Panduan Lengkap Kurikulum 2013

Memahami makna kurikulum dapat kita cermati pada UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan yang menyangkut tentang tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan uraian tersebut, terdapat dua dimensi kurikulum seperti yang dijelaskan dalam Permendikbud Nomor 67 Tahun 2013. Dimensi pertama menyangkut tentang rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran. Dimensi kedua terkait dengan cara yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran.


Rasional Pengembangan Kurikulum 2013

Seperti yang telah dijelaskan dalam lampiran Permendikbud Nomor 67 Tahun 2013, bahwa rasional pengembangan kurikulum didasarkan atas beberapa faktor, meliputi tantangan internal maupun eksternal.Tantangan internal merupakan kondisi pendidikan yang mengacu pada 8 standar nasional pendidikan. Selain itu, pertumbuhan penduduk Indonesia pada golongan usia produktif cenderung lebih besar dari pada usia tak produktif. Sehingga tantangan besar yang akan dihadapi adalah bagaimana cara dan upaya agar SDM usia produktif yang melimpah tersebut memiliki kompetensi dan keterampilan yang handal agar menjadi salah satu modal besar bagi bangsa Indonesia, dan bukan justru menjadi beban atau masalah bagi negara.

Sedangkan tantangan eksternal yang akan terus dihadapi adalah arus globalisasi yang kian mempengaruhi kehidupan masyarakat. Selain itu, beberapa isu yang menyangkut maslaah lingkungan hidup, kemajuan iptek, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional juga menjadi bagian dari tantangan eksternal tersebut. Oleh sebab itu, pengembangan kurikulum 2013 secara rasional didasarkan pada kondisi dan situasi di atas.

Penyempurnaan Pola Pikir Kurikulum 2013 dan Tata Kelolanya

Kurikulum diganti untuk menyesuaikan perkembangan zaman. Perkembangan zaman tersebut tidak lepas dari perubahan pola pikir masyarakat. Dalam setiap penerbitan kurikulum baru, semua disusun dan dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir tertentu, demikian pula dengan kurikulum 2013. Ada 9 poin terkait dengan penyempurnaan pola pikir yang mendasari kurikulum baru sekolah dasar tersebut, yaitu:

 1. Pola pikir dalam kurikulum baru ini mengisyaratkan guru agar sedapat mungkin mengurangi peran centralnya dalam pembelajaran. Pola pembelajaran yang biasanya selalu berpusat pada guru (teacher centris) harus diubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dalam hal ini, para siswa memiliki ragam pilihan terhadap materi yang dipelajarinya agar mampu memiliki kompetensi yang sama.

2. Penyempurnaan pola pikir yang juga dikehendaki dalam pelaksanaan kurikulum 2013 ini adalah terkait dengan interaksi pembelajaran. Pola pembelajaran satu arah (dari guru ke siswa) diubah menjadi pembelajaran interaktif yang mampu melibatkan interaksi antara guru, peserta didik, masyarakat, lingkungan alam sekitar, dan juga sumber atau media pembelajaran lainnya.

3. Pola pembelajaran terisolasi, yang hanya diperoleh di dalam kelas melalui guru, diperluas menjadi pembelajaran jejaring (net), dimana siswa dapat memperoleh pengetahuan, menimba ilmu dari siapa saja dan di mana saja (di luar sekolah), bahkan mengembangkan wawasannya melalui internet.

4.  Pola pembelajaran pasif (siswa hanya menerima wejangan atau materi ajar dari guru) diganti menjadi pola pembelajaran aktif, dimana siswa terlibat aktif dan memiliki inisiatif untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Hal ini diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains.

5. Pola belajar sendiri (individualistik) menjadi pembelajaran yang berbasis tim (belajar kelompok).

6. Pola pembelajaran yang sebelumnya dengan alat tunggal (hanya menggunakan buku atau media terbatas), ditingkatkan menjadi pembelajaran berbasis alat multimedia, misalnya video.

7. Pola pembelajaran yang berbasis massal (semua) menjadi pembelajaran yang didasari atas kebutuhan pelanggan (siswa). Pola pembelajaran "user needs" tersebut memberi peluang untuk pengembangan potensi masing-masing peserta didik.

8. Pola pembelajaran yang mengedapankan ilmu pengetahuan tunggal atau monodiscipline menjadi pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines).

9. Pola pembelajaran yang bersifat pasif (hanya menerima), ditinggalkan untuk menuju pembelajaran kritis.

Penguatan Tata Kelola Kurikulum

Konsep daftar mata pelajaran selama ini cenderung menjadi image utama dalam pelaksanaan kurikulum. Pendekatan Kurikulum 2013 pada tingkat satuan sekolah dasar diubah sesuai dengan urikulum satuan pendidikan. Ada beberapa penguatan tata kelola yang dilakukan pada kurikulum baru ini, antara lain:

1). Tata kerja para guru yang dulu cenderung bersifat individual diubah menjadi kinerja yang bersifat kolaboratif (kerja sama saling melengkapi).

2). Penguatan juga diterapkan pada sisi manajerial sekolah, yakni penguatan manajemen sekolah dengan meningkatkan kemampuan menejerial kepala sekolah yang merupakan pimpinan kependidikan.

3). Hal ketiga yang juga diperkuat terkait dengan sarana dan prasarana. Ini dimaksudkan untuk menjamin kepentingan manajemen dan proses pembelajaran.

Kerangka Dasar Kurikulum 2013
Kerangka dasar kurikulum terdiri dari 3 bagian (landasan), yaitu landasan filosofis, landasan teoritis, dan landasan yuridis.

Landasan Filosofis

Landasan filososfis merupakan nilai-nilai kehidupan yang mendasari kerangka kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum, landasan filosofis menentukan pencapaian kualitas peserta didik, menentukan sumber dan isi kurikulum, termasuk juga proses pembelajaran, penilaian hasil belajar, posisi peserta didik dan hubungan dengan masyarakat maupun lingkungan alam sekitar. Pengembangan kurikulum 2013 disusun dengan berlandaskan filosofis tertentu yang mampu memberikan dasar bagi peningkatan dan pengembangan potensi-potensi peserta didik, sehingga lahir tunas-tunas bangsa yang berkualitas seperti yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional.

Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagai berikut:
Budaya bangsa merupakan akar dalam pendidikan. Pendidikan yang berakar pada budaya bangsa dipercaya dapat membangun kehidupan bangsa yang beragam corak.

Peserta didik merupakan pewaris budaya bangsa yang kreatif. Dalam penyusunan isi kurikulum baru tersebut tak boleh melupakan atau meninggalkan prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan yang pernah dicapai di masa lampau. Sebagai pewaris budaya bangsa, maka sudah sepatutnya mempelajari prestasi bangsa di masa silam untuk bahan refleksi diri.

Kecerdasan intelektual dan prestasi akademik merupakan slaah satu tujuan dalam pelaksanaan pendidikan. Hal ini dapat dicapai melalui pembelajaran disiplin ilmu (essentiaism).

Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik. Oleh sebab itu, kompetensi dan kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, kompetensi sikap sosial, kepedulian, dan partisipatif perlu dicapai untuk membangun kehidupan masa depan masyarakat dan bangsa yang lebih baik.

Landasan Teoritis

Ada dua landasan teori yang menjadi dasar dalam pengembangan Kurikulum 2013, yaitu teori "kurikulum berbabsis kompetensi" (competency-based curriculum) dan teori "pendidikan berdasarkan standar" (standard-based education). Kurikulum berbasis kompetensi dirancang dan disusun guna memberikan kesempatan dan pengalaman belajar seluas-luasnya kepada peserta didik untuk meningkatkan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilannya. Sementara pendidikan berbasis standar menetapkan adanya standar nasional yang mendasari pelaksanaan pendidikan, misialnya standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, dan sebagainya.

Landasan Yuridis

Landasan hukum yang memayungi Kurikulum 2013 antara lain: UUD 1945, UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, UU No 17 Tahun 2005 tentang RPJPN, dan PP No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang diperbarui dalam PP No 32 Tahun 2013.

Struktur Kurikulum 2013 SD/MI

Struktur kurikulum merupakan suatu gambaran tentang konseptualisasi konten yang terkandung dalam kurikulum. Secara umum, pengembangan struktur kurikulum tak banyak mengalami perubahan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Dalam Kurikulum 2013, struktur kurikulum terdiri dari lima bagian penting, yaitu meliputi: Kompetensi Inti, Mata Pelajaran, Beban Belajar, Kompetensi Dasar, dan Muatan Pembelajaran.

A. Kompetensi Inti
Kompetensi Inti (KI) merupakan istilah baru dalam perjalanan kurikulum di Indonesia. Kompetensi Inti merupakan kompetensi utama yang melandasi kompetensi dasar di masing-masing mata pelajaran yang dirancang seiring dengan perkembangan usia peserta didik sesuai jenjang kelasnya. Melalui Kompetensi Inti tersebut, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada tingkatan kelas yang berbeda dapat terjaga atau tetap saling berkaitan. Kompetensi Inti ini mencakup empat hal utama, yaitu sikap spiritual (KI-1), sikap sosial (KI-2), pengetahuan (KI-3), dan keterampilan (KI-4).

B. Mata Pelajaran
Bagian kedua dalam struktur Kurikulum 2013 adalah pendeskripsian tentang pembagian mata pelajaran dan alokasi waktu. Pembagian mata pelajaran pada jenjang Sekolah Dasar / MI dapat anda lihat pada gambar tabel berikut ini:
jadwal pelajaran kurikulum 2013 sd
Ada pembagian kelompok mata pelajaran, yaitu kelompok A yang merupakan mata pelajaran yang kontennya disusun oleh pusat, dan kelompok B merupakan mata pelajaran yang dirancang oleh pusat dan daerah. Pembelajaran yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 adalah tematik-terpadu.

C. Beban Belajar
Segala kegiatan pembelajaran yang wajib diikuti oleh peserta didik dalam kurun waktu tertentu (mingguan, semester, dan tahunan) disebut dengan beban belajar. Beban belajar di jenjang SD/MI dinyatakan dalam jam pembelajaran per minggu, seperti yang tercantum pada tabel di atas. Beban belajar satu minggu untuk kelas I adalah 30 jam pembelajaran, kelas II adalah 32 jam pembelajaran, kelas III adalah 34 jam pembelajaran, dan kelas IV s.d VI sebanyak 36 jam. Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 35 menit. Dalam satu tahun, peserta didik wajib menempuh beban belajar minimal 36 minggu dan maksimal 40 minggu.

D. Kompetensi Dasar
Perumusan Kompetensi Dasar (KD) didasarkan untuk mencapai Kompetensi Inti (KI). Dalam penyusunan KD tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakterisitk peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Kelompok Kompetensi Dasar juga terdapat 4 jenis sesuai dengan pembagian Kompetensi Inti, yaitu sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan kelompok KD keterampilan.

E. Muatan Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran di jenjang Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah, pendekatan "Tematik-Terpadu" merupakan pendekatan yang digunakan pada Kurikulum 2013, kecuali untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Pembelajaran dengan pendekatan tematik-terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam tema tertentu. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa tidak merasa belajar dalam kotak-kotak mata pelajaran tertentu.

Karakteristik dan Tujuan Kurikulum 2013 Sekolah Dasar

Seiring dengan perubahan zaman, dunia pendidikan di Indonesia terus melakukan adaptasi. Salah satu wujud penyesuaian tersebut adalah dengan pergantian kurikulum yang lebih relevan. Setiap kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia memiliki keunikan, ciri dan karakteristik, serta tujuan tersendiri. Pada Kurikulum 2013 ini dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:

1. Kurikulum baru 2013 disusun untuk mengembangkan keseimbangan dalam diri peserta didik, yang menyangkut tentang pengembangan sikap spiritual, sosial, rasa ingin tahu, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik, serta keseimbangan antara kreativitas diri.

2. Adanya keleluasaan waktu yang cukup memadai untuk mengembangkan beragam kompetensi sikap, pengetahuan (kognitif), dan keterampilan.

3. Dalam proses pembelajaran, tidak ada batasan yang tegas antara sekolah dan masyarakat, karena sekolah dianggap sebagai bagian dari masyarakat. Sekolah menjadi salah satu tempat bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar yang terencana dimana peserta didik akan menerapkan apa yang dipelajarinya di sekolah ke masyarakat, dan sebaliknya memanfaatkan lingkungan masayarakat sebagai sumber belajar di sekolah.

4.  Prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkata (enriched) antar matapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal - vertical) merupakan landasan dalam pengembangan kompetensi dasar.

5. Sama seperti kurikulum sebelumnya, karakteristik pada Kurikukum 2013 juga berupaya mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta mampu menerapkannya dalam berbagai situasi maupun kondisi di sekolah dan lingkungan masyarakat.

6. Kompetensi yang diharapkan tercapai pada peserta didik dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang selanjutnya dirinci menjadi kompetensi dasar mata pelajaran.

7. Kompetensi inti kelas merupakan elemen pengatur (pengorganisasi) terhadap kompetensi dasar. Semua rancangan kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dirumuskan dalam kompetensi inti.


Tujuan Kurikulum 2013

Apa tujuan utama kurikulum 2013? Seperti yang tercantum dalam Permendikbud No. 67 Tahun 2013, bahwa kurikulum 2013 memiliki tujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia yang berkompeten atau mempunyai kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, memiliki kreatifitas tinggi, inovatif, produktif, serta mampu memberikan kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, bagi bangsa dan negara, serta untuk peradaban dunia.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait