Wisata Istana dan Taman Kerajaan Bali

Zaman dahulu, wilayah Bali dibagi dalam beberapa kerajaan. Masing - masing kerajaan tersebut telah mewariskan berbagai budaya yang karakteristik, mulai dari bidang kesenian, pakaian, hingga adat istiadat, termasuk juga warisan yang berupa bangunan istana dan taman kerajaan. Apakah anda tertarik untuk menyusuri kembali sejarah Bali dalam bentuk warisan istana dan taman tersebut? Mungkin daftar berikut ini bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dikunjungi.

Tirta Gangga, Taman Air yang Mempesona

Taman Tirta Gangga adalah kompleks taman air yang indah dan bercita rasa klasik. Taman ini mencerminkan pola budaya istana dan orang-orang Bali yang menganggap air sebagai sumber kehidupan. Taman Tirta Gangga terletak di desa  Ababi, kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, sekitar 2 jam perjalanan dari kota Denpasar. Menurut cerita rakyat, Tirta Gangga merupakan sebuah mata air yang dianggap suci oleh penduduk setempat. Mata air Tirta Gangga ini sering digunakan oleh warga untuk keperluan upacara keagamaan.

Nama Tirta Gangga terdiri dari dua kata, 'Tirta' berarti air dan "Gangga 'adalah sungai suci di India. Mata air ini diyakini telah ada sejak 300 tahun yang lalu. Kawasan di sekitar Tirta Gangga dibuat menjadi taman oleh Raja Karangasem pada tahun 1948. Jika Anda mengunjungi Taman Tirta Gangga, Anda akan melihat pemandangan yang indah dengan luas sekitar 1,8 hektar. Panorama sawah dan kolam serta udara pegunungan yang segar akan membuat Anda merasa seperti di rumah peristirahatan yang damai.

pesona bali
Sekitar Taman Tirta Gangga tersedia berbagai fasilitas wisata, seperti penginapan, restoran, dan toko-toko seni. Untuk masuk ke kawasan Taman Tirta Gangga, Anda akan dikenakan tarif sekitar 10.000-20.000 rupiah per orang.

Taman Sukasada Ujung yang Cantik

Taman Sukasada Ujung adalah sebuah bangunan istana air yang dibangun pada masa pemerintahan Raja I Gusti Bagus Jelantik (1909 – 1945).  Arsitektur dari istana yang terletak di desa Tumbu, kabupaten Karangasem adalah bercorak Bali, Eropa dan China, karena dikerjakan oleh arsitektur Belanda dan China. Pada awal pendiriannya, Taman Ujung ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan para keluarga raja dan tamu-tamu raja yang berkunjung ke Karangasem, selain Tirta Gangga. Sebagai Taman Air Kerajaan (The Water Palace), tempat ini memiliki tiga buah kolam air yang luas. Taman Sukasada Ujung banyak digunakan sebagai tempat foto pre wedding bagi pasangan yang akan menikah. 

Kerta Gosa yang Penuh Sejarah

Taman Gili Kerta Gosa adalah komplek bangunan peninggalan budaya kraton Semarapura Klungkung. Komplek bangunan kraton Semarapura ini telah dibangun sekitar tahun 1686 oleh pendiri kerajaan Klungkung yaitu Ida Dewa Agung Jambe. Kecantikan pada tempat wisata ini adalah adanya kolam indah yang memberikan kesejukan pada wisatawan. Keunikan Kerta Gosa adalah adanya lukisan eksotik pada langit-langit di bangunan ini. Lukisan bergaya Kamasan (sebuah desa di Klungkung) yang menghiasi atap langit-langit menceritakan tentang kisah-kisah pewayangan. Secara historis, Bangunan Kerta Gosa pernah difungsikan sebagai tempat peradilan pada masa kolonial Belanda di Bali.

Pura Taman Ayun, Taman Klasik yang Indah

Pura Taman Ayun adalah sebuah kompleks candi milik keluarga Kerajaan Mengwi. Pura Taman Ayun terletak di Desa Mengwi Kabupaten, Badung.Dari kota Denpasar, Anda harus menempuh jarak sekitar 19 kilometer. Dalam bahasa setempat, "Taman Ayun" berarti taman yang indah. Taman Ayun memiliki pemandangan yang indah. Pesonanya berasal dari kompleks bangunan yang mengelilingi pura, terletak di atas lahan seluas 4 hektar. Dari kejauhan tampak seperti air kolam gelang, sehingga bangunan candi seolah-olah berdiri di permukaan air. Pemandangan indah tampak lebih lengkap karena pohon-pohon dan bunga-bunga di sekitarnya.

Secara historis, Taman Ayun dibangun oleh raja Mengwi, I Gusti Agung Ngurah Made Agung pada tahun 1634 yang digunakan sebagai kuil bagi keluarga kerajaan Mengwi. Pada saat itu, kerajaan Mengwi adalah salah satu dari delapan kerajaan besar di pulau Bali. Kompleks candi Taman Ayun terdiri dari tiga bagian, yaitu ruang terbuka, bangunan utama, dan bangunan yang ditujukan untuk dewa-dewi. Jika Anda telah puas menikmati keindahan taman ini, Anda sebaiknya juga mengunjungi Museum Manusa Yadnya terletak sekitar 300 meter dari Taman Ayun.

Puri Saren Ubud (Ubud Palace)

Puri Saren Ubud yang terletak di Kabupaten Gianyar merupakan istana peninggalan Kerajaan Ubud Bali. Puri Saren Ubud saat berfungsi sebagai pusat pelindung budaya tradisional, kesenian, dan sastra Bali. Keberadaan puri ini merupakan identitas dari masyarakat Ubud dan desa-desa disekitarnya. Meskipun sistem feodal telah lama ditinggalkan, namun peran Tjokorda (Gelar Raja) masih sangat berarti bagi masyarakat Ubud.  Jika perjalanan liburan Anda melewati Desa Ubud, maka sempatkanlah waktu Anda untuk mengunjungi keindahan Puri Saren Ubud.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait