3 Masalah Utama Sektor Pariwisata Bali

Bali merupakan salah satu destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun internasional.  Banyak bangsa yang menyebut Bali sebagai sebuah pulau surga yang menawan. Namun, sesuai dengan pepatah lama yang mengatakan “tidak ada yang sempurna” maka Bali pun mempunyai sisi kelemahan dan permasalahan dalam pembangunan sektor pariwisatanya.

Di era ini, dalam bidang pariwisata, Bali menghadapi banyak persoalan misalnya tata ruang pembangunan yang serabutan. Namun, ada tiga permasalahan penting yang segera harus diselesaikan oleh pemerintah bersama masyarakat Bali.

1. Permasalahan Sampah 
Permasalahan sampah merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh negara-negara berkembang, termasuk Bali, Indonesia. Pada bulan april 2011, permasalahan sampah tersebut sempat menjadi topik dalam artikel wisata di Majalah TIME, Amerika Serikat.

panorama pantai bali

Hal ini membuat Bali sering disebut sebagai pulau sampah. Kesadaran seluruh masyarakat Bali dan kebijakan pemerintah yang tepat akan dapat menuntaskan permasalahan sampah di Pulau Bali.

2. Stabilitas Keamanan 
Ancaman teroris merupakan salah satu ancaman terbesar dalam kelangsungan sektor pariwisata. Bali yang pada tahun 2002 dan 2005 terkena aksi terorisme sempat mengalami masa suram dalam bidang pariwisata, termasuk juga berdampak pada sektor-sektor perekonomian yang lain.

Permasalahan stabilitas keamanan yang melanda Bali bukan hanya ancaman terorisme, tetapi juga berbagai tindak kejahatan terhadap wisatawan yang berlibur ke Bali, seperti tindak pencurian dan perampokan. Untuk itu, kerjasama antara aparat keamanan dan masyarakat harus ditingkatkan.

3. Kondisi Kemacetan 
Permasalahan kemacetan menjadi sebuah persoalan baru yang terjadi di pulau Bali seiring kemajuan perekonomian masyarakat Bali. Kemacetan ini terjadi di daerah perkotaan (Denpasar) dan beberapa tempat pariwisata di Bali termasuk juga jalanan menuju Pantai Kuta.

Menurut berbagai sumber, ada berbagai isu rencana Pemerintah Bali dalam upaya mengatasi permasalahan kemacetan, seperti rencana membangun jalan layang, jalan lintas bawah tanah, atau juga membangun bandara baru di Bali utara. Kita harapkan Bali di masa depan tidak akan seperti jalanan di Jakarta.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait