ini diyakini bisa berlari sekuat kuda. Pis Bolong yang memiliki kekuatan magis diperoleh melalui ritual-ritual khusus. Koin tradisional jenis ini sangat jarang sekali ditemukan.

Demikianlah sekilas cerita tentang uang tradisional Bali. Semoga tulisan ini bisa sedikit menambah pengetahuan Anda tentang budaya Bali.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait