Minuman Soda Sebabkan Kegemukan (Obesitas), Benarkah?

Dua kota besar di Amerika Serikat yakni San Francisco dan New York City melancarkan kampanye besar-besaran anti soda. "Banyak orang tak mengerti betapa tidak sehatnya soda", kata salah seorang ahli kesehatan. University of California di Los Angeles baru saja merilis studi baru yang menemukan bahwa orang dewasa yang minum satu botol minuman bersoda setiap harinya akan berpotensi 30% lebih gemuk dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi minuman soda.

Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa anak-anak dan remaja Amerika keranjingan minum soda. Sebanyak 41% anak-anak dan 62% remaja mengkonsumsi setidaknya satu botol minuman bersoda setiap harinya. Berbagai pemerintah kota di Amerika kini akan memperlakukan pajak pada produk minuman soda, minuman berenergi, dan minuman jus buah-buahan dengan kadar gula tinggi.


Menurut seorang pakar kesehatan, "Pajak dapat diberlakukan pada banyak hal, tapi paling pantas pada soda. Banyak penelitian menunjukkan bahwa  soda menyebabkan kenaikan berat badan dan kegemukan".

Di tingkat negara bagian, 33 diantaranya telah memperlakukan pajak tersebut. Di kota New York, pajak bagi produk minuman bersoda mencapai 18%. Warga Amerika punya reaksi beragam terhadap kebijakan tersebut. Di sisi lain, industri minuman bersoda tampil dengan kampanye mereka sendiri memprotes pemajakan tersebut. Namun, pajak bagi soda ini akan diberlakukan secara nasional, dan uang perolehan pajak akan disalurkan untuk peningkatan jasa layanan kesehatan di Amerika.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait